Gadis Desa Dan CEO Dingin

Gadis Desa Dan CEO Dingin
sungguh terlalu


__ADS_3

shivania kini sudah berada dirumah utama milik orang tua gilang


mereka baru saja tiba setengah jam lalu


sebelum datang kerumah utama shivania menyempatkan dirinya untuk berbelanja dan sekarang dirinya sedang berada didapur sedangkan gilang sudah didalam kamarnya untuk beristirahat kembali


merasa lelah dan kurang tidur gilang memutuskan tidur sebelum orang tuanya keluar


ya mereka jam setengah enam sudah berangkat kerumah utama


" bi, ibu sama tuan suka masakan apa ? " tanya shivania kepelayan dirumah itu


" maaf nona saya kurang tau saya sebenarnya juga masih baru disini, yang sudah lama sedang keluar dan akan kembali sore "


shivania berpikir akan menanyakan soal ini pada gilang namun dia urungkan


mengingat waktu dimobil saja gilang terus terusn menguap


mungkin suaminya itu sedang tidur dikamarnya


shivania tidak tega membangunkan gilang


akhirnya shivania membuat ayam rica rica, ikan bakar tempe dan tahu goreng


semua sudah tertata rapih dimeja makan


suara langkah seseorang turun dari tangga membuat shivania menoleh melihatnya


dilihatnya sang mertua tersenyuum kearah shivania shivania pun membalas senyumannya


" pagi sayang, kapan kalian datang " ucap nyonya nadia memeluk sang menantu


" belum lama ko mah, ini baru selesai masak " shivania tersenyum manis


shivania pamit aebentar untuk pergi kekamar membangunkan suaminya

__ADS_1


sesampainya dikamar melihat sang suami tidur dengan posisi memeluk guling


shivania naik keatas kasur lalu menepuk bahu gilang


" hm, ya sayang sebentar lagi " ucap gilang masih enggan membuka mata hanya


" mas bangun ayo makan mama udah dimeja makan nungguin " shivania merasa tidak enak pada mertuanya


shivania membiarkan gilang tidur sebentar lagi dan dia akan mandi terlebih dahulu membersihkan diri setelah masak membuat bau tak sedap ditubuhnya


tak lama shivania keluar dengan memakai jubah handuk dia membuka koper kecil yang telah dia bawa dari rumahnya


" mas, ayo dong bangun udah lama juga tidurnya " ucap shivania sambil memakai bajunya


shivania sudah rapi namun gilang masih saja belum bangun dari tidurnya


shivaniaa duduk ditepi kasur menggoyangkan tubuh gilang tapi gilang tak bangun bangun meski sudah digoncang dengan kencang


" ini mungkin terasa sakit tapi efektiv " gumam shivania bersiap


dia mengayunkan tangannya dan


shivania mengeplak pantat suaminya dengan sangat keras


" aaaaawww sakit " pekik gilang langsung bangun dan duduk


" lagian susah banget dibanguninnya " shivania turun dan berdiri tangannya juga terasa sakit memukul pantat suaminya itu


" sayang kau sungguh terlalu, tidak bisakah kau membangunkanku dengan mencium supaya terlihat romantis, ini malah dipukul dasar istri barbar " ucap gilang mengelus elus pantatnya yang terasa perih


shivania hanya menggidikan bahunya acuh


" bodo amat lagian susah dibangunin dari tadi, ayo cepetan bangun mama udah nungguin " melangkah pergi dari kamar meninggalkan gilang sendiri


gilang bangun dan mengusap wajahnya kasar

__ADS_1


" kenapa gue jatuh cinta sama wanita barbar dan jadiin dia istri gue hiliih " gumam gilang mengikuti langkah shivania


hari ini adalah hari dimana sheza akan mulai kuliahnya setelah bicara tentang pendidikan tuan darma langsung memerintahkan adi untuk memberikan formulir kepada sheza yang pastinya sheza terlebih dulu akan melanjutkan kuliah dimana


dan sheza memilih di universitas terkenal dikota ini


dan hari ini sheza mulai pergi kekampusnya


" dad, apakah sudah semuanya diurus " tanya sheza pada tuan darma yang sedang makan bersama dimeja makan


" sudah sayang, kamu tinggal duduk manis dikelas, ingat kamu masuk dijurusan bisnis oke "


" ya ya ya terserah dad aja yang penting dad senang "


tuan darma tersenyum bangga terhadap putri satu satunya ini


" dad, aku tidak melihat ayah pagi ini dia kemana " tanya sheza saat tidak melihat ayah angkatnya itu


ibu halimah tersenyum mendengar sheza


" emang ayah gak pamait ke kaka " ucap riska duduk disamping sheza


sheza melirik adiknya itu lalu menggelngkan kepalanya


" pamit untuk apa " tanya nya


" dad menugaskan ayahmu keluar negri untuk mengurus beberapa dokument disana, dan melakukan kesepakatan bisnis mewakili dad " jelas tuan darma


sheza ber oh ria dan senang dengan kesibukan ayahnya saat ini karena ayahnya tidak akan mau menerima apapun tanpa bekerja hasil dari keringatnya


sheza juga bercerita tentang dirinya yang sudah berhenti bekerja ditoko dan siap untuk bekerja dikantor sang dady


dan meminta sang daddy agar bisa memasukan vina juga diperusahan sang dad


setelah makan semuanya pergi kecuali ibu halimah yang menunggu semua orang dirumah untuk menyambut

__ADS_1


riska pergi kesekolahnya yang baru


tuan darma pergi kekantor dan sheza pergi kekampus


__ADS_2