Gadis Desa Dan CEO Dingin

Gadis Desa Dan CEO Dingin
GDCD


__ADS_3

dari teras yudi berteriak kencang hingga ibu sania yang sedang menyajikan makanan dimeja makan kaget dibuatnya bukan hanya itu sheza dan nadin yang baru saja duduk juga ikut kaget hingga berdecak kesal.


yudi berlari mancari keberadaan ibunya dan berteriak


" ibuu,, ibu... " teriak yudi kesana kemari mencari sang ibu


" lihat ibu gak ka " tanya yudi ketika melihat sheza duduk diruang tamu bersama nadin sheza mengangkat bahunya tidak tau.


tak lama terdengar suara ibu sania


" ibu disini nang " jawab ibunya sambil sedikit keras agar terdengar yudi


yudi segera lari ketempat ibunya berada dan setelah sampai dengan nafas tersengal yudi mencoba bicara pada ibu sania


" bu bisa tidak jangan panggil aku nang-nang namaku yudi bu bukan si unang " protes yudi


" mulut-mulut siapa? " tanya ibunya


" ya mulut ibu lah "


" tuh tau. jadi terserah ibu dong gak usah protes "


" astaga punya emak kaya gini amat " batin yudi sambil menggelengkan kepalanya berulang


memang susah mengalahkan mulut ibu-ibu lebih baik mengalah dari pada terkena masalah pikir yudi


" ada apa teriak-teriak bikin kaget ibu saja " ucap ibunya kembali ketopik semula


yudi memberikan ponselnya agar sang ibu dapat melihat kelakuan anak perempuannya yang sedang makan buah diatas pohon sambil berayun kaki


" ibu lihat itu apa yang kaka lakukan sungguh keterlaluan, bagaimana jika dia nanti jatuh terus, " yudi tidak bisa meneruskan ucapannya jika sesuatu terjadi pada kaka dan calon keponakannya entah apa yang akan terjadi nanti yudi bergidik ngeri.


tadinya yudi ingin langsung kesana tapi pada saat itu yudi melihat sheza nadin kembali dari sana andai dia disana pasti kakanya sudah dia angkut kebawah dan membawanya dengan paksa


ibu sania terlihat khawatir namun seketika raut wajahnya menjadi berbeda malah terlihat senyuman menghiasi bibir


" memang apa salahnya naik pohon, kaka kamukan sering melakukan itu " ucap ibu sania


" tapi bu ini beda, kondisi kaka lagi masuk angin sembilan bulan baru sembuh itu pun anginnya jadi boneka bernyawa " ucap asal yudi, ibu sania memukul lengan yudi karena ucapannya


" hamil, ribet amat ngomongnya dikira kaka kamu masuk angin kedalon apa " bu sania tak terima


yudi menggaruk kepalanya bingung


" sudahlah biarkan kaka kamu naik pohon, lagin itu baru naik pohon ibu malah melakukan yang lebih parah lagi " ucap ibu sania melangkah kedalam dapur mencuci tangannya.


yudi mengerutkan dahinya apa yang dimaksud ibu lebih parah?? apakah ibunya naik pohon kelapa? atau ikutan main panjat pinang??


ini tidak boleh terjadi tidak bisa dibiarkan begitu saja yudi harus tau cerita lengkapnya yudi menyusul ibunya kedapur dan bertanya ada kejadian apa ?


yudi jadi penasaran apa yang ibu lakukan saat mengandung dan siapa yang sedang dikandung shivania kah ? yudi kah atau nuri ?? jika kakanya naik pohon dalam keadaan hamil lalu ibunya??


" memang apa yang ibu lakukan saat mengandung dan siapa yang sedang ibu kandung waktu itu ?? " ucap yudi ketika sudah berada dibelakang ibu sania,


ibu sani menghela nafasnya berat dia harus menceritakannya kalau tidak yudi akan mengikutinya sepanjang hari karena penasaran

__ADS_1


" baiklah, kamu tau sungai yang berada tidak jauh dari rumah kake kamu itu? " ucap ibu sania yudi mangangguk


" ya aku tau, tapi apa hubungannya?? " yudi bingung


" ada lah, disitukan ada jurang dulu ibu pengen banget mandi disana sambil lompat dari jurang itu jadilah ibu terjun bebas dari atas sana waktu itu usia kandungan ibu kalau gak salah 5 atau 6 bulan kala itu ibu sedang mengandung kaka kamu" dengan santainya tanpa melihat wajah anak lelakinya itu melotot dan menganga tak percaya jika ibunya melakukan hal tersebut bisa dipastikan ngidam kakanya sekarang adalah turunan bukan tanjakan.


