
setibanya dicaffe saat shivania akan masuk dia melihat dirinya sedikit berantakan lalu merapihkan sebentar lalu masuk bergabung dengan the sherina
" loe tau gak rin, kemarin gue liat cowo ganteng bingit " vina menekan pipinya gemas kembali membayangkan wajah itu kembali
" ih, lebay banget siih " rina menyuapi vina paksa dengan kentang goreng
shivania datang
" hai gaes, sorry gue telat, mana sheza ? " tanyanya rina menunjuk kearah toilet denagn ekor matanya shivania menarik kursi lalylu duduk disana
vina memutar matanya jengah melihat shivania
lalu tertawa cekikikan
" pantes gak sih kalau gue kaya gitu " ucap vina kembali memperlihatkan bola matanya
" jelek tau " bersamaan vina cemberut lalu menyedot minumannya
sheza datang dari toilet
" eh, va kapan datang. "menepuk bahu shivania berdiri memeluk sheza cipika cipiki
mereka menikmati makannan sebentar sebelum pergi ketempat pelatihan
" gaes, ayo kita pergi sekarang " ajak sheza lalu dkk bangun dan pergi dari tempat itu setelah membayar makan dan minumannya
tak membuang waktu keempatnya telah sampai ditempat itu karena tidak terlalu jauh dari caffe itu
sheza masuk kedalam ruangan dan diikuti yang lainnya
setelah berbicara terlebih dahulu barulah mereka memulai aksinya
pertama mereka berlatih menembak
sheza yang pertama lalu diikuti yang lain bukan satu orang yang mengajari tapi empat orang sekaligus, empat orang itu jangan diragukan lagi sheza sengaja meminta skertaris dadnya untuk mencarikan pelatih yang handal dan hebat seperti saat ini
sheza diarahkan menembak papan orang orangan tangan sheza diluruskan matanya fokus kearah yang akan dia bidik dengan memakai peredam telinga sheza mulai menarik pelatu pistol itu
mata sheza fokus melihat incarannya matanya menjadi tajam membayangkan papan orang orangan itu adalah para penjahat yang membuat momnya tiada
dor..
satu tembakan lolos begitu saja tanpa mengenai sasaran
" sial gagal " sheza kesal
sheza mencoba lagi dan masih gagal
" fokus nona, santai saja jangan tegang luruskan peganga dengan kuat dan lihatlah itu korban anda tembak dia " ucap sang pelatih
sheza mengikuti arahan dari pelatih sheza menutup matanya sebentar membayangkan wajah sang ibu yang tersenyum padanya sheza membuka matanya lalu melihat sasaran
dor dor dor....
tiga tembakan melasat mengenai sasaran lutut sheza bergetar takut salah sasaran
" bagus nona anda berhasil " puji sang pelatih
sheza menghela nafasnya kasar melangkah pergi mendekati sasaran yang dia tembak tadi
__ADS_1
vemar saja disana ada tiga lobang yang melubangi papan
" tunggu pembalasanku " gumamnya
shivania dan yang lain dibawa ketempat berbeda jika digabungkan akan memecah konsentrasi mereka hal hasil begitulah caranya
shivania beberapa kali menembak dan gagal rina vina juga sama, gagal berulang ulang namun tekad dan niatnya tidak kunjung padam malah semakin membara dihati mereka untuk menaklukan sang pistol yang berada ditangan mereka
dor...
satu tembakan melesat mengenai sasaran
dor,, dor
tembakan kedua dan ketiga mendarat dengan sempurna didada kepala papan
tepuk tangan diberikan kepada shivania oleh sang pelatih
'" hebat nona tembakan anda sempurna " sang pelatih
shivania tersenyum mendekati minumannya karena dihaus
kegiatan menembak mereka selesai dan beralih kerungan khusus memanah ditempat ini mereka digabung bersama
sheza memilih busur nomor satu dan shivani nomor dua vina nomor tiga dan rina nomor empat, keemoatnya diarahkan oleh pelatih masing masing
dua jam telah berlalu the sherina kini sedang istirahat setelah menguras tenaga yang dikeluarkannya mengisi perut masing masing
" gaes kalian lihat tidak cara memanah pria yang disamping ruangan kita itu " ucap vina yang selalu memperthatikan sesuatu yang jika ada seorang pria tampan
" gak, emang kapan loe liat ada cowo ? perasaan gue gak ada orang sebelum kita masuk kerungan tadi " rina mengingat ingat saat akan masuk keruangan memanah tadi
yang lainnya mengabaikan pembicaraan mereka berdua
" putih, gagah tinggi ganteng hebat lagi aaaaaaaa " teriak vina
" andai dia jadi laki gue pasti gue kekepin gak boleh keluar rumah " lanjut vina lagi
" emang loe gak mau diempanin apa ? " tanya rina cuek
sheza shivania masih anteng dengan kegiatan mereka tanoa ingin menimpali pembicaraan yang tak berguna menurut mereka berdua
" kalian ini dari tadi diem diem bae ngopi napa ngopiii " vina menegur shivania dan sheza keduanya melihat kearah vina menghela nafasnya kasar
" gue lagi males ngomong " shivania mengaduk jus alpukatnya.
