Gadis Desa Dan CEO Dingin

Gadis Desa Dan CEO Dingin
pagi ini


__ADS_3

gilang duduk selonjoran diatas tempat tidur sambil mengetik pesan untuk dia kirim ke skrtarisnya riko, semalam shivania minta ijin untuk pulang kerumah orang tuanya jadi dia akan ikut menemani sang istri disana, biarkan riko yang berkutat minggu ini setelah menghabiskan waktu dengan vina dinegara orang,


tadinya gilang tidak mengijinkan shivania namun saat shivania meminta ijin dengan caranya sendiri diatas kasur barulah gilang mengijinkannya.


shivania keluar dari dalam kamar mandi gilang melihat kearah shivania yang memakai jubah handuk rambut shivania basah gilang tersenyum penuh arti


shivania mengerutkan kedua alisnya lalu memandangi tubuhnya sendiri apa ada yang salah dengan jubah handuk yang dia pakai apa dia memakai baju handuknya terbalik? jangan sampai shivania ditertawakan oleh suaminya


" mas, kamu lihatin apa sih? gitu amat lihatinya aku jadi merinding " shivania bergidik ngeri, gilang turun dari atas kasur selimut yang dipakai gilang singkabkan keatas kasur lalu berjalan begitu saja mendekati shivani , mata shivania terbuka lebar tatkala jawer yang gilang miliki berdiri tegak mendekatinya shivania menelan salivanya kasar


" mas, berhenti disitu aku gak mau si jawer ngancem aku kaya gitu " shivania merentangkan tangannya kedepan berharao gilang mendengarkan permintaannya, tapi sayang gilang terus maju dengan senyum menghiasi wajah, gilang berhenti didepan shivania, shivania menghindar mundur beberapa langkah kebelakang gilang terus maju sampai shivania berhenti tak ada lagi mundur munduran karena saat ini shivania mentok ditembok.


gilang segera mengunci shivania, tubuh shivania dihimpit oleh gilang merapat ketembok satu tangan gilang ditempelkan ditembilok dan satunya lagi memegang dagu shivania agar melihat kewajahnya


" sayang kenapa malu malu begini aku suka permainanmu semalam " ucap gilang sudut bibir gilang tersenyum mengingat kejadian semalam yang dipimpin shivania, pipi shivania memerah manahan malu ingat apa yang sudah dia lakukan semalam agar mendapatkan ijin dari sang suami


" itu, awas mas aku mau pakaii baju " shivania mendorong dada gilang dia takut jika sijawer dibawah sana sudah menodongkan kepalanya


" kamu sangat seksi apa lagi rambut yang masih basah rasanya aku ingin kepala sijawer ini menanjap disawah sepetak milikmu saat ini " tanpa ragu gilang menarik tali jubah yang digunakan shivania, shivania menahan tangan gilang yang akan menarik talinya gilang mendekatkan bibirnya kebibir shivania.


shivania tidak bisa mencegah gilang, gilang mencium shivania lembut tangannya mulai nakal, tengkuk shivania ditekan suara ciuman terdengar begitu panas hingga shivania terbuai dibuatnya kini jubah yang dipakai shivania sudah terlepas gilang menggendong shivania membawanya keatas kasur kembali, tangan shivania melingkar dileher gilang, ciuman yang mereka lakukan tak kunjung terlepas.


tubuh shivania diturunkan diatas kasur barulah ciuman itu terlepas, mata gilang tertuju pada dua pentol ayam yang dimiliki shivania dan sawah yang harus dia garab secepatnya, shivania menutupi wajahnya dengan bantal sungguh kenapa tadi dia mandi kalau harus digarab lagi oleh gilang tapi shivania juga sudah tak tahan dan menunggu sijawer menggarab sawah miliknya.


" jika semalam kamu membuat si jawer tak berdaya , maka kau harus terima amukannya sekarang " gilang menyerang shivania tanpa ampun sebelum mereka pergi kedesa dimana kampung shivania berada.


dikamar lain nadin sedang marapikan baju bajunya kedalam koper kecil untuk dia bawa, latihan yang akan dilakukan nadin dan sheza semalam gagal tiba tiba sheza membatalkannya padahal nadin sudah menunggunya, tapi tak apa hari ini dia akan ikut dengan shivania sheza juga berjanji akan menyusulnya kesana.


setelah semuanya selesai nadin keluar dari kamar menuju meja makan nyonya nadia dan tuan zae sudah berangkat kemarin, nadin mengelah nafasnya


" baru juga semalam ditinggal udah kangen aja " gumam nadin. nadin menarik kursi untuk dia duduk sarapan sudah terhidang dia makan lebih dulu tidak menunggu kaka kakanya karena semalam gilang pulang larut malam jadi dia pikir gilang masih istirahat lagian mereka akan berangkat nanti siang jadi nadin akan pergi sebentar untuk jalan jalan ketaman di antar oleh pak sudin supir kaka iparnya.


