Gadis Desa Dan CEO Dingin

Gadis Desa Dan CEO Dingin
udah salah gatot lagi !!!


__ADS_3

biarkan dahulu shivania bersenang sennang menyiksa gilang kita tengok dulu yang lain okay....


sesudah mengantar gilang kembali kerumahnya riko diminta untuk menggantikan gilang bertemu dengan klien dihotel berbintang


memang klien yang satu ini baru akan melihat gilang, dia penasaran pengusaha muda tampan, hebat disegani para pesaingnya pula.


tanpa sepengetahuan klien itu yang tadinya gilang tapi digantikan oleh riko


sudah tidak sabaran ingin segera melihat bagaimana rupa seorang pengusaha itu, sudah beberapa kali melihat kearah pintu masuk, padahal dia sudah menyewa ruangan vvip disana, karena saking penasarannya pria paruh baya itu menunggu sambil berdiri mundar mandir


" aku audah menunggunya lama kenapa belum datang juga ? " gumamnya mulai kesal menunggu sepertinya.


pria paruh baya itu masuk dan duduk dikursinya dia sudah lelah menunggu disana, disruputnya kopi hitam yang ketiga gelas miliknya


" ayah sudahlah kita pergi saja , mungkin dia tidak akan datang, kita sudah lama menunggunya sedari tadi " ucap anak dari pria paruh baya itu dengan kesal sudah mulai bosan dia ingin segera bersenang senang dengan temannya diluar sana.


" tunggulah sebentar lagi, mungkin dia sedang dijalan " ucap pak seto, klien dari gilang memberi pengertian pada anak perempuannya


pak seto ingin memperkenalkan anak gadisnya itu


siapa tau dia tertarik pada anknya itu dan bisa mempunyai menantu seperti gilang


walau pak seto belum bertemu dengan gilang itu tidak masalah selama orang itu kaya apa lagi bisa menjamin kemajuan perusahaannya


" ingat kamu harus bisa menarik perhatiannya " titah pak seto pada anaknya dijawab anggukan oleh anaknya


pak seto adalah pria licik sudah beberapa pengusaha menjadi korbannya, pak seto dan lydia sering melakukan trik murahan seperti yang akan dia lakukan kali ini kepada gilang.


dari luar riko sudah masuk dengan terburu buru bersama dengan vina.


vina meringis kesakitan karena ditarik oleh riko agar berjalan lebih cepat


" iish pelan pelan kenapa ? ini kakiku sakit kenapa digeret, sudah aku bilang antar aku pulang ! kenapa malah ngajak aku kesini " vina memberontak dari pegangan riko namun tidak bisa, tangan riko seperti terbuat dari jaring laba laba spiderman lengket sekali


riko tak sengaja menyerempet vina dijalan saat vina akan menyebrang, riko mengemudikan mobilnya kencang untung saja mobil yang dikendarai riko langsung mengerem sehingga tidak fatal, hanya membuat vina kaget lalu terjatuh ka aspal kaki dan sikunya sedikit lecet


riko yang sedang terburu buru menemui kliennya harus membawa vina ikut dia tidak sempat mebawa vina kerumah sakit atau pun pulang kerumah vina, sebagai pria bertanggung jawab dia tidak ingin dikatai pria pengecut tak bertanggung jawab


" bisa diam tidak ? kau ini gadis macam apa dari tadi ngoceh melulu sakit tau kuping saya " bentak riko vina terdiam saat melihat mata tajam riko itu vina sedikit terpaku melihat wajah dan mata riko


" ko dada gue dag dig dug ser seran sih " batin vina tangan kirinya memegangi dada , saat dimobil vina tidak terlalu memperhatikan riko dan terus saja bicara tiada henti.


riko menarik kembali vina agar mengikutinya namun kali ini vina melihat kearah tangannya yang di pegang erat oleh riko, memperhatikan tangannya lalu kearah riko ada rasa aneh yang menjalar vina baru menyadari riko juga tak kalah tampan dari gilang


" ya ampun gue bakalan jadi bucin " ucap vina menepuk keningnya keras


riko yang mendengar ada sesuatu dipukul menoleh kebelakang saat melihat vina yang memukul keningnya kembali


