
dirumah sakit sheza masih belum tersadar dan diruangan dia ditemani oleh ibu halimah yang masih dengan setia menungguinya.
diluar ruangan sheza rina dan vina baru saja sampai dan masuk ketika sudah membuka pintu kamar rawat sheza
" selamat petang menuju malam tante " sapa vina dan rina secara bersamaamln
ibu halimah tersenyum melihat kedua teman anaknya dan bangun ketika rina dan vina mendekati, mereka berdua bersalaman karena mereka menghormati orang tua sheza,
rina juga menaruh buah buahan yang mereka beli tadi diminimarket
" ya selamat juga buat kalian " masih dengan senyum dibibirnya
" kenapa repot repot, apa kalaian tidak sibuk dengan urusan kalian " tanya ibu halima mempersilahkan duduk kedua teman anaknya
" tidak bu , oh ya bu gimana keadaan sheza " ucap rina sambil memegang tangan ibu hamlima dan mengusapnya dengan lembut memberi sedikit semangat dengan sentuhan bolehkan ?
ibu halima membalas pegangan tangan rina dan tersenyum
" kita doakan saja semoga sheza dapat segera sadar " ibu halima melepaskan pegangan tangan rina perlahan lalu melangkah mendekati meja yang tadi ada buah buahan yang rina simpan disana
ibu halimah membukan plastik itu dan perlahan mengeluarkan buah yang akan dia kupas
ibu halima melakukan itu supaya mereka dapat memakannya bersama.
tidak mungkinkan jika sheza memakan buah buahan itu disaat dia koma anggap saja sheza koma jika kalau pingsan mungkin hanya sebentar tapi ini ?
" oh, ya shivania apa dia akan kesini juga ? " ucap ibu halima kepada mereka dan tak lama ketukan pintu diluar ruangan
" biar saya saja bu " ucap vina bangun dari dudukbya untuk membuka pintu
setelah membuka pintu vina langsung memeluk shivania lalu menggandengnya tanpa meperdulikan tatapan tajam dari pria disamping shivania
gilang hanya bisa mendengus kesal diperlakukan seperti itu oleh teman istrinya
ya sekarang dia akan selalu menyebut shivania istrinya.
dengan perasaan was was shivania masuk dan memeluk bibinya bukan hal muda melihat keadaan sheza seperti ini dan menurut shivania ini tetasa aneh
selama ini sheza baik baik saja dan kemarin juga sempat berbalas pesan dengan dirinya tapi kenapa bisa seperti ini sekarang ? tiba tiba sheza pingsan dan sampai saat ini belum sadar ,, ini pingsan apa koma ??
" bi kenapa sheza bisa seperti ini ? kemarin aku menanyakan keadaan sheza, dia bilang seperti biasanya " shivania memeluk ibu halima menenangkan kekahawatirannya disana
gilang memperhatikan hal itu tanpa dia sadari dari tadi ke empat mata dari sahabat istrinya mengawasi gerak gerik dirinya.
shivania duduk dikursi yang tadi dipakai vina shivania memegang tangan sheza dengan lembut dengan rasa kasih sayang shivania
" zha gue udah datang ! loe mau tidur aja gitu gak ada niat buat nyapa gue ? " perlaham shivania meneteskan airmata tak sanggup rasanya melihat orang yang dia sayang terbaring seperti ini
" zha, gue mau cerita, tapi loe harus bangun dulu , loe harus dengerin gue cerita zha, bangun yah " mohon shivania agar sheza cepat bangun
ibu halimah ,vina dan rina hanya bisa menyaksikan shivania dan mereka merasa sedih dengan hal ini, sheza yang selalu ceria dan jarang sakit malah bisa dibilang dia itu tak pernah sakit tapi saat ini apa yang terjadi dengannya ??
__ADS_1
mereka memang belum mengetahui apa yang terjadi dengan sheza, sampai sheza tiba tiba saja dirawat dirumah sakit dalam keadan tak sadarkan diri pula !
gilang mendekati shivania dan mengelus rambut istrinya dengan sayang,
" semuanya akan baik baik saja,jadi tenanglah " ucap gilang menenangkan shivania , shivania mengangguk mengiyakan ucapan gilang, meski dalam hatinya shivania masih khawatir dengan keadaan sheza
jam menunjukan pukul 21: 25 vina dan rina berpamitan sudah terlalu lama mereka menani sheza dan mereka juga disuruh pulang oleh ibu halima karena mereka wanita, tidak baik jika pulang terlalu larut malam
" bu kami pamit pulang dulu , tapi besok setelah selesai dengan urusan kami, kami akan kesini lagi untuk menemani sheza, " ucap rina vina mengangguk tanda setuju
" baiklah terserah kalian , tapi kalian juga harus ingat kesehatan kalian, " ibu halimah mengantar kepergian mereka sampai diluar ruangan kamar sheza..
setelah cioika cipiki dengan bu halima mereka pergi dan akan kembali besok lagi.
didalam ruangan shivania sendiri karena tadi jam 20:15 gilang pamit keluar sebentar dan sampai saat ini belum kembali.