" gue lagi mikirin , apa besok gue mulai masuk kekantor aja ya ? " sheza mulai pembicaraan
" gue setuju lagian kan kalau loe masuk gue ada yang bantuin jadi gak kelabakan sendiri, lagian kemarin gue liat ada tamu yang mencurigakan " ucap vina sheza duduk tegak mengahadap vina
" tapi itu hanya insting gue aja sih " lanjut vina lagi
" ko loe baru cerita ? bukannya sheza kemarin udah nanyain ya ? " rina menimpali shivania tidak ikut campur karena dia tidak tau menau tentang masalah dikantor dadnya sheza
" sorry zha, kemarin gue lupa ngomong ke loe gue baru inget kalau ada seorang pria yang bertanya tentang loe "
sheza mengepalkan kedua tangannya dibawah meja mungkinkah musuhb dari dadnya sudah tau jika anaknya masih hidup dan sudah kembali bersama
kini sheza takut dengan keselamatan orang orang terdekatnya
__ADS_1
" gue harus secepatnya menemukan pelakunya " batin sheza geram
dirumah tuan darma sedang menerima telpon dari rekan bisnisnya yang berada diluar negri
tok tok tok
ketukan pintu mbuat tuan darma beralih sebentar menyuruh orang yang dibalik pintu masuk
adi skertaris tuan darma masuk dan membawa sebuah dokumen dihdaobtuan darma meski hari libur adi selalu ada jika dibutuhkan untuk tuannya
" ini tuan dokument yang anda minta " adi menyodorkan dokument tersevut dihadap tuan darma
tuan darma menunjuk kearah meja agar adi menarunya disana
karena tuan darma masih bicara ditelpon
adi menaruh dokumen itu dimeja dan mundur beberapa langka sebelum peegi dia akan bicara pada tuannya itu
" apa yang akan kau bicarakan adi " suara tuan darma tegas pada skertarisnya itu
adi maju mendekat kearah meja dihadapan tuan darma
tuan darma melangkah maju dan duduk disofa adi mengikuti
" silahkan duduk " tuan darma menyuruh adi duduk terlebih dulu
" apa yang akan kau bicarakan, katakanlah " lanjutnya lagi
" maaf tuan , ceo EGC ingin bertemu dengan anda besok jam 1 siang sekalian mengajak anda makan siang tuan " adi menunduk setelah selesai bicara
tuan darma tersenyum mendengarnya
" baiklah, ubah jadwal untuk rapat besok " tutah tuan darma langsung diangguki adi dan pergi dari ruangan tuannya
tuan darma sendirian diruangan itu memandangi kearah jalanan dari kaca jendela
tuan darma tersenyum mengingat anaknya sheza lalu dia meraih benda oioih ubtuk menanyakan kabar anaknya itu pada para pengawal yang menjaga sheza
" bagaimana anakku " tanyaya sesudah telpon tersamvung
" nona baik tuan, dia sedang makan di sebuah tampat latihan
tuan darma mwnyuruh terus mengawasi anaknya setelah tau aoa saja yabg dilakukan sheza hari ini
shivabia sedang berkirim pesan dengan gilang
" ya aku tunggu, gak akan kemana mana " pesan terkirim
" aku ingin dirimu yang menyerangku sama seperti tadi pagi, itu sangat membuatku katagihan " pesan gilabg
shivania menutup wajahnya yang memerah karena malu mengingat kelakuannya pada gilang tadi pagi
" va loe kanapa ? " tanya sheza khawatir melihat shivania menutupi wajahnya
" gak gue gak apa apa ko "
merasa sudah lama berada ditempat itu mereka akhirnya pulang bertiga ssetelah sebelumnya menemani shivania terlebih dulu sampai ada yang menjemput shivania sudah pergi dan tinggalah mereka bertiga ikut melangkah pergi dari tempat itu
" bay tempat menimba ilmu ku " batin sheza keluar dari parkiran mengendarai mobilnya
__ADS_1