
ayah, daddy kita pulang kemana " tanya sheza yang sudah berada didalam mobil
" kita akan kerumah daddy mu nak " jawab bu halimah mengelus kepala sheza
sheza mengangguk paham
" apa yang lain juga sama " lanjut sheza mengingat orang tua shivania
tidak, mereka pulang kehotel yang sudah disiapkan oleh nak gilang " giliran pak reza yang menjawab
" lalu apa kalian tidak dipesankan hotel oleh pria irit omong itu , " sheza mencibir gilang
'" hussh ,,gak boleh ngomong kaya gitu, nanti kamu ketulah lagi, " ibu halim menegur sheza , sheza mencebik sebal
tuan darma yang melihat kelakuan anaknya dari kaca itu hanya tersenyum
tak terasa anaknya sudah dewasa.
tak ada suara lagi dari sheza , sheza tertidur didalam mobil.
mobil masuk kedalam kawasan rumah elit
tuan darma membunyikan klakson mobil kemudian pintu pagar besi itu dibuka oleh satpam penjaga rumah tuan darma
pintu mobil dibuka keluar tuan darma dan pak reza tapi riska yang juga ikut tertidur digendong oleh pak reza meski riska sudah berusia 15 tahun pk reza dan bu halimah selalu memanjakan kedua putri mereka tak ada perbedaan anatara keduanya, sheza yang bersandar dibahu ibunya dan riska tidur beralaskan paha ibunya kedua tangan bu halimah mengelus kepala kedua anaknya
" biar saja bu, biar saya yang menggEndongnya masuk " tuan darma menghentikan ibu halima membangunkan sheza
tuan darma mengangkat tubuh sheza keluar dari mobil disusul oelh bu halimah
masuk kedalam rumah, oara oelayan sudah menunggu kedatangan tuannya mempersilahkan tamu tuannya untuk beristirahat didalam kamar tamu
sheza yag digendong oleh tuan darma langsung dibawa kelantai atas dimana kamar sheza dulu berada tak ada perubahan dikamar tersebut sama seperti dulu dimana istrinyalah yang membereskan dan menyusun ruangan kamar anak mereka satu satunya itu.
setelah sampai didalam kamar sheza diletakan dikasur menyelimuti dan menaruh guling didekat sheza, agar bisa sheza peluk,,
dari kecil sheza selalu tidur dengan memeluk guling kesayangannya itu
senyum merekah terukir dibibir tuan darma ketika sheza langsung menyambar memeluk guling kesayanganannya itu,,
" kau masih sama nak masih putri kecil daddy " gumam tuan darma mencium kening sheza.
" tidur yang nyenyak , dan mimpi indah lah " ucap tuan darma membelai wajah sheza
setelah puas berlama lama memandangi wajah sheza akhirnya
tuan darma keluar dari kamar sheza,
shivania yang sudah didalam kamar sedang menghapus makeupnya shivania melamun ketika dia kembali mengingat perkataan mertuanya, mertua mana ada inikan cuma pernikahan sementara,
__ADS_1
seketika shivania ingat tentang hal itu, dia harus cepat bertanya pada gilang apa maksud dari pernikahan ini,, dia juga harus menjelaskan kepada sheza dan yang lainya juga,
sedangkan dia juga tidak tau apa apa dengan hal ini , pernikahan ini juga mendadak baginya
suara pintu terbuka membuat shivania tersadar dari lamunannya
" hey kenapa gak ketuk pintu lebih dulu, " bentak shivania kaget
reflek shivania bangun
" ada apa ? kenapa kau kesini " tanya shivania
" kenapa aku kesini " tanya balik gilang maju melepaskan dasi dan jasnya melemparkan keduanya kewajah shivania
" iisshh apa apan sih '" dengus shivania mengambil jas gilang lalu menaruhnya dikeranjang baju kotor
" apa maksudnya " shivania kembali bertanya
maksud yang mana " jawab gilang membuka kancing kemejanya
shivania berpaling kearah lain tidak ingin dia mengotori mata polosnya itu
shivania gelagapan dibuatnya
" kau ini kenapa , kenapa wajahmu seperti itu, kaya baru lihat aja " ucap gilang melihat wajah shivania memerah
memang aku baru melihatnya " gumam shivania menjauhi gilang
gilang memasuki kamar mandi dengan membaea handiknya.
