
shivania mengela nafas sedalam dalamnya untuk mengurangi sesak didada,
sudah beberapa kali dia lakukan itu pelan tapi pasti kadar sesak itu mulai sedikit mengurang
shivania menaruh telapak tangannya didepan dada
" sesakit inikah ! " gumam shivania tak terasa air mata yang telah mulai berhenti seketika beguguran kembali keluar tanpa diminta
saat mengingat kejadian tadi
hati shivania membara ingin rasanya dia meremukan tangan wanita itu
" berani sekali dia melakukan itu " geram shivania
namun saat itu shivania teringat
" astaga gue kan ada janji jam berapa ini " shivania langsung melihat jam ditangan kirinya
" pak, pak tolong antar saya kehalte bus ya, sekarang " ucap shivania pada supir yang mengantarnya
" maaf, nona tapi buat apa kita kehalte bus " tanya sang supir
" sudah pak tolong antar saya dulu, tolong " ucap shivania meminta untuk dipercepat
supir menaikan kecepatannya melaju dengan kencang
shivania mengelurkan ponselnya
" halo, kalian dimana ? " ucap shivania setelah tersambung
" gue lagi dijalan juga, tungguin gue " ucap shivania mematikan sambungannya
tak lama shivania oun sampai dihalte bus dan keluar dari mobil shivania berdiri menunggu busnya datang
sang supir yang melihat majikannya menghampiri dan bertanya
" maaf nona, jika saya lancang nona saya bisa mengantar nona kemana saja ini adalah tugas saya " ucap sang supir
shivania terdiam sejenak memikirkan alasan apa yang akan dia berikan
shivania tersenyum
" tidak usah pak, mungkin saya akan lama jadi bapak pulang saja duluan nanti saya akan bicara pada tuan, bapak gak usah khawatir saya yang akan bertanggung jawab jika nanti bapak dimarahi, ini pak " shivania menyodorkan dua lembar uang untuk sang supirnya
" terima kasih nona, hati hati dijalan " ucap sang supir shivania tersenyum ramah dan mengangguk
shivania masuk kedalam bus setelah bus datang dan membawanya ketujuan
diperjalanan shivania mengirim oesan untuk suaminya
" jangan mencariku, selamat bersenang senang " isi pesan shivania
lalu shivania mengetik pesan kembali dia takut jika sang supir kehilangan pekerjaannya karena dia
" jangan salahkan pak sudin, aku yang meminta dia untuk pulang " pesan terkirim
pada saat itu gilang baru masuk keruangannya kembali, setelah menemui riko diruangannya
gilang berjalan mendekati meja tempat dia bekerja meraih berkas dokumen yang harus di periksa kembali
saat itu gilang melihat layar ponselnya yang menyala dan tak lama mati
gilang langsung menyalakan kembali layar ponselnya
alis gilang mengkerut membaca isi pesan dari shivania maksudnya apa ?
gilabg langsung menelpon pak sudin menanyakan dimana keberadaan shivania
__ADS_1
" dimana shivania " gilang langsung menayakan keberadaan istrinya
pak sudin yang mendengar nada yang sedikit tinggi dari sang tuan menciut dan gelagapan
" ma, maaf tuan tadi nona minta diturunkan dihalte bus, dan saya tidak diperbolehkan ikut bersama nona saya disuruh pulang " ucap pak sudin merasa bersalah harusnya dia ikut saja tadi dari pada harus menerima kemarahan tuan mudanya
gilang langsung mematikan pembicaraannya dengan pak sudin
" dia pergi dan melarang aku untuk mencarinya ? apa apan dia " gilang akan menghubungi seseorang namun satu pesan masuk kembali kedalam ponselnya
" aku bersama teman temanku, dan akan menginap semalam disana mungkin besok malam aku baru pulang " gilang membaca pesan itu
" kenapa tidak membicarakan hal ini padaku " balas gilang
langsung dibaca oleh shivania
" maaf, tadinya aku akan bicarakan hal ini denganmu tapi sepertinya kau sangat sibuk bermesraan , aku takut mengganggumu " shivania menyindir gilang menyebutkan kata bermesraan
gilang tersenyum membaca pesan itu
" apa kau cemburu " tulis gilang
" buat apa aku cemburu, " balas shivania
" lalu kalau bukan cemburu, kenapa cincin pernikahan kita kau berikan padaku dan kau pergi begitu saja "
" pede sekali, adanya cincin itu maka aku tidak bisa berdekatan dengan pria lain,mereka akan tau jika aku sudah menikah dan aku buru buru karena sudah terlambat" balas shivania
shivania tersenyum senang bisa membalas
namun yang membaca pesan itu terlihat mengeplakan tangan dan mengeraskan rahangnya
" apa maksudmu " gilang menelpon shivaniaa dan setelah tersambung gilang langsung terdengar emosi
baru saja diangkat dan menempelkan ditelinganya
" hey, kau ini bisa tidak bicara sedikit pelan telinga dan jantungku belum siap mendengar " protes shivania mengelus dadanya karena kaget
" bisa bisa mati muda " gumam shivania .
meski terdengar kecil namun gilang mendengarnya dengan jelas
" apa maksudmu dengan pria lain, " lanjut gilang tak menghiraukan protesan shivania nada suara gilang sudah kembali seperti biasa
tapi shivania tidak tau jika disana gilang memecah kan gelas yang dia pegang hingga tangannya terluka dan mengeluarkan darah segar.
