
canda tawa terdengar dari ruang keluarga rumah orang tua shivania setelah makan malam, nuri dijadilan bahan ledekan oleh yudi, dengan kesal nuri melemparkan tutup toples renggining kekepala yudi
" aww sakiit nuri galak amat siih kan cuma bercanda doangan "
" makan tuh renggining " memasukan renggining paksa kedalam mulut yudi sampai penuh, yudi mengunyahnya kasar, nadin sibuk dengan ponselnya lalu masuk kedalam kamar yang akan dia tempati selama dikampung kaka iparnya itu,
" ka aku kekamar duluan ada tugas sekolah yang harus aku kerjakan " ucapnya berdiri setelah mendapat anggukan dari shivania
pak rudi datang bawa segelas kopi ditangannya lalu menaruhnya diatas meja keluarga, pak rudi mendaratkan bokongnya disofa
" khemm " pak rudi berdehem menegur anak-anaknya, nuri dan yudi langsung terdiam menundukan kepalanya takut atas teguran yang mereka dapat dari sang ayah.
" nadin mau kemana " tanya pak rudi melihat nadin memasuki kamarnya
" nadin ada tugas sekolah, dia gak bisa nahnay sebelum kerjaan sekolahnya beres " ucap shivania yang tau sifat nadin, pak rudi mengangguk paham
ibu sania membawakan minuman dan cemilan untuk semuanya diruang keluarga
shivania melihat sang ibu langsung berdiri untuk membantu ibunya menaruh makanan diatas meja.
" ibu harusnya panggil aku, aku bisa bantuin ibu " ucap shivania merasa kasian pada ibunya
" tidak apa kamu kan lagi hamil jadi duduk saja apa lagi kamu baru datang " ibu sania tersenyum mengelus bahu shivania, setelah menaruh semuanya diatas meja ibu sania dan shivania duduk kembali.
gilang menyeruput kopi buatan mertuanya itu dengan suka cita sambil sesekali memasukan biskuit kedalam mulutnya.
malam itu keluarga shivania saling bercerita.
tak terasa malam semakin larut penghuni rumah sudah memasuki kamar masing masing, yudi membawa bantal dan selimut menaruhnya diatas sofa, yudi mendaratkan tubuhnya diatas sana, kamar yudi ditempati oleh nadin sebenarnya masih ada kamar nuri namun kamar itu belum dirapihkan masih banyak kaleng cat dan alat alat yang lain nuri tidur sekamar dengan orang tuanya, belum sempat membereskan kamar dan lagi pula shivania juga mendadak datang tanpa kabar terlebih dahulu jadi biarkan yudi yang berkorban sedikit.
dibelahan kota lain sheza memasukan baju bajunya yang akan dia bawa menyusul nadin, dia sudah berjanji akan melatih nadin dan sheza harus menepati janjinya itu setelah memberikan kabar kekampus dan kantor bahwa dia meminta izin untuk libur sendiri setelah mendapatkan izin dari keduanya sheza langsung mengemasi barang-barang yang akan dia bawa selama disana.
__ADS_1
" jangan sampai dia tau gue pergi kemana " gumam sheza sambil memasukan baju terakhir kedalam tasnya, sheza menutup resliting tasnya dan siap untuk dia bawa dibelakang punggungnya.
tuan darma malam ini tidak pulang dan akan pulang lusa jadi sheza tidak perlu meminta izin langsung berhadapan dengan tuan darma cukup minta izin untuk menginap dirumah shabatnya itu sudah cukup.
bukan itu saja sheza juga harus menghindari para pengawal yang disiapkan tuan darma untuk menjaga anak semata wayangnya itu jadi dia harus kerumah rina dahulu sebelum pergi ketujuan yang sebenarnya.
sheza mengendarai mobilnya setelah tiba dirumah rina sheza masuk kebetulan malam itu orang tua rina belum dtang dari tugasnya diluar kota.
sheza mengetuk pintu rumah rina beberapa kali sambil celingukan kekiri dan kekanan memperhatikan apakah ada yang masih mengawasinya atau tidak
" iish si daddy mau sampai kapan seperti ini " sheza terbebani jika harus setiap hari diikuti oleh suruhan daddynya walau sheza tau ini untuk kebaikannya dan tanda kasih sayang tuan darma sheza berusaha untuk mengabaikannya.
rina membuka pintu segera dan menyuruh sheza masuk kedalam
" jadi jam berapa loe ketempat shivania? " ucap rina setelah mereka didalam kamar, sheza membuka korden dari dalam kamar rina memastikan apakah orang itu masih mengawasinya?
