
gilang menunggu shivania dengan rasa cemas yang semakin menjadi dipikirannya
seperti saat ini sedari pagi sampai siang dan sore menjelang yang gilang lakukan hanya duduk melamun sesekali melirik ponsel yang berada diatas meja
berharao shivania mengabarinya
namun sampai saat ini tidak ada kabar sedikitpun dari shivania
dokumen dokumen yang seharusnya sudah selesai dia kerjakan terbengkalai sudah
benar kata pepatah jika suasana hati sedang gundah gulana maka yang lain tersisihkan
untuk kesekian kalinya gilang melirik ponsel diatas meja
sudah berapa puluh kali panggilan dan peaan yang dia kirim untuk shivania namun tak ada satupun yang tersambung dan terbaca
ketukan pintu membuyarkan konsentrasinya
tok .. tok ..tok
" masuklah " suara gilang menggema diruangan itu
gagang pintu diputar dan daun pintu terbuka menampilkan riko dari balik sana
setelah membuka ointu riko melnagkahkan kakinya mendekat kearah gilang
riko tak habis pikir dengan bos sekaligus sohibnya itu
" bos, tolong tanda tangani dokumen ini " riko menyodorkan beberapa dokumen yang membutuhkan tanda tangan gilang
riko melirik kearah meja masih banyak berkas yang belum diselesaikan oleh bosnya mungkin belum tersentuh juga
lalu dari pagi sampai sekarang apa yang dilakukan bosnya itu ?
riko hanya mampu menggelengkan kepalanya
setelah daoat tanda tangan dari bosnya riko memberanikan diri untuk berbicara pada gilang
" bos, apakah tanganmu masih sakit ? " ucap riko meng khawatir bos seklaigus sohibnya
gilang melirik riko dengan tatapan tajam hingga riko menghela nafas panjang
" baiklah jika begitu , aku akan bicarakan pada genk angin puyuh tornado, agr mereka juga ikut mencari shivania " ucapan riko membuat gilang bicara
" jangan, nanti saja mungkin malam ini dia akan pulang jika samoai malam ini dia tidak Pulang maka aku yang akan mencarinya sendiri " putus gilang
" jika begitu, cepatlah kau kerjakan pekerjaanmu itu biar semua beres dan segera pulang " ucap riko memerinta atasannya sendiri
" sialan loe, beran?i lo nyuruh bos disini " gilang melempar pulpen kearah riko
" eiit gak kena " riko menghindar
" sUe loe "
riko tertawa terbahak bahak karena sudah berhasil membuat gilang bertambah kesal
matahari akan segera terbenam gilang baru membereskan pekerjaan yang tadi pagi belum tersentuh itu
setelah membereskan pekerjaan yang akan dia bawa pulang gilang mencoba menghubungi shivania kembali
panggilan itu tersambung namun baru dua kali berdering panggilan itu terputus kembali
" sial " ucap gilang menyimpan ponselnya kasar keatas meja hingga layarnya retak
gilang mengambil jas yang tergantung dikursi dan memkainya membawa tas dan keluar dari ruangan gilang akan pulang saat ini
" bos gue nebeng ya " ucap riko didepan pintu ruangnya
ruangan gilang dan riko berhadaoan mungkin ada sepuluh langkah dari ruangan gilang keruangam riko
gilang melemparkan kunci kearah riko dan berjalan begitu saja riko menangkap kunci
__ADS_1
" hampir saja " setelah menangkap riko segera menyusul gilang yang akanasuk kedalam lift
didalam lift tak ada hal yang dibicaran mereka hingga tiba dibawah dan keluar dari lift para karyawan yang mengucapkan selamat sore pun tak gilang indahkan hanya riko yang membalasnya
" ya, selamat sore kembali " seraya tersenyum menampilkan sederet gigi putih milik riko
kedua lelaki tampan itu keluar dari perusahan menuju parkiran
setelah sampai riko menjalankan mobil hingga membelah jalanan ibu kota sore ini
tak banyak pembicaraan yang mereka lakukan hanya suara musik yang terdengar dari radio mobil
" loe bawa saja dulu mobil gue " ucap gilang setelah turun daab menutup pintu mobil
riko mengangguk tanda paham dan pergi meninggalkan gilang diarea perkarangan rumah gilang
gilang melangkah masuk kedalam rumah mengedarkan pandangannya kesenua sudut rumah hanya para pelayan yang menyambutnya
" bi apa istriku sudah kembali " ucap gilang kesalah satu pegawai yang sudah lama dirumahnya
pelayan itu menunduk takut pada gilang
" jawab " bentak gilang
" a, ada diatas tu, tuan " ucap pelayan itu gugup karena takut dimarahi gilang
setelah tau jika istrinya sudah kembali gilang langsung begegas naik keatas menemui shivania setelah tiba didepan pintu
detak jantung gilang tak beraturan deyakannya semakin kencang saat tangannya akan meraih gagang pintu
perlahan gilang memutar gagang pintu dan membukanya
gilang masuk kedalam kamar namun tak ada shivania didalam sana
hanya ada suara air yang mengalir dari kamar mandi pertanda seseorang sedang mandi siapa lagi jika bukan shivania yang mandi
dengan petasaan kega gilang berjalan mendekati temoat tidur menyimpan tas diatas tempat tidur membuka jasnya dan mengendurkan dasi yang dipakainya
didalam kamar mandi shivania melihat pantulan dirinya dicermin
" haduuh banyak amat " shivania kaget karena banyak memar dibahu dilengan dan dipinggangnya sampai kakinya juga terkena bogem mentah dari sheza
" sheza kau benar benar membuatku menjadi macan tutul " shivania tak menyangka jika akan seperti ini mengoles salep keseluruh luka yang terdapat memar disana
shivania senyum senyum sendiri ketika mengingat latihan tadi pagi
flas back on
pagi pagi sekali sherina terbangun setelah sholat bersama, sherina memulai latihnnya dengan berlari menjauhi rumah itu ketika keringat sudah mulai bercucuran barulah latihan utama dilakukan dimulai dari kuda kuda sampai mencoba menyerang musuh,
vina yang melawan shivania dan rina menyerang sheza
hanya dalam hitungan menit rina vina menyerah dan tiba giliran shivania dan sheza saling menyerang satu sama lain keahlian sheza diatas shivania sheza selalu dapat menghindar dari serangan shivania namun ketika shivania ingin menghindar dari serangan sheza,
selalu saja gagal dan pada akhirnya sheza yang menang
dan setelah latihan itu selesai mereka masak masak dan makan bersama sampai sheza mendapatkan telpon dari sang daddy agar cepat pulang mau tidak mau akhirnya mereka pulang dan sampai pada sore hari
rencana menembak dan memanah itu nanti sheza belum dapat tempat dan guru yang handal.