" ya seperti dirimu, yang bisa berdekatan dengan wanita lain aku juga bisa melakukan itu aku kan hanya mengikuti saja " ucap shivania mematikan ponselnya tanpa pamit terlebih dahulu
shivania tersenyum sudah membalas perlakuan gilang terhadapnya
" dia kira gue ini wanita lemah yang akan pasrah begitu saja, tidak akan " ucap shivania terlihat geram
shivania turun dari bus berjalan pergi kesebuah tempat yang dijadikan tempat pertemuan genk sherina tak lam shivania tiba ditempat itu dan dia melihat sheza disana
" zha " shivania melambaikan tangnnya dibalas sheza juga melambaikan tangan shivania langsung berjalan cepat mendekati hingga tak sengaja menabrak seseorang disana
" maaf, aku tidak sengaja " ucap shivania menundukan wajahnya
tidak ada sautan dari pria itu,
sheza mendekat kearah mereka namun pria itu berlalu pergi meniggalkan tempat itu
" loe gak apa apa va, dia siapa" ucap sheza setelah didepan shivania
shivania mengangkat bahunya
"ya udah kita duduk aja lagian gak penting, gue udah minta maaf malah gak ada jawaban pergi gitu aja dasar pria sama saja " ucap shivania mengingatkan pada gilang
__ADS_1
" ya begitulah kalau bahasa loe mah katanya apa va " ucap sheza meminta shivania menjawab
" cicing cicing bulu ucing " lanjut shivania
sheza mengangguk
" oh ya yang lain mana " tanya shivania baru menyadari hanya mereka berdua disana
" mungkin sebentar lagi, tuh mereka " tunjuk sheza
" panjang umur mereka baru di omong udah nongol " ucap shivania melupakan persoalan tentang dirinya
" heey semua udah lama ya, maaf macet " ucap vina
" ach loe mah bukan macet dijalan tapi macet diminimarket " ucap sinis rina
vina menyenggol lengan vina
" udah udah nanti aja ributnya, kita pesan makanan sama minuman gue laper " shivania memegangi perutnya ketena dia belum makan dari siang
keempat wanita itu duduk sambil bercerita ria
setelah makanan datang merekapun llangsung menyantapnya tidak aneh jika vina yang bernafsu makan banyak tapi mereka aneh melihat shivania makan seperti kerasukan
" va hati hati makanya ,kaya belum makan aja loe " ucap rina asal sheza juga melihat shivania tak seperti biasa
" emang gue belum makan " jawab shivania meneguk minumnya
" alhamdulilah kenyak juga " shivania mengelus perutnya
" ada masalah ? cerita kekita jangan dipendem sendiri " sheza menepuk bahu shivania
" hmmm " shivania menghela nafas panjang dan membuangnya perlahnman sebelum menceritakan pada sahabatnya
" kita dukung loe , ya kan gaes " ucap vina setelah shivania menceritakan masalahnya diangguki yng lain juga
" loe gak bakalan salah juga kok va jika loe ikut ikutan kaya laki loe, " ucap vina enteng keenam bola mata milik para sahabatnya tertuju pada vina
meminta penjelasan, bukanya itu salah kenapa vina bilang gak salah ?
" ya kan shivania seorang makmum jadi apa yang dilakukan imamnya makmum mengikuti " ucap vina tanpa rasa berdosa
ketiga sahabatnya melongo mendengar perkataan vina
memang benar di ucapkan vina tapi tak semua juga benar ( bijak dalam memahami okay...guy's )
" terserah loe aja deh vin, gue no koment " ucap rina pasrah
vina mendengar hal itu tersenyum senang.
" vin gue minta sesuatu sama .. " ucapan sheza menggantung
" gaes kita bahas itu nanti saja, okay " shivania memperingati dengan memotong pembicaran sheza, shivania tau ada sesuatu yang penting melihat raut wajah sheza menjadi serius,
tapi ini adalah tempat umum dan bisa saja ada yang mendengar dan membocorkan pada siapa saja pikir shivania
the genk sherina akhirnya pulang bersama menuju kesuatu tempat yang telah sheza siap kan sebelumnya meskipun dalam keadaan masih membutuhkan banyak istirahat waktu itu sheza memerintahkan seseorang untuk mencari sebuat tempat untuk mereka dan benar saja tempat itu lumayan jauh dari perkotaan
sebelum mereka masuk kesana sheza sudah memastikan jika tak ada yang mengikuti mereka dari orang orang dadnya ataupun orang suruhan gilang
benar saja orang suruhan gilang kehilangan jejak dan melaporkan kejadian itu kepada gilang
" aku tidak mau tau temukan istriku atau aku hukum kau " bentak gilang
gilang mengacak rambutnya frustasi
" seharusnya tadi gue kejar dia " gilang menyesal sampai jam tujuh malam gilang baru kembali mendapatkan info namun hasilnya tetap sama tidak tau keberadaan shivania saat ini
__ADS_1
gilang memutuskan akan menunggu walau menunggu itu lama tapi hanya itu yang bisa dia lakukan tetap menunggu sampai besok malam menjelang