" setelah orang suruhan daddy gue yakin kalau gue nginep disisni dan dia pulang keasalnya " sheza menutup kembali tirai yang dia buka sedikit
" jangan melakukan hal itu, dia bisa curiga " sheza mencegah rina,
rina melepaskan tangannya yang akan membuka tirai jendela kamar
" baiklah terserah loe, tapi imbalanya loe harus cerita tanpa ada yang loe tutup tutupi ok " pinta rina sheza menghela nafasnya panjang sebelum bercerita
" jadi apa yang ingin loe dengar "
" hmmm,,, semunya "
sudah pasti ini kelakuan vina yang menceritakan kejadian dikantor kepada sahabat-sahabatnya sheza tidak bisa menghindar
" apa boleh ceritanya nanti saja " tawar sheza yang malas untuk membahasnya saat ini, rina mengerucutkan bibirnya kecewa sebenarnya dia sudah tau ceritanya dari vina namun dia ingin lebih jelas dari akarnya sendiri agar tak ada simpang siurnya.
__ADS_1
" baiklah terserah loe aja, tapi nanti loe harus cerita ya! " rina mengalah dan tidak memkasa untuk sheza cerita, sheza tersenyum menepuk lengan rina
" ia gue janji, lagian apa yang gue sembunyiin dari kalian, gue belum mood cerita soal ini, sungguh memalukan menyakitkan dan mengenaskan gue bener-bener benci sama si belekok itu " sheza mendumel memaki abhi
" awas loe nanti kejebak omongan sendiri sekarang bilangnya benci besok loe jadi bucin baru tau " ledek rina
" iissh gue bucin sama itu cowo?? mana ada!!! " bantah sheza membuka tirai jendela kembali rina diam tak menyauti sheza lagi dia keluar dari kamar, masuk kedalam dapur untuk mengambil sedikit makanan dan membuatkan minuman dari jahe tau sahabatnya akan pergi malam - malam khawatir terkena angin duduk menyerang.
setelah semuanya selesai rina kembali masuk kedalam kamar membawa makanan dan minuman yang tadi dia buat, saat masuk sheza baru menutup tirai jendela
rina menaruh semunya dimeja yang ada dikamarnya.
" udah pergi ?? " tanya rina
" sepertinya " ucap sheZa yang sudah beberapa kali mengawasi dari tirai jendela kamar rina.
rina mengangguk
" makan dulu setelah itu minum susu jahenya biar loe gak masuk angin nanti " sheza mengambil gelas berisi susu jahe buatan rina
" sebenarnya gue mau ikut tapi kerjaan gue gak bisa ditinggal " rina sedih sheza menyeruput susu jahenya pelan
" gak usah sedih gue disana juga sebentar paling lama 3 hari gue udah janji soalnya sama nadin kasian juga tuh anak udah nungguin gue kelamaan "
" gue titip salam aja deh untuk semuanya "
" ya nanti gue sampein ke bude tenang saja "
setelah menghabiskan makanan,minumnya dan sudah pamitan juga sheza keluar dari rumah rina memakai pakaian rina dan menutupi kepalanya dengan tutup kepala jaket jangan sampai orang yang mengawasi sheza tau dan melaporkanya pada tuan drama dan yang pasti abhi juga akan tau dan menyusulnya kesana
" sorry dad kali ini sheza gak bilang " ucap sheza menyalakan kuda besinya itu membelah kegelapan malam mobil melaju dengan kecepatan sedang
__ADS_1