
shivania sedang berbaring ditempat tidur menyandarkan punggungnya dikepala tempat tidur berselonjor kaki tangannya memegang buku komik sesekali tersenyum dan cekikikan sendiri sambil menunggu kedatangan sang suami
mobil yang dikendarai gilang sudah sampai dan masuk kedalam perkarangan rumahnya
gilang membuka pintu mobil dan menutupnya kembali
melangkah mendekati pintu masuk
sesampainya dipintu pelayan yang membukakan pintu
gilang mengedarkan pandangannya mencari sosok sang istri
gilang melirik jam ditangannya lalu memberikan alat perangnya yaitu jas, tas berisi laptop dan juga berkas dokument penting
" tolong bawakan keruangan kerja ku, dan buatkan aku teh " ucap gilang sambil menggulung lengan kemeja putihnya itu dan melangkah pergi keatas menuju kamarnya dengan shivania
saat mendengar suara cekikikan dari dalam kamar gilang mengerutkan alisnya dan langsung memutar gagang pintu dengan cepat
" sayang, sedang apa " tanya gilang menghampiri shivania,
shivania menurunkan buku dan tersenyum manis melihat sang suami sudah berada didepannya,
shivania mengulurkan tangan dan mencium tangan suaminya itu
gilang membalas mencium dahi istrinya lembut
" baca komik, kamu sudah makan mas ? " tanyanya
" sudah tadi bersama klien, istriku ini sudah makan juga apa belum " gilang tersenyum mendekatkan wajahnya hendak menciun shivania
" ich, mas bau asem sana mandi dulu " shivania cemberut saat gilang memaksa menciumnya
gilang tersenyum lalu pergi masuk kedalam kamar mandi menurut pada sang istri
shivania menyiapkan baju tidur gilang dan mengganti sprei
sesudah mengganti sprei shivania turun kebawah untuk menaruh sprei kotor dan kembali lagi kekamar
saat kembali gilang sudah mengganti bajunya dan hendak keluar
" mau kemana lagi "
" kamu tidur duluan saja ya, aku masih ada kerjaan yang harus dibereskan malam ini juga, jadi jangan menunggu ku " ucap gilang memegang gagang pintu
" mas tunggu,aku boleh minta sesuatu gak " shivania menahan gilang sebentar
gilang melepaskan gagang pintu yang akan dibuka lalu membalikan badannya lagi menghadap shivania
gilang mengajak shivania duduk ditempat tidur shivania menunduk takut,
gilang tersenyum melihat shivania seperti itu
" katakanlah ada apa hmm ? "
" mas, ingat yang aku katakan dulu ? yang belajar menembak dan memanah ? " ucap shivania
gilang mengingat ingat
" mas, ingat tidak " shivania merajuk sambil menggoyangkan lengan gilang
"iya lalu apa "
__ADS_1
" rencananya besok aku akan memulainya, lagian yang lain sudah memulainya dari minggu minggu kemarin, sedangkan aku belum bisa "
" baiklah tapi jaga diri dan .. " gilang mengelus perut rata shivania,
shivania mengerutkan kedua alisnya
bukannya tidak mengerti maksud gilang tapi tidak mungkin karena selama ini shivania memakai kb merasa belum siap untuk menjadi seorang ibu shivania memilih menundanya terlebih dahulu dan lagian pernikahannya masih baru dan mungkin saja banyak rintangan yang akan datang menerpa rumah tangganya
" maaf mas, bukanya aku tidak mau tapi aku takut jika nanti wanita dimasa lalu mu datang dan kau lebih memilih dirinya dan rela meninggalkan aku sendiri demi wanita itu " batin shivania
" baiklah itu sudah pasti " ucap shivania tersenyum lembut bersandar dibahu suaminya, gilang mengelus pipi shivania dan sesekali mencium pucuk kepala istrinya dengan sayang
sesudah mengutarakan keinginannya barulah shivania mengizinkan gilang pergi keruangan kerjanya
shivania meraih ponsel diatas nakas mengabari the sherina
" besok tungguin gue ok " tulis pesan shivania di grup chat
" asiiap, bos QiU " balas rina
" 🤩 kangeun " vina
sesudah mengabari digrup chatnya, shivania kembali membaca komik sampai tertidur pulas masih dengan menyandar dikepala tempat tidurnya
tak lama gilang keluar dari ruangan kerjanya setelah selesai mengerjakan pekerjaannya
gilang melangkah masuk kedalam kamar membuka pintu
menyalaakan lampu
gilang melangkah mendekati shivania yang tertidur
gilang membuka laci dan mengganti pil yang sering shivania minum
" maafka aku, aku sangat mencintaimu " gilang mencium dahi shivania dan membenarkan posisi tidur sang istri lalu melangkah masuk kedalam kamar mandi untuk menggosok gigi mencuci tangan dan membasuh wajahnya
setelah selesai gilang berbaring disamping shivania dan melingkarkan tangannya diperut sang istri
" jadilah ibu dari anak anakku " gilang berbisik ditelinga shivania membalikan tubuh shivania agar menghadap padanya, kembali memeluk erat tubuh sang istri yang amat dicintai mencium pucuk kepalanya berulang ulang
gilang memejamkan matanya dan menyusul shivania kealam mimpi.
