Gadis Desa Dan CEO Dingin

Gadis Desa Dan CEO Dingin
harapan yang tertunda


__ADS_3

gilang sudah menebak nebak apa yang terjadi pada istrinya dengan perasaan khawatir dan cemas menunggu dokter yang sedang memeriksa shivania didalam sana apakah yang dia pikirkan adalah benar ?


jika ia maka dia akan sangat bahagia pikir gilang


dia masih menubggu dikuar kamarnya sambik berjalan mundar mandi kadang memijat oelioisnya dan terkadang juga menggigit telunjuknya itu karena dia tidak sabar menunggu berita dari sang dokter


tak lama pintu berdenyiit pertanda pintu terbuka gilang langsung bertanya pada dokter


" bagaimana ? apa yang terjadi dengan istriku, apakah dia " ucap gilang menggantung penuh harap diwajahnya


" maaf tuan, nona shivania hanya asam lambung " ucapan dokter membuat raut kecewa tercipta diwajah gilang


" sabar tuan jika sudah waktunya anda juga pasti menjadi ayah, anggap saja harapan yang tertunda " dokter yang tau harapan gilang memberikan semangat padanya gilang mengangguk dan benar aoa yang dikatakan dokter dia harus sabar dan berusaha


" lalu bagaimana keadaan istriku sekarang " tanyanya lagi, dokter mmpersilahkan gilang masuk menemui shivania didalam kamar


" sayang, kau sudah merasa baikan ? " ucap gilang setelah berada didekat shivania gilang mencium pucuk kepala istrinya dan naik keatas kasur menyenderkan kepala shivania kedadanya


" lumayan, cuma masih sedikit mual saja "


" tidak apa, jika sudah minum obat pastiakan sembuh " menepuk nepuk kepala shivania dengan tangan kirinya


tak berapa lama shivania tertidur gilang membenarkan posisi tidur shivabia agar dia tak merasa pegal jika bangun nanti


gilang ikut berbaring disana tak lama dia harus melakukan sesuatu dan meraih benda pipih disampingnya


mengetik pesan untuk sang skertaris


" hey bodoh obat apa yang kau belikan kemarin ? " pesan terkirim langsung dibaca oleh riko


" obat apa ? "


" nanya lagi, aku menyuruhmu membelikan obat penyubur, dan kenapa tidak ada khasiatnya ? " terkirim


" dasar bodoh, kau baru saja membuat shivania meminunnya satu kali bukan ? dan itu juga kau tidak memakainya mungkin ? bagaimana bisa jadi dalam semalam ? " riko kesal dengan sobat sekaligus bosnya itu


" hey aku tidak bodoh " gilang tak terima dikatai bodoh tapi dia malah menepuk dahinya sambil tersenyum sendiri memang yang dikatakan riko benar dan malam ini dia akan gencar membuat shivania segera mengandung anak darinya


dua jam berlalu shivania telah bangun dan berjalan masuk kedalam kamar mandi untuk memebersihkan diri,


siang ini dia akan berkumpul dengan the genk


setelah selesai shivania keluar dari dalam kamar mandi berbarengan dengan gilang yang masuk melihat sng istri sudah mandi dan masih menggunakan jubah


dia menghampirinya dengan senyum penuh arti


shivania melihat gilang medekat kearahnya dan mematung disana


shivania tersadar dan menelan salivanya gugup


" sayang apa kau sudah sembuh " tanya gilang setelah dekat shivania

__ADS_1


shivaia mundur dan gilang maju sampai punggubg shivania membentur tembok kamar mandi


" su, sudah a, aku akan pergi " ucap shivania merasa malu karena posisi gilang yang menyudilutkan shivania ditembok


" apa kau yakin akan pergi " gilang memastikan shivania mengangguk mengiyakan


" baiklah, aku akan ikut "


shivania tertegun mendengarnya bukan apa apa jika suaminya ikut


tapi kalau dia ikut teman temannya pasti merasa tidak enak dan sungkan terhadap gilang apa lagi gilang yang seperti itu


" jangan, maksudnya tidak usah kau pasti sibuk dengan pekerjaanmu sebaiknya kau urus dulu itu, baru setelah itu jemput aku bagaimana ? "


gilang melihat mata shivania yang gugup, shivania tersenyum kearahnya meyakinkan jika dia tidak apa apa


" baiklah jika itu mau mu, hati hati dijalan dan ingat hubungi aku lima menit sekali " gilang merangkup pipi shivania dan mencium dahinya


shivania tersenyum lebar dan mengangguk


" istri pintar " gilang menepuk pipi shivania gilang beranjak pergi namun shivania menahannya


