Gairah Ranjang Sersan Daychi

Gairah Ranjang Sersan Daychi
Ichi?"


__ADS_3

Mata Whuang masih melebar melihat sosok yang tengah berdiri bersandar ke pintu pembatas Balkon sana tanpa atasan dengan tubuh kekar yang Whuang hafal berapa kotak kebawah. Ia menegguk ludahnya berat merasakan aura pria ini begitu mendingin.


"K..Kau.."


"Kemari!"


Whuang berdiri kaku. mendengar suara dingin yang begitu berat dan serak. Apa Daychi akan membunuhnya sekarang? atau pria ini akan memukulnya lagi?


"K..Kau kenapa?"


Tanya Whuang perlahan mendekat dengan kaki agak gemetar. Ia bisa melawan saat Daychi berbicara kasar tapi ini terlihat menakutkan.


Semakin lama mendekat jantung Whuang terus berpacu. Kedua tangan wanita itu mengepal menandakan waspada dengan tatapan mata indah abu yang penuh siaga.


"A..Aku.."


Whuang tersigap saat melihat sekilas tangan kekar itu melesat ke arah rambutnya tapi Whuang dengan cepat menghindar melentingkan tubuh ke belakang dengan kaki jenjang membentuk kuda-kuda bahaya.


"Kau mau apa??" tanya Whuang dengan gigi saling merapat menatap Daychi yang tampak masih menegguk botol minumannya yang ada banyak di Balkon sana.


Pergerakan Whuang yang lincah membuat seringaian dari bibir sensual itu tercipta mengerikan. Whuang merasakan jika Daychi tengah dipengaruhi emosinya.


"Kalau hanya masalah barang itu sudah ku kembalikan. kau tak usah sampai begini!!"


"Sialan!!!"


Daychi kembali melempar botol kaca ditangannya kearah wajah Whuang yang sigap menepisnya kuat hingga beralih membentur lantai. Ia beralih menatap Daychi yang telah hilang didepan matanya membuat Whuang syok.


"Dia ..."


"Bedebah!!"


Brakkk ..


Tubuh Whuang diterjang keras sampai terjerumus ke atas Balkon oleh kaki kokoh yang dengan kuat menerjang punggungnya. Whuang terlihat terbentur hebat ke pagar Balkon dengan Kay yang meloncat menyerang Daychi dengan cakar tajamnya tapi Daychi juga menendangnya hingga terpental keatas ranjang.


Grrr....


Kay menggeram ingin kembali menyerang tapi Daychi sudah melesat lebih dulu ke arah Balkon menatap membunuh Whuang yang tampak tersungkur memeggangi punggungnya seakan mau patah.


"Ss!!" desis Whuang berpegangan ke tepi pagar. Daychi memang gila, pria ini tak pandang bulu kalau sudah murka begini.


Melihat Whuang yang kembali ingin bangkit Daychi langsung menarik rambut panjang wanita itu hingga mengadah menatap wajah Tampannya yang semakin kelam disinari rembulan.


"K..Kau..."


"JAHUI ADIKKU!" tekan Daychi diringi gertakan gigi nyaring dan membunuh. Whuang hanya bisa meringis mencengkram lengan kekar Daychi yang sangat kuat menarik rambutnya.


"Lepas!!!"


"Kau mempermainkan perasaannya. maka kau bermain dengan NYAWAMU." Daychi semakin menguatkan cengkramannya membuat wajah cantik Whuang merah menahan sakit seakan kulit kepalanya akan lepas.


"K..Kauu..."


Whuang tersentak saat tiba-tiba Kay melesat dari belakang mencakar lengan Daychi hingga cengkraman pria itu lepas membuat Whuang segera bangkit menjahui iblis Naga ini.


"Kay!"


Kay bersiaga dihadapan Whuang seakan menjaga wanita itu dengan tatapannya tajam bak harimau jantan. Ia terlihat berkilat melihat Nonanya di perlakukan seperti ini.

__ADS_1


Whuang menatap Daychi yang terlihat semakin kelam membuatnya tak yakin bisa melawan pria ini.


"Kay! ayo pergi!"


Whuang ingin meloncat keluar tapi Daychi menarik Mantelnya kuat hingga tubuh Whuang kehilangan keseimbangan jatuh kebelakang.


Grepp ..


Bokong berisi padat itu jatuh tepat dipaha berotot Daychi yang langsung membelit perut datar Whuang yang syok menatap wajah tampan kelam tak jauh dari wajahnya. Bahkan, hembusan nafas keduanya saling berbenturan.


Deru nafas Whuang naik turun karna degupan jantung yang memberontak. Rambut lurus Daychi bergejolak di tiup angin menutupi separuh matanya hingga terlihat begitu mempesona dan Cool.


"Sangat tampan!"


Batin Whuang mengaggumi pahatan indah ini. Visual anime China yang begitu membuat siapa saja patuh dengan ke khasan jiwa brutalnya.


Tak jauh beda dengan Whuang. Daychi-pun larut dalam wajah cantik yang dihadirkan sang dewi bulan. Semuanya tampak pas dengan mata bak macan bertina yang tegas dan rahang tajam tirus menggoda. Hidung mancung mungil sesuai porsi dengan garis bibir bak busur panah tapi berisi selayaknya Almond.


"Mata ini." batin Daychi hanyut.


"Bibirnya."


Whuang dan Daychi saling membayang malam indah penuh darah mereka yang abu hingga tanpa disadari wajah keduanya semakin mendekat membuat Kay yang tadi dalam mode serius seketika membalakan matanya.


Cup ...


