
sheza nd the genk sudah berada didalam kamar vina,
kaki vina yang dinaikan ketembok sambil membaca buku dan rina yang sedang memakan cemilan yang mereka beli dari minimarket yang tak jauh dari rumah vina
sheza masih setia dengan ponselnya
" zha loe ngapain sih,, " tegur rina sambil memakan kripik singkong
vina menurunkan kakinya dan bangkit ikut duduk, buku yang tadi dia baca dia taruh diatas kasur
" gue mau hubungin shivania , dia lagi apa ya ?" sheza segera menekan nomor ponsel shivania
" ya zha kita juga kangen biasanya kita kumpul ini malah kita doang yang kumpul kan gak seru " vina memanyunkan bibirnya
" ya elah vin tuh bibir apa karet melar begitu " ledek rina sambil memasukan kripik kedalam mulut vina
" iiih rinaaa loe apan siih " vina mengeluarkan separuh kripik dari mukutnya karena rina memasukan terlalu banyak kedalam mulutnya
" gue gemes liat bibir loe kaya gitu " rina cengengesan
" siiuuuutttttt jangan berisik " sheza menaruh telunjuk didepan bibirnya
rina dan vina seketika diam lalu mengangkat dagunya kearah sheza seakan bertanya bagaimana ?
" nyambung sih tapi belum diangkat " jawab sheza
usaha yang pertama gagal menghubungi shivania lalu sheza mencoba untuk kedua kalinya
tuut tuut tuuut tuuuuut
" shiva loe kemana aja ko gak hububgin kami sih " ucap sheza setelah sambungan diangkat oleh shivania
sheza langsung melouspeker agar teman temannya yang lain ikut mendengar
" ya van kita khawatir tau " lanjut rina
" loe gak apa aoakan van , loe baik baik disana kan " cecar ketiga teman shivania
shivania yang mendengar serbuan pertanyaan dari teman temannya hanya bisa tersenyum menanggapinya
" hey kalian ini satu satu kenapa kalau nanya gue bingung mana yang harus gue jawab duluan " shivania menggelengkan kepalanya
" coba video call aja ya gue matiin telponnya " ajak shivania lalu mematikan sambungan telponnya
setelah beberapa menit genk sherina melakukan panggilan video
" hey ,, gue kangen kalian " shivania merajuk ketika melihat temannya berkumpul bersama
" lagian loe malah kawin duluan sih " ledek vina mengambil alih kripik dari tangan rina
__ADS_1
shivania memutar bola matanya jengah
" anjay itu mata apa gangsing begitu " rina ikut meledek shivania
rina memeluk bantal sheza ditengah kedua temanya
" udah lah kalian ini malah bercanda " sheza menengahi
" van loe baik baik aja kan disana ?" sheza khawatir
" dimana suami dadakan loe "
shivania melihat sekeliling kamarnya lalu menggelengkankepalanya
" dia lagi diruangan lain , mungkin ada urusan yang penting " terang shivania
" hmmm,, " sheza mengerti dan rina vina menganggukan kepalanya bersamaan
" oh ya van laki loe tadi siang ke caffe katanya loe berhenti kerja disana bener apa gak ? tanya vina
" yang bener loe, loe liat laki gue masuk kecaffe " tanya shivania
" ciiee yang punya laki ,," ledek rina
" gue lagi serius "
" gue sih gak liat gue juga dari anak anak dia langsung ketemu sama oak meneg juga katanya " lanjut vina
shivania menggelengkan kepalanya semua tempat dia bekerja sudah didatangi oleh gilang seperti tadi sebelum sheza menghubunginya ibu tya mengabari jika dia sudah tidak bisa bekerja disana lagi
shivaniapun mengerti jika dia harus berhenti bekerja diperumahan tersebut dan sekarang dia harus berhenti dicaffe juga diclab
" van loe gak apa apa " tanya sheza dari sebrang sana melihat shivania melamun
" gue gak apa apa , oh ya zha udah dulu yah ada orang ngetuk pintu " shivania mendengar seseorang mengetuk pintu kamarnya
" ya udah lain kali kita kumpul bareng ya "ajak sheza
{" ya baay " shivania melambaikan tanganya didepan kamera
pembicaraan mereka terputus shivania langsung turun dari atas kasur lalu membuka pintu
gilang masuk setelah dibukakan pintu oleh shivania, shivania mengekor dibelakang gilang
gilang berhenti melangkah dan
bUk .
" auuww " pekik shivania memegangi keningnya yang terbentur punggung gilang
__ADS_1
" maaf aku gak sengaja " lanjut shivania buru buru pergi masuk kedalam kamar mandi
shivania mencuci wajahnya sudah kebiasaan shivania jika akan tidur dia akan mencuci wajahnya dan memakai pelembab sebelum tidur
shivania keluar dari dalam kamar mandi lalu duduk didepan meja riasnya
gilang memperhatikan shivania dari atas kasur berpura pura sibuk dengan ponselnya
shivania sudah selesai dengan ritualnya lalu bergabung dengan gilang diatas kasur
shivania menyusun dua bantal sekaligus agar kepalanya tidak pusing
kebiasaan shivania jika tidur harus dengan dua bantal shivania merebahkan dirinya sementara gilang masih dengan posisi menyender dikepala tiang kasur
shivania memiringkan tubuhnya menghadap kearah gilang
" mas aku mau tanya boleh kan " ucap shivania supaya gilang mau menjawabnya
" hmmm " gilang ber hmm ria
" tadi sore kamu ketempat kerjaku ya " shivania menatap gilang
" kenapa kamu gak suka "
" gak bukan gitu, tapi mas harusnya kamu tanya dulu ke aku "
" aku suami kamu sekarang, gak ada penolakan " tegas gilang
shivania yang akan bicara lagi ketika gilang mematikan lampu
shivania memejamkan matanya mencoba untuk tidur tadinya dia masih ingin bertanya pada gilang namun mendengar gilang berkata seperti itu niatnya dia urungkan
shivania takut akan membuat masalah jika pembicaraan itu dilanjutkan
mencoba untuk mengalah dan lebih dewasa itu yang shivania lakukan
flas back
sesudah masuk kedalam kamar shivania menghubungi ibunya menanyakan keadan orang tuanya dan keadaan mereka
" bu apa kalian masih dihotel " tanya shivania pada ibunya
" kami sudah dikampung nak baru saja sampai , kamu baik baik ya disana " ibu sania tersenyum
" jaga suami dan rumah tanggamu saling mengalah dan saling percaya setia dan terbuka dalm menjalani hubungan jangan saling egois tidak baik nak " nasihat ibu
" ya ibu shiva ngerti ibu yang terbaik, bu titip salam buat semua, dan jaga diri ibu dan bapak ya ..
shivania mematikan sambungan ponselnya
__ADS_1
off
jika saja shivania bukan anak yang penurut bisa dipastikan shivania akan kabur sekarang juga.