Gadis Desa Dan CEO Dingin

Gadis Desa Dan CEO Dingin
panggilan khusus


__ADS_3

sheza yang mengendarai mobil memarkirkan mobilnya diarea taman setelah pulang dari latihannya.


dia turun dari mobil berjalan mendekat keara kursi yang terdapat didekat air mancur sheza memandangi air mancur itu karena terlihat indah bila dimalam hari banyak lampu lampu juga disana


" maafkan aku mom. aku belum menemukan orang itu " lirih sheza mengepalkan keduan tangannya geram karena sampai sekarang belum bisa siapa dalang dibalik kecelakaan mommynya.


sheza hanya melihat pemandangan itu tak ada lagi orang lain disana hanya dia seorang . sheza berjalan kearah pohon yang terdapat ayunan disana


sheza duduk diayunan perlahan memegang erat tali ayunan itu


sheza pulang setelah menghabiskan waktu 30 menit disana dia harus segera pulang karena ini sudah larut malam sheza takut dadnya mengkhawatirkan dirinya saat ini, ponselnya dia matikan agar tak ada yang mengganggunya sebentar


sheza pergi sembunyi sembunyi kabur dari pengawasaan penjaga


sheza melangkah pergi meninggalkann area taman itu


berjalan mendekat masuk kedalam mobil dan mobil melaju dengan sedang


dari kejauhan seorang pria mengikutinya sedari dia pulang dari kuliah tadi pagi


orang itu adalah suruhan abhi sagara wijaya yang memintanya mengikuti gadis itu tiap harinya dan melaporkan semua kegiatan sheza kepadanya tanpa terkecuali.


sheza sampai dan penjaga membuka gerbang rumahnya sheza masuk


" pak, tolong masukin mobilnya ya kegarasi " sheza memberikan kunci ke pak anwar penjaga gerbang


" baik non "


" terimakasih banyak pak " ucap sheza pak anwar mengangguk dan sheza melangkah masuk kedalam rumah.


diluar orang yang mengikuti sheza sedang membuat video sheza untuk dia kirim ke sang tuan besarnya


setelah mengirimkan video, orang itu berlalu pergi meninggalkan kediaman sheza kusuma.


" tak bosan aku melihatmu dan semakin lama entah apa yang membuatku betah memandangmu hingga melakukan hal konyol seperti ini " ucap abhi sendiri, masih dikantor dan akan menginap disana malam ini dia putar kembali video tadi sambil tersenyum simpul mengelus wajah sheza dari layar ponselnya

__ADS_1


" aku gila " gumamnya


kediaman shivania


" ya ibu pasti aku akan baik baik saja banyak orang disini ! kalau ibu khawatir tinggalah bersama kami disini mas gilang juga menyuruh ibu untuk tinggal bersama " ucap shivania yang sedang bicara pada ibunya lewat telpon seluler


" kami tidak bisa nak,kau tau sendiri kami juga mengurus sawah dan kebun disini ,yadi sama nuri juga sekolah disini ibu tidak bisa " ibu sania menolak jika dia menuruti kemauan sang anak untuk tinggal bersama dikota, sedangkan dirinya sibuk mengurusi kebun dan sawah


setelah menikah gilang membelikan itu semua kepada orang tua shivania meski dengan cara memakalsa agar diterima oleh mertuanya beralasan sudah kewajiban sang anak memberikan semua itu dan menolakpun orang tua shivania tak enak saat gilang bilang dia akan sedih karena dianggap orang lain sedangkan dirinya adalah suami dari anaknya itu


dengan terpaksa orang shivania menerima semua itu gilang juga meminta dan akan membayar orang untuk mengurus semua itu, namun orang tua shivania tidak setuju dan gilang membiarkan mereka namun bila suatu hari mereka akan kekota maka gilang sudah meminta orang menggantikan mertuanya itu


orang tua shivania juga sering bicara melalui telpon dengan ibu halimah


ibu sania juga merawat rumah ibu halimah yang ditinggalkannya


sekarang ibu sania tinggal dirumah bu halimah karena rumahnya sedang diambrukan menggantinya dengan yang baru, itu juga dari gilang namun shivania tidak tau hal itu anaknya itu hanya tau sawah dan kebun saja


gilang sengaja tidak memberi tahu shivania dan meminta mertuanya agar tidak membicarakan soal rumah pada shivania, dua ingin memberi kejutan nanti jika shivania pulang kampung


aaaaaa " jerit shivania saat gilang menaikan baju shivania dan menggesekan hidung diperutnya merasa kaget campur geli karena kumis dan jakun gilang mulai tumbuk


" kamu kenapa nak " ibu sania kaget saat anaknya menjerit seperti tadi


disebrang sana shivania menggigit bibir bawahnya dan menepuk keningnya pelan


" tidak apa bu, hanya saja ada semut berjawer membuatku geli " ucap shivania sambil melirik suami disampingnya gilang membalas melihat shivania tajam


shivania menelan ludahnya kasar


" mampus gue " batin shivania


" ibu aku harus tutup dulu telponya ini sudah sangat malam ibu istirahatlah nanti aku akan menghubungi ibu lagi dan katakan salam ku untuk semuanya " ucap shivania tanpa melihat gilang, dia takut gilang marah padahal tadi dia hanya bercanda


" ya sudah kamu juga istirahat jaga calon cucu ibu ya, asalamualaikum " ucap ibu sania mengakhiri panggilan

__ADS_1


" walaikum salam " lirih shivania yang takut pada suaminya perlahan shivania memberanikan diri untuk melihat sang suami


namun tatapan mata mereka malah beradu


" aku harus menghukummu sayang, berani beraninya kau mengataiku semut berjawer " ucap gilang pura pura marah


shivania menutupi seluruh tubuh sampai kekepalanya dengan rapat


gilang menarik selimut itu dan shivania kaget dan berteriak terik


" kau tadi bilang aku semut berjawer yang besar hahh ? rasakan ini " gilang mengelitik perut shivania tanpa ampun hingga membuat shivania menjerit jerit kegelian


" sudah mas ampun, nanti aku ngompol disini perut aku sakit, aku hanya bilang semut berjawer tidak bilang besar " membenarkan ucapan gilang, shivania memegangi perutnya gilang lupa istrinya sedang hamil dan terlihat panik melihat shivania memegangi perutnya itu


" aku telpon dokter dulu, tunggu disini sebentar " gilang turun dari ranjang keluar dari kamar gilang akan mengambil ponselnya yang ada diruang kerja


" kenapa dokter yang dia telpon aku hanya ingin membuang tabunganku saja, cukup masuk kamar mandi dan nongkrong disana" gumam shivania


shivania menepuk dahinya


" iiisshhh dia itu berlebihan " gerutunya dan menyusul gilang keluar sambil berteriak


" JAWEEER " teriak shivania memanggil suaminya, shivania menyusul gilang keruang kerjanya shivania harus segera bilang agar kesalahan ini selesai


dan kini shivania sudah menemukan panggilan sayang khusus untuk sang suami


bukan tanpa alasan shivania membuat panggilan itu


karena suaminya itu mempunyai rambut kasir dibelakang yang artian dari orang sunda itu berarti pelit


gilang termasuk orang pelit ! pelit ngomong dan senyum pada orang lain πŸ€­πŸ˜‚


aku minta maaf yang nungguin up an cerlek ini


mohon dukungan dan semangatnya love you....😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2