
selama diperjalanan tidak ada sepatah katapun yang terucap dari bibir pasangan suami istri itu shivania terus menatap kearah gilang ingin memastikan apakah dia cemburu atau tidak sambil meremas ujung bajunya, mungkinkah dia sudah keterlaluan membalas gilabg dengan cara tadi ?
shivania ingin bicara namun ketika melihat wajah gilang seperti itu niatnya dia urungkan mungkin ini lebih baik biar nanti dia akan bicara saat sudah sampai dirumah.
gilang yang sedang dilandah rasa cemburu yang teramat pada rio melihat kearah shivania yang sedang menatap lurus kedepan tangannya meremas ujung baju dan tidak ada penjelasan darinya sungguh gilang merasa takut jika itu terulang kembali,
ingin dia marah pada shivania tapi niat itu dia pendam ingat karena dalam perut istrinya itu sudah tertanam benih yang dia tanam dan menunggu hasilnya dipanen nanti.
gilang memarkirkan mobil setelah sampai didepan rumah dia turun terlebih dahulu membukakan pintu untuk shivania, shivania keluar dan mendongakan melihat kearah gilang, sepertinya gilang tidak cemburu dengan kejadian tadi dan shivania merasa kecewa akan hal itu.
gilang merangkul pinggang shivania masuk kedalam rumah shivania terus memandangi wajah gilang
" kenapa terus menatapku seperti itu, apa aku sudah tidak tampan lagi ? " tanyanya refleks shivania memalingkan wajahnya kearah lain
bisa bisanya dia bicara seperti itu padahal dia ingin melihat gilang marah padanya atas kejadian tadi, mungkin benar gilang tidak cemburu padanya
shivania menghela nafasnya perlahan menghilangkan sedikit pikiran diotaknya.
" aku tidak bilang apa apa ? " ketusnya tapi dalam hati ingin dia bertanya sesuatu pada suaminya itu gilang melepaakan rangkulan saat sudah sampai dimeja makan karena pesanan untuk shivania sudah ada dan terhidang disana
" makanlah ini untukmu " menarik kursi untuk shivanaia duduk shivania mengangguk entah apa yang dia lihat dari makanan itu hingga membuat terlihat bahagia, gilang duduk disamping shivania
shivania menyodorkan dua potong pizza kedepan gilang untuk suaminya makan gilang menggeleng tidak mau tapi shivania memaksanya, gilang terpaksa menerima dan memakan pizzanya.
saat akan memasukan pizza kedalam mulut shivania teringat sesuatu
" mas apa boleh aku tanya sesuatu " shivania melihat gilang yang sedang asik mengunyah pizza
" hmmm, katakanlah " ucap gilang mengunyah pizza
" bingkisan yang berada diruang tamu kemarin yang dibawa riko itu buat siapa ? " shivania penasaran
" tanyakan saja pada riko aku gak tau " datar
__ADS_1
" mas kamu marah gara gara tadi aku ketemu rio ? " shivania memberanikan diri bertanya dari tadi dia ingin bicara namun ragu
" pikirkan saja sendiri aku marah apa tidak ! " gilang yakin shivania akan membujuknya agar tidak marah padanya namun ternyata dia salah
" oh " shivania hanya ber oh ria kembali menikmati sepotong pizzanya
shivabia berdiriebaqa piring kotor kedalam dapur untuk mencucinya seaudah selesai shivania membuka kulkas dan memotong motong buah untuk dia makan dikamar.
shivania membawa piring berisi potongan buah dan membawa kekamarnya melewati gilang begitu saja tanpa menyapanya
" apa apan itu dia bahkan tidak menghiraukan aku ? lewat begitu saja ini tidak bisa dibiarkan dia harus menerima hukuman dariku " ucapnya mengikuti shivania masuk kedalam kamar tamu.
setelah berada didalam kamar shivania membaribgkan tubuhnya bersandar dikepala kasur dan berselonjor kaki tangannya sibuk membuka lembaran buku yang sedang dia baca, sesekali memaaukan potongan buah kedalam mulutnya.
gilang mendekat dan menarik shivania agar mendekat padanya ini tidak bisa dibiarkan begitu saja shivania harus mendapatkan hukuman karena sudah membuat dirinya cemburu.
