Gadis Desa Dan CEO Dingin

Gadis Desa Dan CEO Dingin
GDCD


__ADS_3

ketika semua sedang sibuk mempersiapkan segala sesuatu untuk acara makan tersebut shivania terus saja sibuk memutar mutar ponselnya dikarenakan dia khawatir pada sheza


" apa gue samperin aja kerumahnya gak salah juga kan? " gumam shivania bangkit menghampiri suaminya mungkin gilang mau mengantarnya kerumah sheza, walau dekat jaraknya tapi shivania takut apalagi ini kampung banyak pohon dan masih terlihat gelap lampu jalan yang jarang ada pun jadi penyebab gelapnya jalanan, bukan penjahat yang dia takuti tapi makluk halus yang dia takuti apa lagi dalam keadaannya yang sedang hamil membuat shivania takut pada janinnya.


" mau kemana nak " tegur ayah rudi saat shivania melewatinya yang terlihat mengkhawatirkan sesuatu


" ah, tidak yah aku hanya akan melihat ikannya sudah ada yang matang apa belum aku lapar " mengelus perutnya, agar pak rudi percaya padanya.


" sudahlah jangan bohong ayah tau kamu sedang khawatir, jadi duduk kembali dan jangan kemana mana " ucap pak rudi mengajak shivania kembali duduk ketempatnya shivania mengikuti apa yang ayahnya ucapkan dan dia tak lagi bicara meski dalam hatinya masih ada rasa khawatir.


" sudah, biar ayah yang menyusul sheza kesana kamu disini saja dengan yang lain ok " mengerti dengan kekhawatiran anaknya pak rudi berniat keluar dari rumah untuk menyusul sheza namun baru saja akan keluar sheza datang bersama dengan tiga pria dibelakangnya siapa mereka??


mereka adalah abhi, akew dan akay yang tadi sore menjelang magrib yang shivania temui dijalan kedua pemuda itu bertemu di jalan dengan sheza juga abhi al hasil keempatnya jalan bersama meski dalam perjalanan dibumbuhi rasa yang mencekam setiap kali akew bicara dan mendekat abhi selalu menghalangi.


pak rudi tersenyum melihat keempat orang itu tentu pak rudi mengenal semuanya dan segera mempersilahkan semuanya masuk dan mengajaknya bergabung


" sheza cepatlah masuk dan temui semua orang, mereka sudah sangat mengkhawatirkanmu sejak sore tadi " ucap pak rudi sheza mengangguk dan segera masuk memdahului yang lain.


" ayo kita juga masuk, jangan sungkan kalian kapan pulang? " tanyanya pada akay dan akew.


" baru aja kami nyampe om, tadi juga kami sudah bertemu dengan shivania juga,, " ucapan akew tercekat


" aah itu suaminya "


jleeebbb...


ucapan yang baru saja terlontar dari mulut pak rudi berhasil membuat akay diam seketika debaran jantungnya seakan berhenti berdetak dan nafasnya tercekat seketika namun akay lanhsung menguasai dirinya kembali tak ingin larut dalam keterkejutan


" a, apa suami? yang bener om? " akew tak percaya sedangkan abhi yang sedari hanya diam tak ikut dalam pembicaraan memperhatikan tingkah akay sedari tadi


" ada apa dengannya? " batin abhi melihat ekspresi akay


" ya, suami shivani sudah menikah dan dia sedang hamil sekarang jadi cepatlah kalian masuk kita makan bersama" titahnya pak rudi memang tidak tau jika akay pernah berhubungan lebih tepatnya pacaran dengan shivania


" baiklah, paman duluan saja "


" ayo nak abhi kita masuk " pak rudi mengajak abhi masuk

__ADS_1


akew menarik tangan akay yang akan melangkah menyusul pak rudi dari belakang


" loe gak apa-apa kan? " tanya akew


" maksud loe apa? " akay bingung dengan pertanyaan akew


" astaga masih aja ngeles, gue tau loe masih ada rasa sama shivania gak usah bohongin gue ya kan? " cecar akew


" gak penting. loe mau masuk apa kita pulang sekarang?"


