
kini diruang rawat shivania tersisa hanya 6 orang itupun termasuk kedua bayi shiva dan gilang adik-adik shiva telah diabtar kerumah gilang oleh supir dan akan kembali besok untuk ber gantian menjaga shivania dan juga anaknya itu hanya mungkin ya..
orang tua dari gilang dan kerabat yang lain belum menunjukan batang hidung mereka ya karena mereka masih dalam perjalanan mungkin tengah malam bisa juga besok pagi entah lah tergantung alat transportasi yang mereka tumpangi.
ibu sania memangku cucu pertamanya itu eh ralat cucu pertama namun dua sekaligus apa itu namanya?? bingung lah
" nak, apa kalian berdua sudah ada pilihan nama untuk mereka berdua " tanya ibu sania sambil melihat kearah shivania dan gilang bergantian
" ada, tapi kami menunggu semuanya untuk hadir dan memberikan saran dan lainnya " pungkas shivania pelanibu sania manggut-manggut,
tak mau kalah pak rudi juga menggendong cucu keduanya itu lalu membawanya pada pangkuan shivania
" nak, sepertinya dia lapar " ucapnya melihat sang cucu mengecap ngecap bibirnya perlahan namun pasti shivania hendak membuka kancing bajunya namun segera ditahan oleh gilang
" tahan, ayah apa bisa kita keluar dulu " ucap gilang yang tidak mau barang wanitanya terlihat oleh lelaki mana pun walau itu ayah dari istrinya sekalipun.
pak rudi yang mengerti akan hal itu langsung menuruti dan membuka pintu keluar,
" maaf, maaf ayah aku hanya.. " ucaoan gilang menggantung
" tidak apa nak, ayah mengerti " ucap ayah rudi dan duduk dibangku yang berada diluar ruang rawat shivania
didalam shivania mulai menyusui anaknya namun shivania terlihat khawatir karena air susunya belum terlihat banyak
" ibu, bagaimana ini air susuku hanya keluar sedikit " shivania khawatir ibu sania bergegas mendekati anaknya sambil menggendong cucunya juga
__ADS_1
" tidak apa apa, bila sering dikasih nanti juga banyak keluarnya " ucap bu sania namun shivania merasa khawatir karena bukan hanya satu yang harus dia susui tapi dua sekaligus
shivania merasa lega ketika bayinya tertidur kembali dia lepaskan terlebih dulu dipangkuannya sebelum berganti menyusui bayi dalam gendongan ibunya itu
ibu sania memindahkan bayi yang dipangkuan shivania kedalam box bayi kembali
" kira-kira nama seperti apa yang kalian pilihkan " ucap ibu sania penasaran
shivania tersenyum ternyata ibunya itu penasaran
" ibu pengen tau aja apa pengen tau banget " canda shivania namun ibunya itu memanyunkan bibirnya kedepan setelah shivania bicara seperti itu
" ya elah bu gayamu itu loh kaya anak abg maen ngambek pake bibir dimonyongin " batin shivania
" ya sudah kalau gak mau kasih tau " ibunya ketus
" tapi apa?? "
" ya ampun ibu ko kaya anak kecil sih, ya udah tapi hanya nama depan saja ya kalau buntut buntutnya nanti nyusul " ibu shivania mengangguk paham lalu shivania menarik nafasnya pelan sebelum bicara.
" yang aku susui sekarang ini namanya silvia dan yang satu lagi gio karena anakku yang kedua berjenis laki laki, itu pun nama mereka bisa diganti jika kedua keluarga ingin memberikan nama untuk anak kami " tutur shivania pada ibunya
namun ibu sania tidak mengerti kenapa harus meminta pendapat kedua keluarga bukannya itu hak anak dan menantunya , entahlah ibu sania enggan pusing memikirkanya biarlah urusan mereka ibu sania hanya cukup tahu nama panggilan untuk kedua cucunya saat ini saja..
malam pun menjelang sekarang hanya tinggal gilang dan shivania serta kedua bayinya itu kedua merrua gilang alias kedua orang tua shivania sudah diantar pulang tadinya ibu sania menolak untuk pulang namun gilang tidak mau mertuanya itu kecapean dan biarlah dia yang berjaga malam ini dan besok pagi dia akan pergi bekerja dan bergantian menjaga istri serta anaknya dirumah sakit dengan yang lain.
__ADS_1
shivania sudah tertidur pulas diranjangnya gilang tersenyum manis kearah shivania mencium kening istrinya berkali kali
" kau wanita terhebatku, terimakasih karena sudah memberikanku satu orang bidadari dan malaikat kecil untukku " gilang beralih pada box bayi yang berada disamping istrinya dia pandangi kedua wajah bayi kecilnya itu menyentuh pipi dan hidung dengan kedua tangannya bersamaan lalu gilang berali pada tangan mungil yang sedang mengepal ia masukan jari kedalam kepalan bayinya.
namun kepalan mungil itu tidak mampu, jari gilang terlalu besar bagi keduanya, gilang mengangkat tangan kanan kedua anaknya itu ia ciumi secara bersamaan
" kalian tanda cinta kami sehat-sehat pri dan malaikat kecilku " gilang menciumi wajah keduanya dengan lembut setelahnya gilang tertidur dengan kepala bertumpuh pada box bayi
cahaya matahari pagi mengenai wajah kedua bayi kembar yang masih enggan membuka matanya namun semenit kemudian salah satu dari bayi itu mulai merengek minta disayang.
mendengar suara bayi gilang yang didekatnya langsung bangun dan menggendong bayi ituia empok2 namun tak kunjung reda malah semakin keras
" oe oe oe " suara tangis bayi
" cup cup sayang, mama sama kaka masih tidur dede sama papa aja ya " ucap gilang bukannya diam namun tangisnya makin kencang dan membangunkan bayi satunya lagi
" ea ea ea " tangis kedua pecah dan sekarang tangis mereka bersautan membuat ruangan itu penuh dengan tangis bayi
gilang bingung bagaimana caranya agar kedua bayi itu diam gilang melirik istrinya ingin membangunkan tapi istrinya itu baru saja tidur karena semalam shivania bangun jam 2 menyusui anak anaknya dan baru jam 6 shivania tertidur kembali merasa anaknya itu sudah nyenyak
" bagaimana ini " bingung gilang namun harus membangunkan shivania dari pada seperti ini perlahan gilang menyentuh tangan shivani sambil menggendong salah satu bayinya
" sayang bangun " ucap gilang lemhut
" hmmm ia " suara serak shivania sambil mengucek kedua bola matanya
__ADS_1
gilang langsung memberikan satu persatu kepada istrinya untuk disusui bergantian cukup lama memberi susu untuk keduanya, sekarang kedua bayi itu sudah terlelap kembali dalam boxnya