Gadis Desa Dan CEO Dingin

Gadis Desa Dan CEO Dingin
flashback..


__ADS_3

flashback....


abhi mendatangi perusahaan green gold grup karena tak ingin ditolak terus menerus abhi nekad akan menceritakan semuanya pada daddy sheza, malam ini tuan darma masih didalam ruangannya dia sedang mengerjakan dokument penting dari luar negeri anak cabang disana, saat adi memberi tahu jika diluar abhi sedang menunggunya.


tuan darma memalingkan perhatiannya sejenak, dia buka kacamata yang menghias dipangkal hidungnya.


" apakah kita sudah punya janji dengannya? " ucap tuan darma yang seingatnya tidak memiliki janji dengan ceo etech grup


" tidak tuan, tadi seoranng penjaga pintu melaporkan jika ada seseorang ingin masuk dan bertemu dengan anda " jelas adi, tuan darma mengangguk paham meski dia juga tidak tau ada urusan apa abhi datang kekantornya ditengah malam seperti ini, ya tuan darma sedang lembur malam ini dia berencana pulang dini hari karena esok pagi dokument yang dia kerjakan sekarang agar bisa dikitim kembali keluar negeri.


tuan darma krmbali membaca dokument tadi setelah memerintahkan adi menyusul abhi diluar dan membawanya masuk kedalam ruannya.


diluar abhi sedang duduk meyilangkan kedua kakinya satu tangannya dia masukan kedalam saku celana dan satunya lagi sedang memegangi benda pipih sesekali terlihat ujung bibirnya menyungging entah apa yang sedang dia lakukan dengan benda itu, bara sedang keluar sebentar meninggalkan abhi sendiri.


berbarengan dengan datangnya bara adi menghampiri abhi sedikit membungkuk sebelum mempersilahkannya untuk masuk, ketiga pria tampan berjalan bersama abhi yang memimpin berjalan didepan bara adi berjalan berdampingan


setelah sampai didepan pintu ruangan tuan darma adi berjalan kedepan abhi membukakan pintu mempersilahkan tamunya untuk masuk.


mendengar pintu dibuka tuan darma segera mengalihkan perhatiannya pada ujung pintu disana, seulas senyum terukir dibibir tuan darma menyambut kedatangan abhi meski dia tidak tau ada urusan apa abhi kesini tuan darma bangun dari duduknya, abhi berjalan maju mendekati tuan darma setelah keduanya bertemu saling berhadapan abhi mengulurkan tangannya disambut dengan senyum oleh tuan darma sebelu membalas uluran tangan abhi.


bara dan adi berdiri disamping pintu melihat kedua bos saling bertemu.


" maaf mengganggu waktu kerja anda tuan " ucap abhi basa basi


" tidak, ayo silahkan duduk " tuan darma mengajak abhi duduk disofa, tuan darma meminta adi membuatkan minuman untuk tamunya tengah malam ini, bara masih setia berdiri diujung pintu menjadi pendengar yang hakiki dengan amplop kuning yang dipegangnya.


" bagaiman kau tau aku masih ada dikantor ? " tanya tuan darma


" itu hal mudah tuan, " jawab abhi, tuan darma mengangguk paham siapa yang tidak kenal dengan abhi ceo muda dihadapannya saat ini


" jadi, ada urusan apa kau datangan kemari ditengah malam seperti ini, bukankah tidak ada janji dan pertemuan kita untuk kerjasamapun dilaksanakan 2 minggu lagi "


abhi menarik nafasnya panjang dan mengeluarkannya perlahan sebelum memanggil bara agar memberikan itu padanya.


tidak mau membuat calon mertuanya terkejut abhi langsung bicara pada intinya saja

__ADS_1


" saya datang kesini untuk melamar putri anda satu satunya,sheza. dan saya harap anda menyetujuinya dan merestui kami " ucap abhi tegas,tuan darma dibuat terkejut dengan ucapan abhi, sebelum tuan darma melontarkan suaranya abhi lebih dulu menyodorkan beberapa foto dirinya dengan sheza dimana keduanya sedang ada diatas kasur dalam posisi sheza memeluk abhi keduanya dalam keadan tertidur pulas dibawah selimut yang membungkus tubuh keduanya.