shivania memberanikan diri mendekati lemari ,tidak mungkinkan dia tidur memakai gaun pernikahan seperti ini sungguh menyiksa beratnya itu loh ampun bang jago banget.
shivania membuka salah satu lemari ada pakaian wanita juga didalam sana tapi apa ini
"baju apa ini ? " shivania menjiwirnya
jaring ikan teri ko disimpan disini sih " shivania menyimoan bajunya kembaki memilih memilah kembali tapi yang dia temukan hampir sama semua
akhirnya shivania beralih pada lemari yang tadi gilang buka
shivania mengambil baju kemeja putih gilang
" gak apa apa kan kalau gue pake bajunya " gumam shivania membawa kemeja gilang keluar kamar,
...sebelum kelur shivania mengambil celana pendek yang tadi dia temukan dilemari sebelumnya. ...
...setelah mengganti pakaian shivania memegangi perutnya merasa lapar...
" perasaan makanan masih banyak kenapa tidak ada sama sekali " shivania berfikir lalu masuk kedalam dapur yang berada pas dibawah tangga
__ADS_1
dibukanya lemari es hanya ada telur sosis dan sayuran
lalu shivania membuka kembali penanak nasi dan menemukan apa yang dia harap.
" nasi goreng aja lah " gumam shivania mulai mengulek semua bumbu mengiris sayuran dan sosis
setelah semua beres kini tinggal memanaskn minyak sayur lalu menggoreng bumbunya dimasukannya sayuran sosis dan terakhir nasi shivania mengaduk aduk masakannya
gilang yang sudah selesai mandi tidak melihat shivania gilang membuka lemari dan berganti pakaian tidurnya, lalu dia keluar dari kamar berniat mencari shivania
baru berapa langkah aroma masakn shivania yang menghinggapi penciumannya membuat perutnya berdemo minta diisi
gilang turun, gilang melihat shivania sedang menyiapkan makanannya dimeja makan bukan fokus pada makanan yang dibuat shivania tapi gilang hampir tak berkedip dan bernafas melihat apa yang dikenakan shivania
" masak apa " tanya gilang melirik apa yang dimasak shivania sebisa mungkin untuk bertanya meski kaku
" pizza " jawab shivania seEnaknya
" mau apa ikut duduk disitu , orang saya masak buat saya doang " shivania mendengus sebal
gilang menelan salivanya dengan susah payah
" saya juga lapar " jawab cepat gilang mengusap perutnya
shivania yang tidak tegaan akhirny memberikan makananya pada gilang
gilang berjalan kearah dapur membawa sekeranjang buah buahan untuk dia makan, tak peduli pada shivania yang memberikan nasi goreng padanya
" menyebalkan sekali " ucap shivania menarik piring kembali lalu memakannya dengan lahap
gilang menaruh segelas susu dihadapan shivania kopi yang dia buat untuknya sendiri
" oh ya kenapa kamu melakukan ini " tanya shivania dengan mulut mengunyah makanan
gilang yang ditanya masih dengan santainya menyesap kopi dan buah buahan
" apa rasanya minum kopi sama buah ? " gumam shivania aneh
hey aku bertanya padamu , dasar pria pengiritan " shivania kesal tak dijawab oleh gilang
" apa kau tidak bosan terus menerus bertanya seperti itu " jawab gilang memakan apelnya
tidak akan ,, sampai kau menjawabnya " shivania bersih keras
" bukannya aku sudah menolak rencana itu, dan apa ini ,, kau menjebak ku kedalam permasalahanmu , apa salahku " shivania marah
" kau akan tau nanti " gilang bangun dari duduknya lalu pergi meninggalkan shivania masuk kedalam kamarnya
shivania yang baru selesai makan membereskan semuanya terlebih dahulu
__ADS_1
setelah selesai shivania duduk diruang tengah dan menyalakan tivi tak terasa shivania tertidur diruangan itu.