
karena merasa lelah tak terasa shivania tertidur setelah puas berselfi ria tak menghiraukan dimana dia tertidur
gilang memindahkan shivania yang tertidur disofa keatas kasurnya gilang menyelimuti tubuh shivania.
" i love you " bisik gilang ditelinga shivania membumbuhi ciuman di pipi, bibir dan juga kening shivania
" hmmm " shivania mengubah posisinya sambil tersenyum,
gilang mengambil ponselnya yang sedari tadi bergetar dan balik menghubunginya.
" cepat ada apa, saya gak bisa lama-lama " ucap gilang setelah tersambung
" maaf tuan dikantor ada sedikit masalah, saya sudah mencoba untuk menghubungi pak riko namun nomornya tidak aktif jadi sa saya "
" katakan masalah apa? "
" tuan pemilik perusahan changhong akan bekerja sama dengan perusahaan kita tapi dia mau anda yang harus pergi menemuinya langsung tuan, saya sudah bilang jika anda sedang sibuk dan tidak bisa diganggu tapi beliau mengancam tidak akan menerima kerja sama ini jika bukan anda sendiri yang bertemu dengannya besok " wakil skertaris riko
" baiklah saya akan menemuinya besok, kamu siapakan segala sesuatunya " ucap gilang menutup panggilanya.
sheza dan rina berjalan jalan kepasar agak sedikit jauh memang dari rumah makanya sheza membawa motor bersama rina keduanya kini sedang memakan bastus yang sering sheza makan saat dia pulang sekolah
" shez, loe beneran mau pulang malam ini juga? " rina
" ya, gue harus balik duluan "
" terus nadin udah loe kasih tau? "
" udah, lagian kita masih bisa lanjut disana juga, daddy ibu ayah i miss you " teriak sheza bangun dengan semangat menghentakan kaki dan berdiri sambil merentangankan kedua tangan yang memegang tusukan bakso
rina sesegukan menahan tangis, sheza mengerutkan alisnya bingung ada apa dengan rina?
" rin loe kenapa? "
" hUaaaa aaa aa aa " teriak rina kencang sheza panik dibuatnya
" rin loe kenapa sih malah nangis, udah bangkotan juga nangisnya gak jelas loe kaya bocah " ledek sheza sambil mengaruk alisnya
" gimana gue gak nangis loe nginjek kaki gue OgEb " rina sambil menghapus air matanya
sheza langsung melihat kebawah dan ternyata benar kakinya menginjak kaki rina, sheza langsung mengangkat dan memindahkan kakinya
" he he he maaf gue gak lihat " ucapnya
" sakit tau " ketus rina menahan sakit
" ya kan gue udah minta maaf juga, lagian punya kaki disimpan sembarangan masukin dong kedalam tas " ucap sheza asal memindahkan pijakan kakinya
" loe kira kaki gue apaan shez? "
" bercanda kali rin, cius amat sih loe " sheza mencuil dagu rina dan lari mengindar dari rina
" shezaaaaa, bukannya tanggung jawab loe malah lari woy dasar teman durhaka " teriak rina berdiri menyusul sheza karena sheza sudah terlalu jauh darinya sheza terus saja meledek rina menjulurkan lidahnya terus menerus sheza berjalan mundur sampai dirinya menabrak seseorang dibelakangnya.
bruukkk..
" astaga maaf, maaf " ucap sheza merasa bersalah
" kau, kenapa kau disini kau mengikuti ku? dasar penguntit " sheza marah setelah tau siapa orang yang telah dia tabrak
abhi tersenyum menanggapi ocehan sheza ya itu adalah abhi ternyata abhi tidak sendiri disana
" siapa dia, apa dia ? lalu kenapa dia mengejarku jika ada wanita lain ,dasar cowo rakus "batin sheza melihat sinis kearah wanita tersebut
" lah loe kenapa shez, jutek gitu " ucap rina setelah sampai didekat sheza lalu melihat perubahan raut wajah sheza dan rina menyenggol lengan sheza
" apa'an siapa juga yang jutek ih sorry " ucap sheza pergi sengaja menabrakan lenganya dengan lengan abhi
abhi mengerutkan alisnya lalu dia melanjutkan pembicaraannya dengan wanita tersebut tak memperdulikan kelakuan sheza
rina berjalan dibelakang sheza sambil mendengarkan ocehan sheza dia senyum-senyum sendiri mendengarnya
__ADS_1
" he'em cemburu bilang bos " ucap rina pelan namun masih terdengar oleh sheza, mendengar ucapan rina sheza pun berhenti berjalan dan segera memutar tubuhnya melihat kearah rina
" siapa? siapa yang cemburu? aku? tidak mungkin dan tidak akan pernah apa lagi cemburu padanya kau paham " sheza terlihat kesal
" ya aku paham " ucap rina tersenyum sendiri.
keduanya kembali melanjutkan perjalanannya namun sepertinya sheza sudah tak lagi mood dan akhirnya sheza kembali pulang.
setelah shivania bangun gilang langsung menghampirinya shivania melihatnya ada yang terasa aneh dan segera shivania bertanya pada suaminya.
