Gadis Desa Dan CEO Dingin

Gadis Desa Dan CEO Dingin
sherina dikroyok....


__ADS_3

shivania pergi diantar oleh pk sudin tadinya shivania akan menaiki bus saja namun gilang tak mengizinkannya apalah daya jika suami sudah melarangnya shivaniapun tak berani untuk melawan karena dia tau gilang mengkhawatirkan dirinya


bukan takut terhadap suami, lebih tepatnya menghormati keputusan suami


mobil yang ditumpangi shivania berhenti didepan pintu masuk


shivania turun membuka pintu mobilnya


" pak, mau ikut masuk apa tunggu dimobil ? " ucap shivania disamping pintu pak sudin


48vvvv7uv


" gak usah non, saya mah nunggu dimobil aja "


" ya sudah nanti saya pesenin makanan diantar keparkiran aja " shivania berlalu pergi setelah pak sudin mengucapkan terimakasih.


shivania masuk mengedarkan pandangannya melihat setiap sudut dicaffe itu


akhirnya shivania menemukan tempat duduk untuk mereka


" gue disuruh cepet cepet tapi mereka yang lama " shivania kesal the genknya belum datang dan hanya baru dia seorang


shivania memanggil karyawan untuk memesan


" mbak saya minta AYAM GEPREK BENSU satu porsi sama jus jeruk peras satu " ucap shivania


" itu tolong dibungkus, terus satu lagi buatin saya capcin " lanjutnya lagi


karyawan mengangguk paham lalu pergi setelah shivania selesai dengan pesanannya dan akan datang kembali saat semua yang shivania pesan sudah tersedia


hampir 10 menit shivania berada di caffe itu seorang diri tak lama shivania melihat seorang wanita yang pernah dia lihat sebelumnya dia mengingat ingat siapa wanita itu


" itu kan wanita yang ngelEndotin laki gue, siapa tuh laki yang digandengnya ? " gumam shivania sambil terus memperhatikan wanita tersebut


" woy, ngapain loe " ucap vina mengagetkan shivania


" inalilahi, napa si loe ngagetin gue aja " shivania memegangi dadanya kaget karena vina yang tiba tiba menepuk bahu dan tak melihatnya datang


" diih nyalahin gue ! liat apa sih loe gue lewat depan mata loe sendiri kagak eungeuh, ,, ? "


" gak, itu tuh wanita yang lendotin laki gue dia sama siapa coba " tunjuk shivania kearah yang dia lihat


" mana gue tahu " vina mengangkat kedua bahunya


dan pada saat itu makanan yang shivania pesan datang shivania langsung betdiri untuk menyerahkannya pada pak sudin


" mau kemana lagi loe " tanya vina baru saja dia duduk namun berdiri akan pergi


" gue mau keparkiran ngasih ini " menunjukan makanan yang shivania pegang


vina ber OH ria


sheza datang dari balik pintu masuk berpapasan dengan shivania


" lah kok, mau kemana baru gue datang masa loe mau pergi " ucap sheza


" ntar tunggu gue ngasih ini dulu ke pak sudin, kasian orang nungguin kelaparan"


sheza mengangguk lalu melangkah pergi kemeja dimana sudah ada vina disana


" lah si rina belum datang ? "tanya sheza duduk di samping vina


" belum, tadi gue telponin suruh jemput gue, malah gak nyambung, tau kemana dulu tuh anak ngelayabnya " vina meraih benda pipih itu didalam tasnya untuk menghubungi rina kembali


shivania datang setelah memberikan makan untuk pak sudin


" gaes kenapa belum pesan minumannya ? " shivania setelah duduk dikursi berhadapan dengan sheza


" loe masih dimana, kenapa belum nyampe juga kita udah kumpul disini " ucap vina setelah sambungan terhubung bersama rina vina sengaja menekan pengeras suara agar semua bisa mendengar suara rina


" sorry gaes, gue bakalan telat mobil gue mogok mana masih lumayan jauh lagi "


" posisi loe dimana emangnya ? " tanya mereka bersamaan


" hmm.. dijalan haji malik " setelah melihat nama dipapan dipinggir jalan


dijalanan rina melihat sekelompok pria yang berjalan mendekat kearahnya


dilihat para pria itu nampak sedikit menyeramkan


rina melihat juga satu diantara kelima pria itu berwajah codet dan sebelah matanya berkedip kedip


" gaes, kayanya gue ada masalah ! " ucap rina agak berbisik


rina memilih untuk masum kembali kedalam mobil dan menguncinya dari dalam


rina meradakan ini bukanlah hal baik dan benar saja para pria itu mendekati mobil rina dan menggedor gedor pintu mobil


" masalah apa cepat katakan " ketiga wanita itu panik mendengar rina berbisik dan mendengar suara gedoran


