
gilang sudah dikantor abhi dan sedang menceritakan apa yang telah terjadi pada dirinya hingga riko yang menjadi tumbal menggantikan gilang, abhi juga menceritakan tentang penyerangan yang dilakukan sekelompok orang terhadap orang tuanya, mereka cukup lama berbincang dan memutuskan bekerja sama untuk mencari siapa yang menjadi musuh mereka gilang juga yakin dibalik rencana yang dilakukan pak seto dan lydia ada orang yang membantunya gilang yakin akan hal itu.
" untung saja malam itu ada teman dari istri loe yang nyelametin orang tua gue kalau tidak gue gak bisa bayangin nasib orang tua gue kaya apa " ucap abhi penuh syukur
" ya gue tau teman istri gue yang satu itu anaknya tuan darma dia pewaris green gold grup gue gak ragu sama tuh anak " ucap gilang yang sudah tau dengan keahlian sheza.
gilang pamit pulang karena hari sudah sore dan dia tidak ingin shivania menunggu terlalu lama dan dia juga harus membelikan permintaan sang istri kerak telor gilang keluar dari perusahan milik abhi dan menuju ketaman kotaembeli kerak telor setelah mendapatkan apa yang dia cari gilang menuju pulang dengan dianyar oleh riko.
" rik, jadi loe dua minggu lagi loe bukan bujang lapuk lagi donk " ucap gilang asal riko mengangguk dan tidak berniat menjawab sang bos.
riko sedang pusing apa saja yang akan dia bawa keacara akad nikahnya mungkin tidak ada salahnya jika dia bicara pada bosnya ini
" hmm lang, gue boleh minjem istri loe gak " ucap riko
bug,,,
gilang memukul riko dikira istrinya barang yang bisa dipinjam pinjam enak saja.
" loe kira bini gue apaan enak aja loe minjem minjem gak boleh sue loe " ucap gilang kesal, riko menggaruk kepalanya bukan itu yang dia maksud tapi untuk membantunya memilihkan barang yang harus dia bawa nanti keacara pernikahannya, tuan zae dan nyonya nadia sudah membicarakan hali ini tapi riko merasa tidak enak harus merpotkan kembali keluarga itu riko malu meski sudah mengnggapnya keluarga sendiri.
" maksud gue, shivania kan tau ukuran ukuran vina dan apa saja yang harus gue beli buat nanti please tolongin gue " riko mengatupkan kedua tanganya
" iiish ya sudah gue bilangin kebini gue loe nyetir yang bener bukannya nyampe rumah nyampe liang lahat ia, gue belum siap mati "
" buseet ternyata loe punya rasa takut juga " riko cekikikan gilang memukul bahu riko sambil cekikikan pula
__ADS_1
" bukannya takut tapi takut gak dikasih jatah bini gue " gilang tertawa terbahak bahak sampai perutnya kram
gilang memegangi perutnya yang kram riko juga ikut ikutan tertawa, mobil tiba dikediaman gilang pak satpam membukakan pintu gerbang mobil masuk
" pak jangan dulu ditutup " teriak riko yang akrab dengan pak satpam.
" siap den " ucap pak satpam pada riko membedakan aden panggilan buat riko dan tuan panggilan buat gilang
gilang turun dari mobil sambil membenarkan jasnya, riko tidak ikut turun dan hanya mengeluarkan kepalanya saja
" lang bilangin ya besok gue jemput istri loe jam makan siang " ucap riko kembali, gilang memutar matanya malas
" ea sabeni loe sana pulang persiapan buat malam kedua hush hush hus " uair gilang
" sialan, loe kira gue kambing " gerutu riko, riko putar balik mobil keluar
" makasih den " tersenyum, riko mengangguk dan pergi dari sana.
gilang masuk membuka pintu dan kaget shivania sudah ada didepn pintu untung saja tidak terdorong olehnya, shivania tersenyum memamerkan deretan giginya yang putih lalu mengulurkan tangannya, gilang menyambut tangan shivania, shivania mencium tangan suminya itu, shivania menggandeng tangan gilang manja, gilang merasa aneh dengan shivania sore ini.
