
karena terlalu lelah sheza an the genk tertidur pulas posisi tidur yang sembarang membuat kondisi kasur vina acakadul seperti habis perang bom nuklir bantal berserakan dilantai kapuk bantal menempel dimana mana kaki vina berada di atas perut rina, kaki rina bergelantung kebawah sedangkan vina mencium jempol kaki sheza, sheza yang berkuasa atas kasur vina
entah seperti apa kondisi kamar vina saat ini sehabis telponan dengan shivania mereka berbincang cerita ini dan itu sampai jam 01:45 mereka baru tertidur pulas seperti saat ini
sedangkan dibelahan rumah per elitan shivania terbangun perlahn shivania membuka mata dan penglihatannya terhalang oleh sesuatu shivania sedikit menjauhkan kepalanya dan mendapati dirinya sedang mencium kulit seseorang , shivania kaget mendapati dirinya sedang dipeluk oleh gilang dan dirinya mencium dada bidang milik gilang sedangkan gilang menumpuhkan dagunya dikepala shivania sungguh ini membuat hati shivania berdegup sangat kencang
" kenapa jantungku seperti ini " batin shivania memegang dadanya
disaat bersamaan mata shivania dimanjakan dengan melihat jelas wajah gilang yang sedang tertidur lelap dan damai seperti saat ini
shivania terus menerus memandangi wajah gilang dengan serius
" kau sungguh tampan apakah pantas aku bersanding denganmu , kau memiliki semuanya sedangkan aku " shivania menyentuh wajah lelap gilang
melihat gelagat gilang yang akan terbangun shivania buru buru menenggelamkan kembali wajahnya didada gilang shivania tersenyum dikala dirinya semakiin erat dipeluk oleh gilang
" ya allah aku ingin waktu berhenti sebentar " batin shivania tersenyum puas dan semakin menenggelamkan wajahnya
waktu terus berputar malam pun terlewati diganti dengan pagi hari
malam yang shivania katan akan menjadikan dirinya seorang istri yang dibutuhkan gilang ternyata harus gagal melwatinya begitu saja
" apakah dia hanya menakutiku saja ? " gumam shivania
shivaniapun berpikir seperti itu karena semalam gilang tak melakukan apa apa terhadapnya
hanya sebatas memeluk tak lebih dari itu
" apa dia kira aku ini bantal kali ya " pikir shivania
shivania turun dari tempat tidur setelah bermonolog sendiri
dan masuk kedalan kamar mandi
__ADS_1
gilang membuka matanya meraba disisi kirinya tak ada shivania disana
gilang mendengar gemercik air didalam kamar mandi
" lagi mandi " gumam gilang lalu menarik tubuhnya keatas menyenderkan punggungnya di kepala kasur
tangannya mengambil ponsel diatas nakas
" baru jam 05:25 " gilang menaruh ponsel kembali diatas nakas
shivania keluar masih dengan melilitkan handuk ditubuhnya tubuh yang masih sedikit berair dan rambut yang basah membuat shivania terlihat menggairahkan dimata gilang
gilang menelan salivanya susah matanya tetap setia melihat shivania yang membuka lemari untuk mengambil sesuatu
" apa yang kau cari " gilang bertanya karena shivania belum mengambil apapun dari sana
" hmm ini mas, apakah ada mukena , aku tidak menemukannya " shivania masih dengan mencari
gilang menelpon seseorang melalui tlpon rumah
" mas apa kamu tak mau mengimami ku untus sholat " ucap shivania seetengah tersenyum mengharap gilang mengiyakan permintaannya
" hmmm " gilang turun dari kasur dan masuk kekamar mandi
tak lama kemudian gilang sudah selesai dan shivania juga sudah memakai mukena yang tadi dibawakan oleh pelayan kekamarnya
" mas ini " shivania memberikan peci dan sarung pada gilang , gilang memakainya
lalu mereka sholat berjamaah untuk pertama kalinya
setelah selesai sholat shivania pergi kedapur memasak sarapan pagi untuk mereka
karena hari ini hari libur maka gilang tidak berangkat bekerja kekantor namun gilang selalu mengerjakan pekerjaannya dirumah
__ADS_1
" mas mau kopi apa susu " ucap shivania melihat gilang masuk kedapur
" buatkan aku kopi susu jahe " ucap gilang lalu melangkah pergi menuju ruangan tamu membaca koran disana
tak lama shivania masuk mengantarkan pesanan gilang
shivania ikut duduk di sebrang gilang
" e'hemm " shivania berdehem
" katakan " ucap gilang tanpa melirik shivania
" sarapan sudah jadi mas mau makan sekarang apa nanti " shivania gugup karena untuk pertama kalinya dia harus bicara lembut pada seorang laki laki selain ayah dan keluarganya
shivania gilang menuju keruangan makan, mereka makan dengan damai tak ada pembicaraan apa apa hanya suara sendok beradu dengan piring
"mas boleh kamu jelaskan setatus kita ini dengan jelas " ucap shivania setelah makan dan sedang berada didalam ruangan kerja gilang
shivania menyusul gilang keruangan kerjanya sambil membawakan kopi
" bukannya sudah jelas kita sudah menikah dan kita sekarang suami istri mau dijelaskan apa lagi " ucap gilang berhenti mengecek laporan kerjaanya
shivania menghela nafasnya dan membuangnya perlahan
" mas suami istri macam apa ini hubungan yang seperti apa ,, memang aku istrimu dan kamu suamiku tapi adakah suami istri yang seperti kita ini " ucap shivania cepat memandang gilang
" maksudnya "
" mas kamu itu ich , " shivania bangun lalu keluar dari ruangan kerja gilang tak bisa lagi berkata karena malu masa harus diperjelas oleh wanitanya itu sungguh memalukan bagi shivania
" hampir aja " shivania menutup pintu kamarnya hampir saja dia mempermalukan dirinya sebagai wanita dihadapan suaminya
" mungkin ini terlalu cepat biarkan semuanya terjadi dengan sendirinya " shivania menenangkan hatinya
__ADS_1
shivania memutuskan akan siap apa bila gilang menginginkan hak atas dirinya shivania tak mau menawarinya meski itu pahala buatnya
dia tidak mau dibilang wanita gatal oleh para pembaca ๐๐