Gadis Desa Dan CEO Dingin

Gadis Desa Dan CEO Dingin
GDCD


__ADS_3

kontrak telah ditanda tangani oleh kedua belah pihak akhirnya mr hong setuju bekerjasama dengan perusahaan milik gilang


" senang bisa dapat bekerja sama dengan perusahaan anda mr hong, semoga kita juga bisa berteman baik bukan dalam pekerjaan saja " tutur gilang mr hong tersenyum apakh benar jika dihadapannya ini adalah gilang yang disebutkan oleh rekan rekan kerjanya yang dingin angkuh dan sombong namun menurutnya gilang bukan yang seperti itu


" baiklah jika begitu mari kita lakukan acara pertemuan lagi lebih tepatnya saya mengundang tuan gilang untuk makan malam besok apakah tuan gilang ada waktu? "


" hmm apakah tidak merepotkan waktu penting anda tuan hong "


" tidak tuan bukan kah saya yang mengajaknya,, saya juga harap tuan mengajak istri anda juga "


" pasti mr hong,, kalau begitu saya permisi dulu " gilag menjabat tangan mr hong dan berlalu pergi meninggalkan tempat itu.


rina dibaringkan ditempat tidur diatas ranjang milik bara tentunya


" harus berapa lama gue seperti ini " batin rina sudah tak tahan dengn kondisi seperti ini bara masuk kedalam kamar membawa makanan bara menatap rina yang masih tak kunjung sadarkan diri bukannya dia tidak tau kalau rina hanya pura-pura saja tapi dia ingin tau sampai mana rina akan tetap menutup matanya seperti itu bara bukannya tidak mau memberi waktu tapi dia orang yang tidak ingin membuang waktu apa lagi ini soal perasaan dan masa depannya.


bara berjalan dan duduk disamping rina dielusnya rambut rina


" maaf semua aku lakukan hanya karena aku tidak mau orang lain yang memilikimu " bara mencium kening rina dengan lembut dapat rina rasakan ada ketulusan dari ciuman tersebut meski hati rina sekarang dag dig dug suhu panas menyerang tubuh rina terasa panas seakan tidak ada udara dikamar itu bahkan mungkin jika ini kamarnya maka bisa dipastikan rina membuka semua pakainya hanya untuk mendapatkan sedikit angin menerpa kulit ditubuhnya


jangankan angin ac dikamar itu pun tak bisa dirasakan rina saking gugup takut cemas campur aduk tak tau bagaimana untuk mengungkapkan perasaannya saat ini.


riko baru saja sampai dan vina segera membuka pintu


vina menyalamai tangan riko selayaknya istri sholehah riko membalasnya dengan mencium dikening vina sO sweet banget aku jadi iri 🤭


" mandi dulu ya babang aku udah siapin makan malamnya ! udah makan malam belum? "


tidak mau mengecewakan sang istri dan sebenarnya tadi juga riko hanya makan sediikit disana untung saja


" belum, baiklah aku keatas dulu " riko pergi menuju kamarnya sedangkan vina menyiapkan makanan tak membuang waktu riko sudah beres dan langsung turun kembali


saat vina mengambilkan nasi didekatnya


riko baru menyadari jika pakaian vina terlalu seksi menurutnya apakah vina sengaja untuk menggoda riko ?


bahkan sekarang riko tidak fokus pada makanan yang berada diatas piringnya


" bang, bang babang " vina memukul bahu riko keras


" a apa " riko gelagapan


" iish dari tadi dipanggil gak nyaut -nyaut ngelamunin apa sih? " vina meseum


ini bukan tidak disengaja tapi disengaja gara-gara ucapan shivania tadi sore vina jadi ikut -ikutan ya mau bagaimana lagi..


" benar juga kata shivania, gue baru pake baju kaya gini udah kelihatan muka mesumnya apalagi kalau lihat cewe diluaran sana yang hampir gak pake baju lebih tepatnya hanya pake daleman saja wah ini gak boleh terjadi gue gak mau jadi janda " batin vina harus waspada


" gak apa apa udah cepetan dimakan udah malam "


" kamu juga makan " bara mengambilkan nasi serta lauk pauknya mereka makan dengan lahapnya..


gilang keluar dari dalam kamar mandi tentunya dia sudah mandi dong sedangkan shivania berada diatas kasur sedang memainkan ponselnya kakinya digoyang goyangkan kekiri kekana sesekali melirik gilang yang sedang mamakai baju


" *bukan hanya m*ata gue ternodai tapi pikiran waras gue juga ternoda" batin shivania membayangkan kejadian dimana pertempuran dirumah orang tuanya kemarin malam sangatlah menggugah selera dikira makanan kali 😅


" ehem, belum puas lihatnnya? " tegur gilang menyadarkan shivania dari lamunannya shivania gelagapan karena kepergok

__ADS_1


" gak usah segitunya kali aku tau aku memang ganteng "


shivania mengerutkan alisnya


" kata siapa? "


" aku lah suamimu "


" gak tuh, pede amat jadi laki " ketus Shivania memalingkan wajahnya yang merah


" owh gitu ya, ok gak apa apa tapi kamu gak lupa kan kita malam ini main tembak tusuk " tutur gilang mengerlingkan sebelah matanya


" dih siapa bilang? " pura pura lupa


" aku lahh sok atu kuy mumpung dialam nyata lagi musim hujan kedingina kita mah kepanasan dibawah selimut "


" dasar kamu ya mas manas manasin yang lakinya kagak ada dirumah tega kamu mas, tapi boleh juga itung -itung nengokin si debay juga " shivania cekikikan


