
dibelehan berbeda komplek shivania disibukan dengan acara masak masak
didapurnya sudah berapa kali dia memikirkan masakan apa yang akan gilang sukai dan dia juga belum mandi dan dering telpon juga menganggu setiap 5 menit sekali gilang pasti menghubunginya entah itu dengan tlpon biasa atau pun video call
shivania juga merasa stres harus menghadapi gilang kalau seperti ini
bagaimana dia mau cepat selesai jika gilang selalu menganggunya seperti ini
" apa aku matikan saja hpku " shivania menekan tombol yang berada disamping hpnya
" nah ginikan gue bisa masak gak ada gangguan lagi" shivania mulai merajang sayur mayur daging yang telah dibelikan oleh pelayan dirumahnya
shivania minta para pelayan untuk tidak ada yang membantunya dan mengerjakan pekerjaan yang lain saja
satu jam berlalu masakan shivania pun sudah tertata rapih di atas meja
shivania langsung masuk kedalam kamar untuk membersihkan diri dari rasa bau bumbu yang bercampur dengan keringatnya
" sayang ,, sayang " teriak gilang dari depan pintu
para pelayan yang mendengar tuan mereka berteriak seperti itu langsung terdiam seketika,
bukan tanpa alasan jarang sekali mendengar tuan mereka bicara atau pun berteriak seperti ini sunggguh langka bagi mereka
para pelayan yang bekerja dirumah gilang tak ada yang tau bagaimana gilang dulu kecuali pak mukri yang sudah bekerja puluhan tahun dengan keluarga gilang
pak mukri yang dijadikan pengasuh gilang dari kecil tau betul bagaimana gilang dan setelah kejadian itu pak mukri lah yang selalu mengatur semua para pekerja
pak mukri mendekati gilang dan memberi hormat pada tuannya..
" nina ada dikamar tuan " ucap pak mukri tersenyum
"sedang apa dia tadi hingga telponya dimatikan " gilang masih kesla demgam kelakuan shivania
" maaf tuan tadi nona sibuk didapur memasak makan siang "
untuk apa dia melakukan ini " gilang melangkah pergi dari hadapan pak mukri
" terima kasih nona kau sudah mencairkan batu es seperti tuanku ini " gumam pak mukri memandangi kepergian gilang
setelah kepergian gilang sudah tak terlihat lagi pak mukri pergi untuk melanjutkan pekerjaannya yang tertunda dengan sebuah senyuman yang menghiasi pipi keriputnya
stelah manaiki tangga kini gilang membuka pintu kamar
" sayaang kamu dimana " panggil gilang
gilang mendengar gemercik air mengalir memastikan pasti shivania yang sedang membersihkan diri didalam sana
__ADS_1
gilang membuka jas dan dasinya menyimoannya diatas tempat tidur
gilang berjalan mendekati lemari dan mengambil laptopnya meneruskan pekerjaan yang dia tinggalkan dikantor
" bawa semua berkas berkas kerumah ku sekarang " gilang memutuskan sambungam telpon dengan riko
" kenapa juga dia tadi masuk kantor padahal gue juga udah nyiapin berkas berkas untuk gue bawa tadi pagi kerumahnya,, malah dia ngantor " dumel riko merasa pusing dengan kelakuan bosnya hari ini
seperti tadi pagi riko yang akan pergi kerumahnya mengantarkan berkas yang harus ditanda tangani oleh gilang menyuruhnya untuk langsung menyiapkan berkas berkas laporan untuk meeting dan setelah didalam ruangan meeting gilang yang seharusnya mempersentasikan malah menyuruh riko untuk mewakilkany sedangkan gilang sendiri hanya melamun dan sesekali tersenyum memandangi ponselnya
entah apa yang sedang dia tatap.
setelah selesai meeting pun didalam ruanga riko sering melihat gilang mundar mandir menelpon seseorang
dan satu jam berikutnya gilang buru buru keluar dari kantor tanpa bicara sama sekali
" ternyata dia sedang bucin " riko cengengesan sandiri
gilang gilang ada da aja loe " riko sambil membereskan berkas yang akan dia bawa kerumah bosnya ....