" loe tunggu disitu kita samperin loe " setelah berbicara sheza dkk meraih tas mereka dan meninggalkan tempat itu dengan tergesah gesah takut terjadi hal buruk pada rina


" mbak tolong, kami hanya sebentar balik lagi kesini " ucap vina meminum capcin yang baru saja tiba diantar oleh seorang pelayan


tangan vina ditarik oleh sheza agar cepat pergi dari situ


mereka bertiga menaiki mobil sheza untuk segera cepat ketemoat rina berada


dimobil pk sudin melihat shivania lalu memanggilnya


" nona mau kemana biar saya yang mengantar " teriak pak sudin karena shivania sudah masuk lebih dulu kedalam mobil sheza


shivania membuka pintu kaca mobil saat mobil sheza melewati mobilnya


" tunggu disini sebentar pak, nanti saya balik lagi hanya sebentar " setelah menyuruh pak sudin menunggu ditempatnya


shivania menutup kembali kaca mobil


tak mau membuang waktu untuk segera tiba menolong rina sheza menginjak gas nya mobil melaju dengan kencang vina yang duduk dikursi belakang belum siap hingga dahinya mencium kursi didepannya


" astaga zha, mending yang gue cium cowo kece ini kursi gue cium " mengusap dahinya yang sedikit terasa sakit


" maaf vin gue gak sengaja " ucap sheza membelokan mobilnya didepan sana

__ADS_1


" pegangan vin jangan ampe wajah mulus loe memar " shivani ikut bicara


karena shivania sudah bersiap untuk segala kemungkinan dia suda memasang sabuk pengaman dan ber pegangan erat jadi sudah tak kaget lagi ketika sheza menambahkan kecepatan mobil yang terbilang mendadak untuk vina


" mending yang loe cium si joe gak sakit " ucao shivania meledek vina


" apaan kalau joe taslim iya gue mau, lah ini si joeWntor " vina membayangkan pria yang mengejarnya bergidik ngeri


shivania cekikikan melihat eksfresi vina seperti itu sheza hanya tersenyum melihat vina sambil mengemudi


vina memutar bola matanya jengah karena kedua temannya ini selalu menggodanya


" zha masih lama ya "


" benyar lagi tinggal belok didepan sana " tunjuk sheza


" lebih cepat zha, kasian rina " ucap vina


" tapi ngomong ngomong loe belajar mobil dimana zha " disela sela seperti ini vina bertanya pada sheza


" ya ampun vin loe itu ya bisa gak nanyanya nanti ! " ucap shivania


" gue belajar dari, sekertaris bokap gue ternyata dia mantan pembalap profesional " jawab sheza singkat


" boleh dong kenalin gue, siapa tau gue ada jodoh ! "


" apaan dia udah punya anak dua " mata vina melotot dan mulutnya menganga tak menyangka skertaris bokapnya sheza sudah beranak dua


" idiih,, ko masih muda aja siih " vina melihat saat dirinya menginap dirumah sheza waktu itu tak sengaja vina bertemu dengan skertaris bokap sheza untuk mengambil makanan didapur


wajah vina terlihat kecewa namun tak berlangsung lama


" itu mobil rina, ayo cepet turun " ucap vina agar sheza segera berhenti saat melihat mobil vina


sheza menepikan mobilnya tak jauh dari mobil rina kala itu lima pereman sedang menggedor pintu mobil rina dengan keras


salah satu dari preman itu memegang tongkat golf seperti akan memukul kaca mobil milik rina


" buka pintunya dan keluar kau " teriak si preman dari luar mobil rina


rina menggelengkam kepalanya


rina memilih duduk ditempatnya berharap ada yang mau menolongnya.


saat tangan preman itu mengayunkan tongkat itu


sheza lebih dulu menendang punggung preman yang memegang tongkat hingga membentur mobil


ke emat preman melihat kebelakang setelah melihat ketua kelompoknya membentur mobil


" hey siapa kalian " tanya sipreman


" harusnya kami yang bertanya seperti itu, siapa kalian " ucap shivania


" kenapa mengganggu teman kami " lanjut vina


" oh ternyata kalian ini teman wanita itu " tunjuk sipreman kedalam mobil


" lumayan ini nemu satu dapat tiga " ucap teman si preman dari belakang


" pergi kalian atau kaki dan tangan kalian kami patahkan " ancam sheza dengan nada serius


" cuuiih ,wanita seperti kalian bisa apa ? " ketua preman meludah meremehkan ketiga gadis itu


" apa kau mau mencobanya ?"


