Gadis Desa Dan CEO Dingin

Gadis Desa Dan CEO Dingin
membisu


__ADS_3

setelah membersihkan tubuh kembali, shivania menjalankan ibadah sholat magrib tanpa gilang


sesudah makan siang pergi tanpa memberi tahu shivania kemana dia akan pergi shivania hanya mendengar kalau gilang akan pergi keapartement miliknya disambungan telpon menemui seseorang tapi sampai saat ini gilang belum juga pulang


shivania mulai khawatir mengenai gilang pikiran kotor menerjang otaknya


" ya allah gusti jangan sampai " shivania bergidik ngeri membayangkan gilang bersama dengan wanita lain dan melakukan yang tidak tidak diluar sana.


" aku gak mau kalau jadi janda aku belum siap , apa kata orang nanti " shivania memikirkan orang tuanya


akhirnya shivania bertekad akan melakukan sesuatu malam ini malam yang akan membuat dirinya menjadi seorang istri sungguhan untuk gilang


shivania menyambar hpnya diatas kasur lalu dia mengotak atik entah apa yang dia cari didalam sana,


setelah 10 menit berlalu shivania bangun dari duduk bersilanya dia membuka lemari dan mengeluarkan pakaian tidur


" ini kebangetan , " shivania menjiwir baju tidur yang terlihat dalamnya laly mengembalikanya ketempat semula


" bisa bisa masuk angin gue pakai baju begini semua " shivania menaruh kembali semua pakaian yang tadi dia keluarkan lalu berjalan mendekati tempat tidur dan duduk disana


" ya allah gini amat ya cari pahala dari suami " gumam shivania


suami shivania sungguh benar benar tak menyangka jika sekarang dia sudah menjadi seorang istri, baru semalam saja sudah kalang kabut begini bagaimana malam malam berikutnya sudahlah shivania pusing memikirkan hal itu


lebih baik dia sholat isya dulu baru dia akan turun kebawa untuk melihat apakh suaminya sudah datang apa belum.


selesai sholat isya shivania memenuhi perkataanya dia turun kebawah dan menunggu suaminya diruang keluarga sambil menyalakan televisi shivania menyandarkan kepalanya di kepala kursi beberapa saat kemudia shivania mulai merasa mengantuk dan akan tertidur


tak lama tetdengar suara deru mobil memasuki halaman rumah gilang dan shivania ceoat cepat bangun dan berjalan mendekati pintu masuk

__ADS_1


shivania sedikit membuka pintu untuk melihat apakah benar suaminya yang pulang atau orang lain yang bertamu dijam segini


shivania melihat gilang turun dari mobilnya


shivania membuka ointu ketika gilang sudah tak jauh dari pintu dan shivania mengukurkan tangannya .


gilang berhenti didepan shivania melihat tangan shivania terulur gilang sedikit menarik sudut bibirnya


lalu menerima uluran tangan shivania, shivania mencium punggung tangan gilang lalu mengambil alih bawaan dari tangan kiri gilang.


mereka berdua merasa canggung melakukan hal itu


shivania memberanikan diri untuk bertanya pada gilang


" hmm,, mas sudah makan malam belum " tanya shivania menundukan pandangannya gugup


gilang yang ditanya oleh shivania berjalan mendahului shivania lalu dia berjalan keruang makan melihat semua sudah tertata rapi gilang pun langsung duduk tanpa dipersilahkan


" mas mau pake apa " tanya shivania walau tau gilng tak akan menjawab shivania terus berusah melayani suaminya itu


" aku ambilin ayam rica ya " shivania menaruh lauk dipiring gilang dan tempe goreng juga mendekatkan sayur bayam juga dihadapan gilang


" maaf ya mas aku cuma bisa masak gini doang " shivania tak enak hati menyiapkan menu makanan seperti ini


setelah meladeni gilang kini shivania mengambil makan untuk dirinya


gilang dan shivania makan bersama makan tanpa ada yang mengganggu karena semua pelayan sudah beristirahat shivania yang menyuruh mereka .


ditengah makannya gilang tersedak karena merasa kepedasan

__ADS_1


sebenarnya gilang tidak bisa memakan makanan yang pedas seperti ayam rica rica yang dibuat shivania


untuk menghargai masakan shivania gilangpun memakannya


shivania memberikan minum untuk gilang, melihat wajah gilang yang berkeringat shivania langsung menjauhkan piring gilang dari hadapan gilang


" kenapa kau tak bilang jika kau tak suka pedas " shivania mengipasi gilang dengan tangannya


" sudahlah jangan diam terus jawab pertanyaan ku " teriak shivania


" kau marah karena akau menolakmu kan karena itu , ? " lanjut shivania


" aku tidak menolakmu tapi aku tadi baru selesai datang bulan dan belum bersih bersih, kau mengerti kan apa maksudku " jelas shivania


gilang mendongakan wajahnya melihat shivania datar


wajah shivania memerah dipandang seperti itu oleh gilang


" apakah aku salah bicara ? kenapa dia melihatku seperti itu " batin shivania


shivania berhenti mengipasi gilang lalu dia pergi untuk mengambil air dingin dari kulkas


" kenapa dia ngelihatin gue kaya gitu banget, kan gue ngomong gitu juga ngejelasin ke dia " grutu shivania


shivania membuka kulkas menuangkan airnya kedalam gelas


shivania meneguk tandas habis air dingin itu


shivania memutar bola matanya jengah ketika melihat gilang masuk kedalam dapur

__ADS_1


" maU apa dia kesini , dasar cowo bisu " batin shivania jengkel melihat sikap gilang terus menerus mendiaminya


shivania keluar dari dapur dan membereskan ruang makan bekas mereka makan tadi, shivania mencuci semua piring yang kotor dan setelah selesai shivania masuk kedalam kamar gilang belum terlihat disana karena sesudah makan gilang langsung keruangan kerja.


__ADS_2