
adzan subuh berkumandang berasal dari alarm ponsel shivania
shivania menggeliat hendak bangun namun tubuhnya tidak bisa bergerak
perlahan membuka matanya
wajah shivania berada dicuruk leher gilang shivania mendongakan wajahnya
terlihatlah wajah polos gilang saat tidur
" kenapa dia memeluk ku " gumam shivania langsung mendorong dada gilang
shivania masih kesal dengan kejadian kemarin
gilang terbangun saat tubuhnya didorong dengan kuat oleh shivania
" kenapa mendorongku " ucap gilang dengan suara serak khas bangun tidur
tanpa rasa bersalah gilang meraih tubuh shivania kembali untuk memeluknya
namun segera shivania menghempaskan tangan gilang dari pinggangnya
" jangan sentuh aku " ucap sinis shivania beranjak bangun namun baru saja sebelah kaki shivania turun, gilang menarik paksa tangan shivania hingga masuk kedalam pelukanya.
" maafkan aku, " ucap gilang takut shivania pergi lagi darinya, gilang memeluk erat tubuh shivania
" maaf untuk apa ? "shivania pura pura tak mengerti
tangan shivania masih mencoba untuk melepaskan tangan gilang dari tubuhnya
" semudah itu dia minta maaf, tanpa merasakan sakit, saat melihat miliknya disentuh dan bermesraan dengan orang lain " batin shivania
" untuk semuanya" singkat gilang
shivania menatap tajam kedalam mata gilang
lalu menyunggingkan senyuman
" ok aku maafkan tapi " ucapan shivania menggantung lalu melirik gilang dengan tajam kembali
" tapi apa ? "
" tapi ada syaratnya ! , jika kamu menyetujuinya baru aku maafkan " ucap shivania dengan seringai yang menghiasi bibirnya
gilang tersenyum mendengar shivania mengajukan syarat padanya
" katakanlah , tapi setelah itu kau juga harus jawab pertanyaan dariku juga " gilang tak mau kalah dari shivania
shivania mengangguk tanda setuju
" baiklah, apa yang ingin kau tanyakan padaku " ucap shivania agar gilang lebih dulu bertanya padanya
" tidak, sebaiknya kau dulu saja katakan apa syarat darimu, setelah itu baru aku yang akan bertanya padamu " tegas gilang tanpa ingin dibantah
tanpa ragu shivania mulai bicara
" aku ingin bekerja kembali dan aku ingin belajar menembak dan memanah " ucap cepat shivania sambil tersenyum tanpa dosa kearah gilang
gilang yang mendengar itu menganga mendengarnya
belum sempat melayangkan protes shivania kembali bicara
" satu lagi, siapa wanita yang kemarin bermesraan denganmu ? dan kenapa kau diam saja apa kau sebegitu senangnya dilendoti wanita seperti itu " shivania mulai mengeluarkan uneg uneg dari dalam hatinya
seketika senyum terukir dibibir gilang tangannya kembali meraih tubuh shivania dan mencium dahi shivania lembut
" dia bukan siapa siapa, aku hanya senang dilendoti oleh mu saja percayalah padaku " ucap gilang
__ADS_1
karena lelaki jangan terlalu dipercaya apa lagi jika lelaki itu memiliki semuanya wajah yang tampan mapan dan kaya raya siapa saja wanita pasti akan datang tanpa diminta sekalipun namun shivania menepis pikiran itu shivania memilih untuk percaya pada yang dikatakan oleh suaminya
menjaga milik sendiri itu harus, asal jangan menjaga yang sudah dimiliki orang lain betul apa salah gaeess... ??