" sayang kamu harus aku hukum, kau sungguh menyiksaku selama ini cukup sudah aku tidak bisa menahan lagi " ucapnya sembari mengelus wajah mulus shivania mengusap perut rata itu membubuhi ciuman disana
shivania mendorong bahu gilang pelan
gilang tidak bergerak sama sekali dia terus memandangi wajah shivania seakan mau memaknnya hidup hidu.
shivania menelan salivanya kasar takut mendapatkan tatapan tajam dari suaminya itu shivania menyelimuti seluruh tubuhnya dia tau tatapan macam apa itu
" mas pergi sana aku gak mau kamu tatap seperti itu seakan mau menerkamku hidup hidup "
" memang aku akan menerkammu sayang kau harus mendapat hukuman dariku setelah membuat diriku cemburu " ucapnya
setelah demikian gilang mbuka selimut dengan paksa hingga shivani tidak bisa menahannya gilang terus mendekat hingga shivania tidak berdaya untuk melawan kali ini habislah riwat shivania dibawah kendali gilang malam ini.
diperjalanan pulang sheza bertemu dengan sekelompong orang yang berpakaian hitam ntah itu preman atau sekelompok penjahat dia tidak tau sheza terua memperhatikan orang yang akan mereka targetkan diujung jalan seorang pria paruh baya yang membopong seorang wanita berjalan cepat menjauhi para pria berbaju hitam itu sheza terus saja memperhatikan keduanya hingga sheza melihat satu diantara pria berbaju hitam itu mengeluarkan senjata mengarahkannya pada kedua paruh baya itu.
sheza memvuka laci mobil yang terdapat pistol kesayangannya itu sheza tidak bisa berdiam diri saat seseorang dalam bahaya.
__ADS_1
dor,,
sheza menmbak tangan pria yang mengarahkan senjata tadi, pistol yang pria itu pegng terpental jatuh semua mata tertuju pada asal suara tembakan itu kedua paruh baya itu juga menoleh keasal suara.
sheza menyalakan mesin mobilnya menghampiri orang tua itu sheza membuka kaca mobil
" masuklah tuan, nyonya aku akan menolong kalian " titahnya, tuan satya dan nyonya tya tidak ada oilihan lain kecuali masuk kedalam mobil gadis itu.
setelah semuanya masuk sheza menjalankan mobil dengan kecepatan tinggi.
" sial siapa yang menelong mereka , ayo kejar " sipenjahat geram mengejar mobil sheza.
dua mobil hitam mengejar mobil sheza dibelakang sheza terus menambah kecepatan mobilnya sesekali melihat kebelakang mobil para penjahat menembak mobil sheza bertubi tubi.
sheza menghindar mengolengkan mobilnya kekanan dan kekiri
" ckk,, kalian ini " ucapnya sheza mengeluarkan pistolnya itu
dor,, dorr dorr
sheza menembak mobil yang berada dibelakangnya mobil itu oleng karena tembakan sheza mengenai ban mobil mereka
" sial, hei kalian pepet mobil itu dan halangi " titah ketua penjahat lewat telpon
" kita harus mendapatkan kedua orang itu apapun caranya " sambungnya lagi
" nyonya , tuan berpeganganlah yang erat saya akan menambah kecepatan lagi " tuturnya tuan satya dan nyonya tya berpegangan sangat erat kekursi mobil dia harus mengeluarkan kedua orang itu terdahulu.
setelah mengeluarkan tuan satya dan nyonya tya merasa sudah aman menurunkan kedua orang itu, sheza menjalankan kembali mobilnya dan pada saat penjahat melihat mobil sheza ,sheza membelokan mobil kearah berlawanan para penjahat kaget dan mengerem mendadak,
sheza membuka pintu mobil dan meraih senjatanya sheza keluar dari mobil dengan santai sheza menembak dengan kedua senjata berada ditangannya
" kurang ajar wanita sialan " umpat si penjahat anak buahnya tertembak dan jatuh tersungkur diatas aspal tinggal dia seorang saat ini penjahat itu mengarahkan senjatanya kearah sheza jangan sampai di juga tertembak saat dia menekan pelatuknya sheza lebih dulu menembak bahunya hingga penjahat itu tersungkur.
__ADS_1
sheza tersenyum sinis kearahnya.