ivu halima menghampiri shivania menepuk bahunya hingga shivania yang sedang memejamkan matanya disamping sheza terbangun,
" shiva, kemana gilang pergi, bukannya kalian harus cepat pulang ? "
" ini sudah malam tidak baik, kau tau itu "
" bi aku ingin menemani sheza sebentar lagi, aku harap sheza cepat bangun dan bisa kumpul seperti biasa, " shivania sedih sheza belum juga tersadar
ibu halimah ikut duduk namun sedikit jauh dari sheza dan shivania
" shiva, apa hubungan kalian baik baik saja, " ibu halimah bertaya
" hmm seperti yang bibi lihat. memang kenpa bibi bertanya sperti ini " memalingkan wajahnya melihat kearah bu halimah
" bagus lah bibi ikut senang mendengarnya, "
tak lama gilang masuk kedalam dan mengajak pulang shivania tadinya shivania meminta izin untuk menjaga sheza tapi bu halimah melarangnya biar saja dia yang menjaga sheza sendiri
" apakah yakin bibi akan menjaga sheza, " ucap shivania khwatir denagn keadaan bibinya yang sudah lelah sedari pagi mejaga sheza
" tidak apa, kami bisa gantian dengan om sama tuan darma bukan, jadi gak usah khawatir kau cepatlah pulang " ibu halimah meyakinkan shivania agar pulang bersama suaminya
" baiklah, tapi jika sheza sadar cepat hubungi aku ya bi " pinta shivania memeluk bibinya berpamitan
" iya sayang "
gilang dan shivania keluar dari rumah sakit menuju parkiran setalah masuk kedalam mobil dan keluar dari area parkiran
tuan darma masuk kedalam rumah sakit setelah diturunkan oleh skertarisnya didepan pintu masuk rumah skit
tuan darma masuk dengan tergesah gesa karena dia ingin cepat melihat putrinya, dari pagi sampai saat ini dia belum bertemu dengan putrinya karena urusan pekerjaan yang tidak bisa dia tinggalkan.
setelah masuk kedalam kamar ruangan sheza tuan darma melihat ibu halimah yang sedang duduk didekat anaknya, ibu halima menengok kearah pintu
" oh, tuan darma sudah datang, " ibu halimah bangun dari duduknya mempersilahkan tuan darma untuk duduk didekat sheza
__ADS_1
" sebaiknya, ibu halimah pulang saja biar saya yang menjaga sheza malam ini " tuan darma mendekati sheza lalu mencium dahi anak tersayangnya.
" baiklah saya akan pulang. tapi besok pagi saya dan suami saya yang akan menjaga sheza , " ucap bu halimah tersenyum lalu berpamitan untuk segera pulang
biarkan tuan darma yang menjaga anaknya memberikan waktu berdua dengan anak semata wayangnya
ibu halimah diantar pulang oleh sekertarisnya tuan darma karena sekalian dia juga akan pulang untuk beristirahat.
" nak, maafkan daddy sayang cepatlah bangun. jangan seperti ini " tuan darma sambil mengusap keoala sheza dengan lembut
malam semakin larut dan tuan darma pun tertidur disamping sheza.
sheza masih setia dengan mimpi mimpinya , mimpi yang berulang ulang
mimpi yang mengingatkan masa kecil dan dimasa lalunya perlahan bayangan yang selama ini dia lihat dengan samar samar kini terlihat jelas
sampai sampai sheza mengeluarkan airmata ketika melihat mobil yang masuk kejurang dan terbakar, didalam sana masih ada ibunya, ibu kandungnya ibu yang melahirkannya tapi kenapa bisa
perlahan sheza membuka mata dan mengedipkan matanya beberapa kali
sheza memegangi kepalanya yang terasa sakit
tuan darma yang merasakan ada pergerakan diatas kepalanya terbangun
dan melihat anaknya tersadar
" nak kamu sudah sadar sayang " tuan darma mengusap kepala sheza
" da,, daddy, kau ayah kandungku ? " sheza menangis dan tangannya masih memegangi kepalanya
tuan darma mengangguk lalu melihat sheza kesakitan memegangi kepalanya
" kenapa nak apa kamu pusing, daddy akan panggilkan dokter " tuan darma keluar dari ruangan dia terlihat senang hingga dia lupa dengan tombol darurat yang disiapkan untuk memangggil dokter ataupun suster diruangan itu
tak lama tuan darma kembali bersama dengan dokter, setelah diperiksa oleh dokter kini sheza sudah merasakan sedikit pusing saja dikepalnya tidak seperti tadi yang kesakitan
tuan darma mengabari pak reza tentang hal ini dan besok pagi pagi sekali mereka akan kerumah sakit menemui sheza
" daddy, maafkan aku " lirih sheza berkaca kaca mengingat kejadian waktu itu
tuan darma tersenyum
" harusnya daddy yang minta maaf ,karena telah membuatmu seperti saat ini, maafkan daddy sayang " sembari mengusap rambut sheza dengan lembut
sheza bangun dan duduk dibantu oleh tuan darma
" daddy, aku " ucapan sheza terpotong
" sudah nak, kita lupakan semua itu yang terpenting kau sudah mengingat daddy itu sudah cukup daddy senang " tuan darma memeluk anaknya
dalam hati sheza pun ikut senang tapi dilubuk paling dalam sheza menyesal tidak bisa menyelamatkan ibu kandungnya dalam kecelakaan itu, andai saja waktu bisa sheza putar kembali akan sheza patahkan semua tulang para penjahat yang telah berani memisahkan dia dan ibunya.
__ADS_1
gigi sheza mengeras dan mengepalkan tangannya setelah ini sheza akan mencari pelakunya , tapi sebelum itu dia harus mengingat yang lainnya lagi setelah itu baru dia akan beraksi
" tunggu pembalasanku... " batin sheza