
sampainya dikantor sebelum itu riko mengantarkan gilang masuk terlebih dulu keruangannya sekalian dia juga akan mengambil berkas dokumen yang akan dia bawa,
" baiklah selama kau menyiapkan meeting aku akan mengerjakan sesuatu disini, pergilah cepat " usir gilang
" yee judes amat sih " riko berbalik mengambil langah seribu sambil cekikikan
bagaimana tidak setelah membuat gilang kesal dengan mencuil dagunya
" riko sialan " teriak gilang kesal
gilang melempar pulpen kearah riko namun orangnya telah lenyap dibalik pintu
" ih amit amit amiit amiit " gilang mengetuk meja juga kepalanya
diluar riko tertawa terbahak bahak sampai membuat para karyawan yang lain melihatnya aneh
" e'hem,, kerja jangan melihat saya seperti itu " bentak riko pada karyawan lalu membenarkan jasnya melangkah pergi keruang meeting
para karyawan yang sempat dibentak tadi saling lirik
" ganteng tapi aneh " ucap salah satu karyawan itu lalu tertawa terbahak bahak menertawai riko bersama yang lain
diruangan gilang sedang menerima telpon dari sobatnya dani
" harus ya gue ikut ? " tanya gilang menimbang tawaran dari abhi dia harus bicara terlebih dahulu kepada shivania
" hmm ya gue harap loe ikut, loe taukan gue gak bisa tanpa loe " dani menjulurkan lidahnya setelah bicara seperti tadi
" sialan loe kira gue laki apaan "
" gue bercanda, cepet tua cepet modar loe " cekikikan sendiri
gilang memijat pelipisnya tadi riko sekarang dani gilang pusing kenapa bisa berteman dengan mereka membuat gilang pusing dengan ocehan dah kelakuan mereka
" gue udah telpon semua dan loe ajak juga siriko gak ada dia gak rame ya udah gue tutup '' dani menutup telponnya
gilang mengetik pesan pada shivania agar jangan menunggunya dan dia juga akan pulang malam menghadiri ajakan dani
riko masuk setelah mengetuk pintu mengajak sang bos menuju ruang meeting bersama keduanya melangkah keluar dari ruangan melewati para karyawan yang mengagumi ketampanan sang ceo
" udah kaya, tapi keterlaluan ! " bisik karyawan wanita melihat punggung sang bos
plaaaakkk..
teman disamping memukul bahunya
" aawwww sakit tau pukul pukul " pekiknya
" lagian ngomong loe itu gak disaring dulu pake ngomong bos keterlaluan lagi gimana kalau dia dengar bisa dipecat langsung loe mampus " temannya gak terima
" buset dah maksud gue keterlaluan ganteng banget "
dirumah
shivania menerima pesan dari suaminya karena hari ini dia hanya ingin berdiam dirumah makan siang yang shivania buat untuk suaminya diantar oleh pak sudin kekantor padahal gilang sudah melarang shivania juga pelayan agar menjaga istrinya, namun shivania kekeh ingin masak sendiri para pelayan sudah melarang tapi apalah daya bagi pelayan diancam sedikit saja sudah menciut
bagaimna tidak shivania mengancam dengan menjual nama anak yang dia kandung
" kalian harus bertanggung jawab jika nanti anakku ngences dan ingusan " ancaman shivani pada para pelayan
shivania sedang menonton tv diruang tamu matanya melihat bingkisan yang dibawa riko kembali ingin dia buka tapi takut namun rasa penasaran dengan isinya shivania membuat dia berdiri lalu berjalan mendekati bingkisan itu
shivania duduk dengan memangku bingkisan itu lalu membolak balikanya
" hareeuuh ripuh sayang " shivania kesusahan membuka bingkisan itu dia taruh kembali ketempatnya
