
Malam-pun tiba. rembulan diatas sana tampak terlihat indah seperti biasa menyapa Kediaman Daychi yang sudah sunyi karna sudah menginjak tengah malam.
Saat ini Zuan telah tiba di Kediaman. para anggota terlihat membungkuk membiarkan kaki tangan setia Sersannya itu untuk masuk ke puntu utama.
"Tuan!"
"Dimana Whuang?" tanya-nya langsung pada kepala pelayan yang menyambutnya.
"Nona di teras atas. Tuan!"
Dengan langkah lebar Zuan setengah berlari menuju Lift kearah teras. Mantel yang membalut tubuh kekarnya sudah berembun tapi ia tak punya pikiran untuk melepasnya.
"Semoga dia baik-baik saja." gumam Zuan sudah masuk ke Lift yang membawanya ke atas. Tentu Zuan begitu tak sabaran. Walau ia lelah dalam perjalanan tapi, mengingat Whuang yang tengah tak sehat membuatnya terburu-buru.
Tak lama setelahnya. Lift terbuka sampai ke lantai atas dengan Zuan yang langsung keluar berlari menapaki tangga kearah teras penghujung Mansion yang terhubung langsung dengan dunia luar.
"Whuang!!!"
Panggil Zuan melihat kesemua arah dimana hanya ada teras kosong dengan langit gelap diatas sana terlihat dipenuhi bintang dan pusatnya rembulan.
"Whuang!!" panggilnya lagi sampai langkahnya terhenti didekat pinggir teras. Matanya menatap sosok yang memakai Gaun tidurnya dibaluti Blazer panjang berwarna hitam dikibarkan angin terlihat memikirkan sesuatu.
Zuan mendekat lalu berdiri dibelakang tubuh indah itu menguarkan aroma Floral yang wangi.
"Hey!"
"A.."
Whuang tersentak saat bahunya di peggang hingga ia berbalik sontak terkejut.
"Z..Zuan!"
"Kau kenapa?"
Tanya Zuan tapi Whuang malah melihat ke belakang seperti mencari seseorang.
"Apa kau bersama Ichi?"
"Aku.."
"Apa dia di bawah?" tanya Whuang lagi dengan berbinar ingin melangkah melewati Zuan yang memejamkan matanya.
"Sersan tak pulang!"
Seketika langkah Whuang terhenti. Wajah wanita itu terlihat belum merespon banyak dengan memaksakan kaki berbalik menghadap kebelakang.
"M..Maksudmu?"
"Sersan tak pulang. dia masih ada pekerjaan!"
"Tapi, bukankah mereka bilang Ichi sudah di perjalanan pulang sedari semalam?"
Zuan menatap wajah cantik Whuang rumit. Tersirat rasa kecewa yang sangat dalam di manik abu itu seakan telah membelenggunya.
"Kau di bohongi!"
"Z..Zuan! kau..." Whuang tampak tak percaya memandang ke sembarang arah.
"Sersan tengah berada di Jerman."
__ADS_1
"T..tapi kenapa? apa yang dia lakukan?" tanya Whuang kebingungan sampai Zuan memang sudah muak melihat tindakan semena-mena Sersannya yang tak memikirkan perasaan Whuang.
"Kau mencintainya?"
Pertanyaan itu membungkam Whuang yang diam dengan mata kosong terlihat berat untuk menjawab. Tentu Zuan tahu gelagat ini mengartikan hal seperti apa.
"A..Aku .."
"Kau mencintainya?" Whuang langsung mengambil nafas dalam lalu menatap tegas Zuan.
"Aku mencintainya! tapi...tapi aku tak tahu apa ini dinamakan Cinta karna aku hanya nyaman bersama. Ichi!"
"Bagaimana kalau dia tak mencintaimu?"
Tanya Zuan membuat Whuang diam tak tahu ingin menjawab apa. Jujur ia berharap Daychi menerimanya.
"Aku ingin mengatakannya. kita tak tahu sebelum di coba-bukan?"
"Kalau dia menolakmu?"
"A.. aku tak apa. aku bisa kembali membuktikannya." jawaban yang begitu ringan tapi tidak dengan tindakannya. Sebenarnya Whuang sendiri gugup apalagi ia masih risih soal wanita di foto itu.
"Kau sadar dengan apa yang kau lakukan?"
"Sadar! tapi aku tak bisa menahannya, aku takut kalau dia mencintai wanita lain." jawaban lugas Whuang benar-benar mengatakannya. Seandainya jika Daychi mendengar apa dia akan senang atau malah kembali melukainya?!
