
drrt drrt drrt
suara bunyi telpon berasal dari ponsel milik sheza namun sudah berapa kali berbunyi belum juga diangkat !
itu karena ponsel milik sheza dibawah bantal yang sheza tiduri, hanya membuat getaran kecil
untuk kesekian kalinya getaran itu kembali, namun kali ini sheza merasakan getarannya dari bawah sana
tangan sheza meraba raba mencari dari mana asal getaran itu
setelah menemukannya sheza langsung membuka matanya sedekit untuk menggeser tombol hijau setelah itu menutup matanya kembali
" hmm ,, ada apa " suara sheza dengan suara bangun tidurnya
" zha loe kenapa berhenti kerja ditoko " orang dari sebrang sana bicara dengan nada ngos ngosan
saat itu mata sheza terbuka melihat siapa yang menelponnya
" satria " gumam sheza yang menelpon sheza adalah satria
" ya ini gue, kenapa loe tiba tiba berhenti bekerja ? " ulangnya lagi
sheza mengucek matanya dan duduk bersandar dikepala kasur bukannya mengucapkan salam menanyakan kabar satria langsung menerobos meminta penjelasan dari sheza
" walaikum salam satria " ucap sheza menyindir satria
disebrang sana sartria menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu dan nampak bersalah
" asalamualaiku sheza, " satria ucapkan salam kadaluarsanya
" gitu dong, jangan maen nerobos aja , gak ada apa apa gue dapat tawaran kerja dikantoran " ucap sheza gak mau pusing
sebenarnya sheza tidak menceritakan tentang dirinya yang dari anak tuan darma kusuma pemilik perusahanan green gold grup
saat sheza mengundurkan diri pada hari itu satria sedang menggantikan kakanya diluar negri hampir tiga minggu lamanya satria tidak bekerja ditoko,
selama itu pula orang yang ditoko tidak mengetahui keadaan sheza
hanya tau jika sheza sedang sakit dan pulang kekampung halamannya
waktu itu rina yang mengabari ketempat sheza langsung bicara pada pemilik toko bunga
__ADS_1
dan kemarin sheza kembali kesana hanya untuk mengundurkan diri berhenti bekerja ditoko bunga
" ko gak bilang kalau loe mau kerja dikantoran, kalau gitu kan gue bisa bilang ke kaka gue " ucap satria masih dengan lari ditempat karena pada saat inu satria sedang berolah raga dihalaman rumahnya
dari atas balkon abhi memperhatikan adiknya yang sedang bicara melalui telpon ketika menangkap suara adiknya memanggil nama sheza
abhi terkejut apakah sheza yang dimaksud adiknya itu wanita yang kemarin ?
satria yang masih ingin bicara dengan sheza berteriak memanggil sheza karena waktu itu sheza langsung mematikan sambungan telponnya sepihak
" dasar ratu barbar " satria mendumal memarahi sheza ditelpon sambil menunjuk nunjuk ponselnya
melihat adiknya yang seperti itu abhi turun kebawah menyusul sang adiknya
" sedang apa ? " tanya abhi dari belakang satria
satria salah tingkah saat kakanya tiba tiba sudah berada dibelakang dirinya
" ti, tidak apa apa memang ada apa tumben kaka masih dirumah " ucap satria gugup lalu berpura pura bertanya pada kakanya padahal dia tau hari ini adalah hari kumpul keluarga
keluarga sagara wijaya selalu menyempatkan waktu bersama disetiap seminggu sekali walau sesibuk apapun kecuali jika salah satu dari keluarga sagara wijaya berada diluar negri paling hanya video call saja yang penting bertatap muka
abhi menepuk bahu sang adik sedikit keras
" bawalah dia kerumah, jika kau sangat mencintainya " ucap abhi berlalu pergi meninggalkan sang adik dihalaman
satria melongo dengan ucapan sang kaka mencintai ? siapa yang mencintai sepertinya sang kaka telah salah paham padanya
" ka maksudnya apa ? " teriak satria namun abhi sudah masuk kedalam rumah
abhi duduk diruang keluarga
seorang pelayan menaruh empat cangkir dimeja itu
abhi mengambil koran sambil menunggu yang lain datang
tak berselang lama keluarganya berkumpul
" udah pada rapi ni " ucap nyonya tya duduk disebrang abhi
" ini kan masih hari kerja ma " ucap tuan satya
__ADS_1
" ia yah mama lupa "
satria duduk disebelah kakanya dengan handuk masih dipundaknya
satria mengusap keringat diwajahnya
" loh ko satria masih belum siap ? " tanya nyonya tya
" kan hari ini satria gak ngantor mah, sekarang giliran ditoko " ucap satria malas karena mulai hari ini gak ada orang yang dia goda dan memarahinya
walaupun sheza suka judes tapi satria suka berteman dengan sheza karena sheza apa adanya dimata satria
" ko mukanya males gitu sih ada apa ? " nyonya tya bangun dari duduknya dan pindah di sebelah satria
" dia lagi jatuh cinta ma " ucap abhi tersenyum
" jatuh cinta mata loe katarak ka " satria memukul lengan abhi bicara sembarangan
" terus tadi kenapa teriak dihalaman manggil manggil nama sheza lagi "
" dia hanya teman, dan gue juga gak bakaln cinta sama dia bisa bisa gue dicincang habis " ucap satria
" sudah, sudah kalian ini selalu saja begini " ucap nyonya tya menengahi
" oh ya bhi, gimana kabarnya gilang ? " tanya nyonya tya mengingat tentang gilang
" emang kenapa gilang ? dia baik baik saja kemarin juga aku bertemu dengan istrinya "
" shivania, bagaimana itu anak udah ngisi belum ya " gumam nyonya tya masih terdengar oleh abhi
" mama kenal sama shivania ? dimana " abhi menyeruput kopinya
" shivaniakan sebelum jadi istri gilang dia dulu bekerja disini "
byuuuuur
air kopi yang abhi seruput keluar semua,, jadi yang sering mama menceritakan pembantu dirumahnya itu shivania istri gilang
tuan satya, satria dan nyonya tya kaget abhi menyemburkan kopinya
" biasa aja dong ka ,gak usah kaget juga kali,, kan sekarang jamannya orang kaya nikah sama pembatu " ucap satria...
__ADS_1
pantesan saat berkenalan dengan shivania abhi merasa sering mendengar namanya disebut oleh mama nya ternyata luar biasa seorang ceo kaya menikahi seorang pembantu dari rumahnya
abhi bangga pada dirinya mempunyai sobat seperti gilang, gilang adalah orang yang tidak membeda bedakan sebuah status ..