Gadis Desa Dan CEO Dingin

Gadis Desa Dan CEO Dingin
wanita masalalu


__ADS_3

dani yang mengajak gilang dkk juga, untuk hadir diacara pembukaan mall milik teman dani sebenarnya dani mengajak semua temannya hanya untuk bersenang senang menemaninya yang tengah jomblo sekaligus bertemu dengan pemilik mall tersebut karena dani diam diam menaruh hati pada temannya itu yang bernama imelia chandra


dani datang terlebih dahulu ketempat itu sendirian dia duduk dikursi yang berada tidak jauh dipodium pembukaan sembari menunggu yang lain datang pikirnya


imelia datang disusul oleh skertarisnya menuju keruangan ketika melewati dani imelia berhenti dan menengok kesamping


" hey kau sudah datang ? , apa kabar " ucap imelia dani berdiri menghampiri imelia, imeli memeluk dani dan ***** kiri kanan pipinya


jantung dani berdegup sangat kencang saat imelia memeluk dan mencium seperti tadi


" hmm i, iiya aku baik kalau kamu bagaimana ? " dani menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal terlihat gugup saat dipandang lekat oleh imelia


imelia tersenyum melihat dani yang sepertinya malu malu itu


dani dia menggelengkan kepalanya ke dani


" kau datang kemari sendirian ? mana pacarmu ? " imelia mengedarkan pandangannya


" tidak ada, aku tidak punya pacar " ucapnya menunduk sedih imelia mengusap bahu dani lembut


" maafkan aku, dani maaf aku harus masuk dulu sebentar aku harus mengerjakan sesuatu untuk pembukaan ini apa kau tidak masalah aku tinggal ? " imelia merasa bersalah dan harus segara pergi keruangannya itu


" tidak masalah aku juga menunggu teman temanku datang sebentar lagi mereka juga sampai " ucapnya


imelia pergi dari sana dan masuk kedalam benar yang dikatakan dani teman temanya datang dan menghampirinya rian andi duduk disebelah dani dan didepan


para tamu yang lain juga sudah berdatangan masuk ketempat itu semua terlihat seperti orang penting pejabat dan pengusaha jadi satu


pasti pembukaan mall itu sangat ramai karena imelia putri satu satunya dari keluarga pejabat kota dan pemilik perusahaan.


tuan darma juga sheza ikut keundangan itu sheza juga mengajak teman temannya, shivania juga diajak dan sekarang sheza menjemput semua temannya tadinya shivania tidak mau namun sedikit paksaan dari teman temannya dia tidak bisa menolak sesudah minta izin dari gilang dan mendapatkan izin dari gilang shivania harus merengek dahulu dan menangis agar gilang mengizinkan tapi tidak diizinkan sampai shivania menggunakan nama anaknya baru mendapat izin


" ampuh juga " shivania cekikikan sendiri lalu bersiap setelah menunggu lama akhirnya sheza datang menjempunya disana juga sudah ada vina rina juga rencananya setelah dari acara itu mereka akan pergi keclab rina


" gaes kalian terlihat menawan " puji shivania pada teman taman temanya vina antusias mendapat pujian melihat riasannya di kaca spion mobil


rina memoles gincu ke vina cekikikan


" iih rina tuh kan bibir gue " ucap vina rina memoleskan gincu terlalu tebal


" udah kalian jangan berisik mulu, loe juga sangat cantik apa lagi ada ponakan gue disitu " ucap sheza tersenyum senang shivania masuk kedalam mobil sheza yang mengemudi mobil melaju dengan kecepatan sedang


sheza dipandu oleh pak adi agar mengikuti mobilnya kini mobil sheza berada dibelakang mobil dadnya mereka akan masuk bersama


tak lama kesua mobil itu masuk dan berhenti didepan pintu masuk


satpam yang menjaga gedung itu membukakan pintu mobil satu persatu mempersilahkan tamu untuk masuk


shezA shivania keluar dari mobil diikuti rina vina dibelakang sedangkan tuan darma berada didepan sheza


" dad tidak akan memperkenalkan aku dengan yang lain kan ? " bisik sheza dari belakang tuan darma takut jika dadnya akan bicara dan memperkenlkn dirinya dihadapan yang lain


tuan darma tersenyum pandangannya tidak dia alihkan kebelakang takut ada yang mencurigai mereka


" tenang saja nikmati jamuannya, dad duluan " ucap tuan darma pelan smbil membenarkan jasnya adi datang berjalan didepan tuan darma memastikan semua aman


sheza tersenyum dan yakin jika dadnya tidak akan melakukan itu tapi sheza tidak tau sepasang mata memperhatikannya dari dalam mobil.


gilang yang sudah datang dan sedang bergabung dengan semuanya didatangi oleh seorang wanita lalu memeluk gilang dari belakang gilang terdiam merasakan pelukan dan sentuhan yang begitu dia kenal dan aroma khas ini dia sangat mengenalnya, tubuhnya tak bisa menolak sentuhan itu

__ADS_1


dani rian andi terdiam melihat kejadian itu, bicara tak bisa apalagi untuk menegur wanita itu wanita yang dulu sangat dicintai dan digilai gilang


mereka bertiga saling lirik dan pergi begitu saja dari hadapan gilang,


diana adalah wanita pertama yang membuat gilang jatuh cinta dan wanita pertama juga yang membuat sakit hati .