__ADS_1
dia ingin membukanya sedikit saja tapi tidak bisa akhirnya menyerah dia akan menghubungi gilang nanti untuk menanyakan soal itu
shivania mengganti saluran tv karena film yang dia tunggu akan segera tayang
shivania kedapur mengambil cemilan didalam laci membuat jus dan mengeluarkan buah buahan lalu dia potong potong untuk menemaninya selama film diputar
setelah semuanya selesai shivania duduk disofa dengan kaki diangkat namun sepertinya shivania tidak nyaman meja dia tidak ingin sperti ini
ingin tidur leluasa
" ini terlalu sempit " gumamnya
shivania mendorong meja sedikit merapat ketembok lalu sofa juga dia singkirkan terlebih dahulu
bi nati melihat lalu menghampiri shivania
" nona biar saya saja yang mendorongnya "
" tidak usah bi saya bisa ko bibi lanjutin yang lain gih sana " usir shivania
" oh ya bii tolong ambilin kasur lantai ya saya mau tiduran disini pake itu bibi suruh saja pak satpam yang bawa kesini maaf ya bi " ucap shivania
bi nati mengangguk lalu pergi meninggalkan shivania
tak lama kasur lantai yang shivania pinta dan digelar didepan tv shivania rindu meniduri kasur lantai, shivania tidur dibawah beralasan kasur lantai menonton tv tiba tiba dia ingat dengan kasur lantai yang berada dikontaraknnya
kasur bersejara
shivania mengetik peaan untuk gilang
" mas aku ingin kasur lantai yang dikontarakanku dulu bawa kesini " pesan terkirim
gilang yang masih meeting tidak membawa ponsel keruangan itu dia tinggal diruang kerjanya, lama shivania menunggu balasan dari gilang belum juga dibalas
tak terasa shivania ketiduran disana dengan lelap
gilang yang sudah selesai dengan meetingnya kembali keruangan diraihnya benda pipih itu lalu memicingkan matanya tajam mendapat permintaan dari sang istri
gilang duduk dikursi sultannya memijat pelipisnya pelan lalu membalas peaan dari istrinya itu
" sayang apakah mungkin kasur lantai itu masih ada disana, bagaimana kalau kasur lantainya sudah dibuang atau dikasih keorang lain bisa juga dibakar " balas gilang menunggu balasan dari shivania
lama shivania tidak menjawabnya gilang memilih menghubungi shivania
drrtt drrt drrrt..
ponsel shivania berdering shivania membuka matanya perlahan menggeser tombol hijau
" asalamualaikum mas, ada apa " nyawa shivania belum terkumpul lupa dengan permintaannya
" sayang apa kau yakin ingin kasur lantai itu ? aku belikan yang baru saja mau ya " ucap gilang perlahan
seketika mata shivani terbuka lebar mendengar ucapan gilang shivania teringat kembali
" aku tidak mau, aku ingin kasur itu saja " suara shivania terdengar berat matanya sudah berkaca kaca
" sayang jangan menangis itu hanya kasur jelek dan sudah usang pastinya tidak layak untuk dipakai lagi aku akan membeli yang baru jangan menangis ya " ucap gilang membuat air mata shivania terjatuh terisak isak mendengar perkataan gilang membuatnya sakit hati
" aku tidak mau, pokonya aku ingin kasurku kau tega mengatakan tidak layak pakai lagi kau tau kasur itu sangat berarti bagiku kasur bersejarahku hiks hiks
pokonya kau harus ambil dan bawa kepadaku aku tidak mau yang baru jika tidak aku tidak mau tidur denganmu dan melihat apa lagi berdekatan denganmu " ucap shivania panjang lebar tanpa koma lalu mematikan panggilannya
deg...
