Gadis Desa Dan CEO Dingin

Gadis Desa Dan CEO Dingin
dimana mas gilang..


__ADS_3

satu minggu kemudian setelah sheza sembuh dan hari ini juga sheza akan mulai bekerja kembali ditoko bunga


sebenarnya sheza disuruh berhenti dari pekerjaan itu


sheza diminta untuk ikut keperusahaan tuan darma


" nak jika bukan kamu yang dady andalkan ? siapa lagi hanya kamu harapan daddy sayang " mengelus rambut sheza lembut


untuk sesaat sheza melamun memikirkan hal itu ada rasa bersalah dihati sheza


" dad bukannya aku tidak mau tapi, apakah pantas gadis yang hanya lulusan sma mengurus sebuah perusahaan ? " ucap sheza dengan seulas senyum dibibir manisnya


sebenarnya tuan darma sudah mengurus pendidikan sheza yang akan berlanjut keluar negri dan akn membicarakan hal ini sekarang pada sheza


tuan darma menggenggam tangan sheza lalu memandangi wajah cantik putrinya


sheza tersenyum pada dadnya


" sebenarnya ada hal yang dad akan bicarakan denganmu nak, ini masalah pendidikanmu " tuan darma mengela nafasnya dengan berat, sulit jika harus berpisah dengan putri semata wangnya kembali jika bukan untuk kebaikannya tuan darma tidak akan mengambil keputasan ini


" bagaimana jika kau kuliah diluar negri ! tinggal pilih saja dimana sheza akan melanjutkan sekolah sheza nanti dad yang mengurus semuanya " ucap tuan darma memandangi wajah anak satu satunya itu


ada gurat kesedihan yang terpancar disana mau bagaimana lagi ini demi kebaikan putrinya kelak


sheza diam mematung tak percaya keputusan dadnya saat ini


" tapi dad, aku tidak mau kesana aku hanya ingin disini lagi pula universitas disini juga tak kalah hebat dan bagusnya " ucap sheza jika dia menyetujui keinginan dadnya berarti gagal rencana yang sheza buat bersama the genknya


" dad jika aku berkuliah disini bukankah aku juga bisa setiap hari ikut bersama dad kekantor ? " ucap sheza agar dadnya itu berubah pikiran sheza tak ingin menyakiti hati tuan darma karena dia tau semua itu bentuk kasih sayang dari dadnya


sheza masih meyakinkan tuan darma agar tidak mengirimnya pergi keluar negri


" baiklah jika itu keinginan putri dad, apa boleh buat yang terpenting putri dad ini bisa melanjutkan pendidikannya dan segera menggantikan dad, tapi sebagai gantinya kamu harus rajin ikut kekantor dan segeralah berhenti dari pekerjaanmu saat ini " ucap tuan darma


dengan berat hati sheza memyetujui keinginan ayah kandungnya meski berat keluar dari pekerjaannya saat ini namun ini adalah celah baginya untuk memulai rencana bersama dengan para sahabatnya .


" tapi dad, aku tidak mau jika aku diperkenalkan sebagai anak daddy " ucap sheza membuat tuan darma heran dibuatnya seakan tau keterkejutan daddynya sheza menjelaskan jika dirinya ingin mandiri dan agar semua para pegawai tidak sungkan terhadapnya dan pastinya agar menemukan para penghianat disana .


sheza dan kawan kawan curiga bukan hanya orang luar saja yang mengharapkan kehancuran perusahaan yang tuan darma miliki dan membuat nasib dirinya seperti saat ini


sheza belum bisa melupakan kejadian naas yang menimpa dirinya sampai kehilangan ibu kandung


setelah tuan darma menyetujui keinginan sheza, sheza pamit ubtuk jeluar hari ini dia berncana akan mengundurkan diri ditoko bunga dan setelah itu akan pergi menemui rina diclabnya tapi sebelum itu dia akan menghubungi shivania terlebih dahulu


setelah sambungan telpon diangkta dari sebrang sana


" halo va , gimana ? kita bisa kan kumpul ditempat rina " tanya sheza memastikan


" ia tapi loe jemput si vina ya, ! soalnya gue pergi dari kantor mas gilang jadi lama jika harus muter arah lagi " ucap shivania