" sedang apa kau gila ? " tanya ketus melepaskan tangan dari tangan vina


vina merasa sedikit tidak rela dilepas begitu saja oleh riko vina diam tak menyahut


" masuk, dan jaga sikapmu itu ! didalam ada klienku jadi selama kau ada didalam diam saja " ucap riko memperingati vina, vina mengangguk patuh


riko masuk dan disambut oleh pak seto dan lydia ada sedikit keterkejutan bagi keduanya kenapa gilang membawa gadis disampingnya kekasihnya ? atau istrinya ? dipikiran pak seto dan lydia


pak seto dan lydia berdiri dari duduknya, pak seto menyalami tangan riko.


" selamat malam tuan perkenalkan saya seto dan ini putri saya lydia namanya " ucap pak seto riko mengangguk paham


" nama saya lydia " ucap lydia meraih tangan riko erat lama, mata lydia tak lepas dari wajah riko, riko tersenyum sedikit saat lydia menatapnya lekat


riko merasa tidak enak berada dihadapan kedua orang ini.


vina melihat tatapan mata lydia pada riko berbeda seakan ingin memakan mangsanya tangan riko urung dilepaskan pula


" e'hemmm , boleh saya minta minum, tenggorokan saya kering " vina sinis lalu menyambar minuman yang disediakan disana untuk gilang.


lydia menatap vina tajam seakan memperlihatkan ketidak sukaannya


" ciih kau kira aku takut pada mu, " batin vina, riko melihat kearah mata vina melihat tajam pda jabatan tangan keduanya.


tangan lydia dilepas paksa oleh riko setelah menyadari , lydia kesal tangannya dilepas


lydia ingin meraih tangan riko kembali namun vina menarik tangan riko cepat

__ADS_1


agar mendekat padanya.


riko pria sedikit galak namun humoris kalau sudah kenal dekat tidak suka dikejar gadis tapi lebi suka mengejar gadis yang jual mahal bukan jual murahan


" silahkan duduk tuan dan nona ? "ucapan pak seto menggantung


" nama saya vina " ucap vina cepat pak seto mengangguk paham lydia yang bertanya pada ayahnya melalui isyarat


" maaf tuan jika saya terlambat dan "


" tidak apa tuan kami mengerti, mungkin kalian sibuk " ucap pak seto


riko yang mengerti kata kalian sibuk kearah sana maka riko harus meluruskan hal ini


" tidak pak kami bukan suami istri atau pacar " ucapnya cepat


" oh saya kira kalian ounya hubungan "


vina merasa kecewa namun dia menyadari memang benar yang dikatakan riko mereka bukan siapa siapa.


lydia tersenyum senang mengetahui jika gadis yang dibawa pria dihadapannya ini bukanlah siapa siapa


pak seto menatap lydia penuh isyarat dan lydia pergi dari ruangan itu sebentar dan akan kembali lagi


vina memperhatikan isyarat mata keduanya penuh curiga namun dia menepisnya halus


" vina loe itu bukan siapa siapanya dia, sadar sadar " batin vina tak ingin patah hati selama pembicaraan mereka berdua, yang dilakukan vina hanya diam tidak bicara sama sekali mendengarkan pembicaraan mengenai bisnis membuat vina mengantuk menguap beberpa kali, riko melirik vina sekilas dan tersenyum


tak lama pembicaraan selesai, makanan datang bersamaan dengan lydia,


lydia duduk disamping kiri riko dikanan ada vina, lydia mendekatkan minuman kearah riko namun disambar cepat oleh vina.


vina meneguk jus itu cepat sampai habis tak tersisa


" glek ....


lydia kaget saat vina menyambar minuman untuk gilang dan menggaruk kepalanya gagal sudah rencananya


" uhuk,, uhukk,, " vina tersedak minuman dan riko membantunya memukul tengkuk vina pada saat itu kesempatan bagi


lydia memasukan obat yang akan dia berikan lagi kepada riko ini harus berhasil pikirnya dan setelah itu dia harus membuat vina pergi meninggalkan mereka berdua, pastinya pak seto juga akan pergi dari situ dan membiarkan lydia menjalankan rencana licik mereka