adi masuk membawa minuman diatas meja dimana kedua sang bos besar bicara disana, setelah itu adi kembali keposisinya dimana bara berada


tuan darma meremas foto yang diberikan abhi dan menggeram marah pada pria dihadapannya,


braakkk...


tuan darma menggebrak meja, minuman yang sudah disimpan adi dimeja tumpah membanjiri lantai, tuan darma bangun lalu menghampiri abhi tuan darma langsung mencengkram kerah baju abhi kuat persetan dengan kerjasama mereka tuan darma tidak perduli lagi.


bara yang melihat bosnya dicengkram oleh tuan darma akan membantunya namun abhi melarang dengan mengangkat tangannya, ini sudah abhi duga sebelumnya.


" apa yang telah kau lakukan pada putriku " ucap tuan darma marah matanya melotot tajam, abhi tersenyum kecil tak ada rasa gentar ataupun takut pada tuan darma, tuan darma melepaskan cengkramannya.


" katakan apa yang telah kau lakukan pada putriku " ucap tuan darma kembali, tuan darma menarik nafasnya perlahan lalu membuangnya dengan kasar.


" maaf jika aku membuat anda marah, harusnya aku tidak melakukan itu pada putrimu " abhi terdiam sejenak sebelum melanjutkan pembicaraannya kembali


" percayalah, saya dan putri anda hanya menjadi korban ada yang menjebak kami, sebenarnya yang dijebak hanya putri anda, mereka memberikannya obat dan saya yang menjadi korban putri anda" ucapnya


" jika semua pencuri mengaku maka penjara penuh ! " ucap tuan darma sinis


kedua skertaris pribadi dari kedua pria beda zaman itu hanya bisa saling lirik dan melihat apa yang terjadi, bila ikut campur maka mereka akan mendapat hukuman dari bosnya masing -masing


" jika anda tidak percaya, tidak apa yang penting saya sudah jujur dan saya kemari ingin bertanggung jawab atas perbuatan saya " ucap abhi dengan tenang


" kenapa juga kau tidak menolak saat putriku mengajaknya, malah kau mengambil kesempatan dalam kesempitan dasar kau bajingan " umpat tuan darma, abhi hanya mengelah nafasnya pelan sambil memijat pangkal hidung


sepertinya sedikit sulit bicara pada pria dihadapanya ini.


abhi duduk kembali menyilangkan kakinya, tuan darma mencoba merendam emosinya dan mengembuskan nafasnya kasar tuan darma juga ikut duduk kembali disana.


" kau tau putriku adalah harta berhargaku satu satunya, aku tidak bisa menyerahkannya kesembarang orang aku ingin pria yang menjadi suami putriku mencintai dan menyayanginya dengan tulus menjaganya dengan segenap hati dan jiwa, aku tidak ingin kehilangan anakku kembali aku ingin melihat dia bahagia " lirih tuan darma, dari raut wajahnya terpancar kesedihan dan ketidak berdayaan meski tuan darma bisa menjaga memberikan apa yang sheza minta sekatang tapi itu tidak selamanya sheza harus punya seorang pendamping hidup yang bisa meneruskan tanggung jawab dari sang daddy untuk menjaganya.


abhi diam mendengarkan, setelah tuan darma selesai dengan perkataannya, baru perlahan abhi menjelaskan bahwa dia datang menemuinya bukan hanya untuk bertanggung jawab saja, dia juga menjelaskan jika dia mencintai anak tuan darma dan berjanji akan menjaga sheza dengan segenap hati, abhi terus meyakinkan tuan darma bahwa pria yang tuan darma cari itu adalah dia pria yang sangat mencintai putrinya.

__ADS_1


bara dan adi tidak bergerak kemana pun mereka berdua hanya menjadi pendengar setia,


tuan darma melihat kedalam mata abhi dimana kejujuran yang terdapat disana tidak ada kebohongan, haruskah tuan darma menyerahkan putrinya dan mempercayai abhi? mungkin tidak ada salahnya mencoba, jika nanti terjadi sesuatu pada putrinya maka tuan darma yang akan menghajar abhi dengan kedua tangannya untuk mematahkan kedua tangan dan kaki abhi.