****


****


diperusahan green gold grup para karyawan dikejutkan dengan pengumuman sang pewaris tunggal green gold grup akan segera menikah dengan pemilik perusahan eteach grup company.


desas desus yang beredar diarea perkantoran 3G, sang pewaris anak dari tuan darma kusuma belum diketahui keberadaannya, dan belum ada juga yang melihat rupa anak dari tuan darma, ada yang bilang jika anak tuan darma kuliah diluar negeri dan ada juga yang bilang kuliah diindo tapi sama sekali tidak ada yang tau bagaimana rupa sang nona besar, semua karyawan yang bekerja diperusahan 3G itu dibuat penasaran seperti apakah anak dari tuan darma kusuma??


demi keamanan sang pewaris tuan darma menyembunyikan keberadaan putri semata wayangnya tanpa mereka sadari sang pewaris sudah ada didekat mereka.


vina yang sudah mulai bekerja setelah menghabiskan waktu bersama riko diluar negeri mendengar berita itu dan dia langsung mencari sheza kepentry barangkali sheza ada disana, saat vina sudah sampai ditujuan dengan nafas yang ngos ngosan akibat berlari vina mengatur nafasnya sebentar sebelum memanggil nama sahabatnya, dirasa sudah kembali normal dengan nafasnya.

__ADS_1


" shez, loe dimana? " panggil vina masuk kedalam pentry vina tidak melihat adanya keberadaan sheza, vina berjalan kekamar mandi siapa tau sheza ada didalam pintunya tertutup !


vina mengetuk pintu beberapa kali namun tidak ada jawaban dari dalam vina memutar gagang pintu vina memasukan setengah badannya namun didalam tidak ada siapa-siapa


" kemana tuh anak " gumam vina membalikan badannya merasa haus vina membuka kulkas yang ada disana mengeluarkan sebotol air dingin lalu dia tuang kedalam gelas perlahan vina meneguk air itu sampai habis, berlari mambuatnya kehausan.


sheza yang baru datang kepentry melihat vina dan menghampirinya sheza menepuk bahu vina


" uhuk uhuk " vina batuk sheza memukul oean tengkuk vina


" pelan pelan kali vin, gue juga gak bakalan minta " ucap sheza setelah vina sudah berhenti batuk


" sEt, bukannya minta maaf udah ngagetin gue malah ih nyebelin banget sih " ucap vina kesal


" waduuh ngambek ? ya udah gue minta maaf! terus loe mau ngapain kesini ? bukannya loe masih bulan madu ? " tanya sheza setaunya vina ijin dua minggu tapi kenapa baru seminggu udah balik kerja lagi.


vina mengela nafasnya sebelum bicara dengan sheza.


" ya tadinya gue ijin dua minggu kirain gue dia juga ijin dua mingguan ternyata cuma seminggu doang kan ngeselin banget tambah tadi pagi kita gak berangkat bareng dia duluan katanya dia banyak kerjaan, mana ada pengantin baru kaya gini pas lagi sayang sayangnya ditinggal kerja" vina menumpahkan kekesalannya tadi pagi karena ditinggal duluan, sheza menepuk bahu sahabatnya memberi semangat


" sabar mungkin dia banyak kerjaan loe harus ngerti dia kan skertarisnya gilang riko juga orang terpenting diperusahannya jangan sampai masalah kerjaan kalian jadi berantem kan gak lucu baru juga nikah udah kaya gini " jelas sheza, sheza duduk dikursi yang ada di pentry dia pijat betisnya yang terasa pegal


vina hampir lupa dengan tunjuannya kesini mencari sheza vina berjalan kearah pintu lalu celengak clinguk takut ada orang diluar setelah memastika tidak ada orang vina menutup pintu pentry, sheza yang melihat gelagat vina seperti itu mengerutkan alisnya


" stttt jangan berisik, loe udah dengar berita heboh pagi ini? "


sheza menggelengkan kepalanya karena dia baru saja tiba disana dengan berlari mobil yang dia pakai mogok dijalan dam sedang diperbaiki oleh supirnya mau ojek online ponselnya mati habis batrai dan hari ini dia tidak kuliah jadi lebih baik dia pergi kekantor dengan dandanan ala ala seperti biasanya kacamata tebal dengan rambut diikat asal keatas tai lalat ditempel disudut bibirnya.


sheza membuka kecamata menyimpannya diatas meja kecil yang berada disana


sheza berdiri berjalan menuju kearah kulkas sekarang dia haus dan akan minum, vina terus memperhatikan sheza


" loe seriusan gak tau? apa loe pura pura gak tau loe udah gak nganggep kami sahabat loe lagi? " vina jadi sedikit kesal kenapa berita sheza akan menikah mereka tidak diberitau apa maksudnya? sheza berhenti sejenak meminun airnya


" maksud loe apa sih gak jelas banget " sheza jadi kesal dengan omongan vina sheza menuguk airnya kembali


