Gadis Desa Dan CEO Dingin

Gadis Desa Dan CEO Dingin
kekantor


__ADS_3

sheza dibawa kerumah sakit semalam oleh keluarganya dan sekarang ibu halima sedang menemani sheza dikamar rawatnya


ibu halima terus memegang dan mengelus tangan sheza berharap sang oitri cepat tersadar dari tidurnya.


" nak bangunlah ,, kami semua sayang padamu " ucap bu halimah tak lama terdengar ketukan pintu


ayah dan dad sheza masuk kedalam untuk menemui sheza


" bagaimana bu apakah semuanya membaik " tanya pak reza ibu halima menggelengkan kepalanya


shivania and the genk berencana akan menjenguk sheza dirumah sakit setelah dapat kabar dari riska shivania langsung menghubungi the genknya


" tapi aku harus minta izin dulu " ucap shivania disambungan tlpon


" ya sudah loe minta izin dulu baru kita kesana, jika laki loe gak ngizinin gak apa kita aja berdua yang jenguk " ucap rina


" ya udah nanti gue hubungin lagi ya " shivania mengakhiri sambungan telponnya


shivania langsung menelpon gilang namun tidak aktif, akhirnya shivania menelpon riko


" hmmm ka apa " shivania bingung memanggil suaminya dengan sebutan apa


akhirnya shivania memberanikan diri menyebut gilang


" ka suamiku kemana ya apakah sedang sibuk " shivania sambil menggigit kukunya gugup


" gilang sedang rapat , apakah ada yang penting kaka ipar " riko mencandai shivania


" ya aku ada perlu dengannya "


" kenapa kaka ipar tidak kesini saja sambil mengantarkan makan siang " riko memeberikan ide


" haah bener juga kenapa gak kefikiran ya " batin shivania


" tapi aku tidak bisa bawa mobil " shivania menggaruk kepalanya


" baiklah itu tidak masalah, aku akan menjemputmu " ucap riko sambil tersenyum membayangakan terkejutnya gilang saat istrinya berada dikantor bagaimana reaksinya nanti


sambungan terputus shivania langsung pergo kedapur untuk memasak shivania menanyai kepala pelayan tentang makanan kesukaan gilang dan segera shivania memasak


setelah selesai shivania mandi dan merias dirinya jangan sampai membuat suaminya malu karena cara penampilan shivania yang dulu


shivania tak masalah dengan hal itu tapi shivania memikirkan tentang reputasi gilang sebagai ceo


shivania memilih dres selutut berwarna peach sederhana tidak mewah dan tidak mencolok namun terlihat indah dipakai shivania


merasa sudah cukup shivania keluar dari kamar dan menunggu sebentar diruang tamu tak lama riko pun datang menjeputnya ,


shivania masuk kedala mobil


tak memerlukan banyak waktu shivania telah sampai dikantor gilang


shivania turun dari mobil mengikuti berjalan disamping riko

__ADS_1


setelah tiba didepan ruangan gilang, riko membuka pintu ruangan tersebut


" astaga apa yang sedang dia perbuat " riko menutup kembali pintunya ketika melihat gilang sedang dipelukan didalam sana


" sepertinya tuan sedang sibuk " riko menghalangi pandangan shivania,


shivania menarik tangan riko agar menyingkir lalu membuka pintu kembali betapa terkejutnya shivania ketika gilang sedang dipeluk dari belakang oleh seorang wanita.


gilang berbalik ketika pintu dibuka dengan keras


betapa terkejutnya gilang melihat shivania datang kekantornya sekaligus menyaksikan disaat dirinya dipeluk wanita


" lepas kau sudah gila " gilang menghempaskan tangan wanita itu lalu mendekat pada shivania


dengan sekuat tenaga shivania menahan rasa sakit dihatinya melihat suami sedang dipeluk seorang wanita


" kenapa, kenapa kau menolak ku " teriak wanita tersebut


" kau sudah tau kenapa aku menolakmu " gilang menggenggam tangan shivania lalu mendekat pada wanita itu mencium tangan shivania dihadapannya


