Gadis Desa Dan CEO Dingin

Gadis Desa Dan CEO Dingin
terkunci


__ADS_3

shivania telah selesai dan sekarang dia sedang menebak akan dibawa kemana kira-kira dengan pakaina seperti ini ?


entahlah shivania bingung memikirkannya


shivania bangun dari duduknya dan berjalan mondar mandir sesekali berhenti didepan cermin meneliti tubuhnya yang dibalut dengan anggun oleh gaun super mewah , seketika detak jantung shivania bedebar lebih kencang seperti akan ada yang terjadi tapi apa ? shivania berargument sendiri dalam pikirannya


"sudahlah , semoga ini hanyalah perasaanku saja " ucap shivania kembali duduk disamping tempat tidur


sudah hampir 30 menit shivania berada didalam kamarnya setelah kinta keluar dari kamar itu


shivania akhirnya memberanikan diri memutar gagang pintu kamarnya diingin keluar melihat diluar kamarnya ada orang apa tidak,


" ko gak bisa dibuka, jangan- jangan gue dikunci " ucap shivania mengetuk pintu mengharap ada seseorang yang mendengarnya akan membukakan pintu.


" masa ia gue disekap siih , kan gak lucu " gumam shivania lebih keras mengetuk pintu


" hey,, yang ada disana tolong bukain pintunya " teriak shivania


namun tak ada yang menjawab


"hey ayolah tolong aku,, buka pintunya " shivania masih semangat berteriak


sepuluh menit shivania meminta bantuan dengan menggmenggedor dan berteriak dibalik pintu,


rasanya percuma hanya membuang tenaga dan suaranya tak ada yang menyautnya apa lagi membukakan pintu , akhirnya shivania menyerah diapun menjauh dari pintu dan duduk kembali diatas kasur empuk


" oh astaga perasaanku semakin khawatir, ada apa ini " shivania mengusap wajahnya dengan kasar,, dia bingun harus bagaimana lagi untuk keluar dari kamar,


sedangkan diluar gilang sudah berhadapan dengan rudi ayah shivania


" bagaimana nak gilang apakah sudah siap ? " tanya penghulu


gilang menganggukan kepalanya, gilang menarik nafas dalam dalam dan membuanganya perlahan


tangan pak rudi diulurkan dan gilang menerimanya


pak rudi mengucapkan kata demi kata memberikan tanggung jawab terhadap shivania pada gilang.


" saya terima nikah dan kawinnya shivania shelia binti rudi rastam dengan mas kawin tersebut dibayar tunai " ucap gilang dengan lantang dan dalam satu tarikan nafas

__ADS_1


" bagaimana saksi sah ? " ucap penghulu


" Saaaaahh " para tamu undangan bersamaan


" alhamdulilahhirobilalamain" ucap semua


gilang bersalaman menciun tangan pak rudi lalu berpelukan


" tolong jaga putri saya seperti saya menjaganya ,cintai dan sayangi putri saya dengan tulus " ucap pak rudi berkaca kaca


" saya akan menjaga mencintai dan menyayanginya lebih dari anda " ucap gilang tersenyum kecil.


dari pintu masuk langkah tiga gadis yang tak lain adalah sahabat shivania terhenti ketika nama yang disebut gilang adalah sahabat mereka


sheza yang terlihat diam mematung rina dan vina juga terlihat sama tak dapat mengerti apa yang telah terjadi !


sheza ini shivania kita ? "tanya vina setelah sadar dari keterdiamannya


rina , loe juga dengarkan " lanjut vina menyenggol lengan rina keras


" ah ia , sheza loe gak apa -apa " rina menegur sheza


" kayanya beneran , coba loe liat bukannya itu orang tua shivania dan orang tua loe shez " vina menunjuk kearah dimana kedua orang tua shivania dan sheza.


sheza berjalan cepat agar bisa langsung menanyai hal ini


" ayah , ibu " panggil sheza setelah sampai didekat orang tuanya


" nak ko baru kelihatan. dari tadi ibu mencarimu " ucap ibu halimah memeluk putri kesayangannya


" hampir saja ayah tak mengenali putri kesayangan ayah ini " pak reza mengelus kepala sheza dengan lembut


" ayah , sheza rindu kalian " sheza memeluk ayahnya


kedua orang tua sheza memeluk putri kesayangan mereka


setelah melepas kerinduan masing masing akhirnya sheza memberanikan diri menanyai orang tuanya


"ayah apa boleh aku bertanya " ucap sheza gugup

__ADS_1


orang tua sheza saling pandang dan mengangguk bersamaan


' ayah , apa yang tadi di ucapkan shivania shelia itu adalah keponakan kalian ! " menatap ayahnya


" tentu saja sayang memang siapa lagi " halimah menjawab pertanyaan sheza


" kamu ini bukanya kamu tinggal bareng ko malah tidak tau , aneh kamu ini " ucap pak reza menertawai sheza


" lalu kalian kenapa tidak mengabariku kalau kalian akan kesini " tanya sheza lagi


" sudahlah jangan dibahas lagi


sheza terdiam ketika ingtat dengan perkataan shivania,, bukankah shivania tidak menerima tawaran itu ? lalu apa ini ? sheza harus menemui shivania secepatnya pikir sheza, sheza pergi meninggalkan orang tuanya,


baru beberapa langkah sheza dipanggil ibunya


" sheza mau kemana nak , kamu tadi di cariin bUde sama pakdE mu, temui dulu mereka " pinta ibu halima


sheza berhenti lalu memutarkan tubuhnya mengahadap orang tuanya lalu tersenyum


" haa haa lupa " sheza memukul keningnya


sheza menemui orang tua shivania diantar oleh kedua orang tuanya juga


setelah menemui pak rudi dan ibu sania sheza dikejutkan lagi oleh kehadiran tuan darma yang katanya daddy angkatnya


" daddy ,, daddy disini " ucap sheza setelah berada dihadapan tuan darma


tuan darma tak bisa menahan dirinya untuk memeluk putri semata wayangnya itu


tuan darma memeluk sheza dengan sayang mencurahkan rasa rindu tidak bertemu beberapa hari dengan anaknya,


" bagaimana kabarmu nak , kau baik baik saja. " taya tuqn darma


" aku baik baik saja daddy, bagaimana dengan daddy apa perjalanan bisnis daddy sudah selesai dimalaysia, apa selama disana daddy baik baik saja " ucap sheza khawatir, tidak tau kenapa sheza berkata seperti itu


" bisa dilihat daddy sekarang ada disini " tuan darma tersenyum senang anak semata wayang mengahawatirkan dirinya


sheza menggaruk belakang kepalanya .

__ADS_1


sheza membawa tuan darma menemui ayah dan ibunya


belum sempat mendekati kedua temannya kembali.


__ADS_2