gilang menaruh tangannya dikening shivania namun tidak panas, shivania menepis tangan gilang cepat dia kira shivania sakit ?
meski sedikit kesal shivania terus menggandeng tangan gilang naik keatas dimana kamarnya berada, gilang tersenyum diajak kekamar atas oleh istrinya berarti shivania sudah tidak marah lagi dan bisa tiap malam berE'hem E'hEm
baru membayangkannya saja gilang sudah bergidig ngilu
__ADS_1
" kamu kenapa sih mas ? jijik aku pegang tangan kamu ? " ucap shivania yang tidak tau isi otak suaminya, gilang merangkul bahu shivania dan membawanya kedekat kasur lalu mendudukan shivania disana, gilang mencium pucuk kepala shivania lembut dan mengelus rambut kesayangan istrinya
" sayang, kenapa bicara seperti itu kamu istri ku yang aku cinta " ucap gilang menyenderkan kepala shivania didada miliknya, shivana mendongakan kepalanya melihat wajah gilang lalu cemberut setelahnya.
" kenapa? ko cemberut apa aku salah bicara? " ucap gilang terlihat panik takut jika nanti malam gagal dikasih jatah.
" kamu bohong mas " ucap shivania dengan suara serak dan berkaca kaca pertanda akan turun hujan dari kedua mata shivania, gilang panik dan langsung memeluk shivania erat erat jangan sampai jatahnya gagal beneran.
" tidak sayang aku tidak bohong kalau aku bohong kamu bisa menendang bokong ku, aku akan bersenang hati jika yang menendang bokongku adalah gunung bertahtahkan pentol cilok kesayangan ku ini " ucap gilang sambil meremas gunung cilok dua biji, shivania memukul tangan gilang manja masih dengan cemberut.
" kalau gitu cium aku " ucap shivania menundukan wajahnya karena malu telah meminta itu pada gilang pipinya merah dan tangannya memainkan ujung kemeja gilang sebenarnya bukan itu yang shivania minta karena dia malu dan gengsi untuk meminta lebih dulu,
gilang terkejut dan mendorong bahu shivania pelan apa dia tidak salah dengar?
" sayang kamu mau " ucap gilang shivania mengangguk mengiyakan padahal gilang bukan hanya kearah ciuman saja tapi sekalian mengambil jatahnya sore ini, gilang memegang tengkuk leher shivania menciumnya dengan rakus.
shivania tersengal akibat ciuman yang dilakukan suaminya itu
" mas, kamu mau aku mati " gerutu shivania memukul dada gilang, gilang tersenyum tanpa dosa memamerkan gigi putihnya
" maaf sayang " mendekatkan lagi bibirnya kebibir istrinya itu
shivania bangun tidak ingin dicium lagi, gilang menahan tangan shivania dan membaringkan shivania diatas kasur gilang menindih tubuh shivania dia bertumpu pada satu sikunya satu tangannya dia pakai membelai wajah shivania, gilang terus menyusuri wajah shivania sampai keleher
shivania menutup mata dan menggigit bibir bawahnya, gilang tersenyum dan semakin semangat gilang mengabsen lekuk tubuh shivania setelah membuka baju istrinya dan juga miliknya terjadilah olah raga sore yang meng ah ah ah ah
__ADS_1
shivania memandangi wajah gilang dan tersipu malu shivania menenggelamkan wajahnya dicuruk leher suaminya menyembunyikan senyum mereka shivania gilang membisikan sesuatu ditelinga shivania.
" sayang jika kau mau begituan katakan saja aku suka kau yang duluan yang meminta " memeluk erat tubuh polos milik istrinya, shivania memukul dada bidang telanjang suaminya dengan manja gilang terkikik geli melihat istrinya yang begitu pemalu sore ini sering sering saja seperti ini gilang akan sangat senang