Gadis Desa Dan CEO Dingin

Gadis Desa Dan CEO Dingin
bolong..


__ADS_3

ketiga gadis dalam kamar itu sedang perang dengan alat makeup rina saling berhadapan mendandani wajah satu sama lain jarang bukan berhias dengan cara begitu..


tak ada rasa takut atau curiga pada sahabatnya apa yang diaplikasikan kepada wajah mereka,


mereka yakin satu sama lain akan melakukanbyang terbaik untuk sahabatnya.


"zha loe ko belum pake bajunya sih, gimana mau pake bedaknya, loe tadi Udah mandikan ! "tanya vina


" hmm,, gue lagi males dandan sendiri " jawab sheza melirik rina yang sedang memberikan blushon pada vina


" bilang aja loe gak ngerti zha makenya,, " ucap rina yang tahu sheza hanya memakai bedak tabur viva dan kelly pewarna bibir dan liptin..selama ini


sheza menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal itu, menampilkan deretan gigi putihnya


" ya udah loe pake aja dulu bajunya pas gak ditubuh loe , nanti biar kita yang coret coret wajah mulus loe itu " ucap vina memeragakan mencoret diudara membuat tanda silang berkali kali


shezapun menurut apa yang diperintahkan oleh kedua sahabatnya itu membawa gaun kedalam kamar mandi


" eh, mau dipake dimana, ? " tanya rina


dikamar mandilah " heran sheza tadi disuruh ganti,, ini malah ditanyai mulu males sheza


" ganti aja disini ! emang loe yakin bisa pake bajunya sendiri ! "


" Emang kenapa gak yakin, orang tinggal dimasukin aja repot amat "


" coba loe lihat dulu !"


sheza meneliti gaun yang dia pegang gak aneh biasa biasa aja ? batin sheza

__ADS_1


rina bangun menghampiri sheza lalu mengambil alih gaun yang dipegang sheza


" nih loe lihat dulu ya perhatiin " ucap rina memperlihatkan bagian yang bolong dipinggulnya,,


sheza melototkan matanya sambil meraba pinggulnya hampir saja dia mepertontonkan pinggulnya gratis


sheza langsung menghempaskan gaun yang dipegang rina


" loe apa apan rin ngambilin baju kaya gitu ke gue tega bener loe " sheza cemberut


rina tersenyum membawa sheza kedepan lemari pakainya,,


" loe akan gue pakein gaun yang anggun dan feminim kali ini ciusan ,, percaya kekita ok' " ucap rina


" nanti loe pakein baju bolong lagi dibagian tertentu " tuduh sheza masih takut


rina dan vina tersenyum karena telah berhasil menjaili sheza, sheza yang tau arti dari senyuman kedua sahabatnya itu berkacak pinggang menahan kesalnya mau tidak mau dia menurut pada sahabatnya itu


" ya allah kuatkan hamba ,, semoga wajah hamba tak semakin hancur " gumam sheza keras agar kedua temanya mendengar


rina dan vina mencubit pipi sheza gemas


" vin loe siap "


yoy "


setengah jam berlalu sheza dipermak habis habisan okeh kedua temanya tanpa ada bantahan dari sheza kedua temannya ini makin leluasa mempercantik sheza dengan keahlian meraka,.


zha coba loe bangun dan loe jalan lalu berputar " titah vina

__ADS_1


sheza bangun dan berjalan lalu berputar menuruti perintah vina


" udah kalian puas " sheza bete karena didandani lama sampai setengah jam lebih


sheza duduk kembali menekuk wajahnya


" ya ela zha loe itu cantik banget ,gue iri jadinya,, " puji rina menangkup dibawah dagunya


" tapi sayang bibirnya monyong begitu " vina sambil tersenyum


merasa sudah selesaii semua


ketiga gadis itu keluar dari kamar karena mereka sudah menghabiskan banyak waktu .


ketika sudah turun dari lantai atas mereka sudah ditunggu oleh papanya rina.


" papa, Om " ucap ketiga gadis itu bersamaan


erwin winata menggelengkan kepalanya tak habis pikir kalau anak gadis sudah kumpul jadi satu sungguh amat menyiksanya harus menunggu sungguh lama


" sudah jam berapa ini , kalian ini bisa bisa terlambat nanti, ayo cepetan acaranya setengah jam lagi dimulai " ucap papa rina erwin winata berlalu pergi keluar dari dalam rumahnya.


rina, sheza dan vina mengekor dibelakang erwin winata ketiga gadis itu saling senggol .


kamu siih lama dandannya " ucap vina ke sheza


apaan sih. nyalahin gue " sheza cemberut


udahlah gak usah dimasalahin . kita ini wanita jadi ribet gak kaya para pria " rina menghentikan pertikaian kedua temannya,,

__ADS_1


ya sudah ayo pada masuk kedalam mobil bisa diomelin lagi kita" ucap rina mendorong kedua temannya


mobil yang ditumpangi para gadis itu melaju membelah jalanan ibu kota menuju rumah tuan takur alias tuan gilang, yang akan melaksanakan acara pernikahannya dengan shivania .


__ADS_2