
gagal sudah hari yang seharusnya dipakai untuk membahas rencana sheza malah harus melawan para preman
setelah mereka kembali kecaffe
sherina baru duduk dan tak lama gilang datang menyusul shivania
dengan wajah yang terlihat panik gilang masuk kedalam caffe mencari sang istri
" sayang , apa yang telah terjadi " ucap gilang saat sudah berada didekat shivania
shivania melirik para sohibnya
maksud dari pertanyaan gilang apa ? dibalas dengan angkatan bahu para sohibnya ya karena mereka memang tidak tau
" memang apa yang terjadi denganku, aku baik baik saja " shivania balik bertanya
" apakah mas gilang tau tadi kami berkelahi dengan preman ! tapi dari mana dia tau ? " batin shivania
shivania berdiri dari duduknya gilang langsung memeriksa tubuh shivania memastikan jika sang istri baik baik saja sama seperti yang dikatan shivania barusan
gilang membalikan tubuh shivania kekanan dan kekiri
" ada apa sih ? sudah aku bilang aku baik baik saja "
" tolong sayang jangan bohongi aku, selama aku belum kesini apa yang telah kalian lakukan ? " tanya gilang kini menatap sohib istrinya
sheza yang ditatap oleh gilang santai menyedot minumannya
rina yang melihat gilang menatap mereka menyenggol lengan vina namun vina seakan tak peduli senggolan dari rina karena vina asik menikmati makanan yang baru datang
" tidak ada yang terjadi, " shivania bingung gilang bertanya seperti itu apakah gilang sudah mengetahuinya ?
vina memakan makananya dengan lahap seperti belum makan selama tiga hari
rina hanya dapat menggelengkan kepalanya melihat vina seperti itu
" ya ampun, " gumam rina
merasa tak mendapat jawaban juga dari sohib shivania.
gilang akan memutuskan membicarakan hal ini nanti ketika mereka sudah ada dirumah saja
" baiklah kalau begitu, apa kau sudah makan ? "tanya gilang dijawab gelengan kepala oleh shivania
" kenapa belum makan ? bukannya tadi siang kamu hanya makan sedikit ? " tanya nya lagi shivania menggaruk tengkuknya yang tidak gatal antara malu dan senang diperhatikan oleh suami dihadapan para sohibnya
" ayo kita makan " ajak gilang memanggil pelayan memesan banyak makanan
tak lama semua makanan yang gilang pesan jadi dan dihidangkan didepan semuanya
" makanlah apa yang kalian suka, aku yang membayarnya " ucap gilang pada semuanya
" mas ini terlalu banyak, nanti mubajir. " shivania tak habis pikir dengan kelakuan gilang saat ini
__ADS_1
" ya pak gilang, ini terlalu banyak untuk kami " rina ikut bersuara
" tapi gak apa apa pak kalau bisa bungkusin buat saya dirumah " ucap vina yang langsung mendapat tatapan maut dari semua sohibnya
mendapat tatapan menyeramkan dari semua temannya vina cengengesan
" he he he bercanda pak ! gk serius ko "
mereka makan apa yang mereka suka beberapa piring masih utuh belum terjamah
sheza memanggil seorang pelayan untuk menghampirinya
" mbak maaf, tolong yang belum tersentuh itu dibungkus dan bawa kemari " ucap sheza shivania dkk tau betul maksud sheza
jika dulu tak punya apa apa dan serba kekurangan namun sekarang. sheza serba kecukupan
" mau diapakan makan itu " tanya gilang yang tidak tau apa apa
shivania melirik gilang dan berbisik ditelinga gilang
" mau dikasih keanak pinggir jalan " bisik shivania ditelinga gilang
gilang mengangguk tanda mengerti tapi yang jadi pertanyaannya
anak pinggir jalan yang mana ? " batin gilang namun tak mau diambil puyeng setelah makan malamnya berakhir gilang membawa shivania pulang lebih dulu
sheza, vina dan rina pulang diantar oleh sheza setelah menerima makanan yang dibungkus tadi dari pelayan barulah mereka pulang namin sebelum pulang kerumah masing masing sheza menyambangi anak anak didiknya dibawah kolong jembatan
" hey anak anak apa kabar " ucap sheza setengah teriak agar semua anak mendengar suaranya
" baik ka " sermpak anak pinggir jalan menjawab sheza sheza tersenyum senang mendengarnya