" masuklah gue kangen sama makanan emaknya shivania "


" dasar rakus dari dulu gak ada rubahnya " akew hanya cengir kebo dikatai oleh akay keduanya masuk dan ikut bergabung bersama.


ketika semua ikan yang dibakar sudah matang dan semua orang yang disana sudah saling kenal maka acara makan malam pun dimulai


akay sesekali mencuri pandang kepada shivania abhi terus saja memperhatikan akay yang ketahuan mencuri pandang


abhi menyenggol lengan gilang dan tak lama gilang melirik learah abhi, abhi menunjukan dengan ekor matanya bahwa lelaki yang sedang duduk disebrangnya menatap pada istrinya yang sedang makan dan gilang mengikuti arahan mata akay dan itu tertuju pada perut shivania yang buncit


" sayang, apa masih lapar? " tanya gilang sambil mengelus perut shivania agar akay melihatnya dan tidak memperhatikan miliknya dan lagi wanita itu tengah hamil


" pertanyaan macam apa itu mas? aku sedang makan jangan ganggu aku dengan pertanyaan seperti itu " ucap shivania kesal karena telah diganggu saat makan


" aah maaf " ucap gilang kikuk


" kikikiki aduuh malu aku " tanpa dosa akew menertawakan gilang


" ada apa kew loe mau nambah lagi? " sheza yang tau kalau akew sedang menertawakan gilang


" aah ia ikannya enak banget. boleh gak kalau ada sisa dibawa pulang " dengan cengir nya


" boleh nanti tante bungkusin buat nenek kamu juga sekalian ya " ucap bu sania akew mengangguk memang ibu sania dari dulu baik


acara makan makan sudah selesai dan diganti dengan acara mengobrol semua diceritakan masa kecil sampai shivania lulus sekolah akhir hingga renovasi rumah pun dibahas


" jadi semua ini suami shivania yang biayai? seet berarti kaya banget dong suami shivania? " ucap akew kagum

__ADS_1


nadin memandang aneh akew sebenarnya bukan orangnya tapi namanya yang aneh jadi nadin akan menanyakan hal itu sedari tadi mengganjal dibenaknya


" maaf bang apakah benar nama abang akew? " nadin kurang yakin setelah mengucapkan kalimat itu semua mata tertuju pada nadin namun bukan nadin saja yang penasaran rina vina juga ikut penasaran!


" de kamu penasaran apa bagaimana? " ucap shivania


" cieee nadin mau pepet bang akew ya?? "


buukk..


yudi melemparkan bantal kecil kearah nuri


" aww sakit ka apan siih timpuk-timpuk cemburu ya "


" kalian ini malah berantem, dimakan tuh martabaknya" bu sania melerai percekcokan antara yudi dan nuri


" emangnya kamu, kamu sukakan sama "


belum selesai yudi bicara nuri sudah membungkam mulut yudi dengan tangannya


" berani bicara lagi aku aduin sama ka shiva biar habis kamu ka " ancam nuri, setelah mendapatkan ancaman dari adiknya yudi pun memberi tanda perdamaian, nuri kembali diam dan pak rudi mulai bicara


" setau bapak sih nenek uting punya cucu namanya ahmad tapi tau kenapa jadi akew jauh banget dari nama aslinya "


" ya, kan namanya biar gaul om, akay aja namanya sarbeni "


" aah masa, pria setampan dia namanya sarbeni? " vina tak percaya


rina menyenggol kaki vina dari bawah


" loe kalau mau muji pria lain jangan didepan laki loe, liat noh laki loe macam apa matanya, punya mulut gak ada ayakannya "


vina langsung melihat kearah suaminya dengan cengir kuda


" ya, gak gitu maksudnya, sudahlah gak usah dibahas juga " merasa bersalah


" emang kenapa kalau gue bilang dia tampan, emang benarkan iissh " batin vina

__ADS_1


riko mengancam vina dengan sorotan tajam dari matanya seakan akan memakan hidup-hidup vina meski pernikahan mereka hanya karena kecelakaan tapi keduanya sepakat menjaga hati pasangannya tapi bukan vina namanya jika selalu bicara asal


__ADS_2