jadi bersabarlah .
flasback of
shivania menghela nafas panjang sebelum keluar dari kamar mandi shivania menggunakan jubah handuk untuk menutupi tubuhnya
shivania melirik kearah tempat tidur dan melihat gilang sedang sibuk dengan pekerjaanya
shivania berjalan mendekati lemari tidak bersemangat karena lelah
gilang memperhatikan shivania dari atas tempat tidur
__ADS_1
dengan mengerutkan alisnya
" kenapa dia terlihat lelah seperti itu ? apa yang telah dia lakukan " batin gilang curiga pada shivania
shivania merasa sedang diperhatikan shivania berbalik dan melihat gilang sedang melihat kearahnya
shivania berbalik kembali mencari pakaian dan masuk kembali kedalam kamar mandi
tidak ada suara yang keluar dari mulut seksi shivania .
shivania keluar dengan baju tidur setelan
tanpa banyak kata dan mengeluarkan suara shivania melewati gilang begitu saja tanpa permisi
karena lelah shivania berbaring disana membelakangi gilang
gilang yang melihat kelakuan shivania mengusap wajahnya kasar lalu dia turun dari tempat tidur untuk mandi
gilang melirik kearah tempat tidur sebelum masuk kedalam kamar mandi
gilang sudah selesai mandi dan berpakaian lalu mulai menaiki tempat tidur
gilang menyenderkan punggunya diatas tempat tidur
sambil melihat shivania yang masih membelakanginya
" kenapa dia membelakangiku sedari tadi " batin gilang
gilang mendwkatkan wajahnya kearah shivania memastikan jika shivania sudah tertidur lelap
" apa dia sud4h makan malam " gumam gilang khawatir
gilang turun dari tempat tidur dan keluar dari kamar
" bi apa tadi istriku sudah makan malam ? " tanya gilang saat melihat pelayan berada didapur
" maaf tuan setau saya nona langsung masuk kamar dan belum keluar kembali sedari datang tadi " ucap sang pelayan apa adanya
" ya sudah, kalau begitu siapkan makanan sekarang dan antar keatas, dan sekalian bawakan susu juga " ucap gilang kembali naik keatas
tak lama ketukam pintu terdengar dan segera gilang membuka mengambil alih makanan yang dibawa pelayan ketangannya setelah pelayan itu kembali
gilang menyimpan makanan itu diatas nakas
gilang naik keatas temapat tidur kembali, berniat membangunkan shivania namun saat tangannya akan membalikan tubuh shivania
shivania berbalik dan tanpa sengaja kancing baju atas shivania terlepas dua kancing
sehingga membuat lapangan gunung ujung coklat itu terlihat
gilang sampai menelan salivaanya susah
namun sesaat matanya melihat ada tanda merah kebiruan didada shivania
" sebenarnya apa yang sudah dia lakukan " batin gilang
" apakah dia sudah ,, " pikiran gilang sudah kemana mana gilang berusaha menepisnya
" jika ini tanda seperti itu tapi kenapa warnanya sedikit beda ? mirip memar terkena pukulan ! "gilang menyibak selimut yang digunakan shivania meneliti sekujur tubuh shivania dari bawah sampai atas dan benar saja tanda itu lebih dari satu dan bukan tempat itu saja
untuk meyakini lagi gilang meraih tangan shivabia dan membalikan tangan untuk melihat punggung tangan shivania disana juga terlihat merah dan sedikit memar
" pantas saja dia terlihat lelah, sebenarnya kamu ini dari mana " ucap gilang mengelus kepala dan juga mencium dahi shivania
gilang membuka laci mencari salep untuk mengobati memar shivania
tadinya akan membangunkan shivania namun melihat itu gilang jadi tidak tega membangunkan shivania
" tidurlah, dan jangan tinggalkan aku lagi " ucap gilang membawa shivania kedalam pelukannya memberikan sebuah ciuman bertubi tubi di dahi shivania
namun shivani tidak dapat mendengar apa lagi merasakan sesuatu karena shivania merasa lelah untuk bangun dan membuka matanya
__ADS_1
dan malam itu gilang tidur sambil memeluk erat shivania agar tidak pergi lagi seperti tadi