" aku mencintainya , dia adalah istriku " ucap gilang dengan tegas


shivania yang mendengar tak percaya jika gilang bicara seperti itu dihadapan orang lain mukut shivania terbuka lebar


" sayang kenapa tidak menghubungiku dulu " ucap gilang sambil menyentuh pipi shivania dengan lembut


" i, itu aku tadi hmm " shivania gugup


gilang mengajak shivania duduk disofa


" i iya"


riko segera mengusir wanita yang telah mengganggu bos besar sekaligus sahabatnya itu


" jangan pernah mencoba lagi masuk kembali keperusahan ini " bentak riko


" satpam ingat wajah wanita ini jika kalian melihat dia berada didekat sini langsung usir dia, kalian paham "


kedua satpam itu menganggguk paham menatik wanita tersebut agar segera pergi.


" hmm mas apa aku boleh bicara " ucap shivania takut tidak diizinkan


" katakan " ucap gilang sambil menyuapi makanan kedalam mulutnya


shivania menarik narik ujung baju


shivania menarik nafas dalam dalam membuangnya dengan perlahan


" boleh aku menjenguk sheza dirumah sakit bersama teman temanku nanti sore " ucap shivania memejamkan matanya


gilang berfikir jika shivania akan bertanya tentang wanita tadi tapi apa ini malah meminta izin untuk pergi


" dasar wanita aneh apa dia tidak cemburu suaminya dipeluk wanita lain " batin gilang

__ADS_1


gilang menatap shivania lalu tersenyum melihat kelakuan shivania seperti itu terlihat menggemaskan sekali


gilang tersenyum menakutkan dimata shivania, shivania bergidik ngeri melihatnya


" apa yang akan kau berikan kepadaku jika aku mengizinkanmu pergi " tawar gilang


" oh tuan aku ini tidak punya apa apa untuk aku berikan padamu, " shivania mengedipkan matanya kearah gilang


" jangan seperti itu kau membuatku menginginkanmu sekarang " batin gilang menjerit


" ya sudah apa yang kamu inginkan , jika aku mampu aku akan memberikannya padamu " ucap shivania merasa gilang tak merespon kedipan matanya


" kau yakin, " tantan gilang


" hmm ya aku yakin " shivania mengacungkan jari kelingkingnya


" baiklah aku akan mengatakannya nanti malam padamu " ucap gilang menghabiskan suapan terakhir kedalam mulut shivania


" aaaaaaa


" ini namanya pemakasaan menyuapi " ucap shivania tak jelas karena gilang memasukan makanan penuh kedalam mulut shivania


gilang tersenyum melihat shivania seperti itu


shivania memandangi wajah gilang terlihat tampan saat dirinya tersenyum


" mimpi apa aku bisa menikah dengan pria setampan dia " batin shivania bangga


rasanya tak ingin saat saat seperti ini cepat berlalu


" jadi bagaimana, apa aku dizinkan pergi "


" yaa tapi harus denganku " ucap gilang


" baiklah terserah kau saja " ucap shivania akan pergi


melihat shivania akan pergi,


" mau kemana " ucao gilang


" pergi atuh mau kemana lagi " shivania kembali berbalik


" kau tunggu aku disana " tunjuk gilang kearah pintu tempatnya beristirahat


" kenapa begitu , aku kan mau pulang iissh ada ada aja " gumam shivania yang masih terdengar oleh gilang


" mau atau tidak kalau tidak aku tidak akan mengajakmu kerumah sakit yang artinya aku tidak mengizinkanmu pergi kesana " tegas gilang


shivania mengehentakan kakinya kelantai karena kesal dengan gilang


baru saja memuji ketampanan suaminya tapi sekarang membuat dirinya jengkel


shivania masuk kedalam ruangan itu betapa terkejutnya shivania mengetahui diruangan itu terdapat tempat tidur seperti dikamarnya dirumah lengkap dengan perabotan pula

__ADS_1


" ini kantor apa rumah beneran " shivania kagum


shivania duduk disofa lama kelamaan shivania merasa mengantuk lalu berjalan kearah tempat tidur tak lama shivania tertidur pulas disana.


__ADS_2