
dua bulan kemudian....
dirumah gilang
shivania yang mundar mandir diujung kaki tempat tidur sambil menggigit ujung kukunya terlihat cemas
sesekali duduk diujung tempat tidur itu lalu bangkit lagi
sampai suatu ide muncul dikepalanya
disambarnya benda pipih itu lalu membuka toko online dari dalam sana
dengan tangan gemetar antara yakin dan tidak untuk membelinya
hembusan kasar terdengar dari mulut seksinya itu memantapkan hati
" ok sudah, tinggal menunggunya " shivania tidur terlentang ditempat tidur kakinya menggantung sedangkan matanya melihat keatas langit langit dikamarnya itu
satu tangan ditaruh diatas perut ratanya dan satu lagi memegang ponselnya sesekali melihat foto pernikahannya dengan gilang
" aku harap tidak ada yang mengganggu rumah tangga kita, entah apa yang akan terjadi padaku jika itu terjadi " gumamya mengelus perut ratanya itu perlahan mata shivania tertutup dan tertidur lelap
dikantor tuan darma
hari ini semua karyawan tengah berbisik bisik jika sang pewaris perusahan 3G akan segera masuk kedalam perusahan itu entah bagaimana rupa dan sifatnya dalam memimpin nanti
" " silahkan tuan " ucap adi mempersilahkan tuan darma masuk kedalam lift setelah melewati dan menegur beberapa karyawan yang tenga berbisik tadi
" adi, tolong siapkan untuk pertemuan besok, saya ingin semua karyawan ada diaula dan saya akan memperkenalkan putri saya secepatnya " titah tuan darma penuh wibawah
adi terdiam sejenak sebelum bicara
" maaf tuan, apakah nona sheza sudah setuju akan hal ini ? bukannya nona sheza pernah bicara jika saatnya tiba dia sendiri yang meminta? "
" apa menurutmu begitu, saya hanya tidak rela melihat anak saya bekerja sebagai pembersih disini orang tua seperti apa yang tega melihat anaknya seperti itu " lirih tuan darma menghembuskan nafas kasarnya perlahan mengatur
adi diam mendengarkan tanpa ingin menjawab pertanyaan tuan darma
keduanya keluar dari lift dan berpapasan dengan sheza
sheza tersenyum melihat sang dady adi berada dibelakang tuan darma
tuan darma yang akan mendekati putrinya ditahan oleh adi
bukan tanpa alasan adi berbuat lancang seperti itu
karena sheza yang meminta
flashback..
dua bulan laku sesudah dari tempat latihan sheza mencari ayahnya diruang kerja namun pada saat itu tuan darma yang sedang berada diluar kerena ada urusan disana
" bu, dad kemana ? ibu melihatnya tidak ? " tanya sheza yang melihat ibu halimah mendekat kearahnyav
pak reza yang berad disamping ibu halimah
" dad mu sedang ada urusan diluar, mungkin sebentar lagi pulang " pak reza melihat jam dipergelangan tangannya memastikan
ibu halimah mengajak sheza untuk makan malam bersama dan memanggil riska untuk segera turun sheza merangkul tangan ayahnya menuju meja makan
" nak, kamu tidak apa apa ? " pak reza khawatir sheza mengangguk mengaruk kepalanya
" apa dirambutmu banyak kutu ? " seloroh pak reza mendapat pukulan pelan dari sheza
" tega banget sama anak sendiri " bibir sheza mengerucut pak reza terseyum melihat sheza seperti itu pak reza merangkuk bahu sheza menggiringnya kemeja makan disana
tuan darma datang bersama adi, sheza bangun untuk bersalaman dengan tuan darma mengajak sang dady makan bersama malam itu
setelah selesai makan sheza bicara pada dadnya diruang kerja
" ada apa nak, apa latihan mu menyenangkan ? apa yang ingin anak dad bicarakan " ucap tuan darma dihadap sheza duduk disofa
" aku sangat senang dengan latihan itu dad, dad aku ingin masuk keperusahan tapi ada permintaanku untuk dady, apa dady mau mengabulkannya ? "sheza menunduk berharap dadnya menyetujui
" apa yang putri dad minta? jika dad bisa akan dad lakukan " tegas tuan darma mengusap kepala sheza penuh kelembutan
mata sheza berbinar mengahambur kepelukan sang dady
" makasih dad " ucapnya memeluk dadnya erat setwlah itu aheza bicara
" dad aku ingin masuk kedalam perusahaan dady sebagai OG nanti jika saatnya tiba aku akan bicara lagi pada dad, dan dad harus berpura pura tidak mengenalku dan harus bersikap seperti yang lain atasan dan bawahan apa dad setuju ? " mata sheza penuh harap ini jalan satu satunya menurut sheza
tuan darma terkejut dan akan menolak namun ketika melihat binaran yang muncul dari mata putri satu satunya itu mak dia mengiakan kemauan sheza
sheza tersenyum senang dan kembali memeluk erat dadnya tak lama sheza pamit pergi kekamarnya
pagi harinya sheza masuk kekantor dadnya tentu itu sudah diurus oleh sang skertaris dadnya itu terlebih dahulu
flashback of
__ADS_1
shivania
seorang pelayan mengetuk pintu kamar shivania setelah mendapat persetujuan dari dalam sang pelayan masuk
" nona ada paket untuk anda " ucap pelayan yang bernama tari menyerahkan kotak itu ketangan shivania
shivani menerimanya
" terimakasih tari " ucapnya tersenyum ramah
shivania menutu pintu dan menguncinya dari dalam setelah tari keluar dari sana shivania tegang membuka kotak itu tangannya semakin bergetar sgivania menarik nafas dalam dalam membuangnya perlahan meringankan gejala gugupnya sebentar merasa sudah tidak terlalu gugup shivania membuka kota itu perlahan lahan