" ada apa " gikang mengahadap shivania dan


cup


shivania berjinjit terlebih dulu meraih mencium bibir gilang


spontan gilang melotot tak menyangka jika istrinya lebih dulu menyerangnya dengan cara seperti ini sudut bibir gilang terangkat


" terimakasih atas semuanya " ucapnya menunduk malu melihat gilang sambil mengigit bibir bawahnya memainkan jemarinya dibawah sana


gilang mengangkat dagu shivania agar melihat wajahnya


" hey, ada apa denganmu " gilang memperhatikan shivania lekat dan gilang semakin mendekatkan wajahnya


cup


gilang kembali mencium bibir shivania namun kali ini lama dan lebih menuntut membawa shivania kedekat kasur


shivania yang terus mundur tidak sengaja berhenti ditepi kasur dan terduduk disana gilang mulai menaiki kasur itu dan pasti shivania berada dibawahnya


" kau harus berterima kasih dengan cara lain sayang " bisiknya shivania menelan ludahnya kasar


mencoba untuk menghindari saat ini tapi apalah daya tenaganya kalah besar dari gilang dan gilang sudah mencium bibir shivania kembali membungkam mulut itu dengan mulutnya


sampai shivania kehabisan oksigen barulah gilang melpasnya


" hey, apa kau mau mati ? kenapa menahan nafasmu seperti itu " gilang marah


" maaf. aku hanya " ucapan shivania terpotong

__ADS_1


" tidak apa apa, lain kali jangan seperti itu, kau bisa mati mengerti "


" ya aku mengerti "


gilang menjauh dari tubuh shivania turun dan membenarkan pakainya kembali


shivania kecewa karena hal yang akan terjadi gagal karena ulahnya shivanua menekuk wajahnya dalam


" apa yang aku pikirkan aaaarrggh " batinnya


" keterlaluan " gumamnya gilang memblaikan badabnya ketika mendengar shivania bicara


" apa ? siapa yang keterlaluan ? " tanya gilang mwmbuat shivania gugup membungkam mulutnya dengan tangan


" tidak, aku tidak bicara " kilah shivania tak mengaku


" mungkin kau salah dengar " lanjutnya lagi meyakinkan gilang


" ya sudah, cepatlah berpakain aku akan mengantarmu sekalian aku ada urusan "


shivania bergegas merapikan dirinya lalu kelur setelah beres shivania merendang tasnya kebelakang memakai baju kaos lengan pendek dan celana jeans warna navi membuat shivania terlihat bukan seorang istri tapi seorang gadis abg


gilang menelan salivanya ketika menyadari istrinya akan ditatap banyak pria


jika berpenampilan seperti itu


" mas kamu kenapa ? " shivania mehat gilang menatap kearahnya tanpa mengedip shivania mengayunkan tangannya kedepan wajah gilang


" mas, kamu kenapa " tanyanya lagi


gilang tersadar lalu


" tidak apa apa " ucapnya namun dalam pikiranya diaharus melakukan sesuatu


" sayang, apa kau yakin pergi memakai baju ini " ucap gilang tak rela sang istri dilirik pria lain kecuali dirinya


" memang kenapa mas, kamu tidak suka ? " raut wajah shivania terlihat kecewa


" tidak, tapi hanya saja " terpotong


" ya sudah kalau gitu kita pergi, menggantinya tidak ada waktu lagi aku sudah telat " shivania menggandeng tangan gilang mesra keluar dari rumah masuk kedalam mobil yang akan membawa mereka ketempat tujuan masing masing


selama diperjalan gilang terdiam entah apa yang dia pikirkan saat ini pikirannya hanya pada shivania shivania dan hanya shivania saja


" bagaimana nanti jika dia digoda oleh pria lain dan pria itu lebih tampan dariku " batin gilang menjerit


" aarrggh " teriak gilang frustasi menjambak rambutnya


shivania yang kaget gilang seperti itu


" mas, kamu kenapa ? " memegang tangan suaminya gilang sadar jika disampingnya ada shivania dia tidak mau jika ketahuan cemburu oleh istrinya

__ADS_1


" tidak ada, aku hanya pusing memikirkan akan bicara apa pada tamuku nanti " dustanya


shivania mengangguk lalu melirik kejalanan kembali tam ada lagi pembicaraan hanya hening yang tercipta selama diperjalan sampai tempat tujuan ..


__ADS_2