Gadis Desa Dan CEO Dingin

Gadis Desa Dan CEO Dingin
terguling


__ADS_3

dalam perjalanan sheza dan vina hendak menyebrang jalan, dari arah depan laju mobil sangat kencang


" shezaaa " teriak vina yang dibelakang sheza menutupi wajahnya dengan telapak tangan


sheza yang sudah berada jauh dari vina menoleh kebelakang sheza segera lari menghampiri vina dan mendorong vina agar tak tertabrak mobil ,


setelah mendorong vina, sheza lalu menyelamatkan diri


sheza jatuh terguling diaspal .


Ciiiiiiiiiittt...


suara rem mobil berhenti mendadak


Shiiit hampir aja " umpat pengemudi


membuka pintu, abhi mengambil air dari belakang kursi kemudi


lalu diturun menghampiri orang yang hampir dia tabrak tak lupa membawa peralatan p3k


"shez bangun loe gak apa apa kan ? " ucap vina membangunkan sheza mengajak sheza duduk ditepi jalan


" maafin gUe zha ! gara gara gue loe kaya gini " ucap vina merasa bersalah smbil membersihkan baju sheza


" gue gk apa apa ,tenang aja " ucap sheza sambil menaikan baju melihat sikunya yang terluka


cUma luka gini doang mah cEmEn" sambung sheza meludahi luka yang disikunya.

__ADS_1


" iich loe jorok ! luka ko dikasih ludah sih" ucap vina jijik dan aneh


sheza tersenyum manis lalu menurunkan lengan baju yang tadi dia naikan


" ini obati luka mu " abhi menyerahkan kotak p3k kepada sheza setelah dia sampai didepan sheza


abhi langsung membalikan badannya lagi hendak pergi


" tunggu tuan , apa kau tidak merasa bersalah ,atas semua yang telah kau perbuat, ini bukan jalan nenek moyang anda " teriak sheza berdiri menyusul abhi yang akan masuk kembali kedalam mobil.


" hey kau bisa dengar tidak ! apa kau juga tak punya mulut untuk berkata maaf kepada kami yang telah kau celakai " bentak sheza kesal karena tak ada permintaan maaf dari abhi .


" udah shez kita pergi aja ,,kita harus cepat nyari shivania " bisik vina menggandeng tangan sheza,


" tapi vin , bapak ini udah keterlaluan banget udah mau nabrak ,gak minta maaf pula " ucap sheza menunjuk abhi dan melototinya.


" hey tuan saya tak butuh uang anda ,yang saya butuh kan permintaan maaf dan tanggung jawab anda !" bentak sheza


abhi yang dibentak sheza mengggeleng kepala merasa wanita ini akan bisa merusak gendang telinganya.


abhi menyodorkan kartu nama memberikannya kepada telapak tangan sheza lalu masuk kembali kedalam mobilnya tapi sebelum menutup pintu mobil


" maafkan aku ,sungguh aku buru2 " abhi menutup pintu mobil dan pergi


sheza yang tadi tak bisa diam seketika melongo tak percaya sudah berapa kali dia bertemu dengan pria dingin ini baru kali ini pria itu minta maaf padanya sungguh diluar pikiran batin sheza


" shez ayo rina udah nungguin lama keburu malam nanti " ucao vina menyadarkan sheza

__ADS_1


" hah,, ayo cepetan " sheza berjalan namun laangkah kakinya oincanh dan terus memegangi sikunya yang terluka


" loe gak apa zha apa kita obatin dulu luka loe , duduk disitu yuk " ajak vina menunjuk bangku yang tak jauh dari mereka


" gak usah ,, gue gak apa apa " tolak sheza mempercepat perjalanannya.


" tapi zha ! loe beneran mau lanjutin ?"


" ya gue yakin loe tenang aja sih, udah ayo " meski berjalan dengan terpincang pincang sheza terus melanjutkan perjalanannya ke clab


akhirnya vina mengikuti sheza


" tadi gak terasa sakit kenpa sekarang sakit ? " batin sheza meringis


setelah beberapa menit sheza dan vina sampai di clab rina


" loh ko zha kenapa ,,kalian gak apa apa kan " rina meneliti sheza dan vina dari ujung kaki sampai kepala


" gue gak apa cuma telapak tangan gue agak merah karena tadi sheza dorong gue" ucap vina


" dan lo zha ko loe yang dorong loe yang luka " bingun rina


udahlah gak usah bahas masalah ini , kita bahas shivania tuh anak nyangkut dimana.


" gue udah berapa ratus kali telpon gak aktif aktif " ucap rina kembali menghubungi shivania


tiga gadis itu duduk tetlihat sibuk menghubungi orang yang mungkin tahu dimana shivania berada sekarang ini

__ADS_1


__ADS_2