ketiga wanita itu membagi makanan minumn dan jajanan yang mereka beli kepada anak anak merasa sudah kebagian semua dan melihat semua anak memakannya,
tiga wanita pamit pulang karena hari sudah malam saat ini
diperjalanan shivania terus saja ditatap oleh gilang tatapan seperti mengintimidasinya
" kenapa sih lihatnya seperti itu ? " shivania memberanikan diri untuk bertanya
setelah bicara seperti itu barulah gilang beralih menatap yang lain
" mas aku boleh tanya gak " shivania bicara tanpa melihat kearah gilang
namun tangannya tak tinggal diam shivania menarik narik ujung bajunya
" apa yang mau kamu tanyakan "
" mas, sejak menikah denganmu aku belum " ucap shivania terpotong saat gikang menyadari ada yang harus gilang sampaikan kepada shivania
" aku juga mau bilang, ayah dan ibu ku sudah pulang dan mereka menyuruh kita untuk menginap disana, apa kau tak keberatan ? " ucap gilang melihat shivania
baru saja ingin bertanya tentang orang tua gilang namun sudah diberi jawabannya
__ADS_1
" tidak, memang kapan rencana mau kesana " ucap shivania
" malam ini, tapi jika kamu belum siap mungkin nanti saja "
mengelus kepala shivania merangkul bahu shivania dan menaruh kepala shivania dibahu gilang
" apakah tida apa apa jika malam ini kita kesana, aku belum mandi dan badanku lengket sekali ? " keluh shivania
" baiklah jika begitu kita pulang terlebih dahulu barulah kita kerumah orang tuaku " saran gilang diangguki shivania
setelah beberapa menit menempuh perjalanan shivania sampai dirumah miliknya dan gilang shivania langsung masuk kedalam kamar mandi membersihkan badannya dari aroma yang begitu menusuk indra penciuman
tak lama shivania keluar dari kamar mndi dengan wajah yang segar berbarenagn dengan gilang yang masuk kedalam kamar menggunakan jubah handuknya
" mas, kamu mandi dikamar lain " tanya shivania
" hmm " mendekati shivania namun shivania menghindar memili untuk mencari pakaian
gilang mendengus kesal karena shivania menghindarinya
" sayang apa kau lupa dengan janjimu " ucap gilang duduk ditepi tempat tidur memperhatikan shivania memilih pakaian
shivania yang sedang memilih pakian berhenti seketika shivania menelan salivanya susah
" janji yang mana " ucap shivania pura pura lupa sambil terus memilih pakaian
tanpa shivania sadari gilang sudah berada dibelakang memeluk tubuhnya erat dan mencium lehernya
" jangan bohong sayang, janji adalah hutang, maka lunasilah hutangmu itu " bisik gilang dengan suara parau shivania yang mendengar merasa bulu kuduknya berdiri
shivania hendak melepaskan pelukan gilang namun malah ada sesuatu yang mengeras dipinggangnya
gilang membalikan badan shivania agar menghadap padanya
bukannya melihat gilang shivania malah menutup mata membuat gilang merasa gemas dibuatnya
" hey kenapa harus menutup matamu " tanya gilang shivania langsung memvuka matanya lebar lebar gilang tersenyum lalu mendekatkan wajahnya
cup..
gilang mencium shivania sekilas dan dalam hitungan detik gilang mencium shivania kembali namun kali ini sedit lama
gilang terus menatap wajah shivania dalam dalam gilang mencium dahi shivania pipi kiri pipi kanan kedua mata shivania beralih pada hidung dan terakhir bibir shivania namun kali ini memaksa shivania agar membuka sedikit untuk dirinya agar bisa lidah bergoyang
shivania tak habis pikir kenapa tubuhnya menerima perlakuan dan ingin gilang
tangan gilang sudah berkelana kemana tau shivania digendong dan dibawa keatas kasur
shivania dibaringkan disana
" mas bukan kah kita akan pergi kerumah orang tuamu " ucap shivania disela sela aktifitas gilang
" nanti setelah ini " masih enggan untuk melpaskan
__ADS_1
shivania pasrah apa yang dingini gilang pada dirinya saat ini toh sudah haknya
dan malam ini malam panjang yang dilalui shivania sampai pagi bersama gilang.