"Whuang! dia itu penjahat wanita, Sersan sama sekali tak mengerti soal hati kalian. kau..."
"Tapi aku harus apa? aku tak bisa begini terus Zuan. aku juga mau seperti mereka yang menikah secara normal." bantah Whuang dengan kata-kata yang begitu dalam dan penuh harapan.
"Aku lelah begini terus. nanti aku menikah lalu disuruh bercerai, begitu terus sampai mati tak mungkin, bukan?" sambungnya lagi dengan suara rendah dan pandangan menunduk. Baru kali ini Zuan melihat seorang Whuang yang biasanya berkata kasar dan bertindak sesukanya menjadi berbeda.
Tanpa bicara Zuan langsung memeluknya erat menarik keterkejutan Whuang yang tersentak dengan pelukan tiba-tiba ini.
"Kau.."
"Kau sudah dianggap anak oleh kedua orang tua-ku. jangan bicara begitu. semua orang perduli padamu."
Whuang diam. Tiba-tiba dadanya menghangat merasakan pelukan ini seakan membuatnya nyaman seperti punya hal yang dinantikan.
"Agak aneh!"
"Kenapa?"
"Aneh saja. kau lebih perduli padaku dari pada Sersan-mu." jawab Whuang melonggarkan pelukan menatap Zuan yang menyunggingkan senyumanya.
"Ntahlah. mungkin kau mirip dengan adikku."
"Hm. bisa jadi."
Jawab Whuang hingga keduanya terkekeh beralih menatap langit diatas sana. Zuan benar-benar merasa nyaman sampai tak mau melepas pelukan dari tubuh Whuang. apalagi ucapan Daychi itu membuatnya tambah yakin.
"Zuan!"
"Ada apa?"
"Tadi aku berkeliaran di Kediaman besar ini."
"Lalu?" Zuan menanti jawaban Whuang yang mengeluarkan sesuatu dari balik blazernya.
__ADS_1
"Apa ini barang berharga Sersan-mu?"
Degg ..
Zuan tersentak melihat foto yang dipeggang Whuang. exspresi wajahnya membuat Whuang bertanya-tanya siapa sebenarnya wanita ini dan apa statusnya bagi Daychi?
"Kenapa respon kalian selalu sama?! tadi aku bertanya pada Seung dan Eva. tanggapan mereka sama sepertimu." ujar Whuang kesal melepas pelukan Zuan padanya.
"F..foto itu..."
"Apa? apa ini sepupunya Sersanmu? atau ini ponakannya karna terlihat muda atau..."
"Whuang! dimana kau mendapatkan ini?" Zuan merampas itu dari tangan Whuang dengan intonasi bicara Zuan yang tampak serius.
"Aku tak sengaja masuk ke ruangan di pelosok lantai sampai..."
"Sial!!! apa saja yang kau ambil disana?" Zuan tampak panik membuat Whuang bingung.
"Ada bunga kering, foto itu lalu Album tebal, memangnya kenapa?"
Tanya Whuang ikut khawatir jika ada sesuatu yang bisa membuat masalah besar.
"Itu semua sangat penting bagi Sersan! seharusnya kau jangan menyentuh barang-barang itu."
"T..tapi kenapa?"
"Dia bisa marah besar karna ini. Whuang." gumam Zuan berfikir tenang. Ia menatap foto ditangannya lalu memandang Whuang yang kebingungan.
"Ada apa dengan fotonya?"
"Akan ku jelaskan nanti tapi cepat kau kembalikan benda-benda itu."
Dengan linglung Whuang mengikuti tarikan Zuan keluar teras. Kepala Whuang dipenuhi tanda tanya besar akan alasan dibalik semua ini.
"Kenapa? aku hanya akan bertanya soal itu jika Sersan-mu kembali." seraya terus melangkah.
"Kau tak akan mengerti sekarang!"
Zuan mempercepat langkahnya sampai berpapasan dengan Fang yang baru naik langsung memandang heran Zuan yang tadi sudah diberi tahu akan pulang tampak terburu-buru.
"Zuan! kau mau bawa Whuang kemana?"
"Fang! kau jaga semua tempat disini."
"Memangnya kenapa?" tanya Fang heran menghentikan langkah mereka dengan wajah penasaran.
"Foto itu Whuang ambil dari..."
"Foto apa?"
Duarr....
Suara dari arah belakang Fang membuat mata Zuan melebar dengan mata Whuang malah bersinar cerah.
......
Vote and Like Sayang..
Maaf ya say. author baru pulang sekolah soalnya jadwal sorenya ditambah🙏
__ADS_1