Gadis Desa Dan CEO Dingin

Gadis Desa Dan CEO Dingin
rumah


__ADS_3

dibelehan berbeda komplek shivania disibukan dengan acara masak masak


didapurnya sudah berapa kali dia memikirkan masakan apa yang akan gilang sukai dan dia juga belum mandi dan dering telpon juga menganggu setiap 5 menit sekali gilang pasti menghubunginya entah itu dengan tlpon biasa atau pun video call


shivania juga merasa stres harus menghadapi gilang kalau seperti ini


bagaimana dia mau cepat selesai jika gilang selalu menganggunya seperti ini


" apa aku matikan saja hpku " shivania menekan tombol yang berada disamping hpnya


" nah ginikan gue bisa masak gak ada gangguan lagi" shivania mulai merajang sayur mayur daging yang telah dibelikan oleh pelayan dirumahnya


shivania minta para pelayan untuk tidak ada yang membantunya dan mengerjakan pekerjaan yang lain saja


satu jam berlalu masakan shivania pun sudah tertata rapih di atas meja


shivania langsung masuk kedalam kamar untuk membersihkan diri dari rasa bau bumbu yang bercampur dengan keringatnya


" sayang ,, sayang " teriak gilang dari depan pintu


para pelayan yang mendengar tuan mereka berteriak seperti itu langsung terdiam seketika,


bukan tanpa alasan jarang sekali mendengar tuan mereka bicara atau pun berteriak seperti ini sunggguh langka bagi mereka


para pelayan yang bekerja dirumah gilang tak ada yang tau bagaimana gilang dulu kecuali pak mukri yang sudah bekerja puluhan tahun dengan keluarga gilang


pak mukri yang dijadikan pengasuh gilang dari kecil tau betul bagaimana gilang dan setelah kejadian itu pak mukri lah yang selalu mengatur semua para pekerja


pak mukri mendekati gilang dan memberi hormat pada tuannya..


" nina ada dikamar tuan " ucap pak mukri tersenyum


"sedang apa dia tadi hingga telponya dimatikan " gilang masih kesla demgam kelakuan shivania


" maaf tuan tadi nona sibuk didapur memasak makan siang "


untuk apa dia melakukan ini " gilang melangkah pergi dari hadapan pak mukri


" terima kasih nona kau sudah mencairkan batu es seperti tuanku ini " gumam pak mukri memandangi kepergian gilang


setelah kepergian gilang sudah tak terlihat lagi pak mukri pergi untuk melanjutkan pekerjaannya yang tertunda dengan sebuah senyuman yang menghiasi pipi keriputnya


stelah manaiki tangga kini gilang membuka pintu kamar


" sayaang kamu dimana " panggil gilang


gilang mendengar gemercik air mengalir memastikan pasti shivania yang sedang membersihkan diri didalam sana

__ADS_1


gilang membuka jas dan dasinya menyimoannya diatas tempat tidur


gilang berjalan mendekati lemari dan mengambil laptopnya meneruskan pekerjaan yang dia tinggalkan dikantor


" bawa semua berkas berkas kerumah ku sekarang " gilang memutuskan sambungam telpon dengan riko


" kenapa juga dia tadi masuk kantor padahal gue juga udah nyiapin berkas berkas untuk gue bawa tadi pagi kerumahnya,, malah dia ngantor " dumel riko merasa pusing dengan kelakuan bosnya hari ini


seperti tadi pagi riko yang akan pergi kerumahnya mengantarkan berkas yang harus ditanda tangani oleh gilang menyuruhnya untuk langsung menyiapkan berkas berkas laporan untuk meeting dan setelah didalam ruangan meeting gilang yang seharusnya mempersentasikan malah menyuruh riko untuk mewakilkany sedangkan gilang sendiri hanya melamun dan sesekali tersenyum memandangi ponselnya


entah apa yang sedang dia tatap.


setelah selesai meeting pun didalam ruanga riko sering melihat gilang mundar mandir menelpon seseorang


dan satu jam berikutnya gilang buru buru keluar dari kantor tanpa bicara sama sekali


" ternyata dia sedang bucin " riko cengengesan sandiri


gilang gilang ada da aja loe " riko sambil membereskan berkas yang akan dia bawa kerumah bosnya ....


