
hari ini shivania tidak akan pergi kemana mana
selama dirumah agar tidak bosan shivania sepanjang hari berada didapur membuat kue kering
" bi tolong cicipi ini " shivania memyodorkan toples yang berisi kue kering buatan shivania agar dicicipi
" enak non ini sungguh enak nona pinter buat kue " puji sang bibi sambil mengunyah kue
" ach si bibi bisa bae, kalau gitu satu toples lagi bawa buat orang depan , tolong sekalian buatkan kopinya juga bi ya maaf "
" " Asiiiaapp bos qU laksanakan " hormat bi jun membuat shivania tertawa terbahak bahak
para pelayan sangat senang dengan kehadiran shivania selalu ramah dan tidak kasar terhadap semua pekerjanya mereka bersyukur tuan mereka menikah dengan shivania
mungkin karena shivania juga pernah bekerja seperti mereka sebelum menikah dengan gilang , shivania juga terkadang membantu membereskan rumah meski pelayan dirumah itu sanggup untuk mengurus rumah shivania tak segan untuk membantu mereka
shivania mencuci peralatan yang sudah tidak diperlukan lagi selama masih memanggang dia membereskan kembali daour itu sampai bersih
" sudah beres tinggal nunggu yang terakhir " gumam shivania mengusap keringat dilehernya
sudah jam setengah dua belas siang shivania baru beres semuanya
dia berjalan keatas untuk membersihkan dirinya
" ponsel ku dimana yah, " shivania mencari ponselnya dia mengangkat bantal dan selimut
" tidak ada juga " karena sudah tak ingin mencium bau tak sedap yang berasal dari tubuhnya shivania memutuskan untuk mandi terlebih dahulu
shivania berjalan masuk kedlam kamar mandi
__ADS_1
bak mandi sudah diisi air dingin dan ditaburi dengan sabun aroma terapi shivania akan berendam didalam sana satu persatu kain yang melekat ditubuh shivania dilepas setelah terlepas shivania
memasukan satu kakinya terlebih dahulu dan kaki satunya menyusul
shivania berendam sambil mengosok seluruh badannya
" brrrrrr segernya "
diarasa sudah lama berendan shivania keluar dari bak mandi dan mengambil jubah handuk
shivania keluar dari dalam kamar mandi menuju lemari mengambil oakaian yang akan dia kenakan
sesudah mengenakan pakaiannya shivania mulai mencari ponselnya dambil menyisir rambut
" sEt ternyata disini " meraba laci didekat tempat tidurnya
shivania mengetik pesan pada sheza dkk
belum ada balasan dari teman temannya
" ich gue telpon ibu aja deh, dah lama juga jangan sampai gue dibilang anak durhaka "
shivania menekan nomor nuri karena pasti dijam sekarang nuri sudah berada dirumah
drrrrrrrrrrt ....
" asalamualaikum ibu " ucap shivania setelah tersambung
" walaikum salam " jawab ibu sania
__ADS_1
" ibu dan bapak apa kabarnya , pada sehatkan semuanya, ibu maafin shiva ya baru sempet tlpon ibu , ibu gak marah kan " cerocos shivania tanpa jeda membuat ibu sania menggelengkan kepalanya
" shiva kamu ini selalu saja begitu, satu satu dulu nanya nya baru ibu bisa jawab "
shivania cengengesan ditegur sang ibu
" kebiasaan bu "
" bagaimana keadaanmu dan nak gilang apa baik baim saja " tanya ibu sania
" pastilah bu baik baik saja ibu jangan khawatirkan shiva , shiva bisa jaga diri
ibu juga jaga diri jaga kesehatn juga "
tak terasa pembicaraan itu berlangsung lama hingga shivania melihat jam didinding kamarnya shivania berpamitan oada ibunya karena ada sesuatu yang harus dia seleaaikan terlebih dahulu
baru saja benda pipih itu disimpan di meja sudah ada yang menghubunginya kembali
" walaikum salam ada apa" ucap shivania setelah menjawab salam dari sebrang sana
" sayang mana kue yang kamu bikin, aku ingin mencicipinya " ucap gilang dari sebrang sana
" ya nanti aku bawakan "
" kenapa telponku baru dijawab, sibuk terus aku hubungi "
" ya ampun maaf tadi habis ngobrol sama ibu ditelpon, "
" ya sudah aku kesana sekarang , walaikum salam " shivania mengakhiri panggilan
__ADS_1
shivania bergegas kedalam dapur membawa kue pesanan suaminya kekantor sekalian minta izin untuk bertemu para sohibnya
shivania pergi diantar oleh pak sudin