Gadis Desa Dan CEO Dingin

Gadis Desa Dan CEO Dingin
serangan


__ADS_3

setelah istiraht sheza kembali masuk kedalam toko


" loh ko sendiri zha , satria mana ? " tanya lusi


sheza mengangkat kedua bahunya


" bukannya tadi dia bilang mau nyamperin loe ? " lanjut lusi karena satria sempat mengajak lusi untuk ikut


" mungkin masih dibelakang , loe suka ya ma satria ! " tuduh sheza memajukan wajahnya agar bisa melihat kedalam mata lusi


" loe apan siih ,, suka dari mana " lusi menggaruk kepalanya


" ngaku aja kali. kelihatan juga ko " sheza masih asik menjaili lusi


" hey kalian ngegosip ngonongin gue ya " tanya satria tiba tiba ningol dari belakang tubuh sheza


" ia , eh gak ko " lusi gugup dihadapan satria


" loe apan sih ngagetin mulu " kesal sheza langsung pergi meninggalkan lusi dan satria


" tuh anak kenapa sih sensi banget hari ini " satria garuk garuk kepala


lusi yang ditanya oleh satria tidak menjawabnya dan malah ikut pergi meninggalkan satri


" laah dia juga ikut ikutan " ucap satria yang melihat lusi ikit pergi


sore harinya sheza keluar untuk pulang


" bareng gue yuk " ajak satria dari belakang sheza


" gak usahlah gue pulang sendiri aja, loe ajak lusi aja " suruh sheza ketika melihat lusi yang sedang berjalan membawa banyak barang


" lus sini gEh " teriak sheza agar lusi mendengarnya karena lusi sudah berada jauh didepan mereka


lusi berhenti saat namanya dipanggil dari belakang


" ya ada apa " jawab lusi


nih ikut aja bareng satria ia kan sat " sheza menginjak kaki satria


" i ia " satria merasakan sakit dikaki karena ulah sheza


ya udah sana kalian pergi ,, bantuin lusi sat bawa barangnya kasian tau " ucap sheza dengan gaya memerintah

__ADS_1


satria tak habis pikir dengan kelakuan sheza yang bar bar


" kalau loe puoang bareng siapa zha " tanya lusi


" gue mau mampir dulu kerumah temen gue, dari semalam mereka belum ada yang ngasih kabar " sheza ingat belum berkumpul ria bergosip dengan para sherina


" ooooooooooh ya sudah " satria ber oooh ria panjang


" apan sih loe ,,sudah sana pada pergi " sheza memukul lengan satria lalu pergi duluan


" gue pergi duluan ya baaaay " teriak sheza menjulurkan lidahnya mengejek satria


" amit amit gue kalau punya saudara kaya dia " satria bergidi


" memang kenapa , bukannya kamu suka ya sama sheza " tanya lusi pada satria


" hmmm ,, ya sudah kita jalan gue ada urusan lagi soalnya " ajak satria memajukan motor maticnya


setelah keluar dari toko sheza mampir dahulu ditempat langganannya


" eh si mamang yang jualan ya hari ini " ucap sheza saat tau bukan mbak yang biasanya melayani


" biasa neng giliran , si neng baru kelihatan dari mana aja " tanya si mamng yang sudah kenal dengan sheza


" mang seperti biasa ya " sheza duduk dikursi pelanggan


" tunggu bentar ya neng " si mamamng mulai menyiapkan pesanan sheza


" sok atuh neng dimam " mang uli memberikan semangkok mie ayam dan teh hangat dihadapan sheza


" makasih mang , " sheza menelan salivanya ketika melihat ceker ayam kesukaannya


" mang cekernya mantap amat MONTOK " sheza menjiwir ceker untuk diperlihatkan


" ya neng mamang kan tau kalau neng sukanya ceker montok " mang uli kembali melayani pelanggan yang lain


sesudah selesai sheza membayar dan pamit untuk pergi melanjutkan perjalanan yang tertunda karena lapar


diperjalanan sheza melihat seorang pria yang sedang dikeroyok dengan membawa senjata tajam dari kejauhan


'" eh bukannya pria itu yang sering tabrakan sama gue ya " sheza mengucek matanya agar lebih jelas melihat


" ya emang dia ,, " gumam sheza

__ADS_1


sheza pelan pelan mulai mendekati abhi yang tak melawan para penjahat yang sedang menghadangnya


sheza mengambil tongkat yang dia temukan disamping tempat dia bersembunyi sheza kembali mendekat kearah para penjahat sheza menaruh telunjuk dimulutnya agar abhi diam


abhi yang melihat sheza berjalan mengendap endap mencoba untuk mengalihkan perhatian para penjahat agar tidak melihat sheza


BUK ....


sheza memukul salah satu belakang kepalaa penjahat


para penjahat yang lain melihat kejadian itu langsung siap siap melawan


" hey kalian badan aja besar tapi nyali kalian pengecut " ejek sheza pada para penjahat


" jangan banyak bicara kau gadis kecil "


biar kecil tapi gue cabe rawit , maju loe bisanya main keroyokan dasar kucing ompong " sheza mulai bersiap siap menghajar sheza meremas jari jarinya hingga mengeluarkan suara mengkeriek ditulang tulang jari


" banyak bacot loe " penjahat merasa tertantang oleh sheza lalu mulai menyerang duluan menggunakan tangan kanannya


sheza menangkis tangan sipenjahat lalu dia menendang area terrapuh para lelaki


" awww pasti sakiit ,, " sheza bergidik ngeri


sheza dikepung oleh para penjahat dan membiarkan abhi dibelakang mereka


merasa terpojok sheza hampir saja kenah bogem menta oleh penjahat kalau saja abhi telat membantunya


" diih bukannya dari tadi tonjokoin mereka ,, kenapa baru sekarng saat gue hampir ...


awaaassss " sheza memegang bahu abhi memutar tubuhnya dan menendang penjahat yang akan memukul belakang kepala abhi


" rasain loe " sheza menepuk nepuk tangan agar kotoran pergi dari telapak tangan


setelah pertarungan sengit yang dilakukan mereka


abhi menelpon polisi,


sheza pergi meninggalkan abhi saat abih membelaknginya


abhi memutar tubuhnya kembali sudah tidak orang disana dan mencari kemana sheza pergi abhi tidak menemukan sheza


" dasar wanita aneh, dayang tiba tiba dan pergi juga begitu " gumam abhi pergi meninggalkan tempat kejadian dimana dia diserang tadi .

__ADS_1


__ADS_2