" kena kau ! " lydia merasa puas dan harus menunggunya sebentar hingga obat itu bereaksi


riko melihat jam dipergelangan tangannya sudah larut malam dia harus mengantar vina pulang, lydia kaget dan menahan riko sebentar saja dia berusaha agar vina pergi dari sana lebih dulu


" saya harus segera pulang " ucap riko berdiri


" tapi tuan kita belum memakan makanan yang sudah dipesan ini " pak seto juga ikut berdiri, lydia melihat wajah vina yang sudah merasakan sesuatu gejala


" saya akan mengantar vina pulang karna saya dia terluka " ucap riko takut vina dimarahi orang tua vina


" tuan biarkan supir saya yang akan mengantar vina sampai rumahnya " tawar lydia karena dia tau obat itu sudah akan bereaksi riko yang dikira adalah gilang


riko mulai merasakan panas disekujur tubuhnya dan melirik vina lalu beralih pada pak seto dan lydia, pak seto tersenyum begitu juga lydia dia merasa puas dan harus segera menyeret vina keluar dari sana


" tuan saya akan mengantar vina masuk kedalam mobil " ucap lydia mendekat pada vina dan akan meraih tangan vina


riko yang merasakan ada yang aneh pada dirinya segera menarik vina agar berdiri didekatnya


" maaf sepertinya saya harus pulang, saya tidak bisa orang lain yang bertanggung jawab atas kesalahan saya " riko pamit dari sana dan segera pergi menarik tangan vina, lydia kesal dan marah rencananya gagal total makanan yang ada diatas meja dia sapu bersih dengan tangannya jatuh kelantai beserakan kemana mana beling dan makanan jadi satu.


diluar riko langsung memasukan vina kedalam mobil dan meraih benda pipih dalam laci mobilnya sedari tadi dia tidak membawa benda itu bersamanya dia tinggalkan dalam mobil


riko mencari dig****le gejala apa uang sedang dia rasakan dan naasnya vina sepertinya juga sama, melihat vina sedari tadi diam dan menggigit bibir bawahnya tangan vina membuka sweeter yang dia pakai


" panas gerah " vina mengibas ngibaskan tangannya kepanasan ac mobil sudah dinyalakan tapi tetap saja dia kepanasan


" sialan mereka licik " umpatnya marah vina melihat riko yang berada disampingnya


" kenapa ada apa " masih dengan tangan yang dikipas


" mereka telah mencampur minuman kita dengan obat pe******ng "


mata vina membulat mendengar ucapan riko untuk apa mereka melakukannya

__ADS_1


" terus bagaimana cara untuk mengatasi ini "ucap vina khawatir


riko menjelaskan kepada vina reaksi obat itu


" aku tidak mau berbuat seperti itu jika bukan dengan suamiku, cari cara lain cepat " bentak vina tidak mau melakukan itu


" ini jalan satu satunya, jika tidak kita akan " riko menaruh telunjuknya seakan menggorok leher.


" aku tidak mau, aku ini anak satu satunya orang tua ku, aku sangat menyayangi orang tua ku " lirihnya menangis


" aku akan bertanggung jawab setelah ini " riko meyakinkan vina agar mau dia harus membuat perhitungan pada kedua orang itu


vina melihat mata riko dalam, lalu menganggguk


mendapat persetujuan dari vina riko mendekatkan wajahnya akan mencium vina namun didorong kasar oleh vina.