" gilang aku merindukanmu " lirih diana memutar bahu gilang agar menghadap padanya gilang tak bersuara hatinya hancur kembali sakit yang dulu dia rasakan kini datang kembali dengan adanya wanita dimasa lalunya


merasa gilang tidak menolak sentuhannya diana memeluk gilang erat sangat erat bibirnya dia tempelkan dicuruk leher gilang


" katakan apa kau juga merindukanku ? aku begitu mencintaimu hingga aku tidak bisa melupakanmu " ucapnya memandang wajah gilang dengan mata berkaca kaca gilang masih diam sampai riko datang menghampiri keduanya


riko menghempaskan tangan diana dari tubuh gilang


" jaga batasanmu pergi dari sini dasar wanita tidak tau malu " bentak riko pada diana


diana tidak menghiraukan bentakan riko gilang pergi dari tempat itu menuju toilet diana menyusul gilang dengan menggandeng tangan gilang


shivania melihat gilang pergi dan dikejar oleh wanita memegang lengannya


deg...


terasa sesak didada saat melihat wanita lain memggandeng tangan sang suami


apa lagi tidak ada penolakan dari sang pemilik tangan itu


shivania mengikuti kemana mereka pergi hingga berhenti dideoan toilet yang sepi riko berada tidak jauh dari keduanya dan shivania berada dibelakang riko bersembunyi ditembok menghalangi riko


gilang ditarik agar berhenti diana menangis tak sanggup lagi menahan air matany


" gilang aku mohon bicaralah padaku ? aku minta maaf aku mencintaimu kamu juga mencintaiku kan katakan gilang aku mohon " ucap diana sesegukan memeluk erat tubuh gilang, dirahinya tangan gilang menaruh dikedua pipinya mencium tangan itu gilang ingin melepaskan tangannya namun ditahan oleh diana wajah yang dipalingkan oleh gilang dirangkup oleh diana


mata gilang begitu tajam namun kosong


" ciih dasar wanita gila " riko mengumpat kasar lalu pergi meninggalkan keduanya melewati shivania juga riko tidak meyadari keberadaan shivania ditempat itu


hati shivania begitu hancur berkeping keping saat melihat suami berciuman dengan wanita lain didepannya tubuhnya merosot kelantai sudah tidak kuat lagi untuk meneruskan terlalu sesak didada tidak bisa bernafas seakan tercekik kuat


shivania pergi dari tempat itu namun ketika berbalik shivania menjatuhkan pas bunga hingga membuat gilang dan diana melihat kearah benda itu


mata gilang membulat sempurna menyadari keberadaan shivania disana gilang menghempaskan tangan diana dari bahunya


" lepas kau gila kita sudah lama tidak mempunyai hubungan urusi saja pria yang kau cintai itu pria yang membuat dirimu mengkhianati diriku " gilang mendorong tubuh diana kasar hingga terjatuh kelantai gilang lari namun berhenti dia berjalan kembali mengampiri diana


diana senang bukan main saat gilang kembali padanya diana mengulurkan tangannya agar gilang meraihnya.


gilang menghempaskn tangan diana kasar dan mencengkram erat leher diana sampai diana tidak bisa bernafas


" gi, gilang lepas aku tidak bisa bernafas " ucap diana terbata karena tidak bisa bernafas


" dulu aku mencintaimu tapi sekarang tidak aku sudah memiliki istri yang aku cintai dan kau hanya masalaluku datang kembali ingin bersamaku ? jangan bermimpi " gilang melepaskan cengkaraman dari leher diana beranjak pergi dari tempat itu mengejar kembali istrinya


" uhuk uhuk uhuk" dina terbatuk memandangi punggung gilang dari belakang sampai tidak terlihat diana mengepalkan jedua tangannya marah


" awas kau gilang kau akan bertekuk lutut kembali dikakiku lihat saja " diana marah dan berjanji akan mendapatkan gilang dengan cara apapun


derai air mata berjatuhan dipipi shivania berlari cepat meninggalkan tempat itu rina yang melihat shivania cepat menghampiri sheza


" zha ada masalah ! shivania nangis dan lari keluar ayo kita susul " ajak rina sheza yang melihat sekilas shivania keluar langsungvmengejarnya

