
Tubuh Whuang meneggang bersitatap dengan netra tajam dingin yang tengah memandangnya intens. Keduanya saling menerka manik mata yang begitu khas dan Familyar dibenak masing-masing.
"Mata ini?"
Batin Daychi memandang lekat gradasi cantik keabuan milik Whuang yang fokus meneliti garis rahang mulus nan tegas mempesona dan bibir sensual yang ia ingat malam itu mengerang nikmat.
Zuan yang berdiri dibelakang Sersannya terdiam lama membiarkan dua manusia yang penasaran ini saling tatap selama itu. Bahkan, para anggota Ryoto saling pandang bingung melihat exspresi aneh Sersannya.
"Kau siapa?"
Pertanyaan dari keduanya muncul keluar dengan makna yang sama. Bukan asal usul tapi kilatan bayangan malam itu masih terlintas samar.
"Kau yang siapa?" tanya Whuang kembali melotot tajam. Seketika Daychi sadar kembali berwajah datar tak merespon banyak hal.
"Kau punya mulutkan?" sambar Whuang tak sabaran membuat mereka syok dengan Daychi mengepal. Wanita ini memang sangat berani mengeluarkan suara sepedas ini.
"Kau masih ingin hidup."
"Menurutmu?"
Tanya Whuang mulai menunjukan sikap kerasnya membuat rahang Daychi mengetat terpancing emosi dengan wanita tak tahu diri ini.
"Kauu!!"
"Apa? kau merusak perjalananku! dasar para pria buntung!"
Daychi sudah mendidih membuat para anggota mereka gemetar memucat diam. Tak ada yang berani bergerak bahkan bernafas-pun mereka harus menahan disaat wajah tampan kelam Sersannya meruak.
"Sialan!!"
Daychi mencekik leher Whuang kuat sampai membuat wanita itu terkejut memukul-mukuk lengan kekar Daychi yang benar-benar membuat tulang lehernya seakan mau patah. Zuan mendesis frustasi mencoba membuat pengertian pada Sersan-nya.
"Sersan! kendalikan diri anda."
"Dia memang ingin mati!" geram Daychi memadatkan Whuang ke Body Mobil dengan wajah cantik Whuang sudah merah meradang kehabisan nafas.
"L...passs!!"
"Sersan!"
Whuang sudah terengah langsung mengayunkan tangan lentiknya cepat hingga..
Plakkkk...
Mereka terkejut saat tamparan keras itu berbunyi nyaring dengan cekikan Daychi terlepas seraya wajah meradang pria itu tertoleh keras kesamping.
"B..jingan!" umpat Whuang dengan nafas memburu menghirup udara kembali mengisi rongga dadanya yang tadi kosong.
__ADS_1
Wajah Daychi sudah tak terhitung dinginnya bahkan gertakan gigi pria itu beradu nyaring menahan darah yang mendidih ke ubun memompa jantungnya keras.
"Kauu!!"
"Sersan!"
Daychi ingin meninju wajah Whuang tapi Zuan segera menarik Sersannya menjahui wanita itu. Ia berdiri ditengah antara permusuhan kedua insan tak sadar diri ini.
"Awas!!! dia memang ingin mati!!"
"Apa? kau hanya berani pada wanita? pecundang!!" maki Whuang geram karna lehernya sangat sakit. Baru kali ini ia menemui pria yang sangat kasar pada tubuh cantiknya. Begitu juga Daychi. Ia sangat muak dengan sikap menjengkelkan Whuang yang baru pertama ia alami.
"Kau pergilah!" tegas Zuan masih berada ditengah.
"Ouh. lain kali sekolahkan Tuan-mu agar punya sikap manusia." ketus Whuang masuk ke Mobilnya kembali menutup kasar membuat Daychi benar-benar terpancing menendang Body mobil Whuang sampai berhuncang membuat Kay mengeong keras.
"Dasar Tempramen gila!!!" maki Whuang membunyikan suara mobil keras lalu melaju mengambil jalan tepi ingin menubruk tubuh Daychi yang langsung menghindar ingin menembak tapi Zuan mencengkalnya.
"Sersan!!"
"Sialan!!! wanita brengsek!!!" bentak Daychi dengan deru nafas memburu. Pipi mulusnya sudah tercetak jari lentik itu membuat Zuan menghela nafas.
"Sersan! sebaiknya anda belajar menahan emosi."
"Kauu.."
Namun, Daychi terdiam menatap kepergian mobil Whuang tadi lalu mengingat hingga ia mengupat dikala ingat itu wanita yang tengah dekat dengan adiknya.
"Itu .."