" loe bakal nikah sama abhi tapi loe gak ngasih tau kami sahabat macam apa itu? " ucap vina sinis


byuuur....


air yang diminum sheza muncrat keluar sebelum dia batuk


" uhuk uhuk,loe ngomong apan sih siapa juga yang bakal nikah sama cowo macam dia " sheza membersihkan bajunya yang terkena air semburan, vina berdori mendekati sheza

__ADS_1


" terus apa gosip diluar sana hoak tidak mungkin kan, orang gue denger dari mulut skertaris bokap loe sendiri tadi " vina keukeuh mibta penjelasan dari sheza, sheza mengehela nafasnya berat apa ini yang di mksud abhi kemarin? sheza tidak memenuhi keinginan abhi untuk bertemu dengannya tapi tidak mungkin jika tuan darma melakukannya tanpa persetujuan dari sheza?


" apa yang telah dia lakukan " gumam sheza geram sheza mengepalkan kedua tangannya sheza melangkah


" hey shez,, loe mau kamana jelasin dulu baru loe boleh pergi " jiwa kepo vina merontah sheza berhenti sebentar


" gue pergi dulu, sana loe kerja jangan jadi bigos " ketus sheza melangkah pergi, vina terkekeh mendengar gerutuan sheza meninggalkannya sungguh dia merasa senang jika sahabatnya itu sebentar lagi akan menikah menyusul shivania dan dirinya setalah itu rina jadi paling bungsu


" aaah senangnya, gue harus kasih tau yang lain " vina keluar dari pentry dia akan menghubungi yang lain dan pasti mereka juga akan terkejut sama sepertinya tidak menyangka pagi ini.


sheza pergi kelantai atas untuk menemui dadnya saat sudah sampai langkah sheza terhenti kuping tajam sheza mendengar percakapan seorang perempuan yang dia yakini adalah wakil adi yang sedang menangis


" jangan tuan saya mohon, beri saya waktu saya akan memberikan apa yang tuan mau saya janji " ucap wanita itu,


sheza berpikir jika sekertaris dadnya itu memiliki hutang yang sudah jatuh tempo jadi dia berhenti mendengar percakapan wanita itu sheza membuka pintu setelah mengetuknya.


" dad, apa ini kenapa tiba tiba seluruh karyawan membahas pernikahan ku? apa daddy bangkrut dan menjodohkanku untuk mendapat suntikan dana dari pria bisul itu? " ucap sheza tak terima, tuan darma yang sedang memeriksa laporan penting dari petinggi perusahaan lain melihat anaknya dengan tersenyum


" apa maksudmu nak, daddy tak mengerti " tuan darma menaruh berkas yang tadi dia baca tuan darma berdiri mendekat pada putrinya itu


sheza mendengus kesal jika memang benar itu terjadi maka ini tidak akan dia biarkan.


tuan darma mengambil amplop coklat lalu mengeluarkan isinya dimana terdapat foto sheza dan abhi yang sedang berpelukan dibawah selimut yang menutupi tubuh keduanya sheza yang tidur memeluk erat tubuh abhi


sheza meraih foto itu dan melihat semua foto yang terdapat disana


" apa ini dad aku " ucapan sheza terhenti melihat tuan darma duduk kembali dikursi kebesarannya membuka kacamata yang menghias wajah tampannya meski sudah tak muda lagi kesedihan yang ditampilkan oleh tuan darma mampu membuat sheza terdiam, sheza mendekat pada daddynya sheza berlutut disamping dadnya sungguh sheza merasa bersalah atas apa yang sudah terjadi padanya


sheza berniat memberi tahu apa yang sebenarnya terjadi pada malam itu dan semoga saja daddynya itu mendengarkannya dan membatalkan rencana itu tidak dipungkiri oleh sheza tuan darma membuat keputusan itu untuk menyelamatkan reputasinya dan kehormatan keluarga


" dad aku minta maaf tapi aku tidak mau menikah dengannya aku "


" nak dad sangat menyayangimu dan tidak mau kehormatan putri dad satu satunya dipertanyakan seseorang apakah dad sanggup mendengarkannya? abhi sudah menemui dad dan dia siap bertanggung jawab akan menikahimu, bukan untuk kehormatan dad tapi ini semua untuk dirimu sendiri dad sangat menyayangimu. ayah reza dan ibu halima juga sudah setuju kau menikah dengannya jadi dad harap kamu mau menerima lamaran abhi ini demi kebaikanmu " lirihnya


" tapi semua kami serahkan padamu keputusan akhirnya " lanjut tuan darma, sheza menarik nafas dalam dan membuangnya kasar sebelum berkata sheza memandangi wajah dadnya yang terlihat sedih sungguh dia tidak tega membayangkan wajah sedih ayah reza dan ibu halima juga


tuan darma mengelus rambut sheza lembut penuh kasih


sheza menarik nafasnya dalam dan mengeluarkannya kasar ...


" dad... "


__ADS_1


cocok gak sih buat visual sheza???


__ADS_2