" baiklah kali ini aku akan percaya padamu, tapi jika suatu saat aku mendengar dan melihat kau menyakiti putriku maka habislah kau " ancam tuan darma sambil menunjuk wajah abhi.


abhi mengangguk mengiyakan, asal dia dapat kepercayaan izin restu dari tuan darma untuk menikahi anaknya dan sekarang dia harus meminta bantuan tuan darma agar sheza mau menikah dengannya.


" tapi tuan, ada satu masalah apa anda bisa membantu saya? " pinta abhi


" katakanlah jangan berbelit belit "


abhi mulai menjelaskan pada tuan darma dari awal dari sejak dia mulai menyukai sheza abhi pun bercerita jika dia sudah mengancam sheza namun ancaman itu diabaikan nya, sheza terus menolaknya abhi tau tuan darma tidak akan mudah membantunya apa lagi menyangkut putri satu satunya tanpa tau dari awal, abhi meminta tuan darma bicara pada sheza jika mereka dijodohkan dan sheza harus mau menikah denganya apapun caranya mungkin sedikit memaksa tapi apalah harus mereka lakukan demi kebaikan semuanya.


selama abhi bicara tuan darma memperhatikan raut wajah dan sorot mata abhi melihat apa da kebohongan atau tidak merasa abhi tidak berkata bohong tuan daa meyakini jika abhi tidak berbohong dan mencintai anaknya tuan darma memutuskan akan membantu abhi dan mempercayainya.


flashoff...


gilang dan shivania telah sampai dikampung shivania nadin yang tertidur dibangku belakang langsung bangun dan dan bergerak mengintip dibalik pintu


" ka apa sudah sampai? " tanya nadin dengan berbinar, shivania mengangguk tangannya meraih pintu mobil untuk dibuka, saat keluar dari mobil alis shivania mengekrut dimana rumahnya? kenapa ada rumah lumayan besar disana kemana rumah orang tuanya? apa dia sudah lupa dimana letak rumah orang tuanya sendiri!


" mas, aku akan menghubungi nuri dulu, kayanya kita salah rumah " ucap shivani ragu jika salah, tidak mungkin dia lupa.


" tidak, ayo kita masuk sepertinya kita akan memberi kejutan untuk orang tuamu " ucap gilang membuka bagsi mobil dan mengeluarkan koper berisi pakaian mereka shivania mengikutinya untuk membawa barang belanjaan yang sempat mereka beli diminimarket.


nadin ikut membawa kopernya sendiri menyeretnya perlahan nadin menutupi mulutnya yang menguap masih mengantuk


" mas kamu bener ini rumah orang tuaku? " shivania ragu, gilang mengusap rambut shivania mengenngam tangannya


" tidak, ini memang rumah ayah dan ibu mu aku yang memaksa mereka agar rumahnya mau dibongkar mereka sangat menyebalkan " grutu gilang mengingat betapa susahnya membujuk kedua orang tua shivania agar rumahnya mau dibangun kembali sedikit luas, shivania menyenggol lengam gilang keras hingga gilang meringis


" rasain, makanya jangan sembarangan ngatain orang tua aku kaya gitu dikutuk bau tai loe " ucap shivania tak terima orangtuanya disebut menyebalkan


" dih. ko sama laki loe loe sih, panggil yang romantis dong sayang, honey, bebeb, cinta kan bisa panggilan sayang ini iiish " protes gilang, shivania memutar bola matanya jengah sementara nadin membuka cemilan duduk diteras dan memakannya tak meperdulikan kedua kakanya

__ADS_1


" ya sudah, mas jawer jangan sembarangan ngatain orang tua ok nanti dikutuk jadi batu mau? " ucapnya menekan kata mas jawer, gilang menggeleng cepat shivania mengetuk pintu dengan tidak sabar namun sayang sudah beberapa kali mengetuk tidak ada sautan apa lagi pintu dibuka sepertinya tidak ada orang didalam pada kemana semua orang?


__ADS_2