" dasar kalian biadab " author 😭


" sorry thor kesinggung ya maaf ya sekali lagi udah ya bisa lanjutin gak nih nengokin debaynya tanggung nih malah digantung kan kagak enak thor digantung jangan marah ya thor " gilang


" ok lanjut tapi gue mau kembali ke part rina loe gantung dulu aja tuh ya " author


" tega loe thor " protes gilang


" bodo amat siapa suruh loe bahagia diatas kedinginan gue wk wk wk" author ketawa


untuk menyegarkan tubuhnya kembali bara masuk kedalam bak mandi mungkin sedikit berendam dengan air hangat bisa menghilangkan rasa lelahnya hari ini.


rina tidak mendengar suara air dari kamar mandi


tidak ada suara air ataupun suara kaki dari dalam sana


" bener dia tidur yes " senyum sumringah rina mencari sendal dan juga tasnya, setelah mendapatkan keduanya rina melangkah menuju pintu sambil menjing jing sendalnya rina mencoba meraih gagang pintu


ceklek. .


" sudah bangun " suara bara mengagetkan rina sampai sampai sendal yang dibawa rina jatuh, tubuh rina seakan kaku tidak bisa digerakan kini nafasnya juga ikut memburu


bara mendekati rina yang membelakanginya bara meraih bahu rina dan membalikan tubuhnya


deg..


mata rina melotot sempurna tatkala melihat tubuh bara yang menurutnya sempurna tak mau kalah mulut rina pun ikut menganga bagaimana tidak hanya dengan memakai handuk yang dililitkan dipinggang


bara melambaikan tangannya didepan wajah rina tak ada reaksi apapun dari rina bara tersenyum melihat kelakuan rina


" roti sobek " ucap rina tak sadar


bara tersenyum mendengarnya


" dasar wanita ini "


timbul rasa ingin menjahili rina bara mengangkat dagu rina perlahan dia dekatkan wajah kedunya rina masih diam bara semakin mendekat dan


cup..

__ADS_1


bara mencium bibir rina


" manis " gumamnya tanpa melepaskan tangan dari dagu rina


otak rina kosong tak bisa memikirkan apa apa saat ini bara kembali ingin mencium rina tapi rina menghalangi bibirnya dengan sebelah tangan yang menutupnya


" apa yang kau lakukan "


" apa yang seharusnya aku lakukan " bara terus menatap dalam mata rina tangannya meraih pinggang rina dan membawanya kedalam pelukan bara hati rina ingin menolak tapi tubuhnya malah sebaliknya


" aku ingin kau menikah denganku jadi ibu dari anak anakku, ku anggap diammu ini telah menerima tawaranku "


tak ada jawaban dari rina bara kembali mencium rina kali ini sedikit lama lama lama dan lama kini rina pun membalas ciuman dari bara pelan tapi pasti keduanya hanyut dalam panasnya perciuman.


merasa lapar sheza terbangun dari tidurnya


" jam berapa ini " ucap sheza mengucek bola matanya sheza turun kebawah dan masuk kedalam dapur dibukanya kulkas sheza mendapatkan kue dari sana lalu sheza membawanya kemeja makan melahapnya sampai habis.


sedangkan abhi dia baru saja menyelesaikan pekerjaannya beberapa hari tidak masuk kerja pekerjaan abhi menumpuk sangat banyak dan sekarang sepertinya abhi akan tidur diruangan kerjanya sudah malas untuk keluar abhi tiduran disofa tak lama penyakit kantuk menerpa abhi sudah menguap berkali kali


" semoga saja kita ketemu malam ini dialam mimpi " ucapnya


vina terus saja mundar mandir didepan riko entah apa yang dilakukan vina saat ini sampai riko bingung


" masa ia gue duluan siih kan malu " batin vina


" kamu kenapa sih mundar mandir kaya setrikaan aja " ucap riko vina cengengesan


triiing..


ide tumbuh diotak vina


" hmm babang boleh minta tolong gak? " ucap vina


" minta tolong apa? "


" kayanya aku masuk angin bisa kamu kerokin gak?? tapi kayanya kamu kecapean ya udah aku ke kamar mbok aja minta dikrokin kamu tidur aja duluan " rina menuju pintu dan akan keluar


" hey siapa bilang aku kecapean, sini biar aku yang krokin si mbok juga udah tidur kasian jika dibangunin " ucap riko


" yakin?? "


" ya ia lah cepet sini buka bajunya " riki bangun dari tidurnya duduk bersila diatas kasur vina membuka bajunya perlahan


gleekkk...


riko menelan air liurnya kini ditubuh vina tersisa dalaman saja d d yang menyembul bawah yang bakem membuat riko tak bisa bernafas dengan benar


" ini gak bisa biarkan " batin riko vina mendekat senyum yang mengembang dibibirnya vina duduk dihadapan riko tanpa kain penghalang lagi lalu vina membuka oeng halang d d nya riko sudah tidak kuat dan tangannya membalikan tubuh vina


" kau menggoda ku jadi tanggung sendiri akibatnya " ucao riko


" menggoda ? apa maksudnya " kilah vina


" aaaaaa babang " teriak vina


namun riko sudah menerkam vina layaknya harimau kelaparan dengan buasnya membuat vina menjerit dari bawah

__ADS_1


shivania tidur dipelukan gilang entah berapa kali mereka melakukan permainan tembak tusuk keduanya merasa lelah dan sekarang masih belum bangun sedangkan matahari sudah terang diluar sana keduanya masih betah bergelung dibawah selimut


"parah luh lang niat banget " author


__ADS_2