yudi meninggalkan ibunya didapur dan pergi menemui sheza dia akn menanyakan sesuatu pada sheza


yudi mendaratkan bokongnya didekat sheza sambil memandangi wajah sheza yang ditekuk merasa aneh dengan sheza yudi melihat kenadin apa yang terjadi pada sheza nadin menggidikan kedua bahunya tidak tau.


yudi memakan biskuit yang ada dimeja sambil terus melihat kearah sheza yudi merasa aneh biasanya sheza berisik dan cerewet gak mau diam tapi hari ini??


" ka kenapa punya muka ditekuk kaya pakaian baru diperas aja " celetuk yudi mengunyah biskuitnya


sheza menoleh kearah yudi dan menggelengkan kepalanya.


" gak ada " jawab sheza singkat


yudi pergi dari sana meningglkan keduanya pertanyaan yang tadi dia batalkan saja dari pada dia jadi pelampiasan.


tak lama nadin pun ikut ijin masuk membersihkan tubuhnya


" ka aku mandi dulun ya " ucap nadin sebelum meninggalkan sheza


" ya " setelah itu sheza duduk sendiri namun tak lama shivania masuk kedalam


didalam shivania melihat sheza duduk sendiri shivani ikut bergabung disana


" loe sendiri? ibu dan yang lain pada kemana? " tanya shivania


" kalian mandilah dulu, tunggu yang lain datang dan kita makan bersama" ucapnya diangguki oleh keduanya


sebelum itu shivania ingin bertanya pada ibunya dan melirik kearah luar kenapa ketiga motor itu diturunkan didepan rumah mereka bukannya itu punya tetangga mereka??


" bu tetangga sebelah beli motor banyak amat ya 3 biji sekaligus bagus-bagus lagi "


ibu sania mengerutkan alisnya


" tetangga ? "


" itu loh samping rumah kita "


" Oo" bibir ibu sania membuat lingkaran bimoli.


" apa!! 3 biji? " kaget bu sania buru-buru melihat keluar dan saat itu gilang sedang berjabat tangan dengan sang supir mobil yang membawa tiga motor.


ibu sania mendekati menantunya dan berhenti disamping gilang,


" kalau begitu saya permisi dulu pak, ini kunci dan surat-suratnya atas nama nona shivania shelia " sang supir menyodorkan kunci dan surat-surat ketangan gilang, dan gilang mengambilnya, sang supir pergi setelah menyerahkan semuanya.


gilang masuk kedalam rumah meninggalkan sang mertua abhi menyusul dibelakangnya, ibu sania tidak menyadari karena dirinya sedang menikmati pemandangan baru yaitu tiga motor mewah terparkir didepan rumahnya apakah ini mimpi??


pasti bukan karena dia punya menantu yang kaya jadi dia menikmati saja bukan matre tapi mau dibilang apa lagi dikasih ya diterima yang penting tidak meminta tak masalah buat apa menolak rejeki yang sudah diberi pikir ibu sania.


gilang mencari keberadaan shivania didalam dan meminta abhi untuk duduk sementara dia masuk kedalam kamar memastikan jika sang istri ada dikamar mereka, ketika masuk kamar gilang melihat shivania baru selesai mandi gilang menghampiri istrinya dan hendak mencium shivania.

__ADS_1


"mandi dulu sana bau tau " ketusnya


gilang mengendus dada dan kedua ketiaknya namun tidak bau malah tercium sangat wangi karena dia memakai parfum yang waah harganya.


" gak bau ko, wangi " memaksa shivania agar mau dicium,


" mandi dulu sana, sore nanti ambilkan aku buah kelapa awas kalau gak " meniup kepalan tangan dan menunjukannya didepan gilang, gilang tersenyum jangankan buah kelapa buah kurma saja jika istrinya mau akan dia datangkan dari arab langsung meski harus berurusan dengan polisi karena pandemi covid-19 ppkm dan sebagainya akan dia terobos.


