
sementara diperjalanan gilang cemberut beda dengan shivania yang terlihat bahagia bibirnya tersenyum mereka disepanjang perjalanan
" sudahlah jangan cemberut begitu jelek tau " sambil menggelayut manja memeluk lengan gilang
" jika bukan karena orok dalam perutmu aku tak sudi" batin gilang
" gimana gak cemberut bukannya tadi kamu minta buah kelapa saja? kenapa malah menyuruhku memetik daun mudanya juga aku ngeri nangkring diatas pohon kelapa seperti itu tadi sungguh terlalu,,lihat kakiku masih bergetar sampai sekarang "
" tapi aku tidak minta buahnya saja, kamukan sudah janji juga sama aku bakalan nurutin kemauan aku itu juga balasan dari aku jadi kita seimbang ! " shivania melepaskan lengan gilang berjalan cepat mendahului langkah gilang
" isssh sial kenapa dia yang malah marah padaku " gumam gilang berjalan dibelakang shivania, shivania tersenyum mendengar ucapan suaminya
shivania berjalan sedikit cepat karena sebentar lagi akan adzan magrib gilang menyusul shivania gilang berdiri didepan shivania lalu berjongkok dibawahnya
" kenapa menghalangi jalanku? bukannya tadi kau marah padaku? sudahlah aku mau cepat sampai rumah"
" aku tidak marah, justru aku akan membantumu agar kita cepat sampai "
shivania mengerutkan alisnya bingung
" maksudmu dari tadi jalanku lelet begitu? "
" ia, eh tidak aku gak mau kamu terlalu lelah berjalan jadi aku akan menggendongmu "
" tidak usah terima kasih aku masih kuat berjalan " ketus shivania melewati gilang kembali
tin tiin tiin
suara klakson motor membuat shivania berhenti melangkah
dari belakang dua motor berjalan mendekatinya gilang membalikan badannya ketika melihat kedua pemuda akan menghampiri mereka mata gilang menatap kedua pemuda itu dengan tajam apa lagi kedua motor itu berhenti disamping shivania dan dia melihatnya dengan jelas bahwa mereka pemuda yang cukup muda darinya tapi belum melihat wajah kedua pemuda itu
" siapa mereka ?" batin gilang
" tuh kan bener aku gak salah lihat " ucap salah satu orang yang mengendarai motor tanpa melepas helmnya, shivania mengernyitkan dahinya siapa kedua orang ini dan sepertinya suara orang ini tidak asing bagi shivania
__ADS_1
" siapa ? " ucap shivania
" waduh loe udah lupa sama kita berdua tega bener loe " membuka helm menunjukan deretan gigi putihnya
shivania mengingat ingat suaranya dan tak lama shivania memukul pundak yang bicara padanya saat melihat siapa pemuda dihadapannya
" sUe loe kirain gue siapa ternyata tikus sawah " ucap shivania
gilang memperhatikan ketiganya namun satu dari kedua pemuda itu hanya diam memperhatikan shivania dari balik helm yang dipakainya bibirnya sedikit tersenyum.