" apa ada masalah? "
" tidak, hanya saja kita besok harus segera pulang " ucap gilang
" tapi jika kau masih ingin disini tidak apa-apa aku akan pergi sendiri besok " ucap gilang cepat tidak ingin shivania kecewa tidak bisa menepati janjinya.
shivania tersenyum tangannya menyentuh wajah gilang lembut
" tidak apa besok kita pulang lagian aku gak mau suami aku ini dicantol sama cewe lain diluaran sana "
gilang mengerutkan alisnya mendengar ucapan shivania tidak seperti biasanya ada apa dengan istrinya?
shivania langsung bangun turun dari ranjangnya dia membereskan semua pakaian dan di masukan kedalam koper
sepertinya shivania terlalu bersemangat
" sayang, apa kamu kecewa? " gilang mengenggam tangan shivania, shivania menggeleng
" lalu kenapa beres-beresnya sekarang besok juga kan bisa nanti aku yang bereskan "
" ya, tapi aku maunya sekarang lagian kita harus pamit sama yang lain terus kita juga harus bicara juga sama nadin, udah kamu mandi duluan saja "
akhirnya gilang mengalah dan membiarkan shivania melakukan apa yang dia mau.
setelah semuanya beres dan semua orang berkumpul shivania memberitahu pada semuanya jika mereka akan pulang besok meski nuri terlihat sedikit sedih shivania segera menghiburnya dan mengatakan bahwa jika nuri rindu dan ingin bertemu maka shivnia akan menyuruh supir untuk menjemputnya untuk menginap disana,nuri lansung sumringah mendengar perkataan kaka perempuannya itu.
dirumah sheza vina dan riko baru saja pulang keduanya membawa rinjingan ditangan masing-masing riko membukakan pintu untuk vina dan vina tersenyum membalas perlakuan riko yang menurut vina itu romantis dan manis
riko menggelengkan kepalanya melihat kelakuan istrinya itu
" eheemm,, yang baru pulang kencan gak ngajak -ngajak" ucap rina
" lah bukannya loe juga kencan sama ba awww " ucapan vina terpotong dan merasa kesakitan karena riko mencubit pinggangnya
" bang bang kenapa "
riko memberi isyarat pada vina agar berhenti bicara
" loe kenapa vin? " ucap rina
" gak bukan apa apa ada semut ngigit pinggang gue, udah ya gue masuk duluan udah gak tahan nih " vina pergi melewati rina sambil memukul bibirnya hampir saja dia keceplosan.
" tadi apa yang mau vina ucapakan rik? " rina penasaran ternyata
" mana gue tahu,, nih ambil buat kalian " ucap riko dan berlalu pergi
" diih songong banget jadi orang dasar muka terong " ledek rina
dari pintu masuk bara juga baru pulang bersama abhi rina melihatnya namun dia segera masuk kedalam dapur untuk menghidangkan makanan yang dibawa riko.
rina menatanya dimeja karena masih panas jadi rina gak perlu menghangatkannya lagi setelahnya rina masuk kedalam kamar melewati bara dan abhi bara melihatnya namun rina terlihat cuek
" kalau cinta tembak " abhi
" lah terus saya pacaran sama mayat gitu? " ucapan polos bara
" bukan mayat tapi hantu " jengkel abhi
" bos yang bener saja "
bukk...
