
pagi ini sheza diperiksa oleh dokter dan dinyatakan tidak perlu mengambil tindakan untuk mengoprasi sheza karena sheza sudah mendapatkan ingatannya kembali, meski masih mengeluh sedikit kepala sheza ingin dirawat dirumah saja
" dad, pergi saja kekantor aku tidak apa apa menunggu ibu disini " ucap sheza tak ingin menghalangi dadnya pergi kekantor karena dia tau jika dadnya ada pertemuan penting rapat dengan oara kolega bisnisnya
" biar dad tunggu sebentar lagi, jika ibu halimah sudah datang baru dad pergi " tuan darma berdiri dan duduk disamping sheza
tak lama perawat membawa makanan untuk sheza , tuan darma mengambilnya dan mulai menyuapi sheza, sheza makan dengan lahap sheza tidak bisa menolak karena waktu kecil sheza selalu makan harus disuapi oleh dad atau momnya
orang tua sheza yaitu tuan darma dan momnya,
tuan darma asli orang jawa, sedangkan ibunya keturunan luar negri tapi mereka menetap diindonesia nama asli dari ibu sheza adalah siena ketika sudah menikah dengan tuan darma berganti nama rahayu darma kusuma
maka tuan darma menyuruh sheza memanggilnya dengan daddy bukannya romo atau apalah itu tapi sheza tidak bisa bahasa jawa melainkan bahasa sunda dia lancar karena di dibesarkan dilingkungan kawasan orang sunda semua
( padahal authornya yang orang sunda 😅)
" sudah dad , kenyang " ucap sheza meminum air putihnya
dari balik pintu ibu halimah masuk bersama pak reza
sheza tersenyum melihat ibunya dan ayahnya
ibu halimah mendekati sheza dan memeluknya
" ibu senang melihat kamu sudah sadar sayang, " ucap ibu halima mengelus kepala sheza sheza memeluk ibu halima dengan rasa rindu, rindu akan pelukan ibunya
kini sheza beralih melihat ayahnya pak reza jika bukan dia yang menyelamatkan sheza mungkin saat ini sheza tidak ada bersama mereka
sheza memeluk pak reza dengan erat dan mengucapkan
" terima kasih ayah, jika bukan ayah mungkin aku sudah tiada ditangan para penjahat itu " ucap sheza masih dipelukan ayahnya
" sudahlah jangan diingat kembali, kita ambil hikmahnya saja " ucap pak reza menghapus air mata sheza lalu mencium keningnya
jangan diragukan lagi betapa sayangnya pak reza pada sheza karena shezalah anak pertama mereka pak reza dan bu halimah tak membedakan riska dan sheza keduanya mendapat perhatian dan kasih sayang seimbang dari mereka berdua
tuan darma teresenyum melihat keluarga pak reza yang begitu menyayangi anaknya ketika dia tidak ada didekat dan mencurahkan kasih sayangnya terhadap sheza merekalah yang mengantikan
" pak reza bisa kita bicara sebentar " tanya tuan darma
pak rez mengangguk tuan darma mengajak oak reza keluar dari ruang kamar sheza fan berbicara disana
sedangkan didalam sheza dan ibu halimah bercerita tentang ingatan sheza yang kembali, tak dipungkiri ketika sheza bercerita raut wajahnya terlihat sedih
tidak bisa menyelamatkan momnya dari kecelakaan itu
jika saja, waktu itu dia sudah seperti ini dan memiliki keberanian untuk menghadapi para penjahat mungkin saja momnya masih hidup dan bersama mereka saat ini
__ADS_1
tuan darma dan pak reza masuk kembali kedua wanita didalam sana melihat kearah mereka
" sayang dady pergi dulu, dan nanti sore baru kita pulang kerumah dady sudah bicara dengan dokter tadi supaya anak dady ini dirawat dirumah saja " ucap tuan darma mengelus rambut putrinya
sheza tersenyum senang mendengarnya
" baiklah dad, pergilah bekerja dan aku akan disini menunggu uang yang dady dapat dari bekerja, dan setelah sembuh aku akan menghabiskan uang dady " ucap sheza tersenyum
" baiklah tuan putri, semua untukmu " ucao tuan darma menundukan tubuhnya
mereka tertawa bersama dan sheza memeluk daddynya bahagia rasanya saat memeluk orang tuanya
" baiklah ,daddy akan pergi jika tidak daddy tak bisa mendapat uang untukmu berbelanja ok " tuan darma mwngedipkan sebelah matanya menggoda sheza
" ya sudah dady hati hati dan ingat bawakan sesuatu jika pulang "
semua yang ada disana tertawa melihatnya setelah mencium kening sheza tuan darma pergi
