Gadis Desa Dan CEO Dingin

Gadis Desa Dan CEO Dingin
senyuman maut


__ADS_3

setelah perkelahian itu sheza mengantarkan tuan satya dan nyonya tya kerumahnya nyonya tya digandeng oleh suami dan juga sheza ikut membantu karena nyonya tya mengalami kecelakaan waktu mereka dikejar tadi kakinya tersandung batu dan jatuh, kakinya berdara dan sedikit terkilir sheza sudah mengeceknya dan sempat memijat kaki nyonya tya juga.


" silahkan duduk nak " ucap tuan satya yang belum tahu nama gadis yang menolongnya itu


" nama saya sheza tuan " ucap sheza mengenalkan diri, tuan satya mengangguk paham tuan satya pergi kearah dapur memanggil pelayan dari sana nyonya tya perlahan membenarkan duduknya


" pelan pelan nyonya " ucap sheza sambil membantu nyonya tya duduk mencari posisi wenak, nyonya tya tersenyum begitu pula dengan sheza


saat membantu nyonya tya satria turun dari tangga melihat sang ibu sedang dibantu seseorang meluruskan kakinya satria langsung memburu nyonya tya dan mendekat kearah ibunya.


" ma ada apa kenapa dengan kaki mama " ucap satria panik satria belum sadar jika yang membantu ibunya adalah sheza satria mengangkat kaki ibunya itu kepangkuannya, satria melihat dengan teliti kaki ibunya itu, lalu dia bangkit pp>pppppuntuk menelpon dokter untuk memeriksa ibunya itu.


satria belum juga menyadari kehadiran sheza, sheza melihat satria yang mengkhawatirkan ibunya itu dia tersenyum.


" nak ibu tidak apa apa,, kaka kamu kemana kenapa tidak mengangkat telpon dari mama dan ayah " ucap nyonya tya


" nak ini sheza yang membantu mama dan ayah tadi dijalan, ambilkan minuman dari dapur ayahmu sungguh lama mungkin sheza sudah kehausan cepat " titah nyonya tya tidak enak hati jika sheza menunggu lama untuk minum saja padahal dia sudah menolong mereka.


saat mendengar nama sheza apakah yang dimksud sheza teman satria ditoko? satria membalikan badannya dan saat melihat kearah sheza, sheza tersenyum manis kearah satria, mata satria membulat melihat sheza berada dirumahnya sekarang apakah dia bermimpi ? satria mencubit tangannya memastikan mimpi apa bukan satria mencubit keras tangannya


" awww sakiit " pekiknya ibu yang sedari melihat kelakuan anaknya itu tidak habis pikir, satria mendekati sheza senyum terbit dibibir satria


" jadi loe zha yang nolongin bonyok gue? " ucapnya sambil memegang kedua bahu sheza, sheza terlihat tidak senang namun senyum dengan terpaksa


" iya, jadi loe anaknya ya " sheza melepas tangan satria dari bahunya


sheza duduk kembali dan akan pamit untuk segera pulang namun nyonya tya dan tuan satya yang baru datang dari dapur melarang sheza pulang sendiri.

__ADS_1


sheza diajak menginap disana namun sheza menolak dia tidak mau diantar siapa siapa dia bisa pulang sendiri .


sheza menyalami dan mencium tangan tuan satya dan nyonya tya, satria yang juga ingin bersalan dengan sheza seperti ayah dan ibunya, sheza memang bersalaman dengan satria tapi saat satria maksa tangannya untuk dicium oleh sheza, sheza langsung menghempaskan tangan satria hingga satria mendengus kesal, tuan satya dan nyonya tya tersenyum melihat kelakuan keduanya sepertinya satria menyukai sheza?


sheza keluar dari pintu berbarengan dengan abhi yang masuk kedalam rumahnya sheza yang sedang mengambil kunci dari dalam sakunya tidak melihat kearah depan begitu juga dengan abhi yang sedang menelpon seseorang sehingga mereka bertabrakan


bruukkk,,,,


abhi menabrak sheza, keduanya jatuh kelantai abhi yang berada diatas sheza memandang gadis yang selama ini dia ikuti namun malam ini gadis itu ada dirumahnya sedang apa dia disini? pikir abhi


tuan satya dan satria keluar saat mendengar suara tersebut mata mereka membulat sempurna melihat abhi yang berada ditubuh sheza dan parahnya lagi bibir mereka hampir saja berciuman, sheza yang sadar langsung mendorong bahu abhi kuat agar menjauh dari tubuhnya


" ckk,, tubuhku ini tidak untuk menahan berat tubuhmu ini kau berat sekali "grutu sheza meski dia gugup , abhi yang masih shok menatap lekat pada gadis yang diincarnya, sheza membenarkan baju dan rambutnya.


