
sheza yang mengendarai mobil memarkirkan mobilnya diarea taman setelah pulang dari latihannya.
dia turun dari mobil berjalan mendekat keara kursi yang terdapat didekat air mancur sheza memandangi air mancur itu karena terlihat indah bila dimalam hari banyak lampu lampu juga disana
" maafkan aku mom. aku belum menemukan orang itu " lirih sheza mengepalkan keduan tangannya geram karena sampai sekarang belum bisa siapa dalang dibalik kecelakaan mommynya.
sheza hanya melihat pemandangan itu tak ada lagi orang lain disana hanya dia seorang . sheza berjalan kearah pohon yang terdapat ayunan disana
sheza duduk diayunan perlahan memegang erat tali ayunan itu
sheza pulang setelah menghabiskan waktu 30 menit disana dia harus segera pulang karena ini sudah larut malam sheza takut dadnya mengkhawatirkan dirinya saat ini, ponselnya dia matikan agar tak ada yang mengganggunya sebentar
sheza pergi sembunyi sembunyi kabur dari pengawasaan penjaga
sheza melangkah pergi meninggalkann area taman itu
berjalan mendekat masuk kedalam mobil dan mobil melaju dengan sedang
dari kejauhan seorang pria mengikutinya sedari dia pulang dari kuliah tadi pagi
orang itu adalah suruhan abhi sagara wijaya yang memintanya mengikuti gadis itu tiap harinya dan melaporkan semua kegiatan sheza kepadanya tanpa terkecuali.
sheza sampai dan penjaga membuka gerbang rumahnya sheza masuk
" pak, tolong masukin mobilnya ya kegarasi " sheza memberikan kunci ke pak anwar penjaga gerbang
" baik non "
" terimakasih banyak pak " ucap sheza pak anwar mengangguk dan sheza melangkah masuk kedalam rumah.
diluar orang yang mengikuti sheza sedang membuat video sheza untuk dia kirim ke sang tuan besarnya
setelah mengirimkan video, orang itu berlalu pergi meninggalkan kediaman sheza kusuma.
" tak bosan aku melihatmu dan semakin lama entah apa yang membuatku betah memandangmu hingga melakukan hal konyol seperti ini " ucap abhi sendiri, masih dikantor dan akan menginap disana malam ini dia putar kembali video tadi sambil tersenyum simpul mengelus wajah sheza dari layar ponselnya
__ADS_1
" aku gila " gumamnya
kediaman shivania
" ya ibu pasti aku akan baik baik saja banyak orang disini ! kalau ibu khawatir tinggalah bersama kami disini mas gilang juga menyuruh ibu untuk tinggal bersama " ucap shivania yang sedang bicara pada ibunya lewat telpon seluler
" kami tidak bisa nak,kau tau sendiri kami juga mengurus sawah dan kebun disini ,yadi sama nuri juga sekolah disini ibu tidak bisa " ibu sania menolak jika dia menuruti kemauan sang anak untuk tinggal bersama dikota, sedangkan dirinya sibuk mengurusi kebun dan sawah
setelah menikah gilang membelikan itu semua kepada orang tua shivania meski dengan cara memakalsa agar diterima oleh mertuanya beralasan sudah kewajiban sang anak memberikan semua itu dan menolakpun orang tua shivania tak enak saat gilang bilang dia akan sedih karena dianggap orang lain sedangkan dirinya adalah suami dari anaknya itu
dengan terpaksa orang shivania menerima semua itu gilang juga meminta dan akan membayar orang untuk mengurus semua itu, namun orang tua shivania tidak setuju dan gilang membiarkan mereka namun bila suatu hari mereka akan kekota maka gilang sudah meminta orang menggantikan mertuanya itu
orang tua shivania juga sering bicara melalui telpon dengan ibu halimah
ibu sania juga merawat rumah ibu halimah yang ditinggalkannya
sekarang ibu sania tinggal dirumah bu halimah karena rumahnya sedang diambrukan menggantinya dengan yang baru, itu juga dari gilang namun shivania tidak tau hal itu anaknya itu hanya tau sawah dan kebun saja
gilang sengaja tidak memberi tahu shivania dan meminta mertuanya agar tidak membicarakan soal rumah pada shivania, dua ingin memberi kejutan nanti jika shivania pulang kampung
aaaaaa " jerit shivania saat gilang menaikan baju shivania dan menggesekan hidung diperutnya merasa kaget campur geli karena kumis dan jakun gilang mulai tumbuk
" kamu kenapa nak " ibu sania kaget saat anaknya menjerit seperti tadi
disebrang sana shivania menggigit bibir bawahnya dan menepuk keningnya pelan
" tidak apa bu, hanya saja ada semut berjawer membuatku geli " ucap shivania sambil melirik suami disampingnya gilang membalas melihat shivania tajam
shivania menelan ludahnya kasar
" mampus gue " batin shivania
" ibu aku harus tutup dulu telponya ini sudah sangat malam ibu istirahatlah nanti aku akan menghubungi ibu lagi dan katakan salam ku untuk semuanya " ucap shivania tanpa melihat gilang, dia takut gilang marah padahal tadi dia hanya bercanda
" ya sudah kamu juga istirahat jaga calon cucu ibu ya, asalamualaikum " ucap ibu sania mengakhiri panggilan
__ADS_1
" walaikum salam " lirih shivania yang takut pada suaminya perlahan shivania memberanikan diri untuk melihat sang suami
namun tatapan mata mereka malah beradu
" aku harus menghukummu sayang, berani beraninya kau mengataiku semut berjawer " ucap gilang pura pura marah
shivania menutupi seluruh tubuh sampai kekepalanya dengan rapat
gilang menarik selimut itu dan shivania kaget dan berteriak terik
" kau tadi bilang aku semut berjawer yang besar hahh ? rasakan ini " gilang mengelitik perut shivania tanpa ampun hingga membuat shivania menjerit jerit kegelian
" sudah mas ampun, nanti aku ngompol disini perut aku sakit, aku hanya bilang semut berjawer tidak bilang besar " membenarkan ucapan gilang, shivania memegangi perutnya gilang lupa istrinya sedang hamil dan terlihat panik melihat shivania memegangi perutnya itu
" aku telpon dokter dulu, tunggu disini sebentar " gilang turun dari ranjang keluar dari kamar gilang akan mengambil ponselnya yang ada diruang kerja
" kenapa dokter yang dia telpon aku hanya ingin membuang tabunganku saja, cukup masuk kamar mandi dan nongkrong disana" gumam shivania
shivania menepuk dahinya
" iiisshhh dia itu berlebihan " gerutunya dan menyusul gilang keluar sambil berteriak
" JAWEEER " teriak shivania memanggil suaminya, shivania menyusul gilang keruang kerjanya shivania harus segera bilang agar kesalahan ini selesai
dan kini shivania sudah menemukan panggilan sayang khusus untuk sang suami
bukan tanpa alasan shivania membuat panggilan itu
karena suaminya itu mempunyai rambut kasir dibelakang yang artian dari orang sunda itu berarti pelit
gilang termasuk orang pelit ! pelit ngomong dan senyum pada orang lain π€π
aku minta maaf yang nungguin up an cerlek ini
mohon dukungan dan semangatnya love you....πππ
__ADS_1