Gadis Desa Dan CEO Dingin

Gadis Desa Dan CEO Dingin
ngidam..


__ADS_3

maaf jika ceritaku ini buat pusing dan gak jelas ...🙏


saya juga sadar kalau teks juga masih acak acakan gak jelas ini cerita pertama saya bener bener baru nulis disini gak dibuku tulis dan sejenisnya


pemeran utamanya shivania dan gilang, disini juga saya menceritakan sheza dan abhi !!


kenapa bisa begitu ?? karena dari awalkan sheza juga dari desa


kalau tiap bab ceritanya shi-gil terus gak ganti takutnya bosen jadi aku berusaha biar pembaca ceritaku ini tidak bosan


maafkan daku yang masih banyak kekurangan dalam menulis dan menghalu..


-


-


-


-


setelah selesai dengan pekerjaannya dan sudah mengantar gilang pulang kekediamannya, riko juga sudah mengatakan semua pada gilang.


gilang bersyukur bukan dia yang kesana dan ingin mencincang pak seto dan anaknya itu saat mendengar ucapan riko


jika gilang yang berada diposisi riko malam tadi, ntah apa yang akan terjadi padanya ! tambah jika shivania mengetahui semua tamatlah riwayat gilang ditangan shivania.


riko terlebih dahulu mampir ketoko buah buahan untuk dibawa kerumah vina nanti,riko keluar dari toko memasukan belanjaan yang dia beli kedalam bagasi mobil dan yang akan dia bawa kerumah vina dia taruh dikursi samping kemudi


vina sudah juga sudah memberitahu kedua orang tuanya agar bisa cepat pulabg terutama pada ayahnya yang sering pulang malam lembur terus.


" sayang kamu yakin yang akan datang nak riko skertaris tuan gilang ? " ucap ayah vina sudah berapa kali dia bertanya pada anaknya itu.


" iya ayah, kalau tidak percaya tunggu saja orangnya sebentar lagi datang " ucap vina sedikit kesal pada ayahnya


" bukan begitu , bukannya yang suka sama kamu itu joe ? lalu nak riko ? kapan kalian menjalin hubungan tanpa kami ketahui ? " ucap ayah vina berbarengan vina yang akan menjawab pertanyaan sang ayah riko datang mengetuk pintu


ibu vina membuka pintu, riko menyalami tangan ibu vina dan riko dipersilahkan masuk oleh calon mertuanya tiba diruang tamu vina dan ayahnya berdiri, ibu vina masuk kedalam dapur membut minuman dan kue,riko menyimpan buah tangannya dimeja.

__ADS_1


" maaf saya hanya membawa ini saja " ucap riko setelah dipersilahkan duduk oleh tuan rumah.


" tidak apa, malah kami merasa merepotkan nak riko ! "


riko tidak ingin membuang waktu dan basa basi jadi riko langsung keintinya melamar vina untuk dijadikan istrinya dalam satu minggu lagi orang tua vina dan vina juga merasa terkejut secepat itu !!


" ayah aku ingin pernikahan ini dihadiri saudara dekat dan teman temanku saja itu sudah cukup aku tidak mau pake pesta pesat cukup akad kobul saja " vina tegas


ucapan vina membuat ayah dan ibunya kaget saat vina bicara akad kobul bukankah mereka non muslim ?


vina menggaruk kepalanya dia sadar dengan ucapannya vina menundukan kepalanya merasa bersalah tanoa sepengetahuan orang tuanya vina pindah keyakina.