shivania memandangi alat itu ditangannya
" haruskah aku pakai sekarang ? " gumam shivania mengambil isi dari kotak itu berjalan dengan malas kekamar mandi
kamar mandi
setelah menampungnya shivania memasukan alat tadi kedalam air berisi air kecilnya
tanagan shivania semakin bergetar dan dadanya berdegup dengan kencang gugup takut dan kecewa jika hasilnya tidak yang dia harapkan
shivania menutup matanya saat mencelupkan alat itu selama hampir lima menit alat itu direndam disana lalu shivania mengangkatnya dan mengoyang goyangkan testpack itu perlahan
shivania menunggu hasilnya matanya dia tutup kembali
namun rasa penasaran yang membuncah dihatinya membuat satu mata shivania terbuka
kedua mata shivania membulat mulut yang menganga lebar disusul dengan air mata haru tangan shivania menutup mulutnya yang menganga itu
ada rasa takut dihatinya namun tak dipungkiri dihatinya merasa sangat bahagia ketika wanita sudah menjadi seorang istri maka semua istri mengharapkan seorang anak yang bisa memperkuat hubungan antar suami dan istri tak semua wanita dan istri bisa memiliki kesempurnaan didalak keluarga
tangan shivania turun meraba perutnya yang rata itu masih dengan sedikit isakan tangis harunya shivania
" a, a aku hamil " gumam shivania lalu menjerit didalam kamar mandi berjingkrak jingkrak disana
" aaaaaaaaaaaaaaa " teriaknya lagi
gilang yang baru masuk kedalam rumah kaget mendengar teriakan shivania dari kamar
" sayang, shivania ? " ucap gilang panik menjatuhkan tas dan juga jasnya lalu berlari menaiki empat anak tangga sekaligus karena takut terjadi hal yang buruk pada istrinya itu
braakkk...
gilang menendang pintu keras
didalam kamar mandi shivania kaget mendengar suara pintu yang dibuka kasar
sesaat dia terdiam dan menajamkan pendengarannya dibalik pintu kamar mandi
mendengar suara gilang yang memanggilnya shivania malah jadi salah tingkah harus menyampaikan kabar ini seperti apa dan bagaimana ?
shivania mundar mandir kembali didalam kamar mandi sambil testpack ditekan didahinya memikirkan sesuatu.
dikediaman abhi
nyonya tya memijat pundak sanng suami tercintanya diruang tamu sambil menonton tivi ditemani dengan satu gelas kopi dan satu gelas teh manis milik keduanya
" bagaimana yah ? enakkan pijatan mama " ucap nyonya tya sambil terus memijat
" ya ya mama yang paling hebat " puji tuan satya
satria datang dari luar dengan rasa lelah yang melandanya
nyonya tya berhenti memijat suaminya mendekati dan merangkul sang putra
" sayang, kamu terlihat lelah sekali istirahatlah, mama kedapur dulu " nyonya tya pergi kedapur mengambil air minum untuk anaknya satria
satria duduk dihadapan sang ayah
" apa yang terjadi ? apa ada masalah " tanya tuan satya pada satria melihat anaknya seperti itu tuan satya merasa khawatir
" tidak ada ayah, aku hanya kecapean saja, "
nyonya tya datang membawa air minum untuk satria
satria menerima dan meneguknya cepat
" bagaimana apa pekerjaanmu baik baik saja " nyonya tya duduk disamping putranya itu mengelus rambut satria
abhi datang bersama bara menghampiri keluarganya
" dasar manja " ucap abhi sinis duduk disamoing ayahnya
" sirik aja loe ka, makanya cepat cari bini biar gak sirik lagi " ucap satria takalah sinisnya
abhi melemparkan kacang kearah satria
" apaan sih loe ka , mama " satria berlindung ditangan nyonya tya manja
__ADS_1
" idih, lebay koe jijik gue " abhi bergidik ngeri kesua orang tua mereka hanya mampu menggelengkan kepala menghadapi kedua putranya sudah oada d3wasa namun masih saja berkelakuan seperti anak kelas satu sd
bara yang melihat keluarga itu hanya tersenyum lalu berpamitan untuk segera pulang setelah menyimpan pekerjaan abhi ditempat kerjanya
kembali keshi-gil
gilang melangkah mendekati kamar mandi perlahan memutar gagang pintu itu namun terkunci
" sayang apa kau didalam " teriak gilang
shivania kaget dan menjatuhkan testpack itu buru buru shivania merapihkan dirinya lalu membuka pintu
" ma, maas kamu sudah pulang ? " gugup hanya memperlihatkan kepalanya saja
" kamu sedang apa ? apa ada seseorang disana " gilang curiga dengan gerak gerik shivania, gilang akan masuk untuk memeriksanya namun ditahan oleh shivania
" ti, tidak ada siapa siapa didalam mas aku hanya sendiri " shivania menelan salivanya sendiri
gilang yang semakin penasaran dan curiga ada seseorang didalam sana yang disembunyikan oleh istrinya menerobos masuk
" mas aku bilang tidak ada orang selain aku " shivania menarik tangan gilang agar jangan masuk namun sayang gilang sudah berada didalam kamar mandi
dibukanya satu oersatu lemari yang berada disana tirai penghalang juga dia buka namun tidak menemukan siapapun
gilang berjalan mendekati shivania yang berada ditempat jatuhnya testpack tadi, shivania menautkan jari jemarinya gugup dan bingung
gilang berhenti berjalan dan dia merasakan sesuatu dikakinya ?