" akan saya laksanakan nyonya " ucap gilang membungkuk dihadapan shivania, dan segera menyambar handuk namun sebelum masuk kedalam kamar mandi gilang meremas gunung malehoy milik shivania dan langsung meutup pintu kamar mandi


" aww,, mas awas kamu " shivania pura-pura kesakitan dan menggedor pintu, gilang cekikikan didalam sana berhasil mejahili sang istri.


sesudah menyiapkan pakaian utuk gilang shivania keluar dari kamar dan menunggu diruang tamu, nuri baru datang dari rumah temanya belajar kelompok selama libur sekolah, nadin juga baru terlihat keluar dari kamar dan ikut bergabung diruang tamu abhi meminum teh susu yang disiapkan ibu sania untuknya.


" ka abhi nyari apa? " ucap nadin yang melihat kearah pintu, abhi menggeleng


" ya pasti nyari ka sheza lah " sela yudi dari belakang nadin abhi tersenyum mungkin anak remaja sekarang lebih peka dari pada orang dewasa.


semua duduk sambil menunggu yang lain berkumpul satu persatu datang dan tinggal menunggu pak rudi dan yang ditunggu datang semua duduk dilantai karena meja makan tidak bisa menampung semua orang, akhirnya semua duduk lesehan makanan dimeja diturun-turunkan dan memang menyenangkan dan itu lebih nyaman saat semua orang berkumpul makan bersama.


selama makan tidak ada percakapan mereka semua menikmati nya. hanya saja abhi sedari tadi curi-curi pandang tidak semua orang tau dan memperhatikannya. sheza merasa risih diperhatikan seperti itu dan langsung cepat-cepat mengahabiskan makananya dan kembali masuk kedalam kamar.


yang lain para wanita membersihkan tempat makan bekas mereka dan para lelaki duduk bercakap ria.


gilang membawa yudi mendekati motor yang baru saja tiba dan memberikan satu kunci motor satu lagi dia berikan pada mertuanya pak rudi.


yudi sangat senang dibelikan motor apalagi motor itu keluaran terbaru bulan ini akan dia pamerkan kepada teman-temannya nanti.


" ka terimakasih ya " yudi memeluk gilang erat karena dia sangat senang.


" nak bukankah bapak sudah dibelikan kenapa malah dibelikan lagi. bapak tidak usah nak cukup satu saja " tolak pak rudi halus mengvalikan kunci motornya


gilag tersenyum


" pak itu buat bapak bawa sayuran kepasar dan yang ini buat bapak sama ibu jika ingin pepergian " jelas gilang


" tapi bapak tidak enak, "


"kalau gak enak kasih kucing aja pak biar dimakan kucing, dikasih ko malah nolak gak baik pak nolak rezeki " ucap yudi sompral..


gilang tersenyum begitu pula abhi dia ingat pada adiknya satria sudah lama juga dia tidak bertemu dengannya setelah dia kirim adiknya untuk mengurus perusahan yang lain dinegara luar.


sebaiknya nanti dia menghubungi adiknya.


nuri dipanggil dan diberikan kunci motor pula dan shivania melarang suaminya untuk memberikan itu pada nuri karena nuri masih kecil dan belum cukup umur untuk mengendarai motor diusianya saat ini bagaimana kalau jatuh dan terluka bagaimana dengan pelajarannya,


" aku tidak mau ya mas nanti nuri asik main bawa-bawa motor ketimbang belajar aku gak mau itu lebih baik aku jual lagi motornya " kesal shivania gilang mengalah dan memberikan kunci motor pada istrinya itu, biarkan shivania yang mengurus itu gilang tidak mau jika sang istri marah dan akhirnya jatah malam tidak dikasih itu sungguh menyiksa.


raut wajah nuri terlihat sedih karena gagal diberikan motor sungguh tidak adil baginya kaka dan ayahnya diberikan motor dan dirinya dibelikan tapi tidak diijinkan mengendarainya lalu untuk apa??


apa hanya untuk pajangan didepan rumah ?? nuri menghela nafasnya berat mungkin ini yang terbaik baginya.


yudi melihat sang adik terlihat sedih namun apalah daya jika sang kaka tidak setuju dan itu pun benar nuri belum cukup umur pak rudi juga ikut masuk kedalam untuk menghibur sang anak.


shivania pergi terlebih dahulu masuk kedalam kamarnya gilang menyusul dibelakang, dia ingin membujuk shivania.

__ADS_1


sheza keluar dari kamar, dia akan pergi kerumah ayahnya sendiri, sheza berencana akan tidur disana malam ini dan tentunya besok pagi dia akan kembali mengajari nadin.


__ADS_2