Gadis Desa Dan CEO Dingin

Gadis Desa Dan CEO Dingin
malunya


__ADS_3

ketika semua sedang sibuk dengan pembicaraan masing masing


tuk tuk tuk..


suara sepatu mengalihkan semua orang yang berada dirumah gilang


shivania turun digandeng oleh kinta semua mata terkunci oleh kecantikannya..


gilang yang sedang berbincang dengan rekan kerjanya menatap tanpa berkedip


bagaimana tidak shivania terlihat sangat cantik dan anggun malam ini


tapi gilang langsung menetralkan pandangan dan mengabaikan detakan jantung yang mengganggu dihatinya..


" oh cantik sekali , pantas saja tuan gilang tergila-tergila " ucap wanita berbisik pada temannya


" ia mereka cocok banget "


pasangan yang serasi "


jadi iri aku, kapan dapet pria setampan seperti gilang "


" ya kamunya juga harus cantik seperti nona shivania "


sheza yang akan melangkah maju menghampiri shivania ditarik oleh ibunya halimah


" nanti nak,, lihat itu shivania sekarang sudah punya suami " ucap ibu halima tersenyum penuh arti


sheza terlihat kesal mendengar ucapan ibunya,,


sheza diam tak membahas sudah dipastikan bila dilanjut dia akan disuruh menikah..


seperti yang sudah sudah sheza terus ditanyai pacaran sama siapa ? deket sama siapa ?

__ADS_1


padahal orang tuanya tau sheza belum terlihat dekat dengan laki laki manapun.


membuat sgeza meninggalkan ibunya itu sheza pergi menemui teman temannya.


gilang berdiri berjalan mendekati shivania


shivania diajak kinta mendekati gilang shivania dan gilang berhadapan ada rasa canggung ketika shivania berhadapan dengan gilang yang sekarang sudah menjadi suaminya , ketika shivania melihat dari video yang ditunjukan oleh kinta disaat gilang mengucapkan ijab qobulnya didepan ayah rudi dan penghulu


bingung yang dirasakan shivania ketika statusnya sekarang sudah menjadi istri harus bagaimana, ingin rasanya bertanya pada gilang namun niatan itu harus dia tahan dulu karena ada orang tuanya,


menjaga dan menghormati perasaan kedua orang tuanya yang utama bagi shivania tak memperdulikan persaan yang dia rasa


ibu sania dan rudi ikut menghampiri kedua pengantin baru itu lalu berjalan disamping shivania, disamping gilang ada keluarganya pula menggiring pengantin itu untuk duduk dipelaminan, shivania dan gilang duduk dipelaminan menerima semua ucapan selamat dari para tamu undangan


giliran sheza dan teman temanya mereka sengaja membiarkan semua orang dulu memberikan selamat ,mereka ingin berlama lama menghakimi shivania


sheza mulai bersalaman dengan gulng terlebih dahulu disusul oleh vina dan rina lalu beralih pada shivania mereka berempat berpelukan tapi bukan kata selamat yang diucapkan melainkan yang membuat shivania bergidik ngeri mendengarnya


" apa yang kau lakukan ini membuat kita serangan jantung ! " ucap sheza


" ih loe rin apaan sih ngomong gituan ? " vina menyenggol bahu rina


" loe harus jelasin kekita , gue gak mu tau !" ucap sheza tegas


" ya itu bener " ucap rina vina bersamaan


membuat shivania menelan salivanya bingung harus menjelaskan apa pada temannya.


shivania menghela nafas dalam membuangnya dengan kasar


" ok nanti gue jelasin semuanya tapi bukan sekarang ya " shivania tersenyum kaku


gilang yang melihat pelukan yang belum juga kunjung terlepas

__ADS_1


" e'Emm?" gilang berdehem membuat SHERINA melepaskan pelukan sahabatnya dan melirik gilang tajam secara bersamaan


" ada apa kenapa kalian melihatku seperti itu " ucap gilang merasa salah tingkah dilihat oleh ke empat wanita itu secara tajam seperti itu.


ke empat wanita itu akhirnya berpisah sheza dan yang lain turun dari pelaminan meninggalkan shivania dan gilang diatas sana.


sheza yang akan mengambil makanan terpeleset membuat sheza terjatuh sheza reflek menarik ujung jas seorang pria.


abhi yang sedang bicara dengan rekan gilang terkejut ketika jasnya ditarik dan ikut terjatuh menindih tubuh wanita itu..


mata sheza dan abhi saling menatap ada rasa yang tak dimengerti oleh keduanya


sheza memegangi dadanya yang berdetak kencang lalu mendorong tubuh abhi fari atas tubuhnya..


semua orang yang melihat kejadian itu membuat sheza malu,


abhi yang didorong sheza langsung bangun dan merapihkan jasnya kembali


sheza berdiri dihadapan abhi


" maaf aku tidak sengaja " ucap sheza menunduk lalu melangkah pergi


tak lagi menghiraukan teriakan orang tuanya sheza terlanjur malu dilihat seperti itu oleh banyak orang apa lagi kejadian itu ikut dilihat pula oleh orang tuanya


" iish malu maluin aja " maki sheza ketika sudah didalam toilet


aaaaaaaaaaaaaaa malu malu malu banget gue " teriak sheza


sheza menghabiskan 10 menit didalam toilet mengurung dirinya sementara waktu karena malu


tak lama shez membuka pintu toilet menongolkan setengah kepalanya didaun pintu


sheza melihat disekeliling tak ada orang maka dia cepat cepat keluar

__ADS_1


sheza menutup pintu lalu kembali ketengah tengah yang lain ,,


menghilangkan rasa yang ada disaat yang lalu mengharuskan dia bersembunyi seperti tadi.


__ADS_2