Gadis Desa Dan CEO Dingin

Gadis Desa Dan CEO Dingin
thapki


__ADS_3

shivania turun dari lantai dua setelah mandi dan sholat subuh, shivania berniat akan membuatkan sarapan untuk suami tertampannya tapi sebelum itu dia masuk kedalam kamar berniat melihat thapki sudah sadar apa belum dan juga akan membangunkan gilang, shivania memutar gagang pintu dan masuk kedalam


shivania tersenyum saat melihat suaminya menaruh tangan didahi thapki, berbarengan shivania menuju suaminya thapki memeluk pinggang gilang erat seakan itu tempat ternyaman baginya.


" mas bangun sholat subuh dulu " ucap shivania menyentuh bahu gilang, gilang memiringkan badannya berhadapan dengan thapki, dia balas pelukan dari thapki


shivania mengerutkan alisnya dia kira itu sang istri, shivania tidak habis pikir susah sekali untuk dibangunkan.


shivania membalikan tubuh gilang lalu dia cium bibir gilang sekilas membuat yang punya bibir tersenyum namun matanya masih enggan dibuka mungkin dia kira itu hanya mimpi, shivania kembali mencium bibir suaminya saat mendekatkan wajahnya gilang langsung menekan tengkuk shivania hingga shivania kaget.


" hmmm mas " disela sela ciumannya shivania dibungkam oleh bibir gilang, shivania memukul dada suaminya agar melepaskan ciuman, gilang membuka matanya


" tega sekali aku tidak bisa bernafas " ucap shivania kesal gilang tersenyum tanpa dosa


" stttt dia masih tidur " ucap gilang shivania memutar bola matanya jengah siapa suruh membuatnya kaget dan tidak bisa bernafas.


" bangun sholat dulu gih, keburu matahari nongol " menarik tangan gilang pelan, gilang melepaskan tangan thapki yang melingkar dipinggangnya perlahan, gilang turun dari ranjang merangkul oinggang shivabia agar ikut bersamanya, keduanya keluar dari kamar tamu menuju kamar mereka diatas


gukang masuk kedalam kamar mandi, shivania menyiapkan pakaian dan alat sholat untuk suaminya, setelah itu dia memilihkan kemeja, jas dan dasi dia taruh diatas ranjang shivania turun kebawah melangkah masuk kedalam dapur disana sudah ada bi nati yang sedang membuatkan sarapan


" ya, udah keduluan bi nati " ucap shivania cemberut lalu melangkah mendekati bi nati baru juga dua langkah shivania mencium bumbu yang sedang bi nati tumis alhasil


" ueeek,, ueek " shivania merasa mual mencium bumbu sgivania memegang perut dan mulutnya shivania berlari menuju kamar mandi untuk memuntahkan isi perut yang kosong.


" non, nona anda tidak apa apa? " tanya bi nati dari luar kamar mandi khawatir


" tidak bi, tidak apa apa '' teriak shivania dari dalam, bagaimana mau masak baru mwncium bumbuu saja dia sudah k'O


" gimana mau masak cium bumbu aja udah mabok kaya gini " ucap shivabia membasuh mulutnya, shivania keluar setelah merasa baikan dia tutup hidung dan mukutnya saat melewati bi nati


" nona tidak apa apa? " ucap bi nati, shivania mengangguk berjalan cepat menjauhi dapur tidak mau dia mencium bumbu itu bi nati mwnggeleng kepala melihat shivania, shivania naik kembali kekamarnya.


saat shivania masuk kedalam kamar gilang sedang melipat sejadah dia sudah selesai dengan sholatnya, gilang melihat shivania yang menutup mulut dan menggibas gigibaskan tangannya didepan wajahnya.


" sayang kamu mual lagi? " ucap gilang dia mencari minyak kayu putih untuk dia oles dihidung leher dan perut shivania merasa sudah baikan shivania membantu gilang memakaikan dasi dan jasnya


" masih mual ? "


shivania menggeleng kerna memang sudah tidak lagi namun saat ini dia malah ingin makan mangga muda.