" awas saja jika kau berani melakukan itu lagi akan aku lipat bananamu seperti pakaian " batin shivania mengancam gilang
shivania mendongakan wajahnya agar bisa melihat gilang
" katakan padaku apa kau menyetujui syaratku ? "
gilang mendorong tubuh shivania dengan pelan lalu menyelipkan anak rambut kebelakang telinga yang menutupi mata shivania merusak pandangan gilang
" sayang, jika aku tidak setuju dengan syaratmu apa yang akan kamu lakukan ? ucap gilang lembut
" ya aku tidak akan memaafkan dan menjawab pertanyaanmu juga "
" baiklah jika itu yang kau mau, tapi aku tidak mengijinkanmu untuk bekerja, dan jika ingin aku izinkan belajar menembak dan memanah kau harus beri alasannya padaku untuk apa semua itu ? " sikap gilang yang bicara lembut membuat shivania berpikir
shivania menghela nafas panjang sebelum menceritakan semua tentang rencana yang mereka susun kepada seorang gilang pratama pramuja
menceritakannya dari awal
" jika itu alasanmu maka baiklah kau bisa belajar semua itu " gilang mengijinkan setelah shivania menjelaskan padanya
shivania merasa senang dan memeluk erat gilang dan menghujani dengan ciuman bertubi tubi diwajah gilang
shivania turun dari tempat tidur menuju kamar mandi dengan senang sampai sampai melupakan pertanyaan yang akan gilang berikan
" hey, jawab dulu peratnyaanku " teriak gilang dari atas tempat tidur
" nanti setelah kita sholat " teriak shivania dari dalam kamar mandi
gilang menepuk dahinya
gemas melihat shivania seperti itu
setelah itu mereka melakukan sholat subuh bersama
sesudah sholat shivania henak keluar dari kamar namun dicegah oleh gilang
" eiit, mau kemana kau, jawab dulu pertanyaanku "
" tapi aku harus menyiapkan makan untuk kita "
" biarkan para pelayan yang menyiapkan semua itu "
dengan pasrah shivania
" katakan ? "
" dari mana saja kau kemarin , kenapa susah sekali dihubungi, dan kenapa banyak memar di tubuhmu ? " borong gilang
shivania bingung mana yang lebih dulu dia jawab ?
" hey, mana yang harus aku jawab duluan ? "
" dari mana kau kemarin " ucap ulang gilang
" dari luar kota , kemarin aku kesal padamu dan aku matikan saja ponselku,dan baru aku aktifkan setelah aku pulang tapi mati lagi karena lupa tidak aku charger "
" lalu kenapa dada mu memar seperti itu " melirik dada shivania gilang berpura pura menanyakan memar diarea dadanya saja
terbesit ide jail shivania
" apa salahnya berbohong sedikit " batin shivania tersenyum jahat
" ini karena, " shivania menggantung ucapannya
__ADS_1
gilang menaikan alisnya
shivani menyuruh gilang untuk mendekat
lalu shivania membisikan sesuatu ditelinga gilang
" kau yakin " ucap gilang tak percaya
gilang tau jika shivania sedang bercanda dengannya
" hmm, yakiin " menganggukan kepalanya
" payah sekali dia hanya bisa seperti itu, "
shivania menganga tak percaya kenapa gilang tidak marah saat dirinya mengatakan hal itu
" maksudmu ? "
" hey, aku jauh lebih hebat membuat tanda seperti itu , apa kau tau ! "
shivania menggelengkan kepalanya
seringai menyeramkan muncul dibibir gilang
gilang mulai mendekati shivania dan
membuka baju yang melekat ditubuhnya melemparkan kesembarang arah
" tu, tunggu ka, kau mau apa le, lepaskan " gugup shivania mendorong dada gilang
gilang tak bergeming didorong oleh shivania malah semakin bernafsu untuk mejahili istrinya itu
" sudah aku katakan, aku hebat membuat tanda biru yang indah dan tidak payah seperti itu " gilang terus mendorong shivania sampai terjatuh diatas tempat tidur
mata shivania tertutup telapak tangannya dia taruh didepan dada agar bisa membuat jarak diantara mereka
namun gilang tak memberikan jarak atau lepas dari k*ngk*ngan gilang
" aku yang akan melEndOtimU, jadi kau tak perlu cemburu " bisik gilang ditelinga shivania sambil terkekeh
" dasar kau ini mah bukan lEndotan, lepaskan "
"eiit, tidak bisa, lEndotan dariku ini luar biasa " tangan gilng mulai turun dari atas bahu shivania turun keperut dan berhenti dipinggang shivania
gilang menggelitik shivania tanpa ampun
shivania tertawa terbahak bahak dan meminta ampun
" ampun, ampun tolong hentikan. jika tidak aku akan mengompol disini " ucap shivania kelelahan tertawa
gilang menghentikan gelitikannya merasa sudah cukup
shivania bangun dan bersandar dikepala tempat tidur
gilang membereskan rambut shivania
" tangan kamu, kenapa diperban ? " shivania baru menyadari tangan gilang terluka
" tidak apa apa , ini hanya luka ringan saja , jangan khawatir "
sudah lama mereka dikamar saatnya mereka keluar untuk sarapan
pagi ini gilang berangkat kerja dan shivania mengantar gilang sampai didepan pintu
gilang memberikan ciuman didahi shivania
dan shivania mencium punggung tangan gilang pagi yang istimewah untuk mereka berdua...
__ADS_1
maaf gaes.. jika kebanyakan teks yang salah mohon dimaklumii