Kay langsung meloncat ke Balkon saat dua benda kenyal itu menyatu dengan sangat jelas dimata tajamnya. Whuang refleks memejamkan matanya dengan kedua tangan mencengkram bahu kekar Daychi yang tak memakai atasan.


Perlahan dan pasti. Ciuman yang sangat lembut membuat dada Whuang mendesir diserbu kehangatan, ia dengan jelas merasakan anggur yang tadi di teguk Daychi dan hembusan nafas alkohol tapi ia pasrah.


Kenapa aku suka bibir ini?


"Emm!"


Semuanya mulai menuntun. Daychi tak bisa menepis jika hasratnya naik bersentuhan seperti ini hingga agak kasar hisapan itu diberikan bersamaan dengan tangannya sudah bergerak liar.


Namun, Whuang tak membalas sama sekali membuat dada Daychi naik turun segera melepas pangutan menarik kelopak mata Whuang terbuka.


"A..Apa?"


"Balas ciumanku!" serak Daychi memasukan jempolnya disela bibir basah lembut Whuang yang dengan sensual menyesapnya seksi membawa fantasi tinggi Daychi yang terus menatapnya.


"Kau menyukai jempolku?" serak Daychi bersandar di dinding Balkon menikmati pelayanan lembut itu. Lidah lincah Whuang sudah terlatih tapi percayalah wanita itu hanya ditempa keadaan bukan berarti dia selalu mempraktekan ke berbagai lelaki.


Whuang melakukannya dengan baik dan sangat lihai dengan mata terus memperhatikan netra berat Daychi yang ingin lebih. Dua tangan pria itu sudah meremas bongkahan di bawah sana membuat Whuang beberapa kali menggeliat gelisah.


"K..Kau .."


Daychi dengan cepat menyambar bibir Whuang brutal dan dibalas tak kalah panas. Ciuman yang begitu menggelora membakar hasrat dibelitan lidah yang bertukar saliva.


Kenapa aku tak bisa melepasmu?


Perasaan Daychi disela meresapi pangutan mereka. Ia memang membenci Whuang tapi ia tak bisa melepasnya ntah karna keterkaitan hasrat mereka belaka atau memang ia sudah ketergantungan.


"Ehmm!"


Whuang menggeram syahwat saat Daychi menaikan Dress ketatnya keatas dengan kedua paha berkoala ke ke pinggang kekar Daychi.


Mantel Whuang di lepas tapi pangutan masih menyatu. Daychi sangat tergesa-gesa membuka resletingnya yang sudah bengkak memperlihatkan benda keras menentang ganas itu menampakan rupanya.

__ADS_1


"Lagi?" tanya Whuang melepas pangutan menatap wajah merah meradang Daychi dengan nafas naik turun. Ia sangat berdenyut melihat ukuran benda ini tapi begitu menginginkannya.


"Aku ingin!"


Serak Daychi dengan deru nafas memburu dengan kasar merobek segitiga merah itu dan melemparnya ke sembarang arah membuat mata keduanya begitu mendamba.


Tubuh Whuang terpampang jelas dengan paha dan lekuk pinggang sempurna menopang bongkahan padat dibelakangnya. Begitu putih dan mulus membuat Daychi terus meremasnya agar merah seksi.


"Emm...Lien!"


Pugh...


"Auuss!!!" pekik Whuang keras saat tangan kasar Daychi menepuk keras bokongnya. Wajah Daychi menggeram keras menatap membunuh Whuang yang mengelus bagian perih bekas tangan kekar Daychi.


"Kenapa kau memukulku?"


"Yang menusukmu bukan Lien." tekan Daychi menoyor kepala Whuang yang seketika kembali dibuat kesal.


"Kan biasanya itu."


"Aku tak suka!" tegas Daychi seraya mengangkat sedikit paha Whuang agar mempermudah penyatuannya.


"Tidak! aku suka nama Lien!"


"Kau ingin mati?" geram Daychi menggertakan giginya menakutkan menarik rasa panik Whuang.


"A..itu aku kan hanya... "


"Ini!" Daychi langsung mendorong senjatanya ke liang ketat itu dengan satu hentakan membuat Whuang memekik keras mencengkram bahu Daychi.


"Akhhss.. Iciii!"


Daychi yang merasakan hal yang sama-pun seketika terngagak gila akan kenikmatan itu. Pusakanya seakan dipijat lembut dan sangat sempit.


Tubuh Whuang menggelinjang beberapa kali karna sekangan besar itu. Ia melemah tak tahan akan sensasi yang dialiri menjalar ke kulitnya jadi sensitif.


"K..kau .. bilang apa?" tanya Daychi tergagap karna masih merasakan eforia itu. Ia mendengar pekikan Whuang yang begitu manja di telinganya.


"Kenapa?"


"Kau panggil aku apa?" tanya Daychi menarik dagu lancip Whuang mendekat hingga wajah cantik wanita itu memerah. Kenapa ia bisa begini?


"Aku akan lepas jika kau.."


"IIchi!" lirih Whuang mengigit bibir bawahnya agak malu dipandangi begitu. Daychi merasa tergelitik dengan nama itu keluar di bibir manis Whuang.


"Panggil itu lagi!"


"I...Ichi. boleh kita lanjutkan?" tanya Whuang merengek menarik sudut bibir Daychi yang segera membalikan posisi dengan kungkungan gagahnya. Mata keduanya saling tatap penuh keinginan dalam.


"Ingat nama itu. aku tak menerima panggilan lain."


"Naga Jantan!"


Ucap Whuang sengaja hingga Daychi langsung menghentak keras membuatnya membelalak dengan pergerakan tanpa aba-aba dari Daychi yang bahkan mulai menuntut posisi gila yang exstrem darinya.


.....


Vote and Like Sayang..

__ADS_1


__ADS_2