Gadis Desa Dan CEO Dingin

Gadis Desa Dan CEO Dingin
GDCD


__ADS_3

masih dengan rasa haru didalam ruangan bersalin.


dan kini kedua anak gilang dan shivania sudah berada didekapan kedua orang tuanya


gilang yang menggendong salah satunya segera mengumandangkan adzan ditelinga anaknya itu,


shivania yang mendengar suara adzan gilang meneteskan air mata rasa haru dan bahagia tercampur aduk bangga melihat sang suami tanpa harus diminta malah sudah melakukannya.


" sayang, ada apa ? apa masih sakit ? " tanya gilang khawatir


shivania menggelengkan kepalanya


" tidak mas, aku hanya senang dan bahagia melihatmu dan anak-anak kita " imbuhnya


" ooh aku kira kamu mau melahirkan anak ketiga lagi, " cengir gilang, shivania melototi gilang dengan tajam


" aku hanya bercanda, sini gantian " seraya mengambil anak keduanya dari pangkuan shivania setelah menaruh anak pertamanya disamping istrinya.


segera gilang mengumandangkan adzan yang kedua kalinya.


" mas, apa mereka tidak akan diberi nama? " tanya shivania


gilang mengerutkan alisnya pertanyaan macam apa itu, pastilah sebuah nama penting untuk sebuah panggilan


" aku sedang memikirkan sebuah nama yang paling keren untuk kedua anak kita, tapi aku belum menemukannya " gilang bingung


" kita minta saran sa-"


tiba -tiba pintu didorong dari luar sebelum shivania menyelesaikan perkatanya


ternyata seorang suster yang akan memindahkan shivania keruang rawat

__ADS_1


" maaf tuan, nyonya kita harus pindah ruangan " ucap suster diangguki gilang dan istrinya


setibanya diruang rawat sheza and the genk's menyerbu ruangan itu berlomba ingin segera melihat anak sahabatnya seperti apakah rupanya? mirip shivania apa gilang


abhi dan riko menepuk bahu gilang


" selamat atas kelahiran anak anakmu bro. maaf gue belum sempat beliin hadia " ucap abhi sedih diangguki riko disampingnya


hingga lupa untuk membelikan kado untuk anak-anak sahabatnya yang baru lahir.


gilang tersenyum lalu dia berdiri dari duduknya


" kalian sudah menemaniku disini saja aku sudah sangat senang, terima kasih banyak atas doa-doa kalian " gilang menepuk bahu kedua sahabanya itu sembari tersenyum


sheza mendekat dan duduk disamping shivania


" bagaimana keadaan mu, apa kau baik-baik saja " tanya sheza, shivania tersenyum lalu mengangguk


rina dan vina belum menampakan hidungnya didepan shivania mereka sibuk melihat anaknya


" va siapa nama bayi yang ini " tunjuk vina ke tempat box bayi yang berwarna kuning


bukanya memberi jawaban shivania malah menatap kearah gilang


" kami sedang memikirkanya " jawab gilang disetujui shivania


" benar kah " sela rina


" benar, kami akan menunggu semua hadir, kami ingin kedua belah pihak untuk memberi saran " terangnya diangguki semua


vina mendadak cemberut dan mendekati suaminya, riko bingung dengan perubahan vina

__ADS_1


" ada apa? kenapa cemberut "tanya riko vina menggelengkan kepalanya


dalam hati vina kenapa dia dan riko belum juga diberi momongan apakah ada yang salah dengan mereka


apakah mereka harus memeriksakan diri mereka sekalian dirumah sakit?


dengan pelan riko mengusap punggung vina seakan riko tahu apa yang tengah vina rasakan saat ini


vina tersenyum paksa, bukan karena iri namun dia takut nanti riko berpaling darinya dan mencari wanita lain untuk memberinya anak.


sementara vina hanyut dalam pikirannya, beda halya dengan rina dan sheza yang tengah asik memandangi wajah kedua bayi mungil itu.


sheza tersenyum lembut kearah bayi mungil,


" shez menurut mu yang ini mirip siapa? " tanya rina lalu sheza meneliti setiap incinya


" menurutku, dia mirip shivania " jawabnya rina mengerutkan alisnya lalu dia menggelengkan kepala tanda tidak setuju


" salah, menurutku dia mirip denganku! lihat bibirnya itu mirip sekali kan " ucap rina dengan bangganya


vina mendekat lalu ikut memeriksanya


bughh..


" awww sakit " keluh rina yang dipukul vina dibahunya


" mirip apanya, lihat bibirnya mirip bapaknya. mata dan alisnya mirip shiva hidungnya juga cuma wajahnya mirip bapaknya kayanya deh " cerocos vina sambil memikirkan ulang


shivania yang sedari memperhatika sahabat sahabatnya itu hanya menggelengkan kepala tak habis pikir hal seperti ini malah jadi bahan untuk diperebutka.


diluar keluarga shivania baru saja sampai dan langsung mencari dimana keberadaan sang anak, setelah tahu mereka bergegas kekamar dimana shivania berada tak lama mereka masuk kedalam mengucapkan selamat dan yang pasti rasa bahagia menyelimuti keluarganya.

__ADS_1


merasa penuh diruangan itu sheza nd the genk's pamit untuk segera pulang, namun tidak dengan vina dan riko, mereka berdua malah masuk keruangan periksa entah apa yang mereka lakukan disana.


__ADS_2