" sayang aku " ucap gilang belum selesai
__ADS_1
" iishh sialan gara gara kasur lantai jadi begini " umpatnya
gilang memanggil riko untuk masuk keruangannya
riko masuk kedalam sana
gilang menyuruh riko untuk mengambil kasur lantai shivania dikontarkannya dulu
" tapi bos, itu sudah lama bisa jadi sudah tidah ada lagi " ucap riko ragu
" aku tidak mau tau kau harus dapatkan kasur itu jika tidak hidupku dalam bahaya " ancam gilang membuat riko bingung
" apa hububgannya kasur sama bahaya ? " batin riko
riko menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu riko pamit untuk keluar menjemput kasur lantai
riko sampai dikontarkan lama shivania dan menemui pemilik kontarkan itu menanyakan keberadaan kasur shivania
riko terlihat fruatasi saat pemilik kontarakan bilang kasur itu sudah dipakai oleh penyewa yang menggantikan shivania lebih parahnya orang itu sudah pindah kembali dan membawa semua barang tanpa terkecuali
riko juga menanyakan kemana pindahnya orang itu namun sang pemilik tidak tau menau dan menyuruh riko bertanya pada tetangga disamping kamar tersebut
" maaf tuan saya kurang tau pindah kemananya tapi saya tau dia punya saudara mungkin orang itu tau "
secerca harapan muncul menuju kasur lantai riko diberi nomor orang itu dab segera menghubunginya
menjelang magrib riko sampai dikontrakan yang membawa kasur lantai shivania riko mengetuk pintu agar sipenghuni keluar
" siapa ya ? " tanya nya riko menjelaskan kedatngannya ingin mengambil kasur lantai riko menyodorkan sejumlah uang untuk menggantinya dan orang itu dengan senang hati memberikan itu apalagi uang yang dia dapat bisa membeli lima kasur ino*k
" apa ada lagi yang tuan butuhkan ? saya akan senang hati memberikannya " menyambar cepat uang yang disodorkan riko
" tidak ini sudah cukup terima kasih " pamit riko setelah membawa kasur lantai
memasukannya kedalam mobil
" ya ampun bau ompol amat ni kasur Ueeek " riko tidak tahan dengan bau ompol
cepat cepat riko mengemudikan mobilnya membawa kerumah gilang
" ya ampun gara gara kasur ini hampir gue mati " umpat riko didalam mobil
mobil melaju dengan cepat
riko telah sampai dan memberikan kasur itu kepada satpam diaana karena riko tidak bisa membawanya masuk harus kembali kekantor menemani gilang untuk keacara yang dani ajak
pak satpam membawa kasur itu dibahunya melewati pintu bi nati yang sedang berada disana tidak sengaja menabrak pak satpam dan kasur lantai itu jatuh menimpanya seketika bi nati pingsan dibawah kasur itu
pak satpam panik berteriak dan semua orang datangan shivania juga turun dari atas saat mendengar orang berteriak pak satpam menyingkirkan kasur lantai dari atas tubuh bi nati
" bi nati kenapa pak ? kenapa pingsan begini " ucap shivania
" i, itu non bi nati ketimpa kasur itu " tunjuk pak satpam refleks shivania melihat apa yang ditunjuk pk satpam mata shivania berbinar
shivania menyuruh mbak ras mengambik kasur itu dan mbak ras mengendus kasur itu merasa kurang puas dan oenasaran dengan bau apa mbakbras mendekatkan penciumannya tajam tak lama bau menyengat itu merusak pernafasan mbak ras langsung jatuh pingsan diatas lantai
" lah pak ko mbak ras ikutan pingsan juga ? " ucap shivania bingung menggaruk kepalanya
" i,iitu non kasurnya bau " ucap pak satpam membuat shivania penasaran dan menghampiri kasur itu dia endus perlahan .shivania memegangi kepalanya pusing
" bapak benar, ini gara gara kasur " lirih shivania menepuk dahinya shivabia duduk disofa meminum air menghilangkan puyeng akibat bau yang menepel dikasurnya
" hareeuuuuh ripuh sayaaang " lirihnya menghela nafas kasar
cerleknya membosankan ya gaes maaf ya...
__ADS_1