gilang melihat kearah bawah apa yang telah kakinya injak
shivania semakin gugup dan dadanya sesak bagaimana reaksi gilang shivani menutup matanya sambil menutup telinganya
gilang mengambil sesuatu dari bawah sana dan matanya membulat seperti bola saat dia tau benda apa yang telah dia injak itu
perlahan matanya beralih melihat shivania lalu beralih lagi kebenda tadi bergantian apalagi dua garis merah yang muncul disana menandakan shivania hamil
gilang berjalan perlahan membuka tangan shivania yang menutupi telinganya
mata shivania terbuka dan melihat gilang begitu dekat dengan wajahnya
gilang mencengkram kedua bahu shivania erat raut wajahnya yang datar terlihat menyeramkan bagi shivania
" ma, ma mas sa sakiit " lirih shivania kesakitan
shivania takut gilang marah padanya dan benar dugaannya gilang bereaksi seperti ini
" maaf, maafkan aku mas " ucapnya lagi shivania menatap mata tajam gilang yang begitu dekat terus mendekat shivania menutup matanya bersiap menerima teriakan dan kemarahan gilang kepadanya .
bruukkk
gilang memeluk shivania erat shivania diam membeku dipeluk erat seperti itu gilang mendorong kedua bahu shivania pelan
" sayang, kamu hamil ? " dengan mata yang berbinar shivania mengangguk mengiakan matanya beberapa kali dikedipkan tak percaya reaksi gilang saat ini
" aaaaaaaaaaaa aku akan punya anaaak " teriak gilang menggendong shivania lalu berputar putar
" mas, mas hentikan aku takuut ! mas aku pusing " ucap shivania gilang menurunkan shivania lalu memeluknya kembali
" sayang, aku sungguh mencintaimu " gilang merangkup kedua pipi shivania dan mencium dahinya berulang ulang shivania dibuat terkejut sekaligus kaget oleh gilang
gilang menggendong shivania keluar dari kamar mandi dan mendudukannya ditepi kasur
" tunggu sebentar, aku akan menelpon dokter jangan bergerak " titahnya shivania hanya diam menurut tak bisa berkata kata lagi
gilang keluar dari kamar sambil berteriak memangil riko yang berada diruangan kerjanya
" rikoooo, rikoo mana ponsel gue,, " teriaknya menuruni anak tangga sedikit berlari
riko kaget mendengar gilang yang berteriak seperti itu dia cepat cepat keluar dari ruangan menuju kesumber suara
" rikoooo ponsel gue mana " teriaknya lagi
riko datang dan terheran melihat berlarian seperti tadi
" loe apan sih udah tua juga lari lari kesandung baru tau rasa loe " geram riko karena kaget takut terjadi apa apa tapi nyatanya cape deeh
gilang menengadahkan tangannya meminta ponselnya yang dia titipka tadi
" nih, loe gak usah teriak teriak kaya tadi budek kuping gue lama lama " ucap riko kesal
gilang meraih ponselnya dari tangan riko karena senang gilang tidak meladeni riko
gilang mulai menelpon dokter
" halo dok , tolong kerumah saya sekarang juga " ucap gilang langsung menutup telponnya sepihak baru juga sidokter mangap mau bicara langsung dimatikan oleh gilang
gilang kembali kedalam kamar dan riko masih kebingungan buat apa gilang menelpon dokter apakah terjadi sesuatu ? riko menyusul gilang keatas betapa kagetnya riko seorang gilang pratama pramuja berlutut dipangkuan seorang wanita dan sedang mengelus elus perut istrinya
" memang cinta itu buta dan luar biasa " gumam riko menggelengkan kepalanya
__ADS_1