" baiklah nanti gue jemput dia, ya sudah gue tutup dulu " sheza mematikan telponnya


shivania yng sudah selesai bicara dengan sheza dari sambungan telpon kini berbalik namun matanya membulat saat melihat pandangan yang membuat paginya merasa terbakar kepanasan


bagaimana tidak kepanasan saat berbalik shivania dihadiahi sebuah ciuman dari sang suami yang baru saja selesai mandi dan hanya menggunakan handuk masih melilit dipinggangnya rambut yang terlihat berantakan dan air masih menetes dari ujung rambut membuat shivania gelagapan saat gilang menekan tengkunya untuk mencium lebih dalam

__ADS_1


pipi shivania memerah dan tubuhnya menegang saat sesuatu dibawah sana yang tak sengaja menempel pada perutnya shivania mendorong tubuh gilang gar menjauh


" mas apaan siih , gak malu apa ? " sambil mendorong dada gilang sedikit kasar


namun gilang tak bergeming


" malu sama siapa coba ? kitakan cuma berdua dikamar " ucap gilang yang akan mencium bibir shivania kembali namun ditahan oleh telapak tangan shivania


" kata siapa ? tuh lihat yang baca banyak.. " shivania kabur dari dekapan suaminya dan cepat cepat keluar dari kamar sebelum menutup pintu shivania menjulurkan lidahnya mengejek gilang


" emang Enak uweeeee " shivania meledek gilang menggelengkan kepalanya sambil tersenyum


" awas nanti malam " ancam gilang dengan senyum nakalnya


makan siang telah tiba shivania masuk kedalam ruangan kantor milik suaminya tanpa mengetuk pintu shivania membuka pintu itu tak ada gilang didalam sana , akhirnya shivania menunggu gilang diruangan itu ? dia membawa makan siang berniat untuk makan bersama dengan suaminya


namun rencana itu sepertinya akan gagal shivania yang menunggu gilang dari jam 1 sampai hampir jam 3 sore belum juga datang akhirnya shivania keluar dari ruangan itu berniat untuk menanyakan kaoan suaminya datang pada wakil riko


" mbak sebenarnya mas gilang meeting dimana ? kenapa sampai sekarang belum datang juga tadi katanya sebentar lagi, atu ini mah bukan sebentar atu da lama " shivania mengeluarkan logat sundanya dengan sedikit kesal


" maaf nona seharusnya tuan sudah selesai, biar saya coba menghububgi kembali " ucap wakil skertaris itu akan menelpon seseorang dari sebrang sana namun shivania menghentikan pergerakan tangan si wakil skertaris itu


" tidak usah, biar aku saja yang kesana tolong katakn dimana mas gilang meeting " pinta shivania pada wanita dihadapannya


wanita itu memberitahukan posisi gilng saat ini dan shivania langsung ketempat yang disebutkan wanita tadi


setelah sampai disebuah restoran dan shivania turun dari mobil yang membawanya ketempat itu perlahan shivania masuk kedalam dan mengedarkan pandangnnya namun tak ada orang yang sedang dia cari


mata shivania berhenti diresepsionis dan menanyakan sesuatu


riko menelan salivanya kasar " mampus bagaimana ini, " gumam riko


" dimana mas gilang " tanya shivania lembut


namun melihat gerak gerik riko seperti itu membuat shivania merasa curiga apa yang disembunyikan riko darinya ?


" kenapa ka riko wajah ka riko tegang begitu " tanya shivania riko langsung membenarkan jas kerjanya


" tidak gue gak apa apa ini karena panas " ucap riko asal


" kepanasan bagaimana, tempat ini banya ac " batin shivania


" dimana mas gilang, apakah didalam " ucap shivania memutar gagang pintu namun ditahan oleh riko


" va jangan " teriak riko namun tangan shivania memutar gagang itu dengan cepat dia ingin masuk dan memastikan kegelisahan hatinya sedari menginjakan kakinya direstoran itu


setelah membuka pintu shivania masuk dan mendapat pemandangan yang mengagetkanya


suaminya makan berdua dengan seorang wanita cantik dan terlihat mesra


shivania melihat wanita itu menyuapi gilang dan gilang menerima supan itu !