__ADS_1
" awww bos kenapa memukul saya "
" kepala loe ada dimana sih bar maksud saya itu ungkapin perasaan loe kedia bahwa loe cinta dan ingin dia jadi istri loe gitu aja gak ngerti " oceh abhi bara mengerutkan alis bingung
" lah bukannya si bos tadi bilang tembak dia lagian dapet dari mana kata -kata begituan " bara gak mau kalah
abhi pergi meninggalkan bara begitu saja
sheza keluar bersama rina dari kamar
" kalau gitu gue bereng loe aja ya besok " ucap rina
" lah kenapa bukanya loe kesini bareng vina ya pulang juga bareng vina lah "
" ko loe tega ke gue si shez loe tau gak selama dalam perjalan gue ngerasa gue itu kaya hantu!! "
" ya emang loe hantu kan " ledek sheza kini mereka sudah dimeja makan
" shez gue serius ini "
" ya ya ya " sambil memasukan makanan kedalam mulut
" kutu aja dianggap ada walau kecil lah gue segede gaban begini kagak mereka anggap ada terus aja pamer suit suitan " cloteh rina
sheza mengerutkan alisnya dan meminum air
" maksud loe suit suitan emang mereka main apa? " bingung
" main itu " rina memonyokan kedua tangannya dan menyatukan ujung jari-jarinya berkali-kali
tadinya sheza tidak paham namun seketika sheza tertawa terpingkal-pingkal hingga menahan perutnya karena sakit, abhi mendengar tawa sheza langsung keluar kamar dan menghampirinya bara yang sedari tadi mengamati keduanya juga ikut menahan tawa melihat kelakuan rina yang menurutnya polos itu.
pagi hari tiba shivania sudah bangun dan sudah siap untuk berangkat sebelum itu mereka harus sarapan terlebih dahulu gilang keluar dari kamar mandi shivania memberikan baju untuk gilang kenakan.
tidak tau kenapa shivania tergoda dan ingin membelai gilang
" mas aku " shivania membelai dada bidang milik gilang
" sayang apa yang kamu lakukan kau membangunkan tanaman batang akar ku " ucap gilang merasa aneh dengan kelakuan shivania
shivania menatap wajah gilang dan mulai mendekatkan wajah keduanya, satu tangan shivania tak tinggal diam tanganya menekuk leher gilang dan satunya lagi melepaskan handuk yang masih melingakar dipinggang gilang.
" sayang apa kamu ? " ucap gilang shivania mengangguk gilang tersenyum lebar sekarang handuk gilang sudah jatuh kelantai dan dia segera berjalan mendorong shivania tanpa melepas kan pangutan keduanya gilang mengunci pintu kamar dan langsung melepaskan semua yang shivania ke""""an gilang menaruh shivania pelan diatas kasur tak mau menyia nyiakan waktu gilang segera melakukan kegiatannya pagi itu dengan rasa semangat 95
suara-suara kecil terdengar dari mulut shivania menambah semangat gilang untuk lebih dan lebih shivania pun dibuat mabuk kepayang
" mas " lirih shivania dengan nafas tersengal
" hmm ya sayang " tanpa berhenti mendayung 🤭
" apa boleh kita gantian? " ucap shivania malu namun kenapa rasa ingin itu mengalahkan rasa malunya
gilang tak percaya baru kali ini istrinya meminta hal ini padanya apa lagi dia yang akan mengendalikan
" boleh asal jangan terlalu bersemangat saja " gilang mengelus perut shivania dan segera berhenti dari kegiatanya itu
shivania langsung mengambil alih berada diatas melakukan tugasnya satu jam sudah mereka berdua melakukannya namun shivania merasa ingin lagi dan lagi gilang jadi kewalahan dibuatnya
" sayang kita harus pulang kau ingat aku ada pekerjaan " gilang mengingatkan shivania, shivania cemberut mendengar ucapan gilang
" sayang kita bisa lakukan lagi nanti disana, aku juga masih ingin sayang "
shivania mendongakan wajahnya lalu mengangguk shivania turun dari ranjang masuk kedalam kamar mandi gilang membereskan tempat tidur dan pakaian shivania yang berserakan
" apa kelakuan istriku itu bawaan bayi ? semoga saja tiap malam seperti itu mantap " ucap gilang setelah beres gilang ikut masuk kedalam kamar mandi tak butuh waktu lama keduanya sudah selasai mandi dan segera berpakaian gilang membawa semua koper dibantu yudi memasukannya kedalam bagasi mobil nadin juga sudah rapi mereka sarapan dan setelah itu barulah gilang shivania dan nadin pamit untuk pulang.
sheza dan yang lain juga sudah ada didalam perjalanan mereka membawa dua mobil yang tadinya tiga mobil
" shez nanti siapa yang bawa mobil loe pulang? " ucap rina karena mereka ikut bersama abhi
" tenang,, bos saya sudah menyuruh anak buahnya untuk membawa mobilnya " jawab bara
__ADS_1
tidak ada lagi pembicaraan mereka semua larut dalam pikiran masing-masing.