__ADS_1


" mas, aku mau makan mangga muda " shivania memeluk tangan gilang siasat agar tidak ditolak


" masih pagi kamu juga belum makan, makan dulu nanti aku belikan "


" aku maunya sekarang ! jangan beli aku mau kamu yang petik langsung dari pohonnya dan aku yang menangkap dari bawah " mata shivania berkedip kedip merayu,


" waduh,, mati aku " batin gilang, gilang menepuk dahinya shivania cemberut melihatnya dia yakin gilang tidak mau shivania menghentakan kakinya memutar pergi meninggalkan gilang dikamar.


" dasar jawer ini kemauan anak yang ada didalam sini, bagaimana jika anak gue ileran " gerutu shivania bergidik membayangkan anaknya ileran pasti baju yang dipakai anaknya nanti banyak e'e nyamuk akibat iler berkepanjangan


" iih amit amiit " shivania mengetok kepala menggunakan tangannya, gilang menyusul shivania kebawah


setelah berada dibawah shivania dipanggil bi nati, bi nati yang melihat keadaan thapki dikamar tamu melihat thapki tersadar bi nati keluar untuk memanggil tuan rumah dan kebeneran shivania turun.


" nona , anak yang semalam itu sudah tersadar " ucap cepat bi nati


" saya akan kesana bibi bisa meneruskan pekerjaan bibi " ucap shivania melangkah pergi, bi nati masuk kembali kedalam dapur gilang lang mendengar pembicaraan itu langsung menyusul shivania


shivania masuk kedalam kamar disusul gilang ikut masuk kesana shivania tersenyum melihat thapki sudah bangun dan duduk diatas kasur thapki memegangi selimut dan menjauh saat shivania mendekat kearahnya


mata thapki berkaca kaca hidungnya merah akan menangis dia pikir hivania orang jahat yang akan menjual anak seperti diberita berita ditv yang dia lihat,


" jangan takut kami bukan orang jahat, kami hanya menolongmu saja dan membawamu ketempat kami, kami tidak tau kau tinggal dan keluargamu dimana, kau bisa percaya pada kami tidak akan menyakitimu " ucap gilang pelan namun panjang kali lebar


gilang duduk ditepi kasur, shivania didekat gilang


memegangi kedua bahu suaminya, gilang dan shivania tersenyum dilirik oleh thapki agar meyakinkan thapki jika mereka bukanlah orang jahat yang ditakuti


thapki merasa lega, perlahan thapki melepaskan selimut yang menutupi tubuhnya, shivania duduk di teoi kasur berhadapan dengan gilang mwmegang tangan gilang agar melanjtkan pertanyaanya yang lain, shivania mengangguk saat gilang melihat kearahnya


" apa boleh kami tau siapa namamu " ucap gilabg, thapki diam belum menjawab


" kami tidak akan berbuat apa apa padamu jadi tenanglah dan katakan siapa namanu "


ragu saat ditanya oleh orang yang dia tidak kenal tapi mereka adalah orang yang telah menolongnya jadi dia akan bicara


" thapki, thapki ku " ucap thapki sebelum dia mengenalkan nama lengkapnya jangan sampai orang lain tahu nama lengkapnya biar mereka tahu nama thapki saja tidak lebih dari itu


gilang dan shivania saling pandang kenapa dia berhenti dan tidak bicara lagi

__ADS_1


" sepertinya kamu bukan asli dari negara ini apa kau berasal dari india? " ucap gilang bukan asal tebak dari pakaian yang digunakan thapki semalam dan wajahnya ciri khas negara india


thapki melongo dari mana mereka tau kalau dia berasal dari sana memang benar apa yang diucapkan gilang tapi itu lima hari yang lalu dan sekarng dia tinggal dan menetap disini mungkin untuk selamanya, menghilang dari keluarga besar yang berada disana kedua orang tuanya telah dibunuh saat mereka kabur menghindar dari kejaran musuh ayah thapki, thapki anak dari pasangan kumari ballraj balla.