setelah menyuruh sekertarisnya gilang kini mengecek cctv yang berada didalam rumahanya memantau aktifitas apa saja yang dilakukan shivania disaat dirinya tidak ada


gilang tersenyum ketik shivania masuk kedalam dapur dan mengatakan dirinya tidak ingin dibantu saat dia memasak untuk suaminya dan menyuruh semua pelayan mengerjakan pekerjaan yang lain saja


tak lama shivania keluar dari kamar mandi mengenakan handuk yang melilit ditubuhnya


" ya allah cobaan apa lagi ini " batin gilang merontah tak sabar menunggu nanti malam


shivania yang belum menyadari kalau bukan hanya dirinya yang ada didalam kamar itu


membuka lemari dan mengambil pakaian dalam miliknya


sebelum berangkat kekantor gilang sudah memesankan pakaian yang lain untuk shivania pakai jika banyak orang dirumahnya ya seperti saat ini para pelayan mundar mandir membersihkan rumah


shivania melepaskan handuk yang melilit ditubuhnya semakin membuat gilang mati kutu dibuatnya gilang berjalan kearah pintu ketika shivania kembali mengambil pakaian yang lain


gilang mengunci pintu dan mendekati shivania


" kau tidak memerlukan pakaian itu sayang " ucap gilang memeluk shivania dari belakang


shivania yang kaget dipeluk seperti itu akan berteriak ketika dia sadar dirinya tidak mengenakan sehelai benangpun yang menempel ditubuhnya


" percuma saja kau berteriak sayang,, aku ingin mulai saat ini jika kita berdua didalam kamar kau tak usah mengenakan apapun. ,kau sangat seksi " gilang mengedipkan sebelah matanya


wajah shivania memerah menahan malu nafas yang naik turun membuat gilang semakin menggodanya


" sayang aku ini suamimu jadi wajar saja kalau aku " gilang merapatkan pelukannya

__ADS_1


shivanua hanya terdiam apa yang dikatakan gilang benar adanya


" tapi aku sudah bilang nanti malam kenapa kau memaksa seperti ini lagian aku juga belum bersih dari " ucap shivania merasa malu untuk melanjutkan perkataannya


gilang mengangkat kedua alisnya meminta jawaban dari shivania lebih jelas


shivania melepaskan pelukan gilang


" aku baru selasai datang bulan dan aku belum " shivania tak melanjutkannya lagi


" baiklah kalau kau belum siap " gilang merasa kecewa atas perkataan shivania yang belum siap melakukan hal itu dengannya


gilang menjauhi shivania lalu berjalan kearah nakas mengambil ponselnya


" temui aku di apartement " ucap gilang setelah telpon tersambung


gilang langsung mematikannya lalu membuka lemari mengambil handuk dan berjalan kedalam kamar mandi membersihkan diri


shivania yang melihat dan mendengar gilang seperti itu merasa sangat kecewa gilang akan pergi keapartement meninggalkan dirinya dirumah


"perasaan apa ini kenapa seperti ini " shivania memegangi dadanya


shivania buru buru mengenakan pakaian lalu menyiapkan pakaian untuk gilang


shivania akan mengatakan sesuatu pada gilang


lima belas menit kemudian gilang keluar dengan mengeringkan rambut


shivania yang melihat gilang posisi seperti itu dibuat terpanah perut yang membentuk roti sobek sedikit air mengaliri kulit rambut yang diacak acak sembarang membuat kadar ketampanan gilang menjadi lebih jauh sempurna dimata shivania


gilang berjalan tanpa memperdulikan shivania


shivania yang diperlakukan seperti ini merasakan sakit


shivania mendekati gilang dan memegang tangan gilang


" aku tunggu nanti malam " singkat shivania tanpa melihat mata gilang yang menatapnya


" jika kamu terpaksa melakukan itu denganku maka kau tak usah melakukannya " gilang melepaskan pegangan tangan shivania


gilang memakai pakainya dengan cepat dan tidak memakai pakaian yang dipilihkan shivania


gilang berjalan keluar dari kamar


shivania yang diperlakukan dingin kembali oleh gilang merasa lebih sakit kali ini


percayalah jika seseorang yang kita sayangi dan cintai ketika bicara seperlunya lebih banyak diam tak seperti biasa lebih sakit ...

__ADS_1


__ADS_2