"Dia adalah Yu Whuang Peng. Sersan! wanita yang kemaren anda suruh bunuh." jawab Zuan tegas menatap kearah yang sama.
"Lalu kenapa kau tak membunuhnya? aku tak ingin tahu dia harus mati bahkan memohon maaf dariku." geram Dayci beralih menatap membunuh pria berlumuran darah tadi dan mengacungkan pistol ditangannya.
"Bernafas saja kau tak berguna!"
Dorrr ..
Daychi menembak tepat dikepalanya hingga hancur lumer ke jalanan dan ia pergi kembali ke Mobil mereka. Ia sudah tak mood untuk mengejar musuh dengan para anggota menyelesaikan aksi berutalnya barusan.
"Sersan! anda harus tenang, jika didepan musuh jangan terlalu emosi karna bisa saja mereka akan membuat rencana besar."
"Bulshit! mereka tak akan bisa berbuat banyak." umpat Daychi masuk dalam mobilnya. Ia menatap wajahnya dari spion mobil dan benar saja bekas tamparan itu tercetak jelas.
"Cih! dia salah memilih lawan." gumam Daychi menggeram seraya mengambil botol minuman disampingnya. Ia menegguk benda itu untuk sekedar meresldakan emosi yang meluap-luap.
"Sersan! Marvelo pengecut itu sudah membuat konspirasi dengan Klan Okane Yagumi untuk melawan anda. dia pasti akan membuat konspirasi agar Klan Ryoto akan disalahkan dalam semua kriminalitas yang dilakukan mereka di Negara terlindung. Sersan!"
__ADS_1
Daychi hanya diam menegguk minumannya ringan. Ia sudah memberikan surat peringatan untuk Tuan besar Yagumi di jepang agar mengontrol Klan mereka atau ia tak segan untuk saling membantai.
"Aku tak perduli! apa yang bisa mereka lakukan selain bersekutu?! cihh, babi hutan." umpat Daychi sudah tahu pergerakan mereka. Marvelo bandot tua itu pasti akan pergi ke negara-negara yang memiliki Klan bawah yang memusuhinya dan akan membuat kubu besar melawannya. Untuk itu Daychi harus lebih dulu mengecam negara-negara terlindung untuk takut pada kekuasaan mereka.
Drett..
Ponsel Daychi berdering hingga pria itu menatapnya. Seketika wajahnya kembali mendingin melihat nama siapa yang tertera disana. 'Bajingan Tua'.
"Hm!" Daychi mengangkatnya acuh.
"Datanglah ke Kediaman malam ini."
"Tak penting!" jawab Daychi dingin ingin mematikannya.
"Lien akan menikah dengan wanita jajahan itu!"
Daychi terkejut dengan ucapan Tuan Khang. Rahangnya mengetat menduga apa yang pria ini inginkan.
"Kau jangan main-main dengan hidup. Lien!" geram Daychi mendidih.
"Hm. dia begitu mencintai wanita itu. bahkan, rela melawanku tapi aku tak masalah."
"Dia bukan wanita baik-baik. Lien hanya pria bodoh berotak kosong, kau jangan mendorongnya masuk lebih dalam." tegas Daychi tak mau adiknya bergelut dalam kekotoran sepertinya.
"Aku akan menikahkannya!"
"Cobalah jika kau mau aku menghancurkan Perusahaanmu." ancam Daychi kelam. Zuan hanya diam melajukan mobil stabil walau ia agak kasihan melihat hidup Sersannya selalu ditidak adilkan.
"Daychi! aku bisa saja membuat dia mati tapi adikmu tak akan bisa hidup bahagia, cobalah berfikir apa yang bisa kau lakukan untuk adikmu."
Daychi terdiam menatap keluar. Wanita itu bukan wanita sembarangan. Dari cara bertarungnya Daychi bisa menebak jitu jika wanita itu sudah dipersiapkan atau berasal dari daerah pemberontak.
"Pikirkanlah! aku bisa nekat jika ingin menghancurkan hidupmu."
Daychi hanya diam. Ia tersenyum miris mendengar semua itu. Adakah didunia ini anak bermusuhan dengan ayahnya. Dan ternyata itu ada dan Daychi adalah contoh pemberontak aturan ayahnya sendiri.
"Lien yang menikah, atau KAU."
Sambungan terputus hingga Daychi meremas ponselnya kuat hingga retak membuat Zuan membeku diam.
"Sialan!!!"
Daychi melempar Ponselnya ke bagian kaca depan yang retak akibat hantaman keras itu.
.....
Vote and Like Sayang..
__ADS_1