keEsokan paginya sheza sedang sarapan dimeja makan bersama keluarganya
sheza memegangi bahunya terasa sangat pegal memijit tengkuknya sendiri dan memutar mutarkan kepalanya beberapa kali
" kamu kenapa nak " ibu halimah memperhatikan sheza sedari tadi
sheza tersenyum masih dengan memijat tengkuknya
" cuma pegal pegal sedikit bu, ini kayanya salah tidur " melepaskan pijatanya beralih mengambil makanan
" oh, mau ibu bantu pijatin ? "
" tidak usah bu, ngerepotin ibu aja nanti juga sembuh sendiri ko tenang aja bu slow " sheza mengedipkan satu matanya kearah ibu halimah
" kamu ini " dibalas senyuman tulus ibu halimah
sheza mengunya makanannya dengan lahap
sedangkan riska baru saja bergabung dengan mereka karena riska semalam bergadang sampai pagi
__ADS_1
riska menarik kursi disebelah sheza
" ka ambilin itu dong " pinta riska kepada sheza ayam goreng upin ipin
sheza mengambilkannya
" nih, makan yang banyak "
" siip bos "
pak reza dan tuan darma juga baru datang dari luar mereka mengahabiskan waktu untuk berolahraga memutari komplek
setelah sampai keduanya duduk bersama dan ikut bergabung makan disana
tak ada pembicaraan selama makan mereka makan dengan lahap
shivania bangun lebih dulu dari gilang shivania keluar dari dalam kamar mandi lalu berganti pakaian, setelah beres shivania keluar dari kamar
sesampainya dibawah shivania menuju dapur untuk membuat sarapan paginya
hari ini dia akan memasak nasi goreng telur dadar
" kenapa hari ini badan gue pada sakit " gumam shivania
mulai membuat bumbu dan mengiris sayuran sosis bakso
memanaskan minyak goreng saat bumbu dimasukan kedalam minyak goreng tiba tiba aroma bumbu membuat shivania mual mual
" Ueek,, Ueek " shivania menutup mulutnya dengan telapak tangan mematikan kompor dan cepat cepat lari naik keatas masuk kedalam kamar mandinya
gilang yang mendengar shivania membuka pintu dan menutupnya kasar langsung terbangun
" sayang, " panggil gilang dengan muka bantalnya
" Ueek,, Ueek "
gilang cepat cepat masuk kedalam kamar mandi mendengar suara istrinya muntah muntah namun sang istri tidak memuntahkan apapun hanya cairan bening yang keluar
" sayang, kamu baik baik saja ? " sambil memijat tengkuk shivania, shivania mengangguk lalu membasuh wajahnya dengan air bersih
merasa sudah baikan shivania dan gilang keluar dari dalam kamar mandi
shivania mengusap mulutnya dengan tangan
" kamu beneran baik baik saja, ? apa perlu kita kedokter ? "
" tidak usah, palingan juga masuk angin kemarin aku telat makan mungkin asam lambungku naik "
gilang mengajak shivania duduk diatas tempat tidur mengusap dahi sang istri yang berkeringat
" aku kebawah dulu sebentar " gilang akan membuat teh hangat untuk shivania
tak lama gilang datang kembali membawa segelas teh hangat dan membawa sarapan yang tadi shivania buat namun diteruskan oleh para pelayan
" ayo aku suapi, minum dulu " gilang menyodorkan gelas berisi teh hangat itu kedepan mulut shivania
shivania meminumnya sedikit
gilang menyendokan satu sendok untuk shivania namun baru saja didekatkan shivania merasa mual kembali dan berlari masuk kedalam kamar mandi memuntahkan isi perutnya disana
gilang khawatir dan cepat cepat menelpon seorang dokter untuk datang kerumahnya pagi ini .
__ADS_1