gilang melihat shivania kaget kenapa dia ada disana ? seketika dia sadar jika dialah yang menyuruh shivania pergi kekantor namun di lupa hal itu


wanita yang didekat gilang juga melihat kearah gilang dan melihat shivania

__ADS_1


wanita itu tersenyum saat melihat shivania


tangan shivania mengepal keras ingin rasanya saat ini dia meninju sesorang namun shivania harus menahan diri


riko ikut masuk berdiri dibelakang shivania lalu dia melihat kearah gilang seketika ruangan itu terasa panas dan sesak bagi shivania


gilang menghampiri shivania namun tangannya langsung dipeluk oleh wanita itu dan berjalan mendekat pada shivania gilang tak menolak saat wanita itu bermanja ditangannya


" sayang siapa wanita ini " ucap wanita itu kepada gilang


riko yang mendengar itu langsung menelan salivanya dengan kasar kembali


" mampus loe bagaimana ini " batin riko melirik shivania dari bawah sampai atas, shivanai terlihat marah dan mengepalkan tangannya


gilang dian saja tak menjawab pertanyaan wanita itu


" sayang kenapa diam saja, hey kamu kenapa ada disini dan kenapa masuk tiba tiba keruangan ini ? " ucap wanita itu bertanya kepada shivania


shivania melihat gilang dengan tajam tak ada jawaban dari mereka berdua sedangkan riko sudah mengusap wajahnya dengan kasar berkali kali takut terjadi apa apa


" hey kenapa kalian diam saja ayo jawab, sayang " wanita itu mengelus pipi gilng dengan mesra


" kenapa tidak menjawabnya tuan gilang ? apajah harus saya yang menjawabnya " ucap shivania menekankan kata tuan dikalimatnya lalu melepaskan genggamannya shivani mengatur nafas agar emosinya mereda


baiklah, jangan terlalu berharap lebih shivania, harusnya kau tau, dia tidak benar benar mencintaimu dia telah menipumu " batin shivania meski terasa sakit namun shivania tak ingin menunjukannya


" baiklah, kenalkan saya shivania saya adalah pembantu dirumah dan saya kesini ingin memberikan ini " shivania tersenyum kecut menyerahkan sesuatu ditangan gilang


" ini tuan anda melupakannya, saya permisi dulu masih banyak pekerjaan " ucap shivania melangkah pergi meninggalkan tempat itu


air mata yang shivania tahan sedari tadi akhirnya jatuh membasahi wajah cantiknya dengan segera shivania menghapus air mata itu


dari belakang riko mengejar shivania ingin bicara padanya namun saat itu shivania sudah berada didalam mobil dan pergi dari sana


" tenang shivania kau wanita kuat " gumam shivania menguatkan dirinya


" kita lihat saja nanti, pembalasanku " geram shivania mengingat kejadian tadi kenapa gilang merima parlakuan seperti itu dari wanita lain dan kenapa dia tak menolak dan dia juga tak mengakui shivania sebagai istrinya ? apakah ungkapan cinta pada shivania hanya untuk menyalurkan nafsunya saja agar bisa menyentuh dirinya pikiran shivania menjalar kemana mana


" tunggu saja. kau yang memulai semua ini maka jangan salahkan aku " ucao shivania mengahous air matanya dengan kasar


sementara itu gilang memperhatikan benda yang shivania berikan


cincin pernikahan yang shivania berikan padanya gilang mengenggam erat cincin itu lalu menghembuskan nafas dengan berat sulit rasanya


wanita yang sedari melihat gilang dari sofa tersenyum senang melihat gilang dia yakin jika dia akan memiliji gilang lagi dengan percaya dirinya dia mendekati gilang lalu merangkulnya dengan mesra


" kenapa kau terlihat begitu lelah " ucao wanita itu tak sungkan duduk dipangkuan gilang dan melingkarkan kedua tanganya dileher gilang


" cukup pergilah dari sini, aku banyak pekerjaan " gilang berdiri dari duduknya dan wanita itu segera berdiri dari pangkuan gilang agar dia tidak terjatuh kelantai


" hey , kenapa semarah itu ? baikkah aku akan pergi " ucap wanita itu ingin mencium bibir gilang namun gilang langsung membalikan badannya


" ya sudah aku pulang " ucap wanita itu sedikit kesal tidak dapat mencium gilang


wanita itu tersenyum ketika sudah berada diluar ,,,

__ADS_1


" kau akan menjadi milikku lagi meski aku tau semuanya... " ucap wanita itu memasuki mobilnya dan pergi dari sana..


__ADS_2