" maaf ayah, ibu aku mualaf dan sudah satu bulan ini " lirihnya mata vina memerah menahan tangis takut dimarahi sang ayah


tidak dipungkiri ayahnya terkejut namun tak lama ayahnya mengelus ramvut vina lembut


" lakukan yang menurutmu itu baik asal jangan merugikan orang lain "


vina mengangguk paham dan tersenyum.


tok tok tok


saat pintu terbuka mulut ibu vina ikut terbuka mimpi apa dia semalam hingga kedatangan tamu besar seperti nyonya nadia dan tuan zae.


dipersilahkannya masuk kedua tamu agung itu riko yang tidak tau jika orang tua sahabatnya datang ikut terkejut saat melihatnya


" riko kenapa kau tidak memberi tahu kami selaku orang tua kamu, kau ini durhaka sekali hmm " ibu nadia menjewer telinga riko keras


" awww sakit bu kupingku melar nanti gak ganteng lagi " celetuknya meringis memegangi kupingnya.


semua yang melihat tersenyum melihat kedekatan riko dengan keluarga gilang


"untung saja gilang memberi tahu kami dan langsung kesini awas kau ya " nyonya nadia masih dendam


pembicaraan dimulai vina terlihat grogi sesekali mencuri pandang pada riko dan sebaliknya, keputusan sudah diambil dan dipastikan pernikahan akan diadakan dua minggu lagi karena kalau satu minggu itu terlalu cepat ini juga permintaan nyonya nadia..


-

__ADS_1


-


dirumah gilang sedang mengintip shivania dikamar tamu, memastikan apakah sudah tidur apa belum ? gilang membuka sedikit pintu dilihatnya shivania yang tengah berbaring dikasur menutup matanya, gilang masuk kedalam dan menutup pintu sangat pelan agar shivania tidak terbangun dipandangnya wajah shivania lekat, gilang duduk disamping shivania membenarkan posisi tidur agar nyampan.


" sayang sampai kapan kita begini terus aku kangen sama kamu " gilang mencium kening shivania lembut gilang berbaring disamping shivania, diraihnya tubuh shivania kedalam pelukannya, kepala shivani disenderkan didada miliknya mencium kembali pucuk kepala istrinya.


shivania tidak tidur saat mendengar pintu dibuka dari luar, shivania pura pura tidur mengelabui gilang, gilang memegang perut rata shivania dan mengelusnya lembut


" sayang maafkan aku, kemarin dia adalah diana mantan pacar aku dia bukan siapa siapa aku lagi , aku kaget saat dia memelukku begitu saja, dan aku juga minta maaf telah melukaimu aku mencintaimu sangat mencintaimu aku sayang padamu ilove you jangan tinggalkan aku lagi " ucap gilang lama mencium kepala shivania lama berharap shivania mendengarkannya


shivania tersenyum merasa senang tapi ini belum selesai


mata shivania tertutup rapat mulutnya bicara


" mas, aku mau martabak telor itu mas aku mau mas itu juga ketak telor mas. " rengek shivania pura pura mengigau gilang mengerutkan alisnya digoyangkan bahu shivania pelan


"sayang bangun ? kamu mau apa aku beliin, benar kamu mau itu "


mata shivania terbuka mengangguk pelan


" tapi aku mau kamu yang beli dan keluar pakai piyama ini " shivania menyodorkan piyama berwarna pink muda,


shivania sudah menyiapkan semuanya dari sore dan sudah memesan baju dengan gambar barbie


gleekkkk.....


" sayang apa kau yakin ingin aku memakainya " ucap gilang ragu dia tidak mau memakai itu


" ya aku ngidam suamiku membeli martabak memakai piyama tidur seperti ini, apa kau tidak mau ? kalau kau tidak mau tak apa aku akan mencari suami yang bisa memenuhi keinginan anakku ini " tunjuk shivania kearah perutnya


" bikinnya aja yang doyan " shivania menyidir


" sayang kalau kamu cari suami lagi ? aku mau dikemanain ? " ucap gilang merengek


" aku gadaikan ditoko klontong " ucap asal menarik selimut tidur kembali membelakangi gilang shivania kesal


" beuh begitu tega ! " namun gilang tersenyum diambil baju itu lalu memakainya cepat gilang pergi setelah mencium pipi shivania

__ADS_1


shivania tersenyum senang


__ADS_2