keempat preman itu mendekat dan mengelilingi sheza nd genk satu dari mereka tetap didekat pintu mobil rina


vina sheza dan shivania saling membelakangi membuat segi tiga berjaga


dengan posisi seperti itu mereka bisa melindungi satu sama lain


saat preman yang didekat pintu sedikit lengah karena pokus melihat kearah samping


rina langsung membuka pintu hingga preman itu terpental dan tersungkur diaspal dekat dengan tong sampah


tak disangka apa yag telah dilakukan rina pada preman itu membuat sipreman terkejut langsung bangun dan mendapati wajahnya mencium bau tak enak lalu mengusapnya kasar


preman itu semakin marah terhadap rina saat mengetahui diwajahnya ada kotoran karena tadi wajah sipreman mendarat dipempers yang terbuka dan isinya kotoran bayi yang sepertinya baru dibuang sembarang karena tak masuk kedalam tong sampah bisa jadi kucing yang menggondolnya


" ha h ha ha makanya jangan merendahkan wanita " rina tertawa terbahak bahak puas melihat nasib sipreman


" kurang ajar wanita sialan " ucap sipreman terlihat marah lalu bangun hendak mendekati rina namun saat berjalan kearah rina tubuhnya kembali jatuh ditimpah oleh temannya sendiri itu karena kalakuan sheza yang sudah menendang preman itu hingga terpental mengenai ketua preman


rina yang tadi sudah bersiap mengambil ancang ancang kini melongo tak percaya sekuat apakah sheza ?


" zha loe makan apa, orang bisa mental seperti itu " ucap rina kagum dengan kekuatan sheza


sheza yang masih dalam keadaan terkepung berhasil menerbangkan preman itu hingga mengenai preman yang akan mendekati rina, shivania dan vina juga berhasil menumbangkan lawan mereka dengan lihai


tak disangka ketua preman itu memanggil kawanannya lagi dan tak lama kawanan yang akan membantu para preman itu berdatangan


" waduh, gawat bagaimana ini kenapa tambah banyak " ucap vina meneguk ludahnya kasar


rina berlari kearah the genknya berkumpul disatu tempat


" hey, kalian cepat tangkap wanita wanita menyebalkan ini " titah ketua preman itu para preman mendekati keempat wanita itu sambil tersenyum menyeringai sampai sampai membuat vina bergidik ngeri


" iich amit amit " gumam vina


" semua dengerin gue, kalian kebagian 2 dan gue 3 ingat kalian harus menyerang bagian bagian tertentu " ucap sheza sedikit berbisik


semuanya mengangguk


" dan ingat kalian harus hati hati jangan sampai terkena bogeman mereka, " sheza memperingati the genknya kembali


preman semakin mendekati dan berhenti didekat mereka


" ternyata wanita cantik semua " ucap preman itu hendak mencuil wajah shivania namun tangan pria itu langsung ditepis oleh sheza


" jaga tanganmu, jika masih membutuhkannya " ancam sheza menatap tajam kearah sipreman itu


" wooohoooow ternyata ada nyali juga " preman itu menggaruk dagunya lalu berjalan memutari sherina

__ADS_1


" lumayan juga " gumamnya melihat body para wanita didepannya


" lumayan lumayan loe kira kita baju cepe 3 apa ! " bentak shivania tak terima


preman itu tertawa sinis memandang keempat wanita itu meremehkan


" apa yang kalian lakukan terhadap bawahanku? " tanya sipreman yang sepertinya bos brandalan itu


" apakah tidak terbalik, ? harusnya kami yang berkata seperti itu ? apa yang kalian perbuat pada temanku menggedor dan berteriak seperti tadi dan akan memecahkan kaca mobil temanku " sheza balik bertanya tanpa jeda dan mersa geram dengan para preman itu


" bos jangan terlalu merendahakan mereka, " bisik preman yang tadi tersungkur didekat tong sampah hingga berakhir dengan tragis mencium kotoran manusia..


" jauhkan wajahmu dari tubuhku " bos preman menutup hidungnya menghirup aroma yang sangat menjijikan dari wajah anak buahnya


" kalian menghadapi wanita saja tidak becus " bentaknya lagi


" hey, kau maju dan tangkap mereka " titah sibos preman.


satu anak buah yang dipanggil tadi maju kedepan dan mulai melayangkan pukulnan kearah vina namun langsung ditangkis oleh vina cepat


" weeee tidak kena " ledek vina menjulurkan lidahnya


" cuiih kau sedang beruntung saja " ucap yang tadi menyerang vina


" dan kau tangkap wanita yang pakai baju kuning itu " menunjuk kearah rina dengan senang hati anak buah yang sang bos titah itu maju mendekati rina dengan seringai memgetikan dibibirnya hendak mencuil rina namun segera rina tepis kasar


" jangan harap bisa menyentuhku " bentak rina menatap tajam pada pria itu


" woow aku suka dengan penolakanmu " samnil tersenyum penuh arti


shivania dan sheza saling pandang saatnya mereka memberantas para preman ini


semua preman berkumpul mengerumungi empat wanita kecuali sang bos yang misahkan diri dari rumungan itu


dia hanya akan melihat aksi anak buahnya lebih dulu dalam hitungan detik dua preman terlempar jatuh dibawah kaki sang bos preman itu


bos preman itu tak menduga jika anak buahnya bisa terlempar lumayan jauh dari posisinya saat ini.


