
setelah dari toilet sheza kembali berkumpul dengan keluarganya
sheza menerobos duduk ditengah tengah ibu dan budenya ibu sania
"kamu dari mana aja sheza " tanya ubu sania mengelus pucuk kepala sheza
" dari toilet bude " tersenyum menanggapinya
sheza mengambil kue dari meja dan memakannya.
" bude yadi sama nuri kemana perasaan dari tadi aku gak lihat mereka ? " melirik kesan kemari mencari kedua sepupunya,,
" yadi nuri doang yang ditanya ,, ade sendiri diabikan " sebal riska dari belakang sheza cemberut menepuk bahu sheza
" cie ada yang iri niE " gurau sheza sambil merangkul adiknya
sheza keluar dari tengah tengah kedua wanita paruh baya berjalan mendekati adiknya lalu merangkul riska mengajaknya duduk didepan kedua orang tuanya
" bukan iri ka , tapi cemburu " kilah riska keukeuh
" apa bedanya ,coba " memutar bola matanya jengah
" udah lah kaka emang gak pernah kangen sama adiknya sendiri " riska bangun dari duduknya berpindah didekat ibu halima lalu memeluk ibunya erat
" dih gitu aja marah " sindir sheza
riska memalingkan wajahnya malas.
sheza kembali memakan kue sebelum dia sadar teman temannya masih menunggu dirinya dipojok sana
" ya ampun gue lupa " sheza berdiri dari duduknya dan melangkah pergi
" mau kemana ka " teriak riska
" kesana dulu, nanti kemari lagi " ucap sheza melanjutkan langkahnya
tuan darma dan pak reza sedang membicarakan tentang mereka yang akan ikut menginap dirumah tuan darma selama berada dikota
melihat sheza berjalan cepat membuat tuan darma menegur sheza lembut
" nak hati hati nanti tersandung lagi " tegur tuan darma
pak reza mendengar teguran tuan darma hanya tersenyum
suara yang lembut yang dia dengar dari mulut tuan darma memanggil anak semata wayang kesayangannya itu.
sheza berhenti setelah mendengar suara dari daddynya
sheza tersenyum lalu berjalan kembali tapi dengan santai
tuan darma dan pak reza kembali meneruskan pembicaraan mereka entah apa yang mereka sekarang bicarakan yang pasti itu menyangkut tentang sheza
__ADS_1
sheza sudah berada dengan rina dimeja didekat pintu keluar
" rin , vina kemana " tanya sheza stelah tak melihat vina
" dia ketoilet , tapi udah lama gak balik balik " rina merasa sedikit cemas
sheza yang akan duduk mendaratkan bokongnya malah pergi meninggalkan rina
" zha tungguin gue " terik rina berlari mengejar sheza
setelah sampai di toilet keduanya membuka pintu toilet bersamaan tapi tak ada orang didalam sana
mereka langsung kembali masuk keruangan mencari vina disana,
tapi apa yang mereka lihat acara dansa akan dimulai bukan itu saja wajah mereka juga ditutup oleh topeng sehingga mencari vina diarea ruangan itu akan sedikit susah
" zha gimana ini , hampir semua udah pakai topeng " ucap rina menepuk bahu sheza
" ya elah rin, takut amat,, kan loe yang punya baju masa loe gak ngenalin baju yang dipake vina sih " ucap sheza melangkah maju kembali
rina mengusap wajahnya kasar kenapa dia sampai lupa akan hal itu
bodoh apa lupa rina cengengesan menertawai dirinya sendiri
" wk wk wk up's " rina keceplosan tertawa kencang hingga membuat orang melihatnya.
" maaf , lanjutkan saja " rina pergi dari orang yang menatapnya aneh
rina mengelus dadanya setelah jauh dari orang itu
rina menggelengkan kepalanya
sheza mendengus sebal
" ya udah loe cari kesebelah sana , gue kesebelah situ " ajak sheza
akhirnya mereka berpencar mencari vina dirungan besar nan luas itu
hampir sepuluh menit mereka mencari vina namun takunjung menemukan vina
" bagaimana zha udah ketemu " tanya rina ketika sudah bersama lagi
" belum, ya udah gue coba telpon dia lagi moga aja kali ini diangkat " sheza menelpon vina kembali
beberapa saat telpon vina diangkat
" halo vin loe dimana ? " sgeza meninggikn suaranya karena khawatir
" gue lagi ditaman . kenapa emang " vina balik bertanya
" hiiish ,, kami kesana " sheza memutuskn panggilannya lalu menarik tangan rina untyk ke taman
__ADS_1
" ditaman vina yag sedang asik makana yang dia bawa dari dalam dikagetkan dengan deheman seorang pria
" e'ehm , bisa aku duduk disampingmu " ucap dani
" silahkan " vina tak menghiraukan siapa yang berbicara padanya
dani yang tak dihiraukan oleh vina akhirnya merebut piring yang sedang dinikmati oleh vina
" hey itu punyaku,, itu masih ada kalau mau ambil sendiri dari dalam " vina mencoba merebut piring dari dani vina tersandung dan akhirnya menimpa tubuh danu kedunya pun terjatuh,
vina yang berada diatas tubuh dani terpaku oleh tatapan mata dari dani
" oooh jadi gini, kita nyari loe kemana mana ternyata loe lagi mesra mesraan disini " rina berucap dari belakang vina sheza yng sedang bersedekap sedikit menarik sudut bibirnya
" gak ko ini gak seperti kalian lihat " vina langsung berdiri mendekati sheza
" ia juga apa apa ko, tapi lain kali bilang dulu biar kami gak cemas" sheza duduk dikursi yang tadi diduduki oleh vina
bilangnya ke toilet nyatanya disini " ketus rina
" habis tadi gue lihat dari dalam tamannya indah banget makanya gue kesini " ucap vina membela diri
" ya ya ya terserah loe aja deh "
tapi kenapa loe bisa berdua sama nih cowo " rina menunjuk dani
" gak ko dia tadi tiba tiba ada disini gue gak tau siapa dia "
" loe ngapain nyamperin temen gue " " tanya rina mendekati dani
" gak ngapa ngapain, emang kenapa kalau gue kesini, kan ini rumah sohib gue ,, suka suka gue mau kemana juga dirumah ini ,, " ucap dani menantang
" diam , kalian ini udah pada gede juga masih ribut" sela sheza
sheza menggelengkan kepalanya lalu bangun dari duduknya
sheza melirik jam ditangannya sudah menunjukan jam 12 malam
" gue kedalam dulu nyamperin ortu gue, kalian mau ikut gak " tanya sheza
rina sedang memikirkan sesuatu sebelum mengiakan sheza
" ntar ntar aja lah gue mau pulang udah malam juga ,, bokap gue udah pulang dari jam 10 tadi , titip salam aja ma ortu loe " ucap rina menolak
" eh gue ikut loe rin,, tapi apa kita gak pamit dulu sama shivania "
" gak usah, mereka juga pasti sudah istirahat tadi kan acara yang terakhir " ucap sheza tak lama tekoon sheza berdering tlpin dari daddynya
" tuh kan baru aja dikata , udah di calling aja " sheza menerima tlpon
ya tunggu sebentar lagi " ucap sheza mematikan tlponnya
__ADS_1
" ya udah zha kita pulang dulan ya " ucap rina vina bersamaan.
dani yang dari tadi tak dihiraukan oleh ketiga wanita muda itu mendengus sebal baru kali ini dia tak dipedulikan oleh para wanita bahkan diabaikan begitu saja sungguh malam yang sial batin dani berlalu pergi dari taman keluar dari rumah gilang