melihat itu gilang merasa geram
" kalian dari mana mau kamana? " tanya shivania
" dari kerjaan mau pulang kerumah "
" emang kerja apaan ko bawa tas ransel gede banget kaya mau pindahan aja " celetuk shivania
" seet kalau ngomong suka bener loe tapi bukan pindahan ini cuma baju kotor karena kami dilockdown sementara " ucap
" owh begitu " ucap shivania
gilang maju berdiri disamping shivania
" e'hem apakah sudah mengobrolnya " ucap sinis gilang meraih pergelangan shivania mengajaknya pergi dari sana
kedua pemuda itu mengernyitkan alisnya aneh siapa pria yang berani memegang tangan shivania dan shivania membiarkannya begitu saja seperti bukan shivania yang mereka kenal
gilang membawa shivania pergi tanpa pamit pada kedua pemuda itu
" kEw gue duluan ya " teriak shivania melambaikan sebelah tangannya
" mas kamu apa apan sih main tarik-tarik saja kan bisa bilang dulu jangan asal geret aja nyebelin " shivania kesel melepaskan paksa tangannya dari pegangan gilang, gilang melepaskan pegangannya ketika kedua pemuda itu tak terlihat dari pandangan mereka
" mas kenapa diem aja? kamu cemburu? "
__ADS_1
" cemburu buat apa dan kenapa harus cemburu saat wanita disampingku ini sudah jauh dari kata seksi dan tidak menarik orang lain lagi hmm "
" apaaaaah " shivania terkejut dengan ucapan gilang namun sang suami hanya terkekeh geli
" apa maksud kamu mas aku tidak seksi jika tidak seksi kenapa kamu mau nikahin aku dan jadi bucinnya aku "shivania menekan kata bucin diakhir kalimatnya
" menurut orang kamu tidak seksi tapi beda lagi menurutku kamu lebih dari kata seksi apa lagi jika didalam kamar tanpa memakai sehelai benang pun apa lagi saat kau menggoyangkan pinggulmu diatasku itu sangat beeuuh mantap " ucap gilang sambil membayangkan apa yang dia ucap hampir saja air liurnya kelur dari mulutnya.
buuk...
shivania memukul dada gilang
" hapus air liur mu mas itu sangat memalukan dasar pria mesum " pipi shivania menjadi merah merona menahan malu sedangkan gilang terkekeh geli
akhirnya shivania menceritakan pada gilang siapa kedua pemuda itu ada rasa cemburu saat shivania cerita jika salah satu dari kedua pemuda tadi adalah mantannya saat sekolah dulu.
setelah ditinggal shivania kedua pemuda itu juga pergi dari tempat tadi hika tadi shivania tadi belok kiri maka mereka belok kanan sepanjng jalan dalam pikiran kedua pemuda itu memikirkan gilang siapa yang telah membawa pergi shivania tadi apa saudaranya? tapi tidak mungkin karena setau mereka hanya bu halimah saja kerbat sekaligus adik dari pak rudi lalu siapa pria tadi dan apakah ada hubungan antara shivania dan pria tadi ??
shivania telah sampai dan keduanya masuk kedalam rumah tak lama adzan magrib berkumandang terdengar ribut ribut dari ruangan tamu
" ada siapa ya mas? " ucap shivania bertanya pada suaminya gilangpun tidak tau ada siapa saj diruang tamu karena didepan rumah mereka tidak ada kendaran lain selain motor yudi dan mertuanya saja yang terparkir diluar sana
shivania melangkah menuju keruangan tamu begitu juga gilang saat melihat mereka berdua rina yang pertama melihat keduanya
" shivania loe dari mana aja kami sudah lama menunggu kalian disini " tinaenghmpiri shivania dan memeluknya disusul oleh vina dari belakang rina
" kenapa kau baru pulang kami sudah lama menunggu mu disini terlalu sekali kau " ketus vina, shivania merasa tidak enak hati
" owh begituh kah? lalu kenapa kalian tidak menghubungiku dulu dasar payah " shivania menoyor kening vina gemas
" sudah kalian berdua masuk dulu bersihkan badan kalian baru kembali bergabung setelah sholat kita akan makan bersama diluar kita bakar-bakar " ucap ibu sania shivania bergegas pergi dari sana tapi sebelum itu ibu sania memperingati shivania
" nak lain kali pulang kerumah jangan terlalu sore apa lagi kemagriban dijalan tidak baik apa lagi kamu sedang hamil pamali kata orang tua dulu "
" ya bu maaf " shivania masuk kedalam kamar membersihkan diri begitu juga dengan gilang setelah selesai mereka bergabung kembali diruang tamu para lelaki mulai menyiapakan alat-alat sedangkan para wanita asik mengobrol diruang tamu nuri nadin tidak ikut bergabung diruang tamu keduanya asik didalam kamar keduanya belajar nadin sedang mengajari nuri belajar dari laptop
__ADS_1
shivania mencoba menghubungi sheza dari telpon namun sejak sore telpon sheza tidak aktif dan sudah berapa kali juga vina dan rina menghubunginya namun tetap tidak tersambung