" waduh, benar juga kata sicOdet ! " gumam bos preman memandangi sisa anak buahnya yang tersisa


satu persatu anak buahnya tumbang ditangan keempat wanita perkasa


tinggal empat preman lagi yang mereka hadapi dengan saling pandang sebentar lalu menganggukan kepala keempat wanita itu menedang buah banana pisang cau ketika sipreman akan melayangkan tinju kearah keempat wanita


" bos, tolong kami ini sungguh luar biasa sakitnya " rintih anak buahnya memanggil sang bos namun setelah berucap pada sang bos dia langsung pingsan tak kuat menahan sakit dibanana anu nya


" kalian ini payah sekali " bos preman itu maju dan melayangkan bogem mentahnya pada rina rina meloloskan diri


vina yang tak siap terkena oukulan dari bos preman hingga tersungkur ketanah


" vin loe gak apa apa " tanya shivania yang melihat vina terjatuh


shivania mengajak vina masuk kedalam mobil untuk duduk disana


saat ini mereka hanya melawan bos preman karena anak buahnya sudah terkapar tak berdaya dibawah sana


bos preman itu terlihat hebat dalam menguasai bela diri hingga keempat wanita iti susah menumbangkannya


mungkin nuga bos preman itu marah karena anak buahnya kalah


" hey, kalian berhentilah melan dan menurutlah padaku " ucap bos preman itu


" cuuih, kami tak sudi " ucap sheza meludah didepan bos preman


merasa dihina oleh sheza tanpa ragu bos preman itu mencengkram rahang rina


" apa kau ingin wajah wanita cantik ini aku " mendekati wajah rina hendak menciumnya rina meludahi wajah boa preman tanpa takut


merasa ditendahkan dan dibuat malu oleh rina preman itu menghempaskan wajah rina hingga tersungkur dan tangan rina terkena batu tajam hingha mengeluarkan darah segar


" rina "" teriak sheza dan shivania bersamaan


cukup sudah permainan ini harus segera diselesaikan!! sheza menghampiri rina dan berjongkok membantu rina berdiri


sheza membawa rina masuk kedalam mobil bersama vina


" duduklah disini dan obati luka kalian disini, " titah sheza lalu pergi meninggalkan mereka didalam mobil


sheza kembali untuk bergabung dengan shivania saat mendekat kearah shivania sheza lari dan segera meloncatkan tubuhnya menendang punggung si bos preman langsung jatuh ketanah


cukup sudah kesabaran sheza saat ini


" jangan berani kau menyentu saudara ku " ucap sheza dengan nada tinggi


sheza mencengkram kerah sibos preman dengan kencang menatap tajam setajam silet dengan sekuat tenaga yang masih tersisa bos preman itu meminta maaf


" ma, maafkan a, aku menyerah a, aku akan pergi " ucap bos preman itu gugup melihat pelototan maut sheza sebenarnya bukan hanya pelototan saja tapi yang mengancamnya adalah pistol yang ditodongkan sheza kearahnya.


saat sheza kembali mengantar rina masuk kedalam mobil dari situ sheza ingat jika dia ada membawa senjata api itu dilaci mobil dan dia membawanya


tanpa ragu sheza manarik pelatuk pistol hingga membuat suara


cletek ...


wajah bos preman itu menegang menelan ludahnya kasar


" pergi sekarang, atau kau mati ditanganku " bentak sheza


shivania yang baru melihat reaksi sheza saat ini bergidik ngeri


" anjaaay,, baru kali ini gue lihat sheza begitu menyeramkan " kagum sekaligus takut melihat sheza yang seperti itu


bos preman itu perlahan bangun berdiri dan akhirnya lari terbirit birit.


" zha ayo kita kembali kecaffe , kasian pak sudin lama nungguin " ucao shivania mengajak sheza kembali, sheza menganggukan kepalanya


dan akhirnya genk sherina kembali setelah mengalahkam para preman itu


tanpa mereka sadari ada seseorang yang sedang memperhatikan mereka dari jarak jauh


sorrry gaes,,, jika banyak teks yang salah mohon dimaaf karena aku nulis dan memikirkannya sungguh lama dan terkadang diof dulu nulisnya karena pekerjaan rumah menuntut okay ..


aku mulai nulis dari jam 11 siang dan selesai jam setengah tujuh magrib bisa bayangkan berapa jam diriku menghalu.. love you

__ADS_1


dari author acakadul icikiwir bin amburadul...😘


__ADS_2