" nak, kamu tidak apa apa " ucap tuan satya, satria langsung mendekat pada sheza.


abhi satria dan tuan satya masuk setelah berada diruang tamu tuan satya bertanya pada abhi kenapa tadi abhi ditelpon tidak bisa padahal mereka dalam bahaya untung saja ada sheza yang membantu mereka disana kalau tidak apa yang terjadi pada kedua orang itu.


abhi terlihat marah atas apa yang sudah terjadi pada kedua orang tuanya itu


" maafkan aku ayah " abhi merasa bersalah satria menundukan kepalanya dia juga merasa bersalah dengan kedua orang tuanya.


tuan satya dan nyonya tya menceritakan apa yang telah terjadi dan sheza menolong mereka satria juga bertanya dan memberi tahu bahwa sheza yang telah menolong orang tuanya adalah temannya ditoko dan mereka semua berterima kasih pada sheza tapi tidak dengan abhi dia malah semakin tertarik dan akan menjadikan sheza miliknya seorang, dan itu harus dia buktikan secepatnya.


diclab rina sedang berada didalam ruangannya seorang pelayan clab mengetuk pintu dan rina membukanya dia diberitahu bahwa diluar sedang terjadi keributan entah apa masalahnya hingga terjadi keributan disana,


rina langsung keluar untuk melihat kejadian itu, rina mendekat dan menerobos orang orang yang sedang mengerumungi seorang pria yang terkapar akibat dipukul beberapa orang dan mereka sudah pwrgi begitu saja setelah membuat pria itu terkapar tak berdaya.

__ADS_1


setelah rina melihat pria yang tidak berdaya itu rina menyuruh seorang penjaga membawa keruangannya dia akan mengobati luka luka sipria itu


setelah berada diruangan bara ditidurkan disofa rina mengambil obat p3k dilaci riasnya, rina mulai mengobati luka luka bara yang terdapat diwajah tampannya itu.


" kenapa kau bisa dipukuli seperti ini apa kau punya hutang dan kau tidak bisa membayarnya " tebak rina asal dan terliahat sinis rina menekan keras luka pada wajah bara sehingga bara meringis kesakitan


" aww pelan pelan kau mengobatiku apa mau membunuhku " grutu bara


" diamlah kau ini pria tapi cemen sekali " rina membalikan wajah sebelah kiri bara sehingga melihat kearahnya


deg,,


rina gugup setelah melihat wajah bara begitu dekat dengan wajah nya


" ma'maaf aku tidak sengaja " ucap rina gugup jantungnya berdetak lebih kencang ditatap tajam seperti itu oleh bara


tidak jauh dengan rina bara juga gugup sedekat itu dengan rina.


" tidak apa apa aku harus pergi " ucap bara bergegas bangun dari duduknya diraihnya jas yang disimpan dikepala sofa dan memakainya cepat meski tubuhnya masih sangat terasa sakit tapi dia harus segera pulang dan jangan sampai rina mendengar detakan jantungnya saat ini dia akan malu jika itu terjadi.


" tapi aku belum selesai mengobatimu " ucao rina


" tidak apa terima kasih banyak kau telah membntuku " bara tersenyum manis kearah rina, rina yang melihat senyum manisnya itu menatapnya lekat hingga tidak sadar bara sudah pergi dari sana


rina memegangi dadanya yang terasa sesak


" kenapa sesak sekali auuuh wajahku panas " rina meraba raba wajhnya yang terasa panas itu rina duduk disofa sambil menepuk nepuk dafanya agar tidak terasa sesak itu

__ADS_1


" senyuman maut itu membuatku tak sadarkan diri aaaaaaaah " teriak rina bangun dia akan mencuci wajahnya sekarang


__ADS_2