
sheza memegangi kepalanya setelah terbangun dari pingsan
" aduh aku kenapa sih " gumam sheza lalu bangun dari duduknya
sheza berdiri lalu duduk di tepi kasur masih dengan rasa pusing dikepala
tok tok tok ...
bu halimah membuka pintu kamar sheza
" kamu kenapa nak " ucap ibu halima khawatir melihat sheza memegangi kepalanya sendiri
ibu halimah cepat cepat keluar lalu memangggil ayah reza dan tuan darma
setelah memanggil para pria paruh baya ibu halima masuk kembali lalu membaringkan tubuh sheza diatas kasur
" aku tidak apa apa bu " ucap sheza merasa nyeri dikepalanya mulai berkurang
" tidak apa bagaimana kamu ini , wajah kamu pucat seperti ini " ibu halimah
panik
" anak kita kenapa bu " pak reza langsung mendekati sheza lalu menempelkan punggung tangannya di dahi sheza
" ayah aku tidak apa apa,, tadi hanya pusing sedikit lalu ..." ucap sheza mengingat bayangan yang tak dapat dia lihat dengan jelas
" oh ya ayah daddy kemana " sheza melirik kebelakang punggung ayahnya
" daddy mu sedang menelpon dokter dahulu " ucap pak reza
tak lama tuan darma masuk lalu menghadiahi kening sheza sebuah ciuman
" sayang kamu gak apa apa daddy sangat khawatir " ucap tuan darma melihat sayu wajah putrinya
" tidak daddy tadi aku cuma pusing sedikit " sheza berdiri dari duduknya lalu mendekati lemari yang tadi dia buka
" daddy apa aku boleh tanya sesuatu " sheza ragu untuk bertanya takut daddynya tersinggung
" apa yang akan kamu tanyakan nak daddy pasti akan menjawabnya " tuan darma mengikuti arah sheza berjalan
tuan darma yakin kalau sheza pasti akan bertanya tentang foto yang berada di dalam lemari
__ADS_1
" apa aku boleh tau siapa yang ada difoto ini " sheza menyodorkan sebuah bingkai foto kepada tuan darma
" ini istri dan anak daddy satu satunya yang daddy punya " tuan darma tersenyum kepada sheza tebaknya benar bahwa sheza akan bertanya tentang foto yng dipegangnya
sheza yang mendengar pernyataan sang daddy, merasa bersalah karena secara tidak langsung mengingat kembali masalalu
" maafkan aku daddy " sheza menundukan pandangannya sambil menautkan kedua jari jari tangannya
" tidak apa apa ,, bukannya kamu itu putri daddy sekarang " ucap tuan darma mengajak sheza untuk duduk kembali.
ibu halima dan pak reza tersenyum lega secara tidak langsung tuan darma sudah mengatakan sedikit kebenaran pada anak mereka
" andai kamu tau nak kau putri kndung daddy " batin tian darma
seakan paham dengan isi hati tuan darma pak reza mendekat
" semuanya akan baik baik saja yang penting kita tetap berusaha sedikit demi sedikit " pak reza menepuk bahu tuan darma
" terimakasih. " tuan darma menganggukan kepala pada pak reza
" nak kalau gitu kamu istirahatlah kembali mungkin dengan ini sakit kepalanya akan menghilang " ibu halimah menaruh bantal untuk dipakai sheza
" tidak bu, sakit kepalaku sudah hilang " sheza berdiri lalu berputar dihadapan ketiga orang tuanya
" oh ya bu si triminil kemanaa ,, ko aku belum lihat dia sih " sheza mengejek riska
" tadi ibu lihat dia masih tidur mungkin ade kamu kecapean " ibu halimah membereskan tempat tidur putrinya
" ibu, zha kami tunggu di meja makan " ucap pak reza lalu pergi
" nak kalau kamu masih pusing jangan keluar biar nanti daddy suruh pelayan mebawakan sarapanmu kekamar " ucap tuan darma masih khawatir
" tidak dadd aku akan keluar , kita sarapan bersama lagian aku juga harus siap-siap " sheza tersenyum lalu mendorong punggung tuan darma untuk keluar dari kamarnya
ibu halimah tersenyum senang melihat putrinya semakin akrab dengan daddy kandungnya..
siang harinya sheza sudah berada di toko bunga setelah acara adu bibir dengan ketiga orang tuanya, shezalah yang menang jangan panggil sheza soal itu karena sheza punya banyak cara mengalahkan orang tuanya sendiri
" shez loe kenapa ngelamun " ucao satria dari belakang punggung sheza
" e' h astaga ngagetin aja " sheza sambil meminum es teh manis miliknya
__ADS_1
" bagi dong , haus nih " ucao satria merebut minuman sheza lalu dengan cepat menghabiskannya
" eh itu minuman gue baru juga gue minum seencrotan " sheza memukuk tangan satria sebal dengan kalakuan satria
" uhuk ,, uhuk " satria batuk
" rasain loe makanya jangan minum punya orang " sheza memukul punggung satria dengan keras
" loe tadi bilang apa " bukanya marah dengan pukulan sheza satria malah tertariik dengan ucapan sheza
" bilang apa "
" loe tadi bilang apa barusan " stria kekeh
" jangan minum punya orang " ucap ulang sheza
" bukan yang itu "
" yang mana sih " sheza mulai emosi dengan keinginan satria
" gak jadi " satria minum kembali kali ini memesan makanan
" mbak mie ayam satu sama teh pait ya "
loe gak sekalian zha gue yang traktir " lanjut satria
gak gue masih kenyang " sheza bangun dari dudukny
" loe mau kemana temenin gue napa " pinta satria
ih males nemenin cowo kaya kamu malehoy " sheza berlari setelah mengejek satria
" awas loe ya zha tunggu balasan dari gue " teriak satria
kalau aja loe pacar gue udah gue kejar zha " ucap satria dengan tersenyum..
satria dan sheza berteman setelah sheza masuk kerja ditoko bunga dan satria baru masuk kembali dari izinnya
sebenarnya satria adalah adik dari abhi namun satria yang memilih hidup sederhana,, orang tua satria menolak anak bungsu mereka bekerja ditoko namun dari bujukan dari abhi ,, dan syarat yang diajukan oleh abhi yang harus diikuti satria
maka satria dibebaskan bekerja namun itu juga keputusan abhi dan satria juga sering mengikuti abhi keluar negri untuk memantau sekaligus belajar agar bisa cepat menjadi ceo diperusahaan yang berada diluar negri terkadang satria juga ikut masuk dalam rapat direksi yang dipimpin langsung oleh abhi kaka kandungnya.
__ADS_1
satria yang sangat menyayangi sang kaka dan jangan diragukan lagi sang kaka juga sangat menyayangi adik bungsu satu satunya ini tak bisa menolak apa lagi membantah perkataan sang kaka .