__ADS_1


rina menyeret tangan vina agar ikut bersama


" rin loe apa apan sih gue lagi makan " vina memasukan potongan pudinhmg kedalam mulutnya


rina diam tidak menanggapi,


sheza yang telah meraih lengan shivania agar berhenti berlari


" va loe kenapa ? " tanya sheza rina vina sampai menyusul mereka


rina vina saling lirik rina mengangkat kedua bahunya


" gue mau pergi dari sini zha antar gue " ucap shivania sesegukan sheza memeluk shivania


" ya sudah gue kabarin dad gue dulu kita pulang " ucap sheza masuk kedalam mobilsetekah mengabari tuan darma sheza mengendarai mobilnya shivania meminta tidak ingin diantar pulang kerumah gilang dia ingin pergi ketempat lain


" loe ada masalah coba cerita " ucap sheza setelah menghentikan mobilnya di taman


shivania menceritakan semuanya bertemu dengan gilang ditempat itu dan wanita itu juga


rina vina terlihat geram mendengar cerita shivania mereka berdua mengepalkan tangan hingga membuat suara kreeeek disepuluh jari wanita itu


sheza menyodorkan air minum dihadapan shivania


" va loe yakin gak mau pulang, loe harus hadapin loe juga harus dengerin penjelasan gilang dulu jangan berasumsi sendiri itu tidak baik, loe lagi hamil ingat ada ponakan gue disini, loe wanita kuat wanita tegar " ucap sheza menyemangati dihapusnya air mata shivania dari pipinya


" tapi gue mau menyendiri dulu gue gak mau lihat dia, dia mau mau aja disosor wanita lain " ucao shivania sesegukan


" mungkin loe kurang nyosornya kali va " ucap vina asal mendapat tatapan tajam dari ketiga sahabatnya bisa bisanya vina bicara seperti itu vina membungkam mulutnya sendiri dengan puding yang dia bawa menelannya kasar


" ok jika itu mau loe sekarang gue turutin, tapi loe harus ingat tiap masalah ada jalannya gue percaya loe bisa hadapin semua " lanjut shezA


" ya va lagian sekarang jamannya pelakor loe harus belajar mengendalikan suami dan membumi hanguskan pelakor didekat suami loe " tambah vina semangat diangguki semua


setelah merasa lega shivania mengajak sheza pergi dari taman yang pasti bukan menuju kerumah gilang dia akan pergi ketempat yang dulu


gilang mengejar shivania namun kehilangan jejak


" sialan brengsek terkutuk " umpat gilang mencengkram rambutnya frustasi memukul stir mobil berkali kali gikang meninggalkan riko diacara itu mengejar shivania namun tidak dapat dia temukan


riko mengejar gilang bersama dengan yang lain dan menghampiri gilang ketika mobil gilang terlihat dipinggir jalan riko masuk kedalam mobil menggantikan gilang menyetir riko masih diam tak ingin dia bersuara untuk saat ini bicara pun pasti akan salah bukan saatny


riko mengemudikan mobil melaju dengan kecepatan sedang diikuti oleh ketiga mobil yang lain riko memutar arah untuk pulang mungkin saja shivania sudah berada dirumah pikirnya


setelah samoai dirumah gilang cepat cepat turun dan berlari kelantai atas membuka pintu kamar kasar


" sayang, kamu dimana ? " teriaknya gilang membuka pintu kamar mandi namun tidak ada siapapun disana dia edarkan pandangannya keseluruh ruangan itu gilang duduk ditepi kasur mencengkram kuat rambutnya ini salahnya kenapa dia datang diwaktu yang tidak tepat kenapa


gilang berjalan cepat menuju lemari dibukanya lemari itu dan sedikit lega melihat pakaian shivania tidak ada yang kurang dilemarinya


gikang menghubungi nomor ponsel shivania kembali namun masih saja tidak aktif


gilang membuka laci mencari nomor ponsel yang lain sekiranya nomor teman yang bisa dia hubungi


gilang menghubungi nomor vina namun tidak aktif saat itu ponsel vina mati kehabisan batrai dan sedang di charger lalu menelpon rina tapi sedang dialihkan rina sedang menelpon orang tuanya meminta izin untuk pergi dan menginap disana terakhir gilang menelpon sheza tersambung namun belum diangkat


sheza yang sedang dikamar mandi tidak mendengar ada yang menelponnya shivania mendengar ponsel sheza berbunyi takut takut dari tuan darma shivania mengambil ponsel itu


mata shivania membulat menyadari siapa yang menelpon sheza

__ADS_1


" mau apa dia ? apa dia tau aku disini ? apa sheza yang memberi tau ? " shivania bicara sendiri mematikann ponsel sheza


shivania ingin menenangkan pikiran dan perasaannya terlebih dulu agar nanti lebih tenang dia tidak ingin mepengaruhi janin yang ada didalam rahimnya shivania tertidur dikamar sheza ditempat mereka pertama latihan dan besok dia juga akan melihat sherina berlatih kembali namun sepertinya tanpa shivania


__ADS_2