" kenapa kau mendorongku, kau setujuh tadi ? " bentak riko mendapat penolakan dari vina, vina melotot tajam


" e'h biasa dong !!! loe maen nyosor aja, lihat noh ini masih diparkiran ! gila kali gue mau disosor ditempat beginian, cepat jalan gue mau mandi aja gak mau gue gitu gituan sama loe " ucap vina kesal menggigil


dengan kesal riko menyalakan mobil pergi dari parkiran dia lupa kalau masih diparkiran, situasi ini membuat darahnya mendidih tambah lagi harus menahan diri selama diperjalanan tak ada pembicaraan antara keduanya


tak lama mobil riko berhenti, riko memarkirkan mobilnya dihalaman rumah miliknya malam ini satpam yang menjaga gerbang dan pelayan rumah diliburkan riko mendadak , riko membuka pintu kasar dan memutari mobil vina sampai kaget dibuatnya


" waduuh gimana nih " vina ketakutan saat riko membuka pintu mobil disamping vina


" ma, mau apa kau lepas " vina menggibaskan tangan riko kasar namun riko malah mendorong vina hingga terjungkal riko langsung menindih tubuh vina


" apa apan ini lepas kau gila lepas " teriak vina ingin memberontak tapi tubuhnya menginginkan lebih dari itu


senyum seringai diwajah riko, riko mulai melahap bibir vina namun vina langsung menoleh kekanan, riko memegangi kepala vina agar tidak bergerak


cup..


riko mencium bibir pinta kasar dan menuntut vina menggelengkan kepalanya kekiri dan kekana namun tidak bisa kepalanya dicegah erat


" ini namanya pemakasan gadis dibawah umur " ucap vina disela sela ciumannya


" kau sudah menyetujuinya tadi, jadi jangan menolak " riko melepaskan ciumannya dan mengajak vina keluar dari mobil


tangan vina ditarik oleh riko, merasa jalan vina terlalu lambat dan riko sudah tidak tahan lagi riko menggendong vina cepat


" kyaaaaaaaaaa ,,, lepas aku bisa jalan sendiri " vina digendong seperti karung gondi kakinya bergelantungan dipundak riko,


riko tidak bersuara sampai masuk kedalam kamarnya


bruuk..


riko menutup pintu kasar dan menaruh vina dikasur perlahan riko langsung melahap bibir vina kembali kali ini vina tak menolak dia juga sudah tidak tahan, riko melepaskan ciumannya riko menatap mata vina minta persetujuan


vina mengedipkan matanya, riko langsung bergerak menggerayangi tubuh vina


perlahan namun pasti riko melakukannya mata vina tertutup biarkan riko yang bekerja πŸ˜… sampai pagiieee


" bagamana kalau aku tekdung " vina disela sela kegiatannya, riko berhenti sejenak dari kegiatannya itu


" aku akan menikahimu, dan besok aku akan datang kerumah untuk melamarmu " ucap riko dengan serius


mata vina berkaca kaca ketika riko bicara akan datang melamarnya


" tapi tidak ada cinta antara kita, mungkin saja kau sudah mempunyai kekasih, dan nanti aku dicap sebagai pelakor " vina sedih jika itu terjadi, riko melepaskan persatuan mereka riko mendekat lalu mengangkat tubuh vina yang terlihat polos itu.


" aku tidak punya siapa siapa, cinta akan datang perlahan kita harus memberikan waktu, percayalah padaku aku akan bertanggung jawab, aku tidak akan berjanji tapi aku akan berikan bukti padamu dan besok aku akan datang, bicaralah pada orang tuamu " ucap riko membelai wajah vina menenggelamkan wajah vina didada bidangnya


vina mencium aroma khas milik riko membuatnya nyaman vina menutup matanya


" aku akan memberi tahu shivania soal ini " vina mendongakan wajahnya melihat riko


" jangan, aku yang akan bicarakan ini pada gilang soal ini, aku harus memberi pelajaran pada mereka, rencana mereka gagal total, bukan aku yang diincar mereka melainkan gilang entah apa kalau gilang yang jadi kesana "


" jadi !! mereka mengincar gilang namun salah ? udah salah gatot lagi " vinaengelengkan kepalanya, riko mengangguk


jika saja gilang yang kesana menemui mereka akan jadi seperti apa ?


apa lagi shivania sedang marah padanya sampai sekarang riko dan vina menutup matanya lelah mereka tertidur lalap ,riko besok harus kerumah vina untuk melamarnya

__ADS_1


ok fiks jempolku pegal dan otakku konslet


gaes shi-gilnya besok ya... up nya sorry ....😘😘😘


__ADS_2