setelah menyuruh sekertarisnya gilang kini mengecek cctv yang berada didalam rumahanya memantau aktifitas apa saja yang dilakukan shivania disaat dirinya tidak ada
gilang tersenyum ketik shivania masuk kedalam dapur dan mengatakan dirinya tidak ingin dibantu saat dia memasak untuk suaminya dan menyuruh semua pelayan mengerjakan pekerjaan yang lain saja
tak lama shivania keluar dari kamar mandi mengenakan handuk yang melilit ditubuhnya
" ya allah cobaan apa lagi ini " batin gilang merontah tak sabar menunggu nanti malam
shivania yang belum menyadari kalau bukan hanya dirinya yang ada didalam kamar itu
membuka lemari dan mengambil pakaian dalam miliknya
sebelum berangkat kekantor gilang sudah memesankan pakaian yang lain untuk shivania pakai jika banyak orang dirumahnya ya seperti saat ini para pelayan mundar mandir membersihkan rumah
shivania melepaskan handuk yang melilit ditubuhnya semakin membuat gilang mati kutu dibuatnya gilang berjalan kearah pintu ketika shivania kembali mengambil pakaian yang lain
gilang mengunci pintu dan mendekati shivania
" kau tidak memerlukan pakaian itu sayang " ucap gilang memeluk shivania dari belakang
shivania yang kaget dipeluk seperti itu akan berteriak ketika dia sadar dirinya tidak mengenakan sehelai benangpun yang menempel ditubuhnya
" percuma saja kau berteriak sayang,, aku ingin mulai saat ini jika kita berdua didalam kamar kau tak usah mengenakan apapun. ,kau sangat seksi " gilang mengedipkan sebelah matanya
wajah shivania memerah menahan malu nafas yang naik turun membuat gilang semakin menggodanya
" sayang aku ini suamimu jadi wajar saja kalau aku " gilang merapatkan pelukannya
__ADS_1
shivanua hanya terdiam apa yang dikatakan gilang benar adanya
" tapi aku sudah bilang nanti malam kenapa kau memaksa seperti ini lagian aku juga belum bersih dari " ucap shivania merasa malu untuk melanjutkan perkataannya
gilang mengangkat kedua alisnya meminta jawaban dari shivania lebih jelas
shivania melepaskan pelukan gilang
" aku baru selasai datang bulan dan aku belum " shivania tak melanjutkannya lagi
" baiklah kalau kau belum siap " gilang merasa kecewa atas perkataan shivania yang belum siap melakukan hal itu dengannya
gilang menjauhi shivania lalu berjalan kearah nakas mengambil ponselnya
" temui aku di apartement " ucap gilang setelah telpon tersambung
gilang langsung mematikannya lalu membuka lemari mengambil handuk dan berjalan kedalam kamar mandi membersihkan diri
shivania yang melihat dan mendengar gilang seperti itu merasa sangat kecewa gilang akan pergi keapartement meninggalkan dirinya dirumah
"perasaan apa ini kenapa seperti ini " shivania memegangi dadanya
shivania buru buru mengenakan pakaian lalu menyiapkan pakaian untuk gilang
shivania akan mengatakan sesuatu pada gilang
lima belas menit kemudian gilang keluar dengan mengeringkan rambut
shivania yang melihat gilang posisi seperti itu dibuat terpanah perut yang membentuk roti sobek sedikit air mengaliri kulit rambut yang diacak acak sembarang membuat kadar ketampanan gilang menjadi lebih jauh sempurna dimata shivania
gilang berjalan tanpa memperdulikan shivania
shivania yang diperlakukan seperti ini merasakan sakit
shivania mendekati gilang dan memegang tangan gilang
" aku tunggu nanti malam " singkat shivania tanpa melihat mata gilang yang menatapnya
" jika kamu terpaksa melakukan itu denganku maka kau tak usah melakukannya " gilang melepaskan pegangan tangan shivania
gilang memakai pakainya dengan cepat dan tidak memakai pakaian yang dipilihkan shivania
gilang berjalan keluar dari kamar
shivania yang diperlakukan dingin kembali oleh gilang merasa lebih sakit kali ini
percayalah jika seseorang yang kita sayangi dan cintai ketika bicara seperlunya lebih banyak diam tak seperti biasa lebih sakit ...
__ADS_1