tak terasa hari sudah sore sheza sudah tidak sabar menunggu teman temanya karena shivania dan lainnya akan menjenguk sheza dirumah sakit
ada juga satria yang menanyakan kabar sheza kenapa sheza tidak masuk kerja beberapa hari ini dan diapun merasa cemas dibuatnya
bukan mereka saja yang sedang mencari sheza ada juga seorang pria yang sedang kalang kabut mencari informasi tentang sheza itu adalah bara sekertaris dari abhi
setelah diselamatkan oleh sheza abhi menyuruh bara untuk mencari tau tentang dirinya
" bagaimana ini, bisa mati gue kalau gak dapet " gumam bara
bara mulai bertanya pada pelayan yang ada dibartender
" hey, apa kau kenal dengan wanita yang berambut merah dan panjangnya segini " ucap bara menunjukan batas rambut sheza
" maaf tuan, jika anda menanyakan hal itu, tempat ini sering kedatangan banyak wanita yang berambut seperti yang ditanyakan tuan , jika tuan tau namanya mungkin saya bisa membantu tuan " ucap seorang bartender
bara menggaruk kepalanya benar juga apa yang dikatakan pria itu memang benar
" tuan , coba anda tanyakan pada anak pemilik clab ini, anda bisa menemuinya diruangan itu " tunjuk bartender tadi
bara berjalan masuk kerungan yang ditunjukan bartender tadi dan melihat seorang wanita sedang memainkan ponselnya sembri cengarcengir sedang aoa wanita itu ??
rina sedang berbalas pesan dengan gurup chat
membaca chat dari grup sherina yang memojokan shivania terus menerus hibgga tak menyadari jika seseorang masuk kedalam ruangannya
" e'hem boleh saya masuk " dehem bara
" haaa siapa " tanya rina
__ADS_1
rina mepersilahkan bra untuk duduk
" ada apa ya ,, ? apa ada yang saya bantu " ucap rina setelah bara duduk didepannya
" apa anda mengenal wanita dengan berambut merah segini dan kulitnya putih mulus " ucap bara
bukan rina namanya jika tidak mengenal para sahabatnya..
rina jadi juriga dengn pria yang ada dihadapannya mau apa dia mencari sheza ?
" ada apa anda mencari wanita itu disini, bukanya anda tau sendiri jika tempat ini banyak dimasuki wanita seperti itu " ucap rina curiga
bara menagkap gelagat yng mencurigakan dari rina dan dia pura pura mengalah dan akan pergi dari tempat itu,
tapi tanpa sepengetahuan rina bara akan mengikuti rina ,
" baiklah jika begitu saya permisi dulu, terima kasih atas waktunya " ucap bara berlalu pergi
shivania pergi kekantor gilang memenuhi keinginan suaminya dan sekalian dia juga akan meminta izin untuk menjenguk sheza dirumah sakit ketika masuk kedalam ruangan
" asalamualaikum " salam shivania sebenarnya dia malu untuk kekantor atas kejadian semalam tapi apalah daya demi sheza
jantung shivani berdetak kencang setelah membuka pintu dan akhirnya dia bisa bernafas dengan lega karena gilang tidak ada diruangannya
baru saja duduk, gilang sudah sampai dirunganya dengan riko
gilang mendekat dan meraih pinggang shivania dan mencium keningnya
" ma, mas " shivania mendorong gilang wajah shivania merah padam menahan malu karena ada riko juga diruangan itu
" kenapa, malu biarkan saja dia anggap saja gak ada " ucap gilang asal
riko hanya bisa mengela nafas dan mengelus dadanya
" gak kira kira , dikira gue jin iprit " batin riko memutar langkahnya dia harus keluar sebelum dokument melayang kewajahnya lagi seperti tadi siang
" mas, boleh aku menjenguk sheza lagi, sore ini dia keluar dari rumah sakit , dan rencananya kami akan mengantar sheza pulang kerumah dadnya, " sedikit ragu untuk meminta izin dari gilang
" apa yang aku dapat jika aku mengizinkan kamu kesana " gilang duduk ditempat kerjanya dan memeriksa laporan
" hmmm memang apa yang kau ingin kan " tanya shivania memandangi gilang
gilang menyeringai ..
shivania bergidik ngeri melihat raut wajah gilang seperti itu wajah yang akan memakannya hidup hidup seperti semalam
pinggangnya saja sampai sekarang masih terasa nyeri akankan gilang meminta hal itu lagi darinya jika ia shivania harus menyediakan obat encok untuk pinggangnya .
__ADS_1