thapki mengangguk namun tak lama thapki terdiam dan menitihkan air mata dia teringat dengan kedua orang tuanya, thapki sesegukan menangis dia tidak kuat menahan rasa sakit dan sesak didadanya ditinggalkan kedua orang tua yang begitu amat dikasihi dan cintai dengan cara teragis, shivania gilang bingung dan panik kenapa thapki menangis apakah mereka salah bicara? apa telah menyakiti hatinya? tapi itu tidak mungkin mereka hanya bertanya bama dan tempat tinggalnya saja tidak lebih.


shivania meraih tubuh thapki dia peluk mengelus punggung thapki lembut jika saja shivania bisa bicara india maka diakan menghibur thapki, jangankan bicara india, inggris yang umum saja dia tidak mengerti bagaimana ini istri ceo tidak bisa bicara inggris, ini harus jadi trending topic utama dimedsos yang bertema ISTRI SANG CEO YANG BODOH shivania sakit hati sendiri sepertinya dia harus bicarakn masalah ini jangan sampai dia dipermalukan dan dihujat habis habisan oleh netizen haters.


sentuhan lembut tangan shivania membuat thapki membalasa pelukan shivania thapki menangis sesegukan isakan tangis thapki membuat shivania terenyuh


sebenarnya apa yang terjadi pada anak apa yang dia alami? pikir shivania dan gilang, tangan shivania menepuk-nepuk bahu thapki lembut


" menangislah sepuasmu jika menangis bisa membuatmu lega tapi jangan terlalu lama itu tidak baik, perutmu belum diisi jadi mari sudahi dulu tangisnya diEnding dulu isi perutmu baru bisa dilanjut tangisannya " ucap shivania sudah merasa air matanya ikut bercucuran masa bodo mengerti apa tida thapki dengan yang diucapkan shivania, gilang mengerutkan alisnya


" sempat sempatnya bicara seperti itu? mana mengerti anak itu " batin gilang ingin rasanya terkikik menertawakan istrinya bicara mana ada tangis diending lalu dilanjut setelah makan walau pun ada tapi gilang belum melihatnya seumur dia hidup ingin rasanya mencium bibir istrinya gilang merasa gemas dengan ucapan shivania.


gilang maju mendekati keduanya dan menyentuh kepala thapki


deg,,,


thapki diam saat tangan gilang menyentuh kepalanya sentuhan yang sama, semalam membuatnya tenang dan pulas tidur apakah orang ini yang menjaganya dan mengelus sepanjang malam ?


thapki mendongakan wajahnya melihat gilang, gilang tersenyum


" mari kita makan dulu tidak baik menangis terlalu lama kamu harus mengisi perutmu, jangan menangis dan ayo ikut kami makan istriku sedang hamil tidak baik untuk kesehatan calon anak kami " tegas gilang membuat thapki melihat wajah shivania lalu beralih keperut shivania thapki mendongakan wajahnya


shivania rersenyum melihat thapki melirik perutnya, shivania membantu menyeka air mata thapki, thapki diam diperlakukan seperti itu membuat thapki merasa hangat


shivania mengajak thapki turun dari kasur, shivania menggandeng bahu thapki membawanya keluar dari kamar gilang memperhatikan istrinya dan thapki gilang berjalan dibelakang kedua perempuan.


" istriku memang yang terbaik " puji gilang


" aku semakin mencintaimu love you full my wife " ucap gilang namun tidak terdengar oleh shivania.


mereka makan bersama meski thapki selalu diam shivania dengan telaten bicara padanya masa bodo mengerti apa tidak yang diucapkannya, shivania menaruh lauk pauk kedalam piring thapki sedangkan suaminya tak dihiraukan


" nasibku menjadi suami terlantar pagi ini " ucap gilang menyindir shivania, shivania menoleh saat suaminya bicara seperti itu, shivania menyenggol lengan gilang


" iish dasaar jawer " dengus shivania